Gagalnya Ideologi Kekerasan Dalam Islam
Oleh Ulil Abshar Abdalla
Perkembangan dalam tubuh umat Islam sendiri dalam arena internasional makin mengarah pada “dialog antar peradaban”. Baru-baru ini,
misalnya, Raja Saudi menuan-rumahi suatu peristiwa yang saya anggap sangat historis dalam sejarah negeri Saudi, yaitu konferensi yang diniatkan untuk
mendorong dialog antaragama. Dilihat dari sudut pandang ideologi Wahabisme (ideologi resmi negeri Saudi) yang sangat tertutup dan eksklusif, tindakan Raja
Abdullah dari Saudi itu sangat berani dan bersifat terobosan.
Komentar
..saya sendiri sebenarnya optimis (kalau itu hanya menyangkut kekerasan) bahwa hal ini tidak akan berkembang d indonesia
..Ini masalah kultur kita koq
..kita pernah d jajah belanda selama 350 tahun dan d jajah jepang selama hanya 3 tahun, akan tetapi d bawah kekuasaan jepang bangsa kita `merasa` d saat2 yg plg sengsara
..`kayak jaman jepang aja` itu mungkin istilah yg dr dulu d sematkan untuk keadaan yg sangat sengsara.kenapa demikian? karena jepang saat itu merupakan negara fasis yg menerapkan kekerasan d mana2(dan juga sudah ada dalam rekam sejarah mereka sejak masih berbentuk ke-shogun -an)
..jadi, kekerasan itu adalah bukan bagian dr kita (saya masih optimis itu)kita ini bukan berkultur pemarah berat seperti orang arab, entah ini positif atau malah negatif, kita ini malahan cenderung untuk memaafkan dan melupakan
..jualan organisasi2 keagamaan yg ada sekarang saya yakin ga akan laku jika masih d jajakan dgn cara2 kekerasan, Alhamdullilah setidaknya masih ada hal baik yg tersisa d negara kita ini
Bravo Mas Ulil dan JIL ......
Tulisan mas Ulil semakin menegaskan apa yang dikatakan oleh Ayumaardi Azra (maaf kalau ejaannya salah), Rektor Syarif Hidayatulah jakarta, bahwa orang muslim sejenis Amrozy, Habib Riziek, Abu Bakar Baasyir dkk jumlahnya sedikit. Hanya saja mereka sangat sering dan pandai berkoar-koar serta bikin demo dimana-mana, akibatnya mereka kelihatannya banyak dan mendominasi umat muslim. Sampai saat ini saya masih haqul yakin bahwa saudara-saudara kita dari umat muslim mayoritas adalah muslim moderat yang ingin hidup dalam kedamaian, sayangnya para pengacau seperti Amrozy dkk, telah melumurkan kotoran kemuka umat islam seluruhnya. Saya walaupun bukan muslim (saya orang Bali) sangat banyak mempunyai teman-teman muslim, dan rata-rata mereka baik dan tidak memperlihatkan gejala orang edan seperti Amrozy dkk. Dalam beberapa kali perjalanan saya ke kota-kota di pulau Jawa pasca bom Bali I, setiap sopir taxy, pelayan restoran, manager hotel dll yang berhubungan dengan saya, begitu mereka tahu saya dari Bali, dari bibir mereka keluar sumpah serapah mengutuk tindakan Amrozy dkk, padahal mereka semuanya muslim. Hal ini melegakan saya, bahwa dukungan dan simpati terhadap peristiwa Bom Bali ternyata sebagian besar juga datang dari saudara-saudara kita yang muslim. Yang patut kita renungkan saat ini adalah bagaimana caranya untuk memberikan counter terhadap ideologi radikal yang ditenggarai masih tetap berlangsung dibeberapa pesantren. Salah satu buktinya adalah demonstrasi dari Jemaat Tauhid (organisasi baru bentukan Abu Bakar Baasyir) menjelang dieksekusinya Amrozy CS. Pun kalau kita lihat, hampir semua pelaku pengeboman Bom Bali I dan II adalah alumnus pesantren Ngruki pimpinan Abu Bakar Baasyir. Dalam alam demokrasi yang ada di Indonesia sekarang ini, pemerintah tentu saja tidak bisa seenak udelnya menutup pesantren-pesantren yang ditenggarai mengajarkan paham radikalisme agama. Menurut pendapat saya, jawabannya lebih banyak berpulang kepada uamt islam sendiri, apakah akan membiarkan dirinya dicekoki dengan ideologi radikal semacam itu. Mengenai bagaimana sebenarnya reaksi orang Bali terhadap para sauadar-saudara kita yang muslim, bisa disimak dari talk show di TV one setelah dieksekusinya Amrozy dkk, Bp Komarudin Hidayat sebagai narasumber utama dalam dialog tersebut mengatakan saya salut dengan reaksi orang Bali yang tetap menanggapi dengan tenang dan kepala dingin, walaupun telah dua kali menjadi korban pengeboman dari kaum radikalisme agama itu. Kalau saja para radikal itu melihat dampak pengeboman tsb, yang sampai mematikan perekonomian di Bali sampai ke desa-desa di pelosok Bali, bahkan sampai ke beberapa daerah di Jawa yang menjadi sentra sub kontraktor dari para pengusaha handycraft di Bali (sebagian dari pekerjaan industri handycraft di Bali disubkan ke Jawa). Untuk para radikalisme yang ada dimanapun, kami dari Bali dengan sangat memohon, jangan jadikan kami korban, kami di Bali sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan kebencian kalian terhadap Amerika, Australia, Israel dll. Ingat bahwa kami juga orang Indonesia yang setiap hari membanting tulang untuk sesuap nasi. Kalau kalian memang berani dan bermimpi berjihad, pergi sana ke Amerika dan Israel, mau bunuh berapa orangpun disana terserah! jangan jadikan daerah kami sebagai ajang untuk melampiaskan segala kebencian dan kebiadabanmu! Sekali lagi Bravo untuk Mas Ulil dan JIL.
Saya setuju. Kekerasan bukan solusi. Kekarasan adalah jalan rugi. Tidak manusiawi. Tak Islami.
salah satu ayat di Al Quran yang menyatakan bahwa semua muslim adalah saudara, jangan dihayati secara dangkal dan harafiah. Saya berpendapat karena dangkalnya pemahaman terhadap ayat itulah yang paling memberi kontribusi terhadap gerakan radikal islam di dunia ini. Setiap perang yang melibatkan negara islam dengan negara non islam, maka seketika akan menjadi ajang pembuktian ayat tersebut. Para radikalisme agama akan berbondong-bondong mendaftarkan jihad kedalam perang tersebut, bahkan terkadang tanpa memaknai substansi dari perang yang ada tersebut. Lucunya kalau yang perang adalah sesama negara islam, maka para radikalisme dari Indonesia sama sekali nggak ada yang teriak-teriak. Contoh perang iran irak yang berlangsung cukup lama dan memakan korban cukup banyak, tidak ada sama sekali demo dan teriakan dari ormas islam radikal di Indonesia. Mungkin mereka bingung mau belain yang mana. Ketika Taliban menguasai Afganisthan dan saling berperang dengan beberapa fraksi disana yang sama-sama muslim, ormas-ormas islam radikal di Indonesia pun mulutnya pada bungkam. Penyebabnya saya kira sama dengan diatas, mereka pd bingung, mau belain yang mana. Yang paling konyol adalah ketika kerusuhan Ambon masih berlangsung, dengan alasan RMS akan memerdekakan dirinya, Laskar Jihad berbondong-bondong ke Ambon dan ikut berperang disana, tapi ketika GAM di Aceh memberontak, mereka pada bungkam lagi, penyebabnya jelas karena sebagian penduduk Aceh beragama islam. Coba seandainya sebagian besar penduduk Aceh beragama kristen, Hindu atau Buda, maka bisa dipastikan ormas-ormas islam garis keras pun akan riuh rendah mengerahkan anggotanya untuk berJihad. Kesimpulannya disini rasa kemanusiaan dan solidaritas kaum radikal tersebut sangat dangkal, hanya terbatas pada kesamaan agama. Kita lihat saja seandainya Pakistan dan India berperang lagi memperebutkan Khasmir, pasti kaum radikal itu akan berbondong mendaftarkan jihad, padahal mereka berperang karena rebutan tanah!
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bagi mereka yang beridologi seperti amrozi dkk (semoga Allah swt mengampuni dosanya) seyogyanya mempelajari lebih dalam lagi tentang:
-Arti Jihad.
-Peperangan Nabi saw dengan para sahabatnya dulu.
-Negara Indonesia.
Al hasil, apakah Jihad itu harus berperang? Nge bom sana sini?
Apakah peperangan Nabi saw dulu tujuannya agar semua orang orang kafir memeluk agama islam?
Apakah masih bisa dibenarkan di indonesia yang tentram ini berperang? Lantas siapa yang akan kita perangi dalam arti kita tawan dan halal harta bendanya? atau bahkan kita bunuh?
Pada jaman sekarang, khususnya di bumi indonesia ini, apakah syiar islam atau untuk agar islam berkembang itu harus dengan perang fisik atau ngebom sana sini?
Benci Amerika ya ngebom disana saja !
Ingin membela islam dan mati sebagai syahid ya berangkat ke palestine saja !
Dan jangan menyuruh orang, tapi lakukan sendiri..
Apakah mereka terbujuk oleh keindahan surga?
Bukankah banyak jalan menuju surga?
Renungkan !!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Mas Ulil
Lalu bagaimana menurut Anda ideologi kekerasan Israel, Amerika Serikat CS
Langgeng dan menang…........?
Karena Israel sendiri ideologinya di Jazirah Arab bisa jadi alasan punya senjata nuklir dan memberangus gerakan Palestina…..?
Amerika dengan segudang alasan boleh nyerang Irak dan Afganistan dan dalam praktiknya tidak mengindahkan budaya dan agama di sana, misalnya masuk Mesjid dengan sepatu kotor….....?
Kalau orang Islam meminta tanahnya kepada penjajah dengan kekerasan itu teroris….....?
Lalu rakyat Palestina yang tidak punya senjata berjuang dengan apa yang mereka bisa lalu dianggap kekerasan dan mereka harus bernegosiasi dengan musuh yang terus menekan secara fisik kepada mereka…........?
jadi ideologi apa ini namanya bung….........?
Anda orang yang matang di dalam kelas dan tidak pernah ke lapangan seperti mereka para mujahid.
jadi tentu perspektif dan pijakan perjuangan mereka akan berbeda dengan Anda.
Dalam kelas itu semua sangat teoritis dan manis-manis kawan.
Tapi mereka bukan orang bodoh seperti dalam sangkaan anda dan kawan2 Anda.
Assalmualaikum wr wb..
buat Ibrahim yg semoga diberikan hidayah oleh Allah Ta’ala.
pelajarilah lalu pahamilah dahulu yg pertama-tama tentang ilmu AQIDAH Tauhid yang puristik dan integral dalam berislam, bukan hanya mengambil sebagian yg haq ( benar ) dan mencampakkan sebagian yg haq ( benar ) kainnya, niscaya Allah Ta’ala akan membimbing antum untuk memahami Islam secara kafaah.
perlu diketahui bahwa AQIDAH tauhid yg puristik dan integral adalah yg telah diterangkan dalam Al Qur’an,salah satu ayatnya adalah QS AL MUMTAHANAH : 4..coba antum baca dan pahami scara ikhlas.
untuk org2 kafir adlah sangat jelas permusuhannya selama mereka menentang dan memusuhi Islam baik dgn invasi fisik maupun pemikiran2 batil.tetapi jikalau mereka tdk memusuhi amar ma’rufnya sangat jelas untuk mereka dan tdk akn diperangi.tetapi antum lihatlah dng mata kepala sendiri bgaimana kiprah org2 kafir yg memusuhi Islam tsb yg tlah mmbuat segala macam invasi fisik dan invasi kebejatan moral khususnya di indonesia?!,dalih2 memberantas terorisme yg nyata2 merekalah trnyta terorisnya,dimana posisi antum jika dihadapkan pada perkara tsb? apakah antum akan lari dan takut mati atau berani? ( lihat dan pahamilah QS AN NISAA : 78 )
Semoga antum bukan termasuk kepada org2 yang berpihak dan membaela para org2 kafir YG MEMUSUHI ISLAM.
Barokallah
Mohamad Arif / 08999829829
hidup secara damai dimuka bumi ini diantara pemeluk agama yang berbeda, ras yang berbeda terasa lebih indah dan menyejukkan. kenapa harus dengan jalan kekerasan untuk mendapatkan surga ALLAH…......???????
Beberapa hari yang lalu, ribuan ulama dan umat muslim di India melaksanakan “istighotsah” untuk menolak terorisme dan aksi kekerasan. Saya rindu kapan ya MUI dan jamiyah besar (NU + Muhammadiyah)dan parpol2 islam melakukan hal sama ............. Kalau NU + Muhammadiyah sih sudah sering saya dengar pernyataannya menolak terorisme dan kekerasan. Tapi kalau MUI dan partai islam belum pernah dengar tuh…... Coba kalau berani, takut kekurangan pendukung dalam pemilu 2009 ya ?................. dan MUI ....? anda pernah menyatakan haram terhadap liberalisme dan isme2 yang lain. Kapan berani menolak terang2an terorisme atas nama agama dan kekerasanismenya FPI dan yang lain….......
assalamualaikum ..
kawan-kawan smua yang di rahmati allah
semuga kita dalam lindungan nya
kalau berbicara kekerasan tak usah ngumung agama
yang nama nya tindak kekerasan tidak boleh, tidak perlu ngumung atas nama agama ....emang ada kekersan yang boleh kalau bukan atas nama agama ... gak ada ....yg nma nya kekerasan tidak boleh titik
tak perlu mengusung nama agama ....
hati2 dech dalam membuat statemen ungkapan ...
indonesia perlu mengureksi ulang dalam statement2 yang sudah ada ....
Kepada Bung Irsad kalau anda bilang mereka (Amrozi cs) tidak bodoh kenapa mereka membom dan menghancurkan tanah airnya ? bukankah konfliknya ada di palestina,Irak dan Afganistan bukan di Indonesia. dan satu lagi jika orang Islam ingin merebut tanah airnya kenapa harus membom di Indonesia dan melukai sebagian Muslim yang ada di Indonesia ???? Sebagai Muslim saya malu dengan logika dan paradigma orang seperti ini
Hai saudara-saudaraku! Jangan bodoh dengan menganggap Amrozi cs itu melakukan perjuangan jihad!
Coba lihat, jumlah korban terbanyak adalah orang Australia (kita abaikan aja deh!), lalu kedua sekitar 40-an itu orang Indonesia dan sebagian di antaranya MUSLIM juga! Saya tanya, apa hukuman bagi orang MUSLIM YANG MEMBUNUH 1 MUSLIM LAINNYA YANG TAK BERSALAH! Saya perlu menekankan kata TAK BERSALAH, karena memang samasekali tak terkait dengan Amerika atau Israel atau iblis-iblis lainnya lho!
Bom JW Marriot dan Kedubes Australia itu korbannya supir taksi dan satpam yang nota bene adalah MUSLIM! pernahkah MUI Memikirkan bagaimana nasib keluarga korban bom-bom laknat itu? Kenapa kok yang diurusi malahan teroris-teroris berkedok ISLAM spt Amrozi cs? Bodoh benar kita ini, membela TERORIS! Pantaslah orang mengatakan Indonesia adalah SARANG TERORIS, karena nyatanya hanya di Indonesia teroris dibela mati-matian!
Allohummahdina fimanhaadait. Kekerasan apa pun bentuknya merupakan momok yang harus di singkirkan, kekerasan itu merusak sendi sendi kehidupan, kedamaian dan ketentraman. Ibadah kepada Alloh swt. memerlukan jaminan keamanan untuk melaksanakan. Tentunya bisa di bandingkan pelaksanaan ibadah kepada Alloh swt pada zaman sekarang dengan zaman penjajahan dulu.
memang benar bahwa raja saudi sudah melakukan dialog antar agama. tapi jangan salah, suatu saat raja saudi ditanya kenapa pasukan masih bercokol di negeri ka’bah itu, kemudian raja berkomentar “untuk melindungi negara setanpun akan saya undang”. bisa jadi dalam dialog antar agama itu setan politik pun diundang olehnya.
masalah dialog antar peradaban bukan hal baru. sejak dahulu, peradaban Islam memang sudah melakukan hal itu. uniknya, peradaban Islam tidak serta merta jadi budak peradaban lain, mengambil elemen - elemen peradaban lain secara buta. sebaliknya, justru Islam memilah-milah, mengadapsi elemen - elemen peradaban asing tersebut kemudian disesuaikan dengan pandangan hidup Islam. karena proses seperti itulah Al-Farabi berhasil menengahi pertengkaran Aristoteles dan Plato.
Barat juga demikian, mengambil sebagian elemen peradaban Islam dan peradaban lainnya kemudian disesuaikan dengan pandangan hidup Barat.
dengan demikian, dialog peradaban itu sudah biasa, tapi kalau membabi buta meniru peradaban lain itu gila.
Assalamu’alaikum
Bang Ulil, kayaknya kita (Bangsa Indonesia bagi yang merasa)harus membuat Kitab Putih mengenai apa itu Jihad sebenarya dalam Islam. Bagi saya yang cocok untuk mmberikan pemahaman Jihad yang sebenarnya hanyalah GUS DUR dan Quraisy Shihab dan yang sepaham dengan mereka berhubung yang lain sudah tiada (berangkat ke hadirat Ilahi) seperti Cak Nur dll.
sejatinya tak ada lagi yang berani seberani mereka atau Bang Ulil sendiri mau buat?
assalamalaikum semuanya..
al islam mahjub bil muslimin, begitu kata sebuah maqalah. saya org dusun, tidak kenal ulil kecuali lewat tulisan2 beliau, tidak kenal jil, liberalisme, pluralisme atau apapun sebelumnya. saya belajar agama dari pesantren, dari bapak saya yang kyai ndeso dan guru-guru saya yang santun dan ramah dalam ber-islam. Ada yang aneh akhir-akhir ini, ketika banyak orang berteriak takbir di mana-mana dengan wajah sangar dan penuh emosional. di tv-tv pada forum-forum diskusi dan debat, seolah yang mereka hadapi musuh yang sesunguhnya padahal yang mereka teriaki takbir dengan kepalan tangan adalah sama-sama muslim dan sama-sama Indonesianya. saya menjadi miris, betapa wajah damai dan humanis agama yang saya banggakan ini sekarang begitu terdesak (setidaknya yang terlihat di media) oleh sekelompok orang yang berjubah (bersimbol)islam kemudian berwajah seram dan berteriak takbir. belum lagi debat dan adu argumentasi dari mereka yang selalu berasumsi negatif terhadap lawan bicaranya dan selalu ada kata-kata kasar (maaf, seperti preman jalanan). tidakkah mereka ingat bahwa ini adalah zaman global, era dialog, era di mana citra begitu penting. saya jadi ingat guru MI (SD) saya dulu yang berpesan; islam nanti akan tidak dilihat orang (mahjub) sebab ulah mereka sendiri. mudah-mudahan vonis kyai ulil benar, setidaknya saatnya mengakhiri black image yang diciptakan umat islam sendiri; dangkal, reaktif, eksklusive dan anarkhis, persis seperti zaman khawarij dulu. atau mngkin mereka reinkarnasinya…?
salam buat ustadz ulil, kapan main ke tuban?
hari gini koq masih ribut soal kafir, zionis musuh islam, kalo ga ada orang kafir zionis, rumah kita bakalan seprti goa kosong melompong, sebab apa?! komputer buatan siapa?, tv bikinan siapa? mobil karya siapa ? pesawat terbang kita nikmati dll,jadi orang jangan munafik dong !!!, sebab orang munafik itu dinerakanya dibawah neraka orang orang kafir tau ga seh??? mari kita galang persatuan, kerukunan dan kedamaian untuk alam semesta ini, sebenarnya musuh islam yang nyata adalah setan bung,yang selalu menggoda hati ini untuk riya sombong dan menganggap diri kita yang paling benar dan paling suci dan itu namanya orang sombong, dan neraka adalah tempatnya orang orang yang sombong, Naudzubillah mindalik amin.
Saya yakin islam pasti menang kapanpun dan dimanapun, karena Allah sudah menjamin keunggulan islam dan menjadikan islam sebagai agama yang diridloiNYA.Jadi kita tidak perlu minder kemudian bertindak ngawur yang berbuntut rusaknya citra islam. Mari kita hadapi semua bentuk “permusuhan” dengan kaum kafir (mereka) sesuai iramanya. Mari kita tingkatkan kwalitas SDM umat Islam, kita bangun dialog dengan mereka bila mereka mau sebagai bagian dari dakwa, kita siapkan perang urat syaraf bila dikehendaki bahkan kita mampu mengadakan perang fisik dengan mereka. Dalam kasus indonesia, menurut saya belum perlu perang fisik. Dialog perlu dibangun dan sesekali perang urat syaraf guna membangkitkan kepedulian umat kepada Islam. Mari melakukan semua itu secara Proporsional sehingga kita bisa terhindar dari perbuatan dholim kepada diri kita maupun pihak lain. Wallahu a’lam.
Optimis sekali…mudah-mudahan benar2 seperti ini deh….
to: mohammad arif
kenapa nggak rumah dan keluarga anda saja yang diBom Amrozi Cs…
Komentar Masuk (93)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)