Klipping,
10/01/2012

Eisenhower dan Sembilan Murid Hitam

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Sebelumnya dimuat di jaringnews.com, 6 Januari 2012

Kisah ini sangat mengharukan saya. Sembilan murid hitam di sebuah kota yang jauh dari ibukota Washington, masuk sekolah dengan dikawal oleh 1.200 tentara. Hak mereka untuk sekolah hendak dibatalkan oleh seorang gubernur, dan seorang presiden langsung turun tangan melindungi murid-murid yang masih belia itu.

10/01/2012 13:08 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (13)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Bung Ulil, harapan saya sama dengan anda. Agar dalam banyak kasus, khususnya GKI Yasmin muncul ‘kebajikan pemimpin’. Saya sudah lama menunggu. Namun tiada kunjung tiba. Saya berharap, Bung Ulil yang bergabung di partai pemerintah bisa memberi ‘masukan’ kepada pemimpin negeri ini.
salam

#1. Dikirim oleh j. parwanta  pada  10/01   03:17 PM

kunyuk memang tidak pake otak kalo mikir, gereja yasmin didirikan dengan semena-mena, dengan tipu daya dan muslihat, ulil memang pikirannya ditaroh dibokong kalo ngomong dan mikir asal keluar kayak kentut…. kalo liat masalah dalami akar masalahnya dulu jangan asal nyolot, dasar makhluk kotor lhu!!!

#2. Dikirim oleh Mathius  pada  10/01   04:51 PM

Membaca kisah ini saya terharu sekaligus getir.

Getir ketika menyadari betapa presiden kita yang Jenderal justru memilih bersikap ala peSinden yang cuma bisa prihatin dan menghimbau agar segala macam kekerasan di negara yang menjadi tanggung jawabnya diselesaikan secara hukum, sementara hukumnya diselewengkan oleh aparat-2 nya.

Judhianto | NontonDunia.com

#3. Dikirim oleh Judhianto  pada  10/01   06:53 PM

salam kenal dan salam slalu…, buat JIL (Jaringan Iblis Lakanatulloh)...., sbagai sukses slalu dalam mngemban misi iblis di dunia ini,, agar manusia mnjauhi TuhanNya

#4. Dikirim oleh Naruto  pada  11/01   03:38 PM

Jangan ngomongin soal Yasmin deh.
Serasa menyadarkan gue, gue tinggal di negara Pancasila gak sih ?

Apalagi bandingin SBY sama Eisenhower.
Jauh panggang dari api.

Tapi kok mas Ulil berani singgung2 “Ketua Besar” nih ???

#5. Dikirim oleh Jojo  pada  12/01   11:28 AM

Sangat pesimis hal serupa bs di tiru di Indonesia, miris rasanya Pancasila hanya sebagai simbol.

salam,

#6. Dikirim oleh fafan rachmadi  pada  13/01   12:57 PM

bukan bermaksud menandingi, tapi di salatiga puluhan gereja berdiri tanpa mengantongi surat izin dari pemerintah setempat serta persetujuan warga. yang lebih parah lagi, misi mereka kristenisasi sehingga banyak warga muslim resah. jikalau anda jadi warga salatiga, apakah ndak geram?

#7. Dikirim oleh Aan ZA  pada  13/01   06:26 PM

Bung Mathius…kalau ngomong yg sopan dong… tunjukan anda juga sejajar dengan para pemikir disini. Setiap masalah harus diperdebadkan dengan cara yang membangun dan sopan…tidak maki2 segala. Tulisan Bung Ulil sangat bagus. Semua kita harus mentaati hukum..jika hukum sudah tidak ditaati maka hidup anda dan saya akan seperti di hutan…. Orang kulit hitam dalam cerita ini sama seperti umat Yasmin yg di tuduh bohong dan sebagainya. Saya sarankan sebaiknya masyarakat Bogor ramai2 mempermasalahkan tempat2 prostitusi dan pelacuran yang menjalar di kota bogor dari pada menghalangi umat kecil yang ingin beribadah. Saya akan membela umat islam atau umat lain jika mereka mengalami hal yg sama seperti Yasmin ini. Hukum ya hukum ...jangan di campuradukan. Semoga masalah ini segera selesai…dan bangsa kita bisa melanjutkan hidup dan mengisinya dengan perbuatan2 amal dan kebajikan. Tunjukan bangsa kita adalah bangsa yang besar. Tunjukan umat muslim indonesia adalah umat yang sopan, damai dan berhati dingin dan dapat melindungi kaum minoritas seperti yg diajarkan nabi mereka.

#8. Dikirim oleh Dalim  pada  14/01   02:25 AM

masalah perbudakan adalah masalah kemanusiaan. alquran tidak memberi solusi yang meyakinkan. makanya orang2 di arab sana mengambil kesempatan, tkw diperlakukan sebagai budak. mengeksploitasi tkw lahir batin tanpa rasa dosa. mengapa para ulama tidak berani mengharamkan sekalian perbudakan di atas bumi ini?
Utk sdr mathius, berfikirlah secara proporsional. tulisan mas Ulil itu kan sejalan dengan keputusan MA. membaca komentar antum orang akan tahu siapa yang sebenarnya banyak kentut.

#9. Dikirim oleh muhnan rais  pada  15/01   10:21 AM

Mestinya orang Islam sejati itu perilakunya ya kayak Eisenhower yg membela kulit item.

#10. Dikirim oleh nu  pada  17/01   10:29 AM

akar masalah yasmin adlah adany pmalsuan tanda tangan warga untuk pndirian gereja. Sbgaimana kita tahu,bhwa syarat pndirian t4 ibadah, hrus ad minimal 90 org yg mnetap d daerah yg akan d bngun rumah ibadah trsebut. Kdua,hrus ad prsetujuan msyarakat stempat. Nah, pnganut kristen mlanggar prsyaratn trsebut. Poin prtama,tak trpenuhi. Adapun tnda-tangn warga yg ddapt pihak kristen,tuk mmenuhi syarat kdua,adlah palsu,alias msyarakat stmpat tak prnah mnyetujui pndirian gereja. Syarat prtama juga tak trpenuhi. Ttp kristn d yasmin ttg ngotot tuk mndirikn gereja. Mka trjadilah ap yg kita sksikn kini tu. Nah,dr sisi ini,mnurut undang2,siapa yg brsalah?

#11. Dikirim oleh manaf  pada  23/01   11:59 PM

Saya tak tahu kisah itu, sbb ia terjadi di tanah seberang, lagi pula ianya sangat halus bagai kuman. Yang saya tahu dan lihat ialah kisah kanak2 sekolah di Indonesia 64 thn merdeka yang bergayut pada tali untuk kesekolah, bagi saya ianya ibarat gajah di depan mata.
“Katakan, Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki dan menunjuki siapa yang kembali/ wa yahdi ilaihi man anab” (maksud Al-quran).“Yang demikian itu peringatan li-Ulil-Abshaaaar”.

#12. Dikirim oleh joko  pada  08/05   12:57 AM

Helo bung Dalim….....saya setuju jika hukum di taati dan dihormati, FPI mendatangi / menasehati pengelola kios2 maksiat, tetapi tak di hirau, lalu melapor kepada Polisi bahwa disatu titik ada kios maksiat / mungkar dan tanpa izin, tetapi tiada reaksi, oleh sebab hukum tak ditaati, maka FPI bertidak sendiri, lalu kafirin JIL keluar beramai- ramai menuntut pemerintah untuk membubar/membasmi FPI…........coba camkan itu wahai bung Dalim!.
Soal Greja, Pendeta MAKRUS (Raja Nyai Roro Kidul)dan Penjual selendang Gondoruwo, berkata: “saya setuju dengan SK 3Menteri yang melarang membina Greja, karena disurabaya banyak yang kosong, yang adapun bagai DISKOTIK”, ....Soalnya, “apa maksud disebalik itu kalau bukan provokasi agar kelihatan muslim itu ganas, brutal?.

#13. Dikirim oleh joko  pada  08/05   01:09 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?