Ihsan Ali-Fauzi: "Obama Tak Mau Kalah oleh Populisme"
9-10 November lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama berkunjung ke Indonesia. Kunjungan yang kurang dari 24 jam itu cukup menyita perhatian publik Indonesia dari berbagai kalangan. Obama menyampaikan pidato di kampus Universitas Indonesia. Ada pro dan kontra mengiringi kedatangannya. Untuk membahas poin-poin dalam pidato Obama, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Ihsan Ali-Fauzi, Direktur Program Yayasan Wakaf Paramadina. Wawancara ini disiarkan langsung pada Rabu, 10 November 2010, dari KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) dan disiarkan 40 stasiun radio di seluruh Indonesia
Komentar
Kalau sekiranya Menag dan MUI tidak ikut campur masalah2 keyakinan agama seseorang atau klompok maka tidak akan terjadi perpecahan dlm masarakat Indonesia kusunya atau masarakat Islam kususnya.
Dalam mengahakimi atau melarang 500.000 muslim Ahmadiyah dan mengharamkan Pluralsim Liberal dll
maka terjadilah PRO dan KON dalam masarakat elit dan masarakat.
Perpecahan dlm masarakat ini sangat merusak sendi2 utk maju bersama.
Jadi seharusnyalah MPR dan DPR membubarkan DEPAG dan MUI yg dibiayai oleh pemerintah.
Kita lihat baru2 ini Syuradarma ALI sebagai Menag terang2an memintak president membubarkan Ahmadiyah. Ini sudah masuk ketidak adilan dan diskriminasi.
Kita minta SBY untuk mencabut Suryadarma Ali sebagai mentri agama.
PEMERINTAHAN AMERIKA SEBAGAI CONTOH TERBAIK.
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/195
Salam
Personil dalam MUI sebenarnya tidak mencerminkan sebagai ketokohan agama.. Beberapa person nampaknya merupakan mantan Pegawai DEPAG. Berdasarkan fakta personilnya saja maka legal standing MUI untuk menyatakan aliran ini itu sesat tidak harus dipatuhi. Sebagai mantan Pegawai( PNS) DEPAG kita patut mencurigai moralitasnya, karena hampir semua PNS gak bagus bagus amat segi kejujuran, keadilan dan amanahnya. Bila dari segi moralitasnya kita ragukan maka produknyapun harus kita ragukan.
Sebaiknya kita kembali pada tujuan awal orang beragama yaitu untuk menjadi orang yg berakhlaq baik..Bila muncul sekte atau aliran baru maka yg harus kita amati adalah apakah ia mampu memproduk umat yg berakhlaq baik atau tidak. Bila ia menjadikan umatnya jelek atau suka bertindak kriminal maka wajar bila disebut SESAT.
Komentar Masuk (2)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)