Etika Israel di Gaza
Oleh Hamid Basyaib
Serangan Israel merupakan penghukuman kolektif terhadap seluruh warga Gaza karena tindakan sejumlah serdadu Hamas. Gempuran itu juga merupakan reaksi yang jauh melampaui proporsi. Ini memang doktrin Israel sejak ia berdiri: menyerang besar-besaran dengan mendefinisikannya sebagai pembalasan; atau menyerang duluan dengan dalih mencegah ancaman potensial menjadi aktual; taktik pre-emptive strike temuan Israel ini kemudian ditiru AS di Irak.
Komentar
Assalamu alaikum wr’wb
Saya suka membaca artikel-artikel di sini, dan saya dukung gagasan-gagasan JIL. Saya beri masukan sedikit bagi JIL, terutama setelah saya melihat debat pada acara TVone.
JIL pada debat ini seperti diHANDICAP. Jadi pada debat tersebut editor dan crew produksi jelas-jelas mendukung suatu pihak lawan, dengan cara antara lain:
1. membiarkan pendukung pihak lawan berteriak-teriak dengan emosi dan keras tanpa berpikir.
2. memotong kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh panelis debat dari pihak JIL.
3. membiarkan lawan memotong pembicaraan panelis JIL.
4. memotong untuk IKLAN tepat setelah kubu lawan berbicara, sehingga pihak JIL seolah tidak memiliki jawaban dan KALAH.
5. memfasilitasi debat yang emosional dan menghambat debat yang intelektual.
Pada akhirnya saya hanya sedih melihat debat tersebut, karena tanpa adanya dialog dan fakta-fakta rasional serta berlogika, debat tersebut hanyalah merugikan pihak yang berAKAL SEHAT.
terima kasih, dan doa saya untuk JIL.
Assalamu’laikum
Judul artikel di atas jelas tidak tepat. Sejak kapan Israel punya etika atau layakkah dikatakan “etika Israel” ?.Meminjam terminologi Ilahi dalam Al Qur’an mereka itu seperti binatang ternak bahkan lebih rendah lagi.Jadi saya usulkan agar tak usahlah lagi kita membela Israel , implisit ataupun explisit.Humanisme dalam Islam bukanlah humanisme subjektif.Seorang muslim adalah seorang yang tidak akan melakukan penyerangan terlebih dahulu tapi dia akan membalas setiap serangan secara proporsional yang mana dalam tingkat tertentu kemaafan lebih diutamakan ketimbang aksi balas dendam. Dan seandainya terjadi peperanganpun seorang Muslim telah dilarang melakukan pembunuhan terhadap para duafa ( anak-anak, wanita, orang tua, orang lumpuh ). Inilah etika dalam perang yang sebenarnya. Israel punya etika ??? Kelaut aja kali yee…..........![]()
banyak berita, banyak tulisan, banyak kecaman dan banyak tangisan yang merintih. namun sangat disayangkan kita hanya bisa banyak menonton, tanpa ada yang dilakukan. mengutuk, tanpa menghentikan. apakah karena kuasa kita tak cukup kuat? ataukah karena kita malas untuk menempatkan kuasa?PBB-pun ikutan mandul. mungkin memang tidak ada keadilan, karena kebenaran ideal dapat diinterpretasi sesuai keinginan yang mengintrepertasikan. mungkin tidak ada kemanusiaan, karena manusia memang tidak bernilai dan tidak dapat dinilai.
Sudah jelas apa yang dilakukan oleh Israel dalam 2 minggu belakangan merupakan peristiwa bencana kemanusiaan terbesar abad 21. Saya mahasiswa Hukum Internasional dan spesialisasi hukum saya adalah Hukum Diplomatik dan Humaniter. Dan apa yang saya pelajari selama ini dapat diketahui tak satupun pasal-pasal “wajib” dalam Konvensi Jenewa ditaati Israel, salah satunya larangan jatuhnya korban sipil. Dan anehnya dunia Internasional tidak menyamakan Ehud Olmert dengan Slobodan Milosevic.
Sedangkan Palestina, apa yang dilakukan oleh HAMAS dan simpatisannya juga seharusnya mendapat perhatian besar, bagaimana masyarakat dijadikan tameng dalam perang ini. Mungkin ini telah menjadi standar bagi HAMAS yang sangat radikal dibandingkan dengan moderatnya FATAH.
Satu hal Obama selama kampanye tidak pernah secara eksplisit menyinggung masalah Timur Tengah khususnya antara Israel dan Palestina. Titik berat Obama pada masalah Arab adalah penarikan pasukan perang AS dari Irak dan stabilitas keamanan di Afganistan. Walaupun dia pada Januari ini akan dilantik mejadi Presiden AS, tidak akan ada perubahan signifikan dalam perang yang telah menewaskan 900an jiwa ini.
Yang harus menghentikan ini adalah Israel sendiri dan pihak otoritas Palestina.
May Freedom Be With Us!
Dalam tanyangan di Metro Tv tanggal 13 Januari 2009 pukul 22.oo WIB pernyataan Lutfi Syauqani menjadikah perih ummat islam yang mau menyelasaikan dengan cara beradab kepada bangsa yang tidak beradab. Sebuah pertanyaan kami : “Jika anda diserang tanpa pertimbangan rasa kemanusiaan, apa yang anda lakukan, langsung menyatakan minta damai? atau mempertahankan diri? minta bantuan kepada orang luar? apalagi sudah ada korban dalam keluarga anda, katakanlah istri anda. Sunggu naif pemikiran tersebut jika urusan palestina dengan diplomasi adalah yang beradab padahal mereka tidak beradab dalam kelakuannya. dan yang tidak beradab lagi yang hanya komentar aja tanpa ada bantuan riil. sudahkan lutfi syaukani menyumbang kepada relawan yordania untuk membantu gaza atau malah relawan yordan yang disebut membantu warga yahudi untuk semakin ganas terhadap warga gaza ?????
Keganasan Israel sengaja dipergunakan oleh negara negara Arab untuk melawan fundamentalism. Raja Fadh, Raja Abdullah, Husni Mobarak ikut bertanggungjawab atas kehancuran rakyat sipil Gaza!
Untuk Bung Ferry,
Anda nengatakan :
…….Meminjam terminologi Ilahi dalam Al Qur’an mereka itu seperti binatang ternak bahkan lebih rendah lagi………
Ini salah satu bentuk ajaran agama tetapi ajaran kebencian!! Pernyataan anda cukup membuktikan bahwa Islam dan Muslim sendiri lebih tidak beretika sama sekali
Anda mengatakan :
…………..“Seorang muslim adalah seorang yang tidak akan melakukan penyerangan terlebih dahulu tapi dia akan membalas setiap serangan secara proporsional yang mana dalam tingkat tertentu kemaafan lebih diutamakan ketimbang aksi balas dendam.”
Prinsip ajaran ini tidak ada bedanya dengan prinsip para gerombolan gangster, mafia, preman!!
Jika kedua hal diatas diajarkan agama anda, jangan salahkan dunia menilai buruk Muslim/Islam!!
secara historis kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Israel, namun alangkah bijaknya kita juga tidak membenarkan Hammas tetapi yang lebih penting adalah keadaan negara kita dalam menghadapi aksi-aksi dukungan yang berlebihan terhadap penderitaan rakyat Gaza dengan melakukan pelatihan perang. Hal itu merupakan stimulus akan lahirnya kembali terorisme di Indonesia, jadi berhati-hatilah pemerintah untuk mengantisipasi hal ini, khususnya JIL yang sering mengeluarkan pernyataan kontroversial terhadap Islam.
Jika pantas disebut sebagai “kebiadaban”,maka kebidaban Israel bukanlah semata kebiadaban yang mesti membuat kaum muslim gerah. Sebab tindakan Israel tidak lebih sebagai upaya memperthankan eksistensi sebagai bangsa. Ini adalah sesuatu yang alamiah sebagai manusia untuk mendapatkan hak untuk hidup di tempat yang mereka yakini sebagai rumahnya tanpa ada gangguan.
Untuk Humanis
Apakah bukan binatang namanya mereka yang sengaja membunuh anak-anak dan istri dan ibu anda dengan senjata kimia ?
Prinsip Ajaran islam bukannya tampar pipi kanan beri pipi kiri jika itu yang anda harapkan. Pendekatan seperti itu hanya berlaku untuk pendekatan secara individu bukan kepada segerombolan teroris zionis israel yang siap membunuh anda.
saya bingung dengan reaksi bangsa ini, tidak bisa mlihat sesuatu dengan obyektif.ini bukan perang agama tapi selalu aja bereaksi dengan atas nama agama..media menyajikan berita tidak seimbang tidak diceritakan bahwa hamas sebelum Israel menyerbu mereka terlebih dahulu meroket kawasan Israel..coba pikir jika jakarta tiap hari diroket oleh musuh kita apa reaksi bangsa, ini tunjukan dimana perang yang tidak memakan korban rakyat sipil..media juga tidak menceritakan bahwa hamas menyimpan peluru /roket dalam tempat ibadah dan rumah penduduk.
lalu kenapa Israel hanya menyerbu Hamas dan tidak menyerang Fattah
Saya pikir Hamas hanya memperjuangkan tanah (hak milik)nya yang telah dicuri oleh isra’el. saya pikir siapapun orangnya tidak akan rela tanah dekat rumahnya diambil begitu saja.
Siapapun seharusnya realistis dalam melihat masalah ini. Kita juga tidak membenarkan sebagian apa yang dilakukan Hamas terhadap isra’el, namun ada yang lebih pentin dalam hal ini, isra’el telah menjajah palestina yang didukung oleh sebahagian negara super pawer.
Tindakan biadab ini perlu diatasi sesegera mungkin, sedangkan isra’el harus mendapatkan hukuman dari internasional. seandainya isra’el tidak hengkang dari perbaasan ghazA, masalah ini tidak akan selesai dengan cepat.
umat islam haus bersatu mengutuk tindakan ini. kalau isra’el tidak juga jera, saya pikir umat islam harus segera menjadi umat super pawer, setelah itu hidup damai dengan seluruh umat beragama di tanah mulia ini.
Biasanya, pikiran pendek pada umat Islam diakibatkan karena kecerbohan dan lemahnya pemahaman umat terhadap agamanya sendiri, tetapi, umat non muslim telah melakukan pengrusakan dalam kehidupan ini jauh2 sebelumnya. sehingga kebanyakan umat islam tidak rela menerima hal itu.
Wallahu a’lam…
untuk saudara sammy
sepertinya pertanyaan anda konyol,mengapa israel tidak menyerang hammas,ya iyalah lha wong mahmod abbas itu boneka amerika,cuma hamas yg tidak mau disetir,fatah itu seperti para pengikut kompeni kalo jaman belanda dulu,sedang hamas pejuang kemerdekaan,makanya klo baca berita di selesain bung sammy
Gimana nggak keseret jadi perang agama? Alasan mereka melakukan penyerangan dan membuldoser rumah-rumah penduduk Palestina (katanya) untuk membasmi muslim radikal. Alasan mereka menduduki Palestina juga adalah keyakinan Yahudi mereka bahwa Palestina adalah “tanah yang dijanjikan”. Pemukim-pemukim di perbatasan Israel-Palestina adalah ekstrimis Yahudi yang dulunya datang memilih sendiri rumah yang akan dibuldoser dengan dikawal IDF. Jika kita mengkritik Zionis, mereka mengatakan bahwa kita adalah anti-semit/anti-Yahudi. Hamas hanyalah alasan mereka melakukan penyerangan untuk saat ini, pada masa “normal” juga mereka akan menggusur wilayah Palestina baik Gaza maupun Tepi Barat.
Gw sih pinginnya qt ngeliat sejarah,tentara pejuang HAMAS itu ibarat BKR/TRI dibawah kepemimpinan Jendral Sudirman yang melakukan perlawanan saat belanda agresi militer di Indonesia, waktu penjajah belanda nyerang wilayah Indonesia dengan gempuran artileri berat, enteng si penjajah bilang “Kami hanya ingin melawan ekstrimis2 yang memprovokasi pasukan kami”
Sama ky HAMAS, kasus Palestina dengan israel itu bkn kasus antara 2 negara beda,tp antara negara yang dijajah (Palestina) dengan penjajah (israel) coba lihat deh fakta sejarah, sebelum israel datang palestina itu negara jajahan Inggris,bukannya ngemerdekain tp malah ngasih wilayah jajahan tuch ke zionist israel, so sebenarnya palesina itu masih belum merdeka 100%,so wajar kalo akhirnya timbuul gerakan perlawanan, coz mereka jg ingin ‘liberty’ ingin free 100%,mereka juga ingin kebebasan,ga cuma qt
gw yakin orng2 sini tuch pd pinter, tp jangaan dong lupain fakta2 yang ada, apalgi fakta sejarah
be objective & open mind
Assalamu’laikum
Untuk saudara “Humanis” ( nickname anda ‘manis’ sekali
) dan nampaknya anda bukan dari kalangan muslim yah ?. Cobalah anda baca Al-Qur’an dengan segala kerendahan hati dan rasakan emosi-emosi ilahiah yang mengalir bersama fitrah anda. Anda akan menemukan dan merasakan betapa ungkapan-ungkapan emosional ilahiah sejalan dengan emosi-emosi fitrah kemanusian dalam merespon setiap aspek kehidupan di dunia ini.Kenapa demikian ? karena memang secara universal setiap orang di dunia ini dibangun dengan struktur emosional yang sama.Hanya manusia bebal saja yang tidak akan bereaksi ketika melihat aksi non humanis berlangsung di depan matanya.Bukankah kita kalau sudah demikian tidak dapat mengendalikan diri akan mengeluarkan kata-kata seperti ” anjing lu”, “babi lu” dan lain sebagainya ?.Ungkapan-ungkapan ini menggambarkan betapa kesalnya seseorang kepada yang lain karena kebebalan yang bersangkutan untuk menerima kebenaran yang telah diungkapkan.Cobalah simak Surah Al Furqan ayat 41-44 dan biarkan wahyu itu mengalir di dalam rongga hati nurani. Anda pasti akan merasakan dan mengeluarkan statemen yang sama dalam konteks yang diungkapkan oleh ALLAH melalui wahyuNYA tersebut.Seluruh wahyu ALLAH dalam Al Qur’an pada dasarnya berbicara dan bercerita tentang letupan-letupan ruhani manusia yang karenanya akan selalu relevan sampai hari kiamat nanti. Kunci memahami wahyu Ilahi adalah dalam jawaban atas pertanyaan berikut ini : Apakah kita memerlukan wahyu-wahyu tersebut ? Apakah kita sadar bahwa wahyu-wahyu itu juga diturunkan untuk kita bukan hanya untuk para Rasul dan Nabi saja ?.Jika Anda memang memerlukan wahyu-wahyu tersebut dan menyadari bahwa wahyu-wahyu itu juga diturunkan untuk Anda, maka sudah selayaknyalah anda mengekspresikannya dalam tiap aspek kehidupan anda.Yang paling berhak memberikan penilaian apapun tentang kita manusia adalah jelas yang menciptakn kita sendiri, yaitu ALLAH. Suka-suka Dialah menilai seorang manusia itu tentang mentalitas dan perilakunya seperti apa ( seperti anjingkah, binatang ternakkah, dan lain sebagainya ; perilaku orang yahudi yang disamakan dengan anjing bisa anda baca dalam surah AL-A’raf ayat 172-179).Mentalitas yahudi di negeri kitapun sebenarnya tumbuh subur.Perhatikanlah kejadian jika seorang bertikai/ berkelahi dengan orang lain, maka biasanya pihak yang kalah akan memanggil ‘orang sekampung’ untuk menghadapi yang menang dengan melakukan berbagai aksi yang kadang-kadang diluar batas kemanusiaan.Anda juga dapat melihat hal ini dalam kontelasi sistem politik negeri kita, bukan ? ![]()
Rupanya taktik Zionis untuk membodohi manusia2 didunia ini lumayan berhasil walaupun porsinya tidak banyak, lihatlah komentar2 yg ditulis oleh HUMANIS (manusiawi ? ),REALYAN yg psuedo filosof,rupanya banyak mahluk2 ini lupa (atau pura2 lupa ) bahwa kalau mendengar berita atau propaganda BOHONG secara konsisten lama2 toh akhirnya kedengaran BENAR,apa mereka tidak tahu bagaimana caranya Zionis2 biadab itu mendirikan ISRAEL ?.
Percaya atau tidak ISRAEL akan tenang tanpa Palestine tapi DUNIA akan jauh lebih baik dan tenang tanpa Zionis Israel.
Untuk Sakura,
Jika ada agama mengajarkan kebencian, permusuhan dan pembunuhan itu bukan dari Sang Maha Suci, namun berasal dari setan/iblis.
Ajaran Sang Maha Suci adalah ajaran kedamaian, mengasihi sesama bahkan mengasihi orang yang memusuhi dan membenci kita sekalipun. Tak ada seorangpun yang akan menentang ajaran ini, jika ada yang menentang sudah pasti itu pengikut Iblis/Setan
Terima kasih atas dimuat tulisan ini.
Bangsa yang bingung,
Seperti halnya dengan sdr Sammy, kita terlihat tidak bisa membedakan mana urusan agama, bangsa dan negara. Kalau bicara agama, ini jelas bukan urusan agama. Kepada siapa para demonstran berpihak, saya dapat melihat dengan jelas, kepada Palestina seluruhnya (Fattah dan Hamas) atau Hamas saja yang dua-duanya mayoritas Islam. Ingat, 20% populasi Israel adalah etnis Arab dan mereka tumbuh lebih cepat dari etnis Yahudi. Jadi bermusuhan dengan Israel berarti juga bermusuhan dengan etnis Arab yang Islam. Di sisi lain, Iran yang kita banggakan sebagai pembela bangsa Islam namun secara hukum melindungi minoritas Yahudi di Iran.
Semoga perang segera berakhir, Israel sebagai negara harus kita kutuk dan bertanggung jawab atas korban sipil, dan semoga negara Palestina segera berdiri. Amin
Komentar Masuk (80)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)