Goyang Inul dan Merosotnya Otoritas Agama
Oleh Burhanuddin
Yang menarik dalam kasus Inul ini adalah gejala merosotnya otoritas lembaga keagamaan ketika berhadapan dengan goyang Inul sebagai produk budaya massa yang di-back up mobilitas media. Goyang ngebor Inul setali tiga uang dengan goyang jaipongan, goyang dombret, bahkan goyang salsa, dalam artian bagian dari—apa yang disebut Dwight MacDonald— manifestasi politik tubuh dalam industri budaya massa. Karena itu, lembaga keagamaan akan sulit mengerem laju Inul.
Komentar
Aku bukannya menyalahkan Rhoma Irama. Menurut aku, kini Rhoma memang tidak punya banyak fans. Mungkin ia kalah ngetoop dari INUL dan ia tidak ingin tersaingi terpopulerannya dengan seorang “ának bawang.” Oleh karena itu, ia mencari alasan untuk menjatuhkan INUL. Kalau “bertarung,” yang sportif dong mas! Jangan karena uang, anda ingin menghentikan karier seseorang. INGAT MAS INI BUKAN JAMANNYA ORDE BARU LAGI MAS. FORSA INUL, MAJU TERUS PANTANG MUNDUR
Bagiku Rhoma itu tidak kalah pamornya gara-gara Inul. Buktinya, dia tetap saja manggung. Karena dia sudah punya fans sendiri. Kenapa dia ngurusi goyang Inul? Seperti kata dia, goyang Inul membahayakan moralitas bangsa. Cuma yang kita sesalkan adalah sikapnya yang mencekal Inul.
Aku sendiri sepakat saja dengan anggapan bahwa goyang Inul itu menjijikkan. Mamaku saja yang orang kampung tidak mau nonton Inul karena malu. “Habis, jorok. Aurot perempuan kok dipajang di depan panggung,” kata mamaku. Lantas, bukan karena bebas berekspresi, kemudian semuanya diperbolehkan. Gara-gara Inul pemuda di kampungku pinginnya godain cewek terus. Seminggu yang lalu, ada seorang pemuda memperkosa seorang cewek yang baru berumur 10 tahun. Inul memang bukan faktor utama, tapi faktor pendukung. Malu dong. Masak, bangsa kita otaknya ngeres!
Yang saya kuatirkan terbukti, akhirnya pintu sensualitas di TV semakin terbuka lebar dengan dibelanya inul habis-habisan. Saat ini tiap malam tidak ada satupun malam yang berlalu tanpa tayangan dangdut dengan aneka macam goyangan.
Penyanyi baru berusaha tampil dengan busana super ketat dan aneka goyang yang lebih panas dengan harapan ikut dikritik dan ikut terangkat. tidak ada lagi yang takut dengan kritik malah semakin dicari, karena membawa duit dan ketenaran.
Kepada seluruh pembela inul, lihatlah hasil pekerjaan anda. Semoga tidak ada anggota keluarga anda atau malah anak anda yang jadi korban pemerkosaan.
buat saya, inul harus bersyukur juga, karena dengan penggodokan ruu anti-pornografi dan pornoaksi, ia bisa naik daun lagi.
buat saya juga, rhoma sepertinya harus merefleksikan apa yang selama ini ia yakini, ia pahami. jika rhoma mengatakan, “anak kecil akan terangsang ketika melihat goyang ngebor-nya inul”, apakah tidak salah jika jangan-jangan rhoma sendiri yang terangsang
buat saya, inul tidak harus menundukan wajah, ia tetap harus menatap ke depan. bahwa ia saat ini ,menjadi salah satu ikon untuk sebuah parameter ruu. tentu, bukan karena saya termasuk dari fans-nya. jujur saja, saya sendiri tidak suku (bahkan ‘muak’) melihat goyang ngebor-nya, tapi ini bukan hal yang salah atau benar, ini masalah selera saja.
buat saya, rhoma harus meninggalkan diri dari klaim kebenaran yang selama ini selalu ia lontarkan. andai kata saya bertemu, saya akan menanya , “siapa kamu?!”
buat saya, saya sepakat dengan iwan fals “urus saja moral-mu, urus saja akhlak-mu ...”
buat saya, jangan terlalu meng-agama-kan masalah inul beserta ngebor-nya. karena seringkali kita menjadi orang yang ‘confuse’ akan agama; sepertinya agama adalah ‘panacea’, yang menjadi obat dari segala penyakit! jangan terlalu memaksakontekskan inul dengan agama.
buat saya, menyaksikan ‘kenthongan a la banyumasan’ lebih menarik daripada menyaksikan goyang ngebor inul.
dan terakhir, buat saya, berdebat tentang poligami lebih menarik daripada menyaksikan rhoma yang penuh tendesi dan tak arif lagi.
tulisan ini memang buat saya, tetapi jika anda mau ... ya no problem!
kaki gunung slamet
Bagi saya, Inul adalah sesosok makhluk yang menjadi kepanjangan tangan dari makhluk yang dikutuk Allah. Dia merasa bangga dengan uang yang didapat dari hasil memamerkan sensualitas tubuhnya. Bagai mana tidak? Dengan pakaian yang serba minim dia bergoyang meliuk ke kanan dan ke kiri.
Apapun dalihnya tujuan sang Inul adalah agar para penonton dapat terpesona terhadapnya. Tanpa peduli pesona dalam artian positif atau negatif. Dia sudah tak mempedulikan lagi teguran pihak lain. Malahan membandingkan dengan yang lain yang sealiran dengan dia.
Nul, baiknya kamu kembali ke jalan Allah. Persembahkan keindahan tubuhmu hanya untuk suamimu. Suami yang baik selalu menginginkan itu. Kalau si Adam tetap membiarkan kamu mengobral aurat dan goyangan setanmu, berarti dia membiarkanmu tak ubahnya menjadi seorang pelacur dan si Adam menjadi germonya.
Teruskan langkahmu Inul. Aku dukung terus. Jadi biar nanti di akherat nggak tanggung-tanggung, malaikat nggak ragu lagi untuk memasukan Anda ke tempat mana surga atau neraka. Atao katanya khan kalo dosanya banyak banget, pas dilempar ke neraka karena malaikat terlalu kencang melemparnya malah bisa masuk surga. Teruskan Inul goyanganmu; jangan sampai kamu hentikan. Sudah lama aku tidak melihat goyanganmu di TV; rasanya kangen berat gitu lho….. Biar nanti di akherat kita sama-sama, Nul.
Aku tu suka banget ama inul. Pada waktu pertama kali aku lihat inul tu aku udah suka ama inul. Karena dangdut nggak goyang itu bagaikan sayur kurang garam. Karena dangdut itu adalah budaya dari indonesia yang sangat terkenal di indonesia. Dan aku mohon agar mbak inul sabar dalam menghadapi cobaan ini dan aku doakan semoga mbak inul tetep jaya dan cepet diberikan anak ama allah swt. dan aku itu adalah fans dari mbak inul. Karena aku adalah fans dari dangdut. Meskipun aku dimaki ama orang kalo dangdut itu adalah musik kampungan tapi aku tetep suka ama mbak inul. Karena aku adalah fans berat mbak inul..
dengan goyangan inul berapa ribu anak bangsa yang terkontaminasi, sehingga mental mereka berubah dari yang khusu’ menjadi perlente. saya yakin, hati inul itu baik nan bersih, tapi kenapa dia mau dimanfaatkan oleh orang lain untuk meraih keuntungan dunia sesaat.
Roma..Roma… Ngaca dong.. Lu kawin aja siri. Bini di mana-mana. Nggak tau berapa yang resmi berapa yang nggak. Apa pantas membela habis2an UU Anti Pornografi?? Aku jadi curiga..ada apa di balik kontraversimu terhadap goyang Inul. Padahal masih banyak masalah yang lebih penting, yang harus segera diselesaikan dalam kehidupan berbangsa daripada urusan goyang pinggul. Kalo lu risih dengan goyangannya Inul, mata lu aja yang ditutup rapat2. Oya hampir lupa, sekalian otak lu dicuci yang bersih ya.. Untuk Inul, aku sih gak seberapa peduli dengan goyanganmu. Tapi agak variatif dikit dong. Jangan hanya pinggul melulu. Sekali-kali kepala..pundak lutut kaki lutut kaki…daun telinga…mata hidung dan pipi..dst..hehehe..kayak lagu anak-anak aja…
Sudah seelayaknya agama menjadi dasar moralitas individu muslim (kalau anda mengaku muslim). But tentang Inul saya kira bukan salah Inul semata. Para kyai juga salah.
Seharusnya para kyai ikut turun mengatasi masalah sosial bukan malah bersembunyi di balik formalisme ajaran Islam. Atau jangan-jangan para kyai sekarang terlalu senang dengan kedudukan elitisme pemuka agama
——-
Komentar Masuk (10)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)