Hans Kung dan Tumpang Tindih Paradigma Islam
Oleh Novriantoni Kahar
Karena itu, masa depan Islam, bagi Kung, sangat bergantung pada pergulatan yang terjadi di antara berbagai paradigma di atas. Skenario buruk maupun baik dapat saja terjadi pada Islam di masa kini dan di saat mendatang. Pertanyaan kuncinya bagi Kung adalah adakah ruang yang memadai di negara-negara Islam kunci untuk mengkombinasikan antara substansi ajaran Islam dan tantangan abad ke-21? Siapakah ahli waris absah agama yang sudah berumur 14 abad ini yang akan mampu mengajukan pandangan-pandangan segar dan relevan dengan dunia kini?
Komentar
PI sampai dengan PVI membuktikan bahwasa keberagaman adalah rahmat bagi kita semua (Lil alamin) tak lagi dibutuhkan ahli waris absah bagi ajaran ini karena sejarah akan mencatat dan membuktikan bahwa yang bermanfaat bagi kemanusiaan lah yang akan bertahan dan dipertahankan oleh mereka yang mencintainya. Tumpang tindihnya seluruh paradigma tersebut jadi tugas sejarah untuk bisa mendifusikan semuanya dan mendapatkan sebuah sintesa yang benar2 rahmatan lil alamin.
Assalamu’alaikum. Eksposisi sodara Novriantoni atas pemikiran Kung menarik untuk dicermati. Persoalan paradigma sangat berkaitan erat dengan bagaimana manusia memandang hidup (worldview). Secara khusus tema ini telah dibahas oleh ilmuwan2 Barat sperti Ninian Smart, Thomas F. Wall, dkk. Kategorisasi Paradigma Kung adalah bukan tanpa paradigma yang dia sendiri yakini dan pergunakan untuk mengaji islam. Perlu dicatat, usaha Kung memperiodisasikan paradigma islam kedalam beberapa masa tersebut juga paradigmatik yang secara epistemik mempengaruhi cara dia membaca islam.Kung tidak sadar bahwa paradigma islam telah melahirkan banyak ilmuwan2 muslim sejak masa kegemilangan islam beberapa abad setelah kepergian Rasulullah saw yang akhirnya harus mundur akibat imperialisme dan kolonialisme konspiratif .Justru yang menjadi permaslahan adalah paradigma asing (baca: Barat) yang menindih paradigma islam yang sejatinya telah terbenam dalam pemikiran umat islam yang epigonistis. Inilah yang membuat islam seakan2 tidak konsisten. Jadi permaslahannya bukan pada corak paradigma islam yang ,katanya, berubah-ubah dan tumpang tindih, tapi sejak abad2 20 hingga sekarang, islam menghadapi serangan paradigma Barat yang membuat paradigma umat islam dikotori pemikiran becorak asing.
Pandangan tersebut perlu diapresiasi pemikir dan tokoh Islam, saya termasuk orang yang optimis bahwa ummat Islam akan mampu melewati masa-masa kritis ini dengan syarat mampu memberikan ruang lebih terbuka dalam berijtihad, menyadari performen masa lalu Islam tak bisa kembali, yang harus diwujudkan adalah spirit Islam yang dikemas sesuai trend perubahan global yang tak mengabaikan nilai-nilai lokal
Kang Novi yang maha pintar, kecemasan tentang Islam di masa kini dan akan datang tak perlu dikhawatirkan, pola2 yg ditetapkn Al quran tetap up to date sampai akhir zaman. Anda knap baca buku tentang Islam tapi pengarangnya orang Katolik, mereka khan hanya sok tahu . Tidak mengerti Islam secara utuh, melihat Islam dari usuludin, dan Islamology. Agama bukan akal semata, karena akal amat dangkal, tapi iman amat luas. Nanti anda berkata bhwa Allah di Islam dan Katolik sama , punya anak , punya istri, punya syhwt dan Allah adalah polytheisme yang berkoalisi, naudzubillahhi min Dzalik. Islam akan selalu tdk ketinggalan Zaman klo pemeluknya memahami secara kaffah. Pemikiran and mundur jauh ke belakang saat peradaban dunia blm disentuh Islam, tapi and menganggap lebih maju.
Pak Yos Wibisono, menurut saya tulisan Kang Novi ini sangat bagus, dan bagi orang yang ingin benar2 mendalami agama, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pak Yos bilang, penulis2 non-Islam “hanya sok tahu”. Tapi memang, banyak di antara mereka yang jauh lebih tahu daripada kita yg muslim. Karena sebagian muslim lebih suka menolak FAKTA, jika itu bertentangan dengan DOKTRIN. Menurut saya, buku-buku islami yg ada di toko2 buku itu sedikit sekali yg benar2 mengkaji islam itu sendiri. Sedikit sekali yg mau melihat sejarah, dari mana hajar aswad itu. kenapa dia dibuatkan kubah? darimana asalnya nama Tuhan yg kita sebut Allah? sebagai contoh, kita enggan mengakui (sebagian malah tidak mau mengakui dan tidak mau membahas) bahwa Islam itu sendiri masih mengadopsi pola budaya pagan. Kita menentang penyembahan berhala, tapi kita masih meneruskan tradisinya. Tempat2 “suci” yg semestinya itu sebagai ikon sejarah, kita jadikan ikon2 agama, ikon2 keimanan, dan sebagian kita bahkan mengkultuskannya. Benar bahwa Al Quran akan selalu up-to-date, jika kita menggarisbawahi semangatnya, nilai-nilainya, jiwanya. bukan sekedar mengadopsi warisan budaya secara utuh, dan menjadikannya sebagai SATU-SATUNYA kacamata untuk mendalami spiritualisme.
Alhamdulillah, puji tuhan, negara demokratis NKRI ini dan saya sebagai anaknya sudah berada di PVI, NU, Muhammadiyah dan JIL juga di PVI. Mereka yang masih asyik di belakang belum merasakan nikmatnya berada di puncak ................, ah betapa indahnya bersyariat ala PVI…................
Sesungguhnya ajaran Islam itu adalah membawa manusia kedamaian dan rahmat bagi semua suku,agama, anti agama, ,gay dan lesbian dll
1.Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Ajaran islam adalah anti diskriminasi karena;agama, gender, suku, bangsa dll
2.Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)“QS 42:15.
3.Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu (kesemua golongan2 )karena agama dan tidak [pula] mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. QS.60:8.
4.“Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah( Taurat,Injil, Al quran ) dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu (yahudi,nasrani, mukmin, anti tuhan sekalipun). QS 42:15.
Kalau ulama2 Fundamentalis mentaati peraturan2 ini,maka amanlah umat manusia di bumi ini.
salam
http://bertaqwa.multiply.com/
Kunci kedua adalah mencabut Hadits Palsu ini oleh Fatwa MUI atau ulama2 dunia, agar dlm menagakan amr makruf nahi mungkar jangan melakukan kekerasan;
“Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran,hendaklah is mengubah dengan TANGAN MU:jika tidak mempu, hendaklah dengan lisannya; jika tidak mampu hendaklah dengan hatinya.Akan tetapi,yang demikian adalah selemah lemahnya iman.HR.Muslim”
AKAR KONFLIK DLM ISLAM.
http://bertaqwa.multiply.com/tag/akarkonflikislam
ada beberapa hal yg blm sy pahami: yg dimaksud dgn hukum-hukum lama yang melecehkan akal sehat manusia dan merendahkan martabat kemanusiaan, itu hukum apa? apa yg jd batasan utk mengkombinasikan antara substansi Islam dgn tuntutan abad 21? apakah nantinya islam dileburkan menjadi suatu ajaran yg baru? atau bgmn? menurut pak novri, jawaban apa yg akan anda berikan untuk menjawab persoalan-persoalan kekinian yg disebutkan di atas. dan bgmn seharusnya ajaran Islam di masa depan? melebur dgn ajaran lain, shg hilang identitasnya? ataukah tetap seperti apa adanya?
pa lancif anda menuduh ulama2 pondamentalis sbagai biang keonaran kamu tidak melihat kekejaman SETAN AMERIKA dan IBLIS ISRAEL mengoyak2 Falestin dan Afganistan sesungguhnya setan dan Iblis itu yg membuat ulama jadi fondamentalis karena dia tidak iklas tanahnya dirampas dan dijajah oleh mereka. sebetulnya islam bisa hidup berdampingan dengan agama apapun selama mereka tidak mengganggu dan tidak memaksakan kehendaknya agar mengikuti mereka Islam agama sangat toleran dan semua ulama islam menghormati adanya prulalisme tapi prulalisme itu jangan dimanfaatkan mereka untuk memaksa orang lain agar berpindah agama contoh : kejadian di bekasi banyak tukang ojek dan orang2 miskin yang sudah beragama islam diajak kegereja lalu dikasih uang dengan berkedok bazar ujung2 membaptis orang2 yang ada di situ terakhir sekelompok orang2 kristen masuk ke masjid Albarkah bekasi dengan berorasi di masjid Albarkah apa itu kristen baik? coba dimana letak toleransi mereka terhadap islam mikir dong kalau belum mengerti islam jangan komentar !
Surga adalah tempat manusia yg sebenarnya. Didalamnya para penduduk tak akan pernah saling menyindir, mengolok2 ataupun bertengkar walaupun hukum islam yg dianggap keras itu tidak pernah ada lagi keberadanya. Kalaupun ada yg menganggap di surga itu ada perbuatan2 tsb maka mungkin standar surga kita berbeda atau mungkin itu surga yg khusus dan berbeza pula. Wasalam
bagimana mau bener kalau saudara berguru pada imam yang batal, bagaimana bisa merasakan iman kalau imamnya junub, anda terlalu terpesona pada gemerlap dunia yg di tampilkan oleh dunia barat, padahal disisi lain mereka merampas hak-hak orang muslim, membantai, menginjak2 harga diri, memberangus demokrasi hanya demi kepentingan nafsu mereka. selamax kebenaran tdk akan pernah bisa bersanding dengan kedzaliman, kebenaran tdk akan bisa berdamai dengan ketidak adilan. Inilah yang sedang di perjuangkan oleh orang2 yg dianggap fundamentalis itu,....
Kalau ngomong soal toleransi atau menghormati ajaran lain, umat Islam tidak usah belajar ke Barat. Apalagi kita yang di Indonesia, Sejarah sudah mencatat Hindu dan Bhuda masuk dengan damai, begitu juga Islam. yang masuk dengan bendera Kolonial, itu agama Barat alias Kristen. Kalau pada awal tahun 1990-an Hans Kung mempunyai ide yang dinamai Weltethos (Etika Global), yang merupakan upaya untuk menggambarkan kesamaan di antara agama-agama dunia (ketimbang menekankan hal-hal yang membedakan mereka) dan menyusun suatu susunan peraturan perilaku minimal yang dapat diterima oleh setiap orang, maka hal ini sudah tidak aneh lagi. sufisme Islam sudah mengajarkan itu sejak ratusan tahun yang lalu. sebenarnya saya salut dengan temen-temen di JIL, tapi hati-hati dan jangan terlalu mengkiblat ajaran Barat ketika mengkaji toleransi dan etika beragama, siapapun mereka. mereka belajar toleransi baru puluhan tahun yang lalu, belum lama.
.
Wah, komentar2 kalian semua bikin bingung org awam,,, yg satu ngaku ISlam tapi ajaran yg dijalankan disesuaikan ma kondisi zaman katanya,tapi sayangnya kok mpe ngerubah paradigma ttg Islam?,,, apa itu dibenarkan?
Yang satu lagi, sy salut karena keistiqomahan kalian dalam ISlam,,, boleh zaman berkembang, tapi bukan kita yg ikutin zaman, justru zaman yg ikuti kita,,, tapi ttp dg membawa pesan2 damai lho,,, sebab nabi Muhammad adalah org yg cinta damai, tapi kalo dalam urusan akidah, tdk bisa dicampurbaurkan
Itu pendapat saya
Komentar Masuk (14)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)