Agenda,
12/10/2011

Diskusi Bulanan “Ikonoklasme dalam Agama”

Oleh Redaksi

Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal
“Ikonoklasme dalam Agama”
Narasumber: Ulil Abshar-Abdallla, Ioanes Rakhmat dan Saras Dewi
Moderator: Abd Moqsith Ghazali. Selasa, 25 Oktober 2011, Jam 19.00-21.30 WIB
Di Teater Utan Kayu Jakarta

12/10/2011 17:46 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (17)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

tlg sy di konfirmasi tentang kepastian acara ini melalui email sy. trima ksh.

#1. Dikirim oleh herwindo sudirman  pada  14/10   09:21 AM

HADIS2 TENTANG GAMBAR DAN PATUNG PERLU PENDALAMAN LEBIH LANJUT KARENA DALAM KONTEKS KEKINIAN SUNGGUH MEREPOTKAN BILA FOTO, TV DAN SEJENISNYA DILARANG DAN DOSA BESAR BAGI PELAKUNYA. PERLU DIKAJI ASBABUN NUZULNYA. DARI ASPEK HISTORIS APAKAH HADIS TERSEBUT HANYA BERLAKU PADA ZAMANNYA KARENA RENTAN DENGAN KEMUSYRIKAN MENGINGAT ISLAM MASIH RELATIF BARU SEHINGGA PERLU PERANGKAT ATURAN UNTUK MEMBACKUP IMAN KAUM MUSLIM KALA ITU.
ADA JUGA HADIS TENTANG ANJING YANG CUKUP MEMBUAT KITA MENGERINYITKAN DAHI. DARI SATU SISI ANJING MENEMPATI TEMPAT TERHORMAT (RIWAYAT ASHABUL KAHFI) NAMUN DISISI LAIN MERUPAKAN BINATANG TERKUTUK. MALAIKAT RAHMAT TAK BAKALAN MASUK RUMAH BILA KEDAPATAN ANJING DIDALAMNYA. APA SIH KESALAHAN ANKJING? PERIHAL PATUNG, ADA HADIS MERIWAYATKAN TENTANG AISYAH YANG BERMAIN BONEKA. APAKAH BETUL DIJAMAN ITU SUDAH ADA INDUSTRI PEMBUAT BONEKA? KIRANYA DENGAN DISKUSI2 YANG DISELENGGARAKAN JIL DAPAT MENAMBAH CAKRAWALA BERFIKIR KITA. SEMOGA!

#2. Dikirim oleh RONI  pada  16/10   08:15 AM

salam….
tolong cepat diumumin kalau sudah deal… pengen banget hadir… thanks…

#3. Dikirim oleh muzayyin ahyar  pada  17/10   01:18 PM

Nama saya telah salah ditulis pada pengumuman acara 25 Okt 2011 di JIL. Bukan Iones Rakhmat, tapi Ioanes Rakhmat. Tolong diperbaiki. Thanks dan salam. Ioanes


Terimakasih, koreksinya. Sudah kami ralat.
Redaksi

#4. Dikirim oleh Ioanes Rakhmat  pada  17/10   02:27 PM

Silahkan anda semua seminar,rapat atau apapun yang akan anda lakukan.Tapi ingatlah pemikiran manusia terbatas untuk menelusuri AL QURAN pedoman yg mrpkn firman ALLAH SWT.Para ahli tafsir sj memerlukan waktu bertahunan untuk mendalami,menghafal,menghayati ayat dari huruf ke huruf.Lha ini…jangankan hafal ayat&hadits; nya..huruf nya sj mungkin ga ngerti..sdh ngomong dosa,malaikat,ketuhanan..BELAJARLAH KPD ULAMA YG NGERTI.Jelassss2…AL QURAN mengajarkan LAAILAHAILLALLAH..tiada TUHAN SELAIN ALLAH..Eh anda orang2 jil mottonya tuhan semua agama..alias biar ada sejuta agama dengan sejuta tuhannya,semuanya benar.Benar2 geblek…apakah anda2 ga yakin suatu hari pasti bertemu denganNYA..dan yg ditanya pertama MAN ROBUKA siapa tuhanmu..bgmn jawaban anda2..klo jwb anda ALLAH SWT..pasti malaikat lebih tau..orang waktu hidup sj anda percaya dengan sejuta tuhan…SENGSARA DI DUNIA PALING LAMA 70-100 atau anda yakin tidak akan bertemu denganNYA..sementara sengsara di sana ga ada selesainya…Makanya klo ngomong agama harus ada dalilnya yaitu AL QURAN& HADITS..klo ga tau tanya ulama yang ngerti..jangan AL QURQN di tafsir sendiri menurut otak pemikiran sendiri…MOSOK ALLAH TUHAN SEMUA AGAMA.

#5. Dikirim oleh bahihaqi  pada  18/10   03:08 PM

Bikin patung haram?, terus gimana klo bikin robot???
Robot bukan saja berbentuk 3 dimensi, bahkan bisa bergerak dan berbicara malah, mungkin Nabi Muhamad nggak kefikiran klo di abad ke 21 manusia akan sehebat ini!

#6. Dikirim oleh Oces  pada  21/10   07:50 PM

Saya kira hadist2 tentang pelarangan membuat tiruan makhluk bernyawa ini seharusnya di kaji dengan konteks masa sekarang. Jika hadist ini diterapkan seperti halnya jaman nabi dulu, kita semua ini berbuat dosa. Coba periksa siapa yang dirumahnya tidak ada lukisan, boneka, photo, televisi, VCD player, HP berkamera, Komputer? Notabene semua karya manusia ini adalah “peniruan makhluk bernyawa” juga.

Menurut hemat saya justru pemaksaan penerapan hadist tanpa melihat konteks jaman inilah yang membuat peradaban Islam makin terpuruk.

Coba lihat urutan hasil karya ini: Internet > Komputer > Televisi > Video Kamera > Kamera photo> Lukisan.

Mungkihkah Internet atau komputer muncul dari peradaban Islam jika hadist tentang ikonoklasme ini diterapkan? Pasti tidak karena jangankan Internet atau komputer, lukisan atau kamera saja diharamkan. Sedangkan kita tahu begitu banyak manfaatnya teknologi tsb baik dalam bidang hiburan, kesehatan, pendidikan hingga militer. Teknologi-teknologi inilah parameter majunya sebauh peradaban.

Peradaban Islam membutuhkan tokoh-tokoh seperti halnya tokoh-tokoh Renaisance eropa abad 15 lalu. Tokoh-tokoh yang berani mendobrak kepercayaan yang sudah mapan. Semoga tokoh-tokoh ini segera hadir dihadapan kita. amien ya rabbal alamin…

#7. Dikirim oleh Budi  pada  24/10   01:35 AM

Setuju dengan JIL, Islam adalah update, universal, jadi pemahaman, tafsir atau apapun itu juga sesuai perkembangan jaman dan otak manusia, tdk bisa disamakan dr jaman ke jaman. kalau jaman sekarang tentu saja dgn pemahaman yg lebih realistis orang islam tentu saja tdk akan menyembah patung, krn sdh tau itu salah, jaman nabi dulu kalau buat patung, takutnya nanti akan disembah..gitu aja.

trus diatas itu ada yg nulis kalo otak manusia itu terbatas, nah makanya itu kalo terbatas ya memanng bisa berbeda2 penafsiran tinggal mau meyakini yg mana, mana yg sesuai nurani…

Janganlah marah2 dulu, jika agama hanya mebuat anda emosional, anarkis, tdk toleran ya trus apa gunanya dong..wong kita ini hidup di negara yg memang plural..harus kita trima, biar kita hidup dgn damai, kalo ga trima ya silahkan pindah..krn di Indonesia memang ada Tuhan Islam, Tuhan Kristen/katolik, Tuhan Buda, Tuhan Hindu, Tuhan kejawen, Tuhan darmogandul dan Sejuta Tuhan2 yg lain..dan mrk pasti..menganggap Tuhan merekalah yg paling benar, spt kita org Islam, meyakini Allah SWT lah yang paling Maha segalanya…sekian.

eh ya satu lagi…apa anda betul2 yakin ya kalo besok kalo mati ditanya pertama kalinya Man Robbuka….hayo siapa yg pernah mengalami?? semuanya baru katanya..he2 (wa’affu ana kalo kata2 saya ada yg menyinggung..peace bro..)

#8. Dikirim oleh Ari  pada  28/10   10:28 PM

bak kata pepatah, melihat riak air saja, sudah tahu jantan / betina ikan. Demikian pula dengan tujuan JIL mendiskusi “Pembuatan Patung”, mereka bertujuan;“Jangan Usik Patung Yesus Kristus”.

#9. Dikirim oleh joko santoso  pada  31/10   08:36 PM

kalo islam itu rahmatan lil’alamin dan islam itu Allah yang turunkan, maka Alloh juga tuhan bagi semua. komentar buat bahihaqi

#10. Dikirim oleh nasidin  pada  05/11   08:43 PM

untuk sdr baihaqi dan umat Islam yang fanatik. perhatikan dengan seksama kalimat Laa ilaha illallah….apa artinya? Tuhan itu ESA yakni Allah SWT…jadi wajar bahkan sangat tepat jika dikatakan Allah adalah Tuhan semua agama. karena sedikit saja umat Islam menganggap bahwa tuhan agama lain bukan Allah maka otomatis dia sudah syirik. menyekutukan Allah/ menganggap agama selain Islam punya tuhan sendiri. masya Allah, bertobatlah…ucapkan syahadat lagi!!!

#11. Dikirim oleh al-misri  pada  09/11   10:52 AM

Buat mas rony lbh baik klau anda cuma bisa baca Qur’an tnp tau maknanya mending diam aja dan bljr mengkaji dulu.Tuhan itu satu dan Dia boleh dgn nama apupun asal baik.Semua rosulullah lhr orang menybt Tuhan Allah pada menurut sejarah islam bpk rosululloh itu juga oran penyembah patung jadi orang2 jahiliya penyembah patung juga menyebut Tuhannya juga Allah,buat apa kita rbt mslh Tuhan kayak anda uda prnh ketemu,mungkin diwkt sholat aja blm tentu anda bisa merasa Tuhan hadir dihadapan anda

#12. Dikirim oleh Sabdo palon  pada  09/11   11:28 AM

Ini dia Kafir yang sebenarnya kafir…..mengaku islam tapi perilaku seperti seperti para Nasrani yang sesat….Sungguh Janji Allah berlaku sampai hari kiamat…tnggu saja azab bagi kalian…

#13. Dikirim oleh Khalid.......  pada  11/11   07:42 PM

Islam selalu menganjurkan segala sesuatu yg bermanfaat, jika membuat patung kurang bermanfaat dibanding yg lain, misalnya anggaran pembuatan patung digunakan untuk menyantuni fakir-miskin, menyantuni pendidikan yatim piatu atau pembiayaan untuk penyembuhan orang2 gila yg banyak berkeliaran di jalan….. kenapa harus bikin patung?
Sesungguhnya kasus patung di Purwakarta hanyalah bentuk ke arogansian penguasa, karena pertanyaannya adalah apakah rakyat Purwakarta sudah makmur seluruhnya sehingga ada alokasi anggaran untuk pembuatan patung???

#14. Dikirim oleh Gundul Pacul  pada  13/11   11:08 AM

Dalam BIBLE langan membuat patung itu lebih keras berbanding didalam Islam [Hadis]. Jika tidak sipa dalam KELUARAN 20 mengatakan; ” Jangan buat patung apapun yang menyerupai benda dilangit atau dibumi”.

Dalam islam hanya melarang membuat patung yang berpotensi untuk disembah saja. jadi janganlah gara-gara kecetekan ilmu atau sengaja membiarkan otak diprogram oleh Barat, maka ia menjadi suatu pembukaan terhadap pekung didada orang-orang JIL.

#15. Dikirim oleh joko santoso  pada  14/11   09:07 PM

“Apakah suatu agama membolehkan pembuatan patung orang kudus?” Sy kira ini inti bahan diskusi di atas, dan buay saya sangat menarik. Kaum beriman yg membolehkan pembuatan patung tidak bermaksud menyembah patung, tetapi simbol utk menjembatani komunikasi dg Yang Ilahi. Simpan patung kudus di rumah mengingatkan pemiliknya utk senantiasa berdoa dan dekat dengan Allah. Ketika seseorang berdoa di depan patung, dia tidak menyembah patung, tetapi mmenyembah kepada DIA yang ada di atas; patung hanya sarana. seperti ketika pacar saya ditinggal pergi, satu2nya sarana spy sy mengingat dia hanyalah foto spy sy selalu dekat di hatinya. Ini contoh simple sj. Dan saya kira topik ikonoklasme membuat pengetahuan kita lebih dalam, membuat kita bisa keluar dari eksklusivisme agama, berdialog dengan budaya, dan membangun toleransi.

#16. Dikirim oleh Ambros Leonangung Edu  pada  16/11   09:02 PM

Terlalu naif kalo dibilang orang Nasrani itu sesat hanya karena membuat patung. Mestinya bagi Anda yang mengatakan demikian perlu belajar banyak ttg Kekristenan. Salah satu model ekspresi iman Kristen adalah melalui seni. Sebuah patung dari batu atau kayu biasa ketika melukiskan seorang kudus, dlm agama Nasrani begitu dihargai - jelas praktek penjualan dan penyimpanan patung di rumah sekarang ini berbeda dg praktek ikonoklasme zaman dulu yg secara umum dunia masih feodal, dan ini sebuah sesat berpikir dan metolodologis kalau menyamakan saja keduanya.

Buddha memiliki patung religus, begitupun Nasrani. Perkembangan Nasrani sekarang ini sudah melangkah lebih jauh, berfokus pada pelayanan universal dan prokemanusiaan. Jadi, tidak seperti agama lain yang masih berkutat pada persoalan tradisional: Timur-Barat, Kristen-Non Kristen.

#17. Dikirim oleh Ambros Leonangung Edu  pada  17/12   06:52 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?