HAM untuk LGBTI
Oleh Muhammad Royyan Firdaus*
“Membaca kasus-kasus diskriminasi terhadap kaum LGBTI, jelas memperlihatkan bahwa negara sudah masuk dalam ranah privat kaum ini karena memaksa mereka untuk meninggalkan identifikasi diri yang dianggap “menyimpang” itu demi sebuah “moral publik” yang konsepnya menggunakan pandangan mayoritas terhadap minoritas. Padahal proses identifikasi diri dan pencarian jati diri seorang manusia merupakan sebuah ranah privat yang tidak dapat diintervensi oleh siapa pun, bahkan orang-orang terdekatnya. Dalam proses pengidentifikasian diri inilah harga diri dan martabat (dignity) seorang manusia melekat. Martabat manusia adalah hal yang paling hakiki sebagai manusia. Dalam konvensi internasional dan UUD 1945 hasil amandemen beserta UU HAM telah juga dinyatakan bahwa martabat manusia adalah termasuk jenis kebebasan pribadi dan haruslah dilindungi tanpa diskriminasi.”
Komentar
i’m a born gay!!!! being gay its true…. but no one is caring of my… greatest right!!!!... train me to be straight… de,i Allah… saya yakin anda bukan gay.. dari tulisan anda….... padahal kami ingin hidup normal.. isa horny (maaf) kalo liat cewek .....bisa punya anak.. ya Allah tolonglah kami
Kiamat dunia kalau hal2 yg jelas2 menyimpang tetap diberi kebebasan…
Mana ada Islam memperbolehkan hubungan sejenis??
Waduuuhhh….
Dari pengamatan saya bahwa HAM itu ternyata bersumber dari wahyu2 ALLAH di Bible dan Al Quran.
Silakan buka website ini;
https://docs.google.com/document/d/173LozMBjw2w-aqkKnygiL4kG7Mlt6yE0wwTtp2tf61s/edit
salam
Kau menafsirkan Al-Qur’an seenak perut kau saja. Logika kau tu rendahan tau..
saya pernah membaca dalam surat yang lain, (tapi lupa), yang menceritakan tentang utusanNya(yaitu:malaikat), sebelum menemui kaum luth, mampir dulu menemui Ibrahim. Dan disitu telah dijelaskan bahwa memang kaum luth sudah “divonis” akan di azab. jadi azab tersebut bukan karena ketidaksopanan kaumnya terhadap tamu. selain itu kenapa yang di azab cuma negeri kaum luth, padahal ada kaum Ibrahim atau kaum lainnya yang hidup pada masa itu? Kalau azab bukan karena perbuatan homo kaum luth, kenapa begitu jelasnya Allah berfirman dengan kata-kata perbuatan keji tersebut. Kenapa Allah menceritakan dengan firman2Nya dalam Al-Quran tentang kaum-kaum yang diazab dengan penjelasan dan faktor-faktor yang berbeda-beda. Jika kita mencoba mengumpulkan dan membaca cerita-cerita dalam AlQuran, maka akan jelas dapat membedakan sebab-sebab Azab Allah. Kenapa Allah SWT menerangkan cerita-cerita yang berbeda dalam AlQur’an?
Komentar Masuk (5)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)