Editorial,
15/07/2008

Gus Dur di Mata Dunia

Oleh Saidiman

Posisi Gus Dur sebagai politisi dan pejuang HAM sekaligus adalah sesuatu yang memang langka. Dan kemampuannya melakukan pembedaan secara jernih mengenai posisinya itu adalah sesuatu yang mengagumkan. Perjuangannya untuk tetap membela hak-hak minoritas tak pernah surut kendati tampak tidak menguntungkan secara politik. Ketika kebanyakan politisi angkat tangan dan bungkam terhadap kasus minoritas Ahmadiyah, Gus Dur justru tampil di garda depan sebagai pembela hak-haknya. Bagi Gus Dur, adalah hak pengikut Ahmadiyah untuk hidup sebagaimana rakyat Indonesia pada umumnya. Jaminannya adalah Konstitusi.

15/07/2008 06:09 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (119)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 6 halaman < 1 2 3 4 5 >  Last ›

Ha ha…klo liat umurnya…saya hormat.
Klo liat pengalamannya, saya salut
klo liat manuvernya, saya bertepuk tangan
Tapi…saya gak bisa liat isi hatinya…....
Klo Allah mengijinkan…mungkin di dunia ini akan dilihatkan isi hati seseorang…..baik atau buruk.

#41. Dikirim oleh Alwy  pada  05/08   06:25 AM

Sebetulnya apa sih kelebihan gusdur ? biasa2 aja. bahkan yang katanya sebagai panutan, nyatanya nggak bs sebagai panutan, orang bodohpun tau, nggak akan mengagungkan gusdur.

#42. Dikirim oleh Roni  pada  05/08   11:05 AM

membela hak ahmadiyah untuk mencemari agama islam ya pak ??

#43. Dikirim oleh ikrar  pada  05/08   11:18 AM

komentar, penilaian bebas bebas aja seh, tapi kalau akal sehat saya mengatakan kalo pemain sepakbola kelas kampung, mengomentari pemain sepakbola kelas dunia ya keliahatan lucu alias ga bakal nyambung,maksud saya begini omongan gusdur sekarang baru bisa dinikmati atau terbaca untuk masa yang akan datang, siapa yang berani menurunkan atau memundurkan jendral wiranto?? gitu aja koq repot.

#44. Dikirim oleh bramono  pada  05/08   12:19 PM

semestinya klo Gus Dur itu guru bangsa mesti dapat mengontrol tingkah maupun ucapannya sehingga permasalahan yang berat tidak dibuat lebih berat lagi.

pernyataan kontroversia gus Dur lebih banyak membuat masalah bangsa daripada memperbarui bangsa. saya juga tidak tau apa sih standart seseorang itu disebut sebagai seorang guru bangsa.

sudah selayaknya seorang yang disebut guru bangsa adalah orang yang sikap dan pernyataan membuat nyaman semua warga negara, bukan sebaliknya. Membela yang satu lantas memusuhi yang lain, dengan membuat pernyataan yang membuat panas kuping orang banyak, tanpa mau tau apa dampak atas pernyataan dan hanya mengandalkan dukungan dari penggemar fanatiknya, saya kira lebih tepat disebut sebagai sifat kekanakan daripada sifat kebapakan, apalagi mau disebut sebagai guru bangsa.

sekarang mohon secara jujur menjawab pertanyaan saya: sikap arif, mengayomi, bijaksana, dan mampu menyelesaikan permasalahan secara “win win solution”, apakah menjadi tabiat Gus Dur selama ini? atau malah sebaliknya.

jadi kalo mengatakan bahwa gus dur adalah waliyullah, dimana ia orang yang sangat super cerdas, dan tidak ada orang yang bisa membaca fikirannya, saya kira kepercayaan kampungan ini disingkirkan lalu bergerak ke arah fikiran yang lebih rasional untuk berdiskusi tentang Gus Dur.

#45. Dikirim oleh Joko  pada  05/08   03:25 PM

bagaimana dengan perasaan umat islam yg merasa diperolok-olok oleh ahmadiyah apakah tidak ada niat gus dur utk membelanya?

#46. Dikirim oleh denny  pada  07/08   09:37 AM

Puji Tuhan atas apa yang udah, sedang dan akan terjadi….
sosok GD memang selalu membuat kita berpikir… tpi bagaimanapun juga GD telah memberikan alternatif keterbukaan cara berfikir kita… dimana dewasa ini kita sering terjebak dalam mengkultuskan agama, alih2 membela Islam ujungnya malah terjebak dalam meNuhankan islam itu sndiri…bukankah Tuhan telah menggaransikan tentang kesucian Islam….

#47. Dikirim oleh Ghofes  pada  07/08   10:44 AM

apapun yang terjadi GUS DUR tetap GUS DUR beliau tidak akan bergeming dengan komentar-komentar sia anu teu ilmiah, yang jelas malaikat pencatat amal buruk telah menuliskan berjuta-juta keburukan untuk sia dan sia silahkan mencairkannya kelak di akhirat, buruken istigfar mempeng aya waktu

#48. Dikirim oleh khalid  pada  07/08   07:48 PM

ari silaing anu sok ngolok-ngolok GUS DUR naha ges panggih acan jeng Yaser Arafat, geus ngobrol acan jeng Yaser Arafat ker nganggeskan konflik Palestina, tuh Gus Dur dipake ku Yaser Arafat pendapatna, na ari sia anu te gableg wani-wani ngomong sangenahna belegug, datang gera ka sumedang bere duit ku aing ker sakola ngarah pinter

#49. Dikirim oleh khalid  pada  07/08   07:57 PM

Orang yang berpihak ke Gus Dur selain karena ikatan primordial juga adalah orang-orang yang sejalan dengan pemikiran dan visi beliau. Satu hal yang pasti juga, orang yang hormat pada Gus Dur hanya orang-orang yang sudah kenal siapa beliau sejak puluhan tahun yang lalu.Jadi bukan “kenal” Gus Dur hanya dimulai sebatas ketika dia jadi presiden. Dan yang ini memang mayoritas.Terutama golongan masyarakat yang masih amat muda.Gus Dur “jatuh dari kursi presiden memang menyakitkan.Itu juga “mencederai” nama baik yang telah Gus Dur pupuk puluhan tahun sebelumnya.Memang presiden bukanlah tampuk ideal buat beliau.Posisi sebagai Guru Bangsa bagi Gus Dur sudah tepat dan amat pas bagi bangsa ini.

#50. Dikirim oleh Bolehsimak  pada  08/08   09:54 AM

Gus Dur memang luar biasa…
tetapi tidak banyak orang yang dapat memahami jalan pikiran gus Dur. terlebih apabila dikontraskan dengan sepak terjangnya di dunia politik, semakin sulit mereka memahami apalagi ikut memuja…
hanya mereka yang telah terikat secara emosional yang dapat memahami dan membela seluruh sepak terjang gus dur. bagi mereka yang tidak mempunyai ikatan emosional, idealisme dan perilaku gus dur jauh berseberangan. pembela demokrasi tetapi selalu terlihat otoriter melebihi Suharto sekalipun. baik di PKB dengan memecat seluruh ketua umumnya maupun ketika menjadi presiden dengan memecat para menteri.
kalaupun orang luar mengapresiasi secara positif itu tidak terlepas dari idiologi mereka yang selalu memberi penghargaan bagi tokoh-tokoh islam yang tidak garang terhadap ketidak adilan barat, tetapi begitu kritis dengan Islam idiologi.
saya kok belum pernah mendengar gus dur berteriak lantang mengkritisi kesewenang-wenangan barat dalam mengeksploitasi negara-negara berpenduduk muslim, ataupun ketidak adilan negara dalam memperlakukan umat islam di masa orba dulu?
kalau kata Cak Nun sih sederhana, Gus Dur itu ibarat orang tua yang terlalu baik dengan tetangga dan menelantarkan keluarga sendiri.
kalau menurut saya, itu pertanda orang yang tidak percaya diri. beraninya galak sama keluarga sendiri, demi mendapat pujian orang lain… tetepi begitu berhadapan dengan orang lain, tolerannya minta ampun…hehe

#51. Dikirim oleh Alf_ant  pada  08/08   11:26 AM

lah wong gusdur tuh udah buta matanya hatinya juga
udah tau ahmadiyah itu salah ko di bela sih
dimana letak berpikir kalian hah.
kenapa yg salah kalian bela yg benar kalian salahkan
apa dunia ini sudah mulai gila.
ahmadiyah itu jelas2 salah di alquran tertulis bahwa nabi terakhir itu nabi muhammad kenapa dia rubah isi qur’an ?
itu bearti sama dengan mencingcang hati umat islam silahkan kalian bikin agama apa aja asal tolong jangan bawa islam .
gusdur sebenarnya ada di pihak mana?
kenapa ko dia malah membela ahmadiyah yg jelas2 itu salah kan saya sebagai anak kecil aja tau kalo nabi yg terakhir itu adalah nabi muhammad kan lah ini gusdur malah membela hha dimana letak ke islamanmu om gusdur ?????????????

#52. Dikirim oleh rahasia  pada  08/08   07:10 PM

Salam…

Setiap manusia pastilah punya pemikiran, daya kreatifitas yg berbeda beda..
Dan saya rasa merupakan hak&kebutuhan;dasar manusia untuk selalu berbuat beda selama itu tidak melanggar asas kemanusiaan itu sendiri…so,,wajar aja kalo Gus dur(semisal)punya pilihan lain tentang ideologi baik itu politik, agama dan isu sosial lainnya…

so far good lah khususnya buat kita semua yang awam&masyarakat;indonesia umumnya…mksich

salam

#53. Dikirim oleh Oz@n  pada  08/08   07:43 PM

pemikiran gus dur emang terlalu maju. ibaratnya gusdur itu kereta super cepat. jelas aja delman ga bakal bisa ngejar! bisanya cuma maki-maki doank….!!!!!

#54. Dikirim oleh abdeee  pada  09/08   07:53 AM

Yang mengaku beragama islam, berarti mengaku Nabi Muhammad sebagai Rosul/utusan Tuhan yg perilakunya bisa dijadikan tauladan sehari hari. Kalau kita melihat sejarah perjuangan Nabi dlm menyebarkan agama, maka kita lihat bahwa Nabi tidak pernah memaksakan keislamannya pada siapa saja. Bahkan kepada Yahudi maupun Nasrani yg saat itu berkembang lebih dahulu. Nabi menyebarkan dan sudah hanya sampai disitu. Perang dilakukan nabi ketika Nyawa nabi dan pengikutnya terancam karena penyebaran agama yg dilakukan, bukan niat untuk menghancurkan kaum Yahudi dan Nasrani (Coba dibaca lagi Sejarah Nabi Muhammad).
Jadi kalau Nabi saja bisa hidup berdampingan dengan Yahudi dan Nasrani yg berbeda keyakinan, mengapa kita tidak bisa berdampingan dengan penganut Ahmadiyah? Biarkan saja mereka meyakini adanya Nabi dan kitab baru. Biar saja mereka tetap mengaku islam dengan caranya sendiri.
Katanya kita pengikut Nabi Muhammad, tetapi kenapa kita tidak mempraktekkan dalam kehidupan sehari hari dlm kebebasan beragama?

#55. Dikirim oleh damai 77  pada  10/08   11:12 AM

makin tercerahkan dan kuat iman Islamku setelah membaca tulisan2 JIL
terima kasih JIL

#56. Dikirim oleh muhammad  pada  10/08   05:59 PM

Gus Dur memang pembela kaum minoritas yang yahud.
Tapi sayang terkadang pembelaan kaum minoritas dia lakukan sambil mengentuti kaum mayoritas.

#57. Dikirim oleh agungk  pada  11/08   12:54 PM

Ada apa dengan Gusdur? Biasa saja. Apa kelebihannya Gusdur? Pengamatan saya selama ini. Semakin kita santai ama dia, semakin baik terasa hubungan.

#58. Dikirim oleh zulfan syahansyah  pada  11/08   02:43 PM

Sangat setuju dgn pencerahan tulisan ini. Banyak “ulama” yg belum paham Al Quran tapi sdh berani mencaci maki Guru Bangsa Gus Dur. Mereka hanyalah orang yang memparsialisasikan ajaran Al Quran dengan realitas kehidupan. Biarkan anjing menggonggong Gus… dan salut untuk Mas Saidiman Wass

#59. Dikirim oleh Yaris Saputra  pada  13/08   07:56 PM

saya sangat setuju dengan pendapat diatas, cuman Gus Dur sampai saat ini sebagai pejuang HAM sejati dan pembela kaum minoritas, beliau tidak peduli orang akan menyerang dirinya. demi HAM dan membela kaum minoritas beliau tidak peduli popularitasnya menurun. itulah watak pejuang sejati, di Indonesia hanya ada satu orang. GUS DUR

#60. Dikirim oleh ali alfyed  pada  14/08   07:27 AM
Halaman 3 dari 6 halaman < 1 2 3 4 5 >  Last ›

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?