Klipping,
15/12/2003

Gus Dur Ketemu Huntington

Oleh Redaksi

Kritisisme terhadap Huntington tersebut diceritakan Gus Dur dalam kesempatan Tadarus Ramadlan di Ponpes. Mahasiswa “baru” Ciganjur asuhan beliau. Selama 11 hari, “minggu rahmah” ramadlan ini, beliau nderes Qathr al-Nada karya ibnu Hisyam. Sebuah pembedahan “lughawiyyah” nahwu, kepada universalisasi peradaban Islam dan Dunia.

15/12/2003 08:31 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (3)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Kadang kita memang harus agak keras terhadap kritikan, namun harus mempunyai dasar yang benar. Saya rasa tanggapan Gus Dur terhadap penilaian Islam itu Teroris sangat benar dan seharusnya kita dukung. Penilaian yang salah terhadap Islam tidak sepatutnya dilawan dengan emosi dan ‘pedang’. Tidak benar kalau ‘nggebyah uyah’ Islam itu teroris. Jangan mengaku Islam kalau membenarkan Terorisme, atau jangan mengaku beragama deh kalau mengamini terosrisme… Pemikiran Prof. Huntington itu ngawur dan sangat berbahaya bagi kedamaian dunia, pemikirannya tidak akan menguntungkan siapapun. Tidak bagi dunia Barat apalagi bagi kaum Muslim. Berpikiranlah dingin dan membuka wawasan dulu sebelum menanggapi sesuatu yang sepertinya menarik untuk ‘disikat’ tapi sebenarnya bumerang bagi kita….

#1. Dikirim oleh aditya bentoni  pada  18/12   07:12 AM

Lagi, pembodohan Informasi! Menjadi nilai exclusive bagi kalangan akademisi dan teknorat untuk mengangkat citra “kepintaran”, dan menjadi “batu asahan” bagi awam.

Mereka (Barat yang jahil) harusnya diredam dengan merangkul Barat nonjahil. Mudah dikatakan tapi sulit dijalankan bukan?

Kecurangan perilaku selalu lekat pada mereka, semisal bila kita berdialog/berinteraksi diwajibkan melepas atribut keberagamaan kita, sehingga wacana budaya humanislah yang menjadi baju kita, tetapi tidak dengan mereka.

Kita berdialog dengan nilai-nilai luhur akhlak Islam yang karimah, sedangkan mereka menjadikan Perang Salib sebagai acuan/perspektif interaksi. Kapan mau nyambung?

Sebagian dari kita siap menjadi “teroris”. Dan Perang Salib tak terelakkan. Itu yang mereka mau bukan?

Setelah hancur secara moral (globalisasi), hancur secara ekonomi (akibat KKN, IMF, World Bank), dan hancur pada bidang-bidang lainnya membuat kita mudah kalah (menurut anggapan mereka). Itu yang mereka mau, bukan?

Siapa yang teroris?

#2. Dikirim oleh Baihaqi  pada  13/01   06:01 AM

Jangan-jangan cuma akal-akalan Amerika aja untuk memerangi ummat Islam/menghancurkan Islam.
——-

#3. Dikirim oleh Muhammad Nur  pada  29/01   02:01 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?