Ilusi Khilafah Islam
Oleh Saidiman
Ketika Muhammad membangun komunitas politik di Madinah, dia tidak pernah mengemukakan satu bentuk pemerintahan politik standar yang harus diikuti oleh para penerusnya kemudian. Apa yang disebut politik Islami tidak lebih dari ijtihad politik para elit Islam sepeninggal Muhammad. Tidak ada mekanisme politik standar yang berlaku bagi pemerintahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Masing-masing terpilih melalui mekanisme politik yang berbeda. Pemerintahan-pemerintahan selanjutnya bahkan menjadi sangat lain, karena yang ada hanyalah pemerintahan berdasarkan garis keturunan.
Komentar
YOu see, dunia itu tidak selurus, seindah, sesimple yang kita inginkan, I wish it was, but it is not. I am feeling sassy today, so here it is. Saya mengerti khilafah islam adalah sebuah ide yang baik. Problemnya adalah apakah hal itu bisa berjalan saat ini. Jawabnya sangat disayangkan adalah tidak. Sesudah bla..bla..bla.. panjang, kesimpulan saya sebaiknya ditaruh di bagian depan ini supaya bisa jadi eye catcher anda sekalian.Yaitu: negara2 kristen sebelum john calvin, martin luther, adalah negara2 yang bisa dibilang memiliki/menggunakan nilai2 yang bisa dibilang mirip dengan pola kepemimpinan khilafah islam Whether the catholic like it or not, kredit dari kemajuan negara2 barat adalah dipicu dari terjadinya revolusi di gereja2 eropa. Dan sesudah beberapa waktu berlalu, bisa dibilang negeri2 mayoritas catholic baru berusaha merubah sendiri tatanan nilai2 mereka untuk bisa mengkondisikan masyarakat mereka shg. bisa mengikuti kemajuan negeri2 protestan dalam semua hal. Hasil yang paling terpenting dari semua itu adalah revolusi industri. Itulah summary, kesimpulan akhir dari saya.
Maka mari kita mulai omongan ini lebih detail. Pertama saya ingin bilang bhw. saya tidak ada masalah sama sekali kalau khilafah ada di Indonesia, karena saya sifatnya pasif, dan saya juga merasa sudah tua,tidak lama lagi didunia ini, jadi kasarnya who cares what would happen with the entire world after I died. So, meneruskan diskusi tadi, kita bisa nyatakan sebab2 khilafah tidak layak untuk dijalankan, Dibutuhkan banyak tulisan yang akan disampaikan, tapi dalam forum ini tidak bisa semua.
Kita semua berbicara mengenai sebuah sistem yang telah melewati masa ratusan tahun . Jadi apakah boleh saya bilang, Jika sistem khilafah memang ada, dan a winning sistim kenapa tidak ada khilafah islam yang bertahan sampai sekarang? spt saya bilang sebelumnya, kita ngomong periode ratusan tahun. Tentu kita jawab, karena sontoloyo2 barat yang beramai2 ngerjain khilafah islam terakhir yaitu OTToman empire, shg. tidak ada khifalah islam lagi. Saya juga bisa bilang, kalau benar khilafah islam itu sebuah winning system, koq kalah sich? Tentu kita bisa bilang lagi, jangan melihat ke periode per 100 tahunan, tapi lihatlah secara panjang, ada masa2 dimana khilafah islam berjaya, tapi saya bisa bilang lagi yang mana? bisa bilang lihat itu grenada di spanyol, itu adalah sisa2 kejayaan islam yang dihasilkan oleh sistem khilafah, Terus saya bilang “tapi spt yang baru dibilang, itu sisa2, saya bukan mau sisa2 saya mau bukti nyata, yang masih berjalan”. Karena saya bisa bilang pyramid di mesir itu sisa2 kejayaan masa para pharaoh berkuasa. Terus apa hal tsb. bikin perusahaan2 kontraktor ornag mesir sekarang ini akhlinya bikin pencakar langit 100 tingkat? Akhirnya kita bt dech udah lah. Point saya ngomong adalah didepan mata saya yang mumpung masih hidup ini, tidak ada satupun negara islam yang bisa memberi konfirmasi bhw. sistem khilafah adalah the one that we should embrace. Saya tidak tahu ada negara islam sekarang yang menggunakan sistem khilafah. Tetapi, untuk lebih melebar lagi mari gunakan negara dengan mayoritas islam yang bisa dibilan relatif paling maju masyarakatnya. How about Malaysia? Mohon maaf sebesar2nya kepada orang malaysia yang melayu, tetapi, malaysia ada diposisi sekarang adalah karena orang suku tionghoanyalah yang bisa membuat malaysia maju.Silahkan liat perbandingan jumlah orang melaya, tionghoa. Mau bilang Kuwait, UAE atau Bhahrain?, maaf sekali lagi, tapi kita ke sana 40 tahun yang lalu, tidak ada apa2 selain pasir dan pasir dan pasir, dan tidak ada orang berbondong2 datang cari kerja. Pembangunan fisik negara2 tsb. bisa dikreditkan kepada negara2 barat yang memiliki kepentingan mereka sendiri untuk datang kesana plus para pekerja dari banyak tempat. Saudi Arabia? Saudi Arabia tidak pernah mengeluarkan data pengangguran. Kenapa ayo? Dan jika anda bilang kalau memang banyak yang menganggur koq banyak TKI yang kesana? Karena Orang saudi tidak mau jadi pekerja kasar, karena mereka mendapat bantuan keuangan dari kerajaan, dan kerajaan masih bisa, karena dari minyak tsb. Berarti Saudi negara kaya dong, lha iya kaya, tapi kalau dilihat dalam kurun waktu30 tahun terakhir sich bisa dibilang payah. Pada tahun 1974, saat embargo minyak, pendapatan orang saudi /orang pernah sama dengan pendapatan amerika/orang.
Sekarang, pendapatan saudi/orang hanya sama dengan pendapatan orang czech/capita, sebuah negaran ex komunis. Artinya, adalah, kemauan ekonomi di Saudi tidak bisa mengikuti kemajuan ekonomi negara barat, misalnya AS, yang pernah sama income/capita nya dengan saudi , Hal ini terjadi karena satu dan lain hal, yaitu tatanan masyarakat yang bisa dibilang gagal untuk menghadapi tantangan jaman. Kenapa tidak bisa menghadapi tantangan jaman? Anda bisa pikir sendiri. Bukti nyata dalam kurun waktu hanya 33 tahun, telah terjadi kemerosotan dalam hal pendapatan. Benar materi tidak bisa dipakai sebagai satu2nya tolok ukur,sebab ada hal2 lain yang bisa kita pakai sebg indikator kemajuan negara tsb. Kita bisa lihat bhw. income percapita merosot karena jumlah penduduk yang jauh lebih meningkat (mungkin rata2 wanita saudi punya 4 sampai 5 anak) sehingga pertumbuhan angka pembagi untuk mencapai figure income percapita menjadi jauh lebih besar dibanding pertumbuhan incomenya. Apakah berarti boleh dibilang memiliki anak banyak2 akan mengorbankan kwalitas hidup keluarga tsb, karena incomenya tidak tumbuh secepat banyaknya anak lahir? Anda jawab sendiri dan akan subjektif jawaban kita masing2. Kalau saya akan menjawab anak banyak itu bisa jadi asset, dan bisa jadi masalah. Bagaimana caranya bisa jadi asset? Misalnya pendidikan yang baik. Walau jumlah anak meningkatluar biasa Tapi tatanan masyarakat tsb bisa memberi peluang untuk anak itu tumbub besar dan bekerja mendapat gaji yang tinggi sesuai dg keahlian, tentu tidak masalah dg. pertumbuhan penduduk yang pesat. ITu yang saya maksud anak banyak bisa jadi asset. Sekarang liat lebih luas lagi, bagaimana bisa mendapat gaji tinggi?, misalnya jadi profesiional di bidang2 yang menjanjikan, yang selama 35 tahun ini juga tumbuh pesat. Sekarang apakah seperti itu yang terjadi di Saudi? Selama masa 35 tahun terakhir, sebut satu saja kemajuan teknologi, yang pada akhirnya berdampak kepada kemajuan negara itu dalam banyak hal yang pada akhirnya memberi pekerjaan yang layak untuk anak2 tsb. (misalnyan income, kesempatan untuk maju, berkarya, mobilitas tinggi, dll) yang berasal dari negara2 kaya minyak, yang dg.asumsi karena kaya maka mustinya punya dana untuk bisa maju dalam banyak hal. Jawabnya adalah setahu saya tidak ada. (tau kalau rahasia yach). Selama 35 tahun terakhir sebut apa yang negara2 lain, mis. asia timur atau eropa barat, yang level kemakmuran nya setaraf dengan negara2 kaya minyak itu sudah capai? Amat sangat banyak. Satu aja yach, internet.
Adakah hal ini berhubungan dg. nilai2 yang ada didalam masyarakat tsb? Jawabnya adalah Absolutely!
Kitasambung kapan2 yach
sejak sepeninggal nabi Muhammad bentuk pemerintahan Islam memang silih berganti dengan cara pemilihan yang berbeda- beda. Tapi ada satu ciri yang sama yaitu berdasarkan syariat Islam ( hukum bersumber pada Al-qur’an & As-sunnah)
dakwah adlah suatu kwjiban, dakwah hrs d gulirkan stidakx ada 3 komponen penting:
1. individu
2. masyarakat dan
3. negara
dakwah individu itu brrti mendakwahkn kpd org2 trdkt dr kita.
2. dakwah masyarkt mencakup elemen lpisan msyrkat.
3. dakwah negara itu brrti menckup ke wilayah bbrapa negara dan ini hanya bs dlksanakan dgn jihad. d mana perintah ini trun lngsung oleh seorang pemimpin negra.
lantas, negara mana yg akn mengakomodir ini smua ???
- republik ?
- monarki ?
- sosialis/komunis ?
- khilafah islam ? atau
lainx yg blum sempat d sebutkn ?
Allah SWT tdk pernah menyuruh pd nabi Muhammad untuk mendirikan negara tapi Allah dengan terang dan tegas menyuruh pada nabi Muhammad untuk berhukum pd hukum Allah untuk segala urusan baik dunia dan akhirat, so dg apakah hukum bisa tegak kl tdk dengan suatu institusi yaitu negara
khilafah ??????
sistemnya kayak apa sih?????
Bagi yang mencita-citakan kembalinya sistem khalifah di dunia ini, komentar saya singkat saja :
Anda tentu kenal Mustafa Kemal Pasha khan?
Dia adalah seorang Bapak Modernisasi Turki, dan merubah sistem khalifah dinasti Utsmaniyah (Ottoman) menjadi negara Turki yang republik, modern, demokratis dan sekular,.....
Dia merubah negara Turki dari sistem negara agama yang pergantian penguasanya berdasarkan keturunan, menjadi negara demokratis yang percaya pada kedaulatan ditangan rakyat (belief in the importance of the sovereignty of the people in establishing the new republic).
Mustafa Kemal Pasha yang sering disebut Kemal Ataturk, terinspirasi oleh abad kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya Eropa yang berkembang dan maju di abad ke 18 (The Age of Enlightenment di Eropa).
Kemal Ataturk berhasil sukses menghapus ke-khalifah-an Utsmaniyah Turki pada tahun 1923-1924. Dan republik Turki terus berjaya sampai dewasa ini menjadi sebuah negara sekuler, demokratis dan maju dengan filosofi dan kultur Eropa,.....
Fakta sejarah tersebut diatas agar menjadi perenungan yang dalam bagi siapa saja yang ingin “mengembalikan” sistem khalifah dimuka bumi ini,.....
ilusi khilafah fasis ga lebih daripada zionis ??
atau mndhing ilusi kerajaan majapahit ??
Para penentang Syariah dan khilafah, apa yang sebetulnya kalian cari????
Tidakkah kalian igt, bhwa Islam adalah agama sekaligus idiologi yg paripurna???
”Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian.” (Al-Maidah: 3).
ataukah kalian justru tidak tahu jikalau Islam mengatur sluruh aspek kehidupan, mulai bangun tidur sampai bangun negara???
Ketahuilah kawan…, Risalah yang dibawa Muhammad SAW berupa syariah-Nya sudah tersaji secara komplit dari hal-hal yang bersifat pribadi sampai bagaimana mengurusi negara.
Pertama, Mengatur segenap perbuatan manusia dalam hubunganya dengan Khaliq-nya, hal ini tercermin dalam aqidah dan ibadah ritual dan spiritual. (Aqidah, sholat, zakat, puasa dan lain-lain).
Kedua, Mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Yang diwujudkan berupa akhlak, pakaian, dan makanan.
Ketiga, Mengatur manusia dengan lingkungan sosial. Hal ini diwujudkan dalam bentuk mu’amalah dan uqubat. (sistem ekonomi Islam, sistem pemerintahan Islam, sistem politik Islam, sistem pidana Islam, strategi pendidikan, strategi pertanian, dan lain sebagainya). (Nabhani Taqiyyudin An-Nabhani, Nidhomul Islam)
Jika Islam sudah begitu sempurnanya seperti ini, kalau masih ada yang enggan bahkan menolak diterapkannya sistem pemerintahan Islam dlm wadah Daulah Khilafah Islamiyah, lantas apa yang kalian cari?.
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. al-Maa’idah : 50).
Saksikan ya Allah kami telah menyampaikan.
Wallahu a’lam bishowab.
salam mualaikum
Khilafah itu adalah sarana pemersatu.
yang paling penting adalah hukum-hukum nya apakah memakai hukum syariah islam atau malah itu alat politisasi.
untuk saya pribadi, anda sahabat muslim dan serta keluarga kita semua.
mengapa harus cemas untuk bersatu dalam ikatan persaudaraan didalam syariah islam ?
anda-anda inikan sarjana muslim, sering mengadakan seminar serta forum diskusi islam serta tahu dan cakap akan ilmu pengetahuan, apalagi mengerti tentang ilmu mengenai islam, lalu mengapa masih saja masih ada ragu di hati.. ?
makna dari khilafah itukan bersatu padu dalam kesatuan persaudaraan yang ditata didalam hukum islam sesuai Al-quran dan hadist. dan jika memang arahnya melenceng berarti khilafah itu adalah jadi hal yang percuma belaka.
dan memangnya kenapa dengan diterapkan hukum syariat kita merasa seperti dimandulkan hak bersuara kita ? marilah kita berkaca kepada perilaku Rasullulah, apakah dia pernah memandulkan hak hidup seseorang ? justru yang ia lakukan adalah meluruskan dan memperbaiki perilaku kehidupan kepada nilai yang dicintai oleh Allah.
ini “guyon” saya pribadi sebagai warga indonesia yg sederhana = mungkin yang ragu akan syariah islam di tegakkan, takut dan cemas kalau-kalau tidak bisa lagi maem dan ngopi di starbuck dan mc’d. ingatlah sahabat, syariah islam itu baik dan mudah serta masih bisa untuk ngopi-ngopi dan maem burger sesuka hati disaat khilafah itu nanti ditegakkan.
wassalam mualaikum
Seandainya Khilafah kembali ada…......
Kita bicara di Indonesia dulu.
Adalah suatu fakta bahwa di Indonesia ini terdapat banyak Islam. Ada Islam NU, ada Islam Muhammadiyah, ada Islam Al Irsyad, ada Islam Persis, dll, dll, dst, dst
Cara berislamnya tidak sama. Qur’annya SAMA. Hadistnya SAMA. Imamnya, yang terpopuler di sini ada 4. Safii, Hanafi, Hambali, dan Maliki. Tafsirannya atas text tidak selalu sejalan. Dan ini sering menjadi pokok pangkal pertikaian.
Lalu kalau Indonesia jadi masuk ke Khilafah, Apakah seluruh umat Islam di negri ini akan mau menjadi Islam yang SERAGAM/SAMA?
Itu baru dalam taraf awal mempersatukan Islam Indonesia.
Sekarang kita lihat ke luar Indonesia. Kekhilafahan Islam selalu berputar di Negara-Negara berbahasa ARAB!
Khilafah Rasyidah yang dimulai sejak wafatnya Rasulullah SAW sampai Ali bin Abi Thalib (661M) selama kl 30 tahun, terus ke Khilafah Bani Umayyah dari 661M sampai 750M berpusat di Syria, disambung oleh Khilafah Bani Abbasiyah dari 750M sampai 1517M yang berpusat di Bagdad. Terakhir Khilafah Bani Utsmaniyyah dari 1517M sampai 1924M berpusat di Turki.
Lalu cara memilih Khalifahnya bagaimana? Pemilu Akbar di seluruh Negara Islam? (Termasuk Indonesia).
Tapi saya senang karena umat Islam di Indonesia populasinya paling banyak! Sehingga balon Kholifaf dari Indonesia bakal ter[ilih. Nah kalau Balon Indonesia yang menang, apakah Saudi Arabia, Irak, Iran, Mesir akan mau dipimpin oleh calon dari Indonesia?
Sebenarnya masih bejubel banyak pertanyaan-pertanyan serupa! Tapi saya keburu cape berandai-andai. Cape deh!
Buat saya NKRI adalah harga MATI! Pancasila juga Harga Mati! Islam Yess! Negara Islam: NO WAY.
Seluruh UU dan peraturan sudah sangat baik. Yang belum baik itu adalah AKHLAKnya Umat!!!!
Marilah kita berlomba berkompetisi memperbaiki Akhlak Umat! Minimal Akhlak sendiri!
Udah ah, cape….
Perasaan negara ini belum pernah pakai hukum islam deh…coba hukum islam diterapkan….mungkin negara ini bisa damai sejahtera….pengalaman dari orde lama sampai sekarang,apa ya prestasi indonesia ini….apa yg negara ini peroleh dari sekian tahun menerapkan pemerintahan sistem barat….coba ulama2 di beri k4an…...
Khilafah yg ditawarkan didahului dengan Menebar Kebencian, Memerangi Israel dan Amerika Serikat, lho kita punya urusan apa dengan mereka…..Kita tidak sedang dijajah. Tidak ada Militer Negara Asing yg mengangkangi Negara Kita….Bodoh Amat….toh Negara2 Arab dgn tidak seijin Allah mereka berkali kali KEOK, dan MEMALUKAN berperang dgn Israel yg mungil itu. Silahkan mereka berangkat ke Tepi Barat sana, jangan jadi Pengecut, “Tidak Berani Bertempur dgn Israel tapi Menyuruh Orang Lain Memusuhi mereka” dan Kalau ingin berkuasa Tidak melalu Proses pemilu sangat Utopia,....Tawarkan sama Rakyat dulu, laku apa nggak? Coba bikin Partai…...Paling2 Partai Gurem,... dan itu sudah Maksimal.
Indonesia adalah Negeri berpenduduk Muslim Terbesar di Muka Bumi,...Jelas Ketua KPU Khilafah dari Indonesia, juga Calon Khalifahnya dari Bumi Nusantara. Aku setuju kalau gitu,...berarti Kita akan punya Wilayah mulai dari Syahrawi yg dipersengketan Polisario dan Maroko sampai Muslim Moro tempat MILF,MNLF berperang dgn Pemerintah Philipina. Belum lagi Darfur,Sudan Selatan yg babak belur. Somalia,Somaliland,Puntland yg dikuasai para Warlord,Afghanistan yg didominasi Pashtun dan Iraq yg kacau balau dan didominasi Syiah. Adakah Tentara yg bisa menguasai Daerah yg luas itu. Kopasus,Kopaska,Denjaka,Tontaipur,Den Bravo,Taifib,Sat Gultor yg disegani Dunia Luar nggak sanggup Mempertahankan Timor Timur. Apalagi Khalifah yg tak Punya Tentara….itu UTOPIA bro…Coba baca Oprasi Barbarosa….Berapa juta Tentara NAZI yg Mati dan Tentara Merah yg Tewas…
kita kan sudah khilafah. Negara Khilafah Republik Indonesia…beres deh…lagian khilafah kayak gimana aja masih ndak ad definis dan sistem yang jelas…
apa tipe2 Taliban di afghanistan, apa tipe REPUBLIK Islam di Iran atau Kerajaan Absolut di Saudi Atau Diktator Khadafi kayak di Libya. yah kita tiru aja negara Khilafah yang terakhir, kapok jadi Khilafah eh jadi negara sekular Turky… Mau?? yah yang paling perfect ya Republik Demokratis Indonesia yang Pancasilais lah
hem.. repot sudah kalau begini..meskipun alm. Gus Dur sering bilang gitu aja kok repot..pernahkah anda membayangkan negara anda diserang oleh suaru negara. lalu anda menyaksikan teman-teman, tetangga dan keluarga anda sendiri sedang dibunuh oleh para tentara negara tersebut. jika anda bisa membayangkannya, lalu jawablah pertanyaan saya. Mengapa kita yang harus dibunuh?? Mengapa kita yang harus dibantai?? Bagaimana bisa negara penjajah tersebuat membunuh seenaknya?? Tidak adakah yang bisa membantu kita??Saya yakin.. Jika semua orang di dunia mempunyai pikiran seperti anda, mereka akan dengan sangat yakin berkata dalam hatinya,“masa bodoh dengan apa yang terjadi di negara itu, mereka itu bukan penduduk negaraku, buat apa ditolong, lebih baik memperbaiki negaraku sendiri.“Lalu, manusia yang dulu pernah dibantai tetapi tidak anda bantu pun pasti berkata,“huh, buat apa membantu penduduk negara itu, semua penduduk di negeri itu tidak ada yang mempunyai hati.‘Ini adalah sebuah ilustrasi dari apa yang mungkin dilakukan negara lain bila penindasan dilakukan di negara anda. Hanya ALLOHlah yang mengetahui hakikat kebenaran..
...nah dari diskusi kita yg panjang lebar ini terlihatkan permasalahan dari idealisme negara khalifahan:
1. secara idea
...negara kekhalifahan secara garis besar sama ideanya dgn idea berbasis agama lainnya. idea mereka itu spt ini:
`agar selamat manusia, maka pakai lah aturan tuhan dgn kesuciannya, caranya: pakai hukum agama agar negara itu tetap suci`...permasalahannya bung, sekarang siapa yg bisa menjamin kesucian itu tetap terjaga? kiai anu? ustad anu? manusia yg terjaga kesuciannya itu cuman para nabi dan rasul (maksum), tidak ada suatu jaminan manusia tidak akan tergoda oleh kekuasaan. sampai di tataran idealisme ini saja negara kekhalifahan TIDAK mungkin berjalan. ingat peristiwa padang karbala, bahkan dalam keluarga nabi sendiri terjadi peristiwa perebutan kekuasaan.
2. secara doktrin
...dalam hukum islam sunni saja terdapat 4 mazhab utama, belum lagi mazhab2 kecil lain dan syiah. kalau syariat memang di jalankan , hakkul yakin mazhab yg paling kuat,paling agresif(artian kata, paling getol mengkafirkan yg lain) dan paling dekat dgn kekuasaan bakalan menekan mazhab yg lain (dan ini baru bicara soal syariat, belum termasuk custom/ adat istiadat yg lain seperti: jangan2 kita menggunakan beduk pas akan memanggil jamaah untuk solat d haramkan karena di arab sana tidak ada tradisi beduk)
3. secara legal formal
...menjadi islam itu berarti tunduk pada aspek legal formalnya, yaitu : rukun islam dan iman, gamblang…saya tanyakan didalam rukun islam dan iman, adakah kewajiban percaya kepada negara kehalifahan?
Klau pngin sejahtera, terapkanlah syari’ah islam yang benar2 sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Seperti jaman Abu Bakar, Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz, dll. Mreka bsa membwat islam menjadi maju. Jangan tkut tuk menerapkan hukum islam, tdak akan pernah menyakiti org lain. Insya Allah akan adil. Tetapi sebelum dimulai mendirikan sebuah kekhilafahan, hrus dimulai dari dakwah tauhid dan Aqidah
Khalifah hanya bisa muncul bila sudah dirindui oleh banyak hati yang merindukan allah akan selalu kontra bila di hati belum punya semangat rindu akan tuhan semesta alam
Khilafah ... adalah suatu keniscayaan…
Karena dinamika manusia dan kebudayaannya terus berkembang dan semakin dewasa….
Bila pada zaman NABI Muhammad atau dalam alqur’an tidak dijelaskan secara rinci mengenai bentuk pemerintahan, namun kondisi pada Zaman Nabi itu dapat merupakan bentuk pemerintahan yang sesungguhnya menuju kepada tatanan kehidupan yang berkeadilan untuk semua manusia apapun agamanya.
Sebagai panduan berkehidupan di dunia dan akhirat ada di dalam Alqur’an dan penjabarannya tercantum dalam Al hadits, dan seterusnya, sehingga jangan alergi dengan istilah syariah yang katanya berbau islam atau arab..karena petunjuk yang ada didalam Alqur’an dan Al-Hadits adalah untuk manusia secara universal…
Komentar Masuk (162)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)