Diskusi
14/10/2008

Ilusi Khilafah Islam

Oleh Saidiman

Ketika Muhammad membangun komunitas politik di Madinah, dia tidak pernah mengemukakan satu bentuk pemerintahan politik standar yang harus diikuti oleh para penerusnya kemudian. Apa yang disebut politik Islami tidak lebih dari ijtihad politik para elit Islam sepeninggal Muhammad. Tidak ada mekanisme politik standar yang berlaku bagi pemerintahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Masing-masing terpilih melalui mekanisme politik yang berbeda. Pemerintahan-pemerintahan selanjutnya bahkan menjadi sangat lain, karena yang ada hanyalah pemerintahan berdasarkan garis keturunan. 

14/10/2008 14:32 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (160)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 8 halaman 1 2 3 >  Last »

Anda mengatakan bahwa Jazirah Arab telah menunggu untuk mengproklamirkan kekhalifahannya :

1. Adakah bukti bahwa mereka memang menunggu kehancuran kekhalifan Turki ?

2. Siapakah (raja saudi) yang meninginkan proklamirkan tersebut ?

Terimakasih

#1. Dikirim oleh Alex Kibadachi  pada  16/10   04:33 PM

Tidak ada mekanisme politik standar yang berlaku bagi pemerintahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Masing-masing terpilih melalui mekanisme politik yang berbeda. Pemerintahan-pemerintahan selanjutnya bahkan menjadi sangat lain, karena yang ada hanyalah pemerintahan berdasarkan garis keturunan. 

Adakah pemerintahan yang baru berdiri di zaman kuno (ancient) yang telah memiliki pemerintahan standar. Setahu saya bahwa kestandaran berdiri sehubungan dengan berjalannya waktu.

Tnx

#2. Dikirim oleh Alex Kibadachi  pada  16/10   04:35 PM

Sangat setuju.Bentuk pemerintahan khilafah yang sering didengungkan oleh ormas islam saat ini tidak lebih merupakan suatu mimpi retorika belaka yang bahkan tidak memiliki informasi yang lengkap.Sadarkah mereka bahwa masa khilafah itu sendiri telah hancur akibat sistem yang jauh lebih maju.Ayo bangun dari mimpi saudaraku,mari bangun Islam kita berdasarkan nilai-nilai sesungguhnya bukan wacana retorika semata

#3. Dikirim oleh FRESTY BOESYA LAYONDA  pada  16/10   07:40 PM

Menurut Saya Nabi Muhammad SAW disamping sebagai pembawa risalah/wahyu juga sebagai Pemimpin dari Masyarakat Muslim. Oleh karena itu, pemimpin politik di Makkah di dalam Darun Nadwah tidak mau masuk ke dalam Agama Islam sebab konsekwensinya bila masuk ke dalam Agama Islam berarti mengakui kepemimpinan Nabi Muhammad. Di Makkah wilayah Islam belum diakui sebagai wilayah politik karena hanya memiliki 2 unsur dari berdirinya suatu negara yaitu : Pemimpin dan Umat dan belum memiliki wilayah. Setelah di Yatsrib yang kemudian menjadi Madinah, Wilayah Islam menjadi wilayah politik. Menjadi sebuah negara dengan Nabi Muhammad sebagai pemimpin politik dan pemimpin spiritual. Negara dalam konteks masa nabi, maupun masa ke khalifahan memang berbeda baik dalam segi pengangkatan khalifah maupun coraknya, tetapi yang pasti dalam satu hal mereka sama, yaitu menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai rujukan pertama dalam membuat hukum dan perundang-undangan dan sebagai dasar berdirinya negara tersebut.

#4. Dikirim oleh Suharto  pada  17/10   06:57 AM

Semoga sistem khilafah yg akan nanti dibangun berdasarkan sistem syariah murni, terbukti sistem ekonomi syariah masih kuat dalam badai keterpurukan ekonomi kapitalisme dan liberal yg terjadi sekarang ini. Dan banyak negara2 yg dulunya liberal dan kapitalis sekarang malah beralih ke sistem perekonomian syariah, apakah ini merupakan kebangkitan sistem ekonomi syariah atau khilafah?

#5. Dikirim oleh salman  pada  17/10   09:10 AM

Khilafah ala minhaj nubuwwah, bagi saya bukan suatu ilusi.. lebih dari itu, suatu yang pasti akan kembali.. tinggal masalah waktu..

#6. Dikirim oleh khilafah.FC  pada  18/10   09:37 AM

Apa salahnya menawarkan suatu konsep yang pernah nyata ada dan pernah diterapkan sekian ratus tahun lamanya, dan dalam banyak literatur disebutkan UMAT iSLAM belum pernah mengalami kondisi kemunduran seperti saat ini, apa kita sudah melupakan beberapa keterangan nash yang menyebutkan akan kembalinya khilafah ala min hajin Nubuwah, persoalannya adalah kita belum siap untuk menerima kenyataan itu sebagai solusi atau sekurang-kurangnya alternatif solusi, kerna berbagai sebab, mestinya kita sambut berita itu sebagai kabar gembira, bukan malah sebaliknya..

Sungguh yang terkesan pada kami (pejuang syariah dan khilafah) adalah anda dan teman-teman itu terlalu alergi dengan konsep aturan Islam, minder untuk membawa nama Islam...Sungguh bukan begitu cara menilai Islam.

terimakasih. wassalam.

#7. Dikirim oleh Nurdwi  pada  18/10   04:36 PM

Nice article, membuka cakrawala pemikiran politik islam secara gamblang mas. Wass

#8. Dikirim oleh Yaris Saputra  pada  19/10   11:55 PM

al-islam wa ushuulul hukm karya raziq? sebaiknya anda membaca komentar Dr. Dziya’ Ad Din Ar Rais dalam bukunya Al Islam wa Al Khilafah fi Al Ashri Al Hadits. di buku ini beliau memblejeti siapa abdur-raziq dan bukunya.

kanyataannya, abdur-raziq tidak terbiasa menulis. Dalam kurun waktu 14 tahun setelah lulus Al Azhar tidak pernah menghasilkan karya tulis dalam masalah sejarah dan politik, kecuali kutaib alias buku kecil tentang ilmu bayan. Dan dalam jangka 40 tahun setelah terbit buku yang membuat hidupnya terkucil dari masyarakat itu, ia tidak juga menghasilkan buku lain, bahkan untuk membela buku Al Islam wa Ushul Al Hukmi itu!

#9. Dikirim oleh nadhif  pada  20/10   12:58 PM

Siapapun yang pernah mempelajari ekonomi, politik dan budaya, termasuk tarikh islam secara serius, saya yakin akan berkesimpulan bahwa gagasan khilafah adalah omong-kosong belaka. Masih ingat waktu Gus Dur memerintah dikritik oleh Miing Bagito, para pendukung Gus Dur marah besar dan “memaksa” Miing untuk minta ma’af secara terbuka. Apajadinya kalau presiden mendatang dipegang dari partai agama ?, bisa-bisa para gerombolan “pembela tuhan” akan marah besar bila presiden dikritik (seperti yang dimonas itu...). Ampun Tuhan, tunjukilah umatmu jalan yang lurus, yang benar-benar lurus.

#10. Dikirim oleh teguhseno  pada  20/10   03:29 PM

One World Order vs khilafah islam dimana kita siap berdiri..

#11. Dikirim oleh joko ariyanto  pada  20/10   05:10 PM

khilafah adalah isapan jempol bg orang2 yg mabuk agama.sistem pemerintahan yang oleh sejarah telah dibuktikan kegagalannya.pejuang syariah spt orang buta yg memegang ular krn mengira tongkat.

#12. Dikirim oleh banish  pada  20/10   05:26 PM

pertama, hayoo koq kayaknya satu arah banget nih komentarnya(yang pro sama khilafah aja yang kuat) mana pembelaan yang lebih ilmiah teman2.
kedua, rasul memang gak pernah membuat standard tentang khilafah dan gak pernah menyatakan bahwa khilafah ini harus seperti ini seperti itu. tapi yang jelas rasul pernah mendirikan sebuah negara madinah dengan konstitusi kuno yang cukup sempurna yang pertama di dunia (piagam madinah), tahukah anda?
ketiga, rasul tidak pernah membuat sistem, tapi ia mencontohkan sistem, bukankah itu termasuk ke dalam hadits?
keempat, kalau ternyata temen2 tetep menyangkal bahwa khilafah itu mekanisme yang diwajibkan Allah untuk ada, dengan nash2 yang shohih, dimanakah keimanan kalian?
terima kasih

#13. Dikirim oleh ridwan  pada  20/10   05:44 PM

Khilafat System according to Ahmadiyya..

The community who have been practising the system since its early conception:

And just celebrating a century of its establishment.

http://www.alislam.org/topics/khilafat/downloads/khilafat-newsletterOct.07.pdf

#14. Dikirim oleh Sun of the West  pada  21/10   07:40 AM

Dengan nama Allah
Tuhan Pengasih
Tuhan Penyayang

“Tuhan segala agama"----> tolong yang bait terakhir ini di ganti jadi

“Tuhan seluruh manusia”

khan ada agama yang gak percaya Tuhan....

terima kasih
Peace

#15. Dikirim oleh Ferry Sastrawinata  pada  21/10   03:07 PM

wah mas..pengen terkenal ya,sehingga tampil beda, insya Allah nanti jika sistem khalifah telah berdiri di Indonesia, orang2 seperti anda yang akan duluan di hukum pancung..biarin

#16. Dikirim oleh robet  pada  21/10   04:34 PM

Sorry, I didn’t interested in politics. As long as it gave me a space for freedom of expressions, I don’t care.

#17. Dikirim oleh Himawan  pada  21/10   05:31 PM

Yang pasti ummat islam harus punya sarana dan prasana untuk ber “amal ma’ruf nahi munkar”. Tentang institusi yang memegangnya tidak ada aturan yang baku. Bisa negara, raja, kholifa atau komunitas politik. YANG PENTING HASIL AKHRIRNYA RAHMATAN LIL ALAMIN. salam.

#18. Dikirim oleh Abu Sulthan  pada  22/10   10:32 AM

Sebenarnya sih gak usah repot-repot mo khilafah atau tidak biar sejarah yang membuktikan. Kawan-kawan kuliah saya dari Turki (dimana Khilafah terakhir Ottoman pernah jaya)sebagian besar juga lebih suka menjadi sekuler yang bebas merdeka. Namun mereka juga rasional, mereka tidak suka dengan pelarangan jilbab di kampus karena ini berarti tidak demomkratis dan liberal. Demikian juga sebaliknya mereka tidak mau dikekang dengan alasan agamis. Sebagian besar orang Turki lebih bangga menjadi orang Eropa ketimbang disebut Arab. Di tempat kuliah saya dulu mereka lebih suka berkumpul dengan bule dibandingkan dengan Arab ataupun mahasiswa dari negara Islam seperti Indonesia. Hanya sedikit yang mau bergaul dgn kita yang sama-sama Islam. Kalo memang nanti sekuler sudah gak diminati ya mungkin khilafah jaya lagi, begitu seterusnya. Namun Kalo konsep khilafah mau menyatukan seluruh negara-negara Islam (spt yang saya dengar dari Bos nya yi Fauzan di TV)sih ya wassalam deh. Orang teman-teman saya dari Arab Saudi aja gak nganggap kok Arab-arab Hadramaut/Yaman selatan(seperti Basir dan Riziq)yang mereka anggap gak kompeten islamnya dan suka ngaku-ngaku keturunan Nabi (Habib)padahal sih jauh deh. Mereka yang sudah hidup enak-enak di negaranya sambil menikmati petrodollar masa mau aja diatur ama Arab pinggiran.No way.

#19. Dikirim oleh Nurcahaya  pada  22/10   10:44 AM

Kalau nabi Muhamad s.a.w tidak diperintahkan utk mengatur negara, lalu yang mengatur negara pada zaman beliau dan sesudahnya siapa, yah?

#10
Emangnya Gusdur pendukung khilafah, yah?

#15
Hati2, yang tulis komentar ini belum tentu yang dukung khilafah.

#20. Dikirim oleh IceMan  pada  22/10   12:33 PM
Halaman 1 dari 8 halaman 1 2 3 >  Last »

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?