Ilusi Khilafah Islam
Oleh Saidiman
Ketika Muhammad membangun komunitas politik di Madinah, dia tidak pernah mengemukakan satu bentuk pemerintahan politik standar yang harus diikuti oleh para penerusnya kemudian. Apa yang disebut politik Islami tidak lebih dari ijtihad politik para elit Islam sepeninggal Muhammad. Tidak ada mekanisme politik standar yang berlaku bagi pemerintahan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Masing-masing terpilih melalui mekanisme politik yang berbeda. Pemerintahan-pemerintahan selanjutnya bahkan menjadi sangat lain, karena yang ada hanyalah pemerintahan berdasarkan garis keturunan.
Komentar
Waduh mas sewot banget sih sama sistem khilafah, kok sesama Muslim kok gontok-gontokan, mas coba lihat Palestina, Irak, Afghanistan saudara kita dibantai, mana ukhuwah Islamiyah…Saya berandai jika Khilafah/Ummat Islam bersatu, Insya Allah kita akan jaya. Apa ada jaminan bagi kita kalo menggunakan sistem liberal wong Amerika aja mau hancur dan mau bangkrut….Tinggal nunggu waktu mas…setiap kehidupan pasti akan berakhir dan yang jelas sistem liberal, kapitalis, dan sebagainya pasti akan berakhir…Insya Allah
islam itu rahmat bagi seluruh alam mengatur seluruh kehidupan diri sendiri, sesamanya, dan dengan tuhannya.khilafah pasti terjadi itu adalah janji allah, dengan kekuatan iman dan islam yang saya miliki saya tak gentar mati untuk memperjuangkan khilafah…. allahu akbar…....!!!!!
hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi ALLAH ialah orang yg paling taqwa di antara kamu.sesungguhnya ALLAH maha mengetahui lagi maha mengenal (al hujurat 13).
telah di infokan kepada seluruh manusia bahwa perbedaan itu adalah keinginan/aturan ALLAH, jadi klo setiap bangsa/suku/golongan/kelompok tidak bertoleransi maka selamanya tidak akan pernah terwujud saling kenal-mengenal/damai di dunia ini.artinya semua manusia harus bersepakat untuk berbeda.
hakikat perintah ALLAH dalam al qur’an sesungguhnya berupa kerangka umum yg mana prakteknya mengikuti zaman dan waktu,sehingga manusia boleh melaksanakan apa saja sesuai jamannya , dgn syarat tidak keluar dr kerangka umum yg telah ditetapkan ALLAH.
silahkan kamu buat sistem, apakah kamu beri nama khilafah/negara/kerajaan/daulah/demokrasi/republik/federasi atau apa saja, terserah , yg penting tercipta kedamaian di bumi ini.silahkan kamu beragama, apakah islam/kristen/yahudi/hindu/budha/konghuchu/shinto atau apa saja terserah, yg penting tercipta kedamaian di bumi ini.saya beriman anda beriman, ALLAH yg akan menilai bukan manusia siapapun dia.jadi tidak boleh berselisih apalagi berperang karena kita berbeda, apalagi mengatasnamakan agamanya yg paling benar dan mengatakan orang lain kafir, karena itu hak ALLAH yg menilai bukan manusia siapapun dia.
toleransi dan perdamaian adalah solusi yg diberikan ALLAH kepada manusia-manusia terakhir ini, sebab nabi dan kitab sudah tidak di turunkan lagi.terbukti mayoritas masyarakat dunia cinta damai, masih ingat dalam ingatan kita saat iraq akan d serang amerika dan sekutunya, mayoritas masyarakat dunia berdemo menuntut dihentikannya perang, bahkan oleh mereka-mereka yg berbeda dgn iraq baik berbeda bangsa,suku,bahasa bahkan berbeda agama. fakta:manusia jaman ini ingin damai dalam perbedaan.
pendidikan adalah sarana untuk mewujudkan toleransi dan perdamaian di dunia.selama berabad-abad, masyarakat dunia terus dikagetkan dgn berita-berita perang,pembantaian,pelanggaran ham,pemusnahan etnis,kuburan massal,penjahat perang,pengungsian,dsb yg bisa membuat bulu kuduk berdiri, dan pendidikan yg tidak toleran dan damai memiliki peran utama terus terjadinya kejadian-kejadian tsb.
mujahid abad ini adalah mereka-mereka yg berjidad untuk mewujudkan satu pendidikan yang toleran dan damai di seluruh dunia.
Khilafah, negara sosialis, negara demokrasi, negara teokrasi, negara komunis, negara kapitalis, apapun namanya,...merupakan sebuah sintesis dari pergulatan suatu bangsa…
setiap bangsa berhak untuk menentukan langkah, pilihan, idiologi dan corak bernegaranya…dan tentu saja harus sesuai dengan cita-cita luhur bangsa itu,
akan tetapi apapun namanya sebuah negara, permasalahan mendasarnya adalah pada menggerakkan kekuasaan negara tersebut. kekuasaan memerlukan pergerakan dan pengendalian. negara tanpa kekuasaan, berarti negara gagal. negara over kekuasaan berarti negara ototarian.
maka sejauh mana kita bisa mengatur kekuasaan tersebut, maka kita akan bisa mengatur kekuasaan demi kesejahteraan rakyat.
Satu hal yang harus kita ingat, bahwa kekuasaan memerlukan sumber,dan tentu saja sumber kekuasaan berbeda-beda. sumber kekuasaan negara demokrasi adalah rakyat lewat pilihan langsung, meski terkadang di pandang lebih formalis dan ceremonial. Sumber kekuasaan negara komunis adalah idiologi komunis,..dengan segala macam turunan phraksis dari idiologi..
akan tetapi yang repot tentu saja negara dengan sumber kekuasaan dari Tuhan…
bila negara demokrasi, maka terdapat kontrol dari rakyat lewat pemilu atau cultur demokrasi dan perangkat demokrasi semacam civil society, kebebasan pers, kapital, market, dsb, lalu kalo khilafah siapa yang mengontrol…apalagi kalau merasa kekuasaan itu berasal dari Tuhan, yang tentu saja kita tidak bisa bertanya langsung dari Tuhan apakah telah terjadi penyelewengan kekuasan dan penyelewengan pengorganisiran kekuasaan..?
Kalau Nabi tentu dijamin oleh TUhan ke Maksuman nya,..tapi penguasa khilafah tentu saja juga manusian dimana eksistensi manusia adalah ” Al insanu makhallul khotok wan nisyaan”, siapa yang akan menjamin adanya pengorganisasian kekuasaan yang benar…?
coba diterangkan…?
Isu Khilafah Islamiyah itu bisa saja sebuah gerakan kontra intelegent yang hatus kita waspadai, tp bukan sebuah kecurigaan. Karena banyak sekali orang yang mendengungkan khilafah islamiyah tapi kenyataannya sepi-sepi saja tuch.. Ya itu sekedar buat ngmpulin massa saja. dan kalaupun sudah kumpul jdi bahan masukan buat pemerintah yang tidak menginginkan Islam berjaya agar segera dibredel orang2nya itu siapa saja itu sudah ada statistiknya. jd tinggal comot….
Alhamdulillah, situs Liberal ini sungguh menghargai pendapat yang berbeda. Lain dengan situs HTI, yang selalu menghapus komentar saya yang tidak setuju dengan pembodohan ummat yang dikerjakannya. Sangat aneh situs HT itu, fasis dan berisi kebodohan dan pembodohan. Semoga mereka segera terbuka hatinya.
Hai orang HT, kenapa hendak kau hancurkan bangsa ini dengan mimpi berdasarakan interpretasi yang minder?
Kalifah sudah ada, tuh, di Yogyakarta! Kenapa nggak mau?
Nah, dengar itu ... sudah ada Khalifah di Yogya. Hayo HT, bagaimana? Kenapa tidak dibai’at saja sekalian itu Khalifah. Bayangkan. Sayidin Panatagama lho ... Tapi mungkin khalifahnya bukan Arab, Pak. Jadi kurang afdol. Mungkin Pak Khalifah harus operasi plastik dulu biar mirip Arab, terus pake jenggot .. Hayo, mari-mari. Segera dibai’at. Yang lain sudah tidak boleh lho mengaku diri khalifah, sebab menurut dogma HT orang lain yang ngaku khalifah setelah ada khalifah yang udah duluan bakal ditebas dengan pedang. Jadi jangan macem-macem. Khalifah sudah ada di Yogya.
Ya kita harus proporsional dalam mengkaji mengenai khilafah. Ada suatu institusi yang dicontohkan oleh para sahabat yang telah terbukti amanahnya dan institusi itu ingin menerapkan islam secara kaffah pada semua sendi kehidupa kenapa harus ditolak. Seharusnya kita semua mendukung islam itu diteapkan dengan benar bukan sepenggal-sepenggal.
mari kita kaji islam secara lebih comprehensif. tentu kita akan menemukan adanya ide khilafah di sana. pemikir mana di antara kaum muslim yang tidak setuju tentang adanya institusi islam yang bernama khilafah. hanya orang-orang yang terpengaruh dengan opini barat dan yang pobia terhadap islam yang tidak setuju dengan adanya khilafah islam.
pemikir barat saja mengakui bahwa muhammad adalah pemimpinagama dan politik. kenapa kita mengingkarinya?
lihatlah faktanya umat islam dikadali oleh barat terutama zionis, israel, as dan antek2nya. hal itu tidak lain dan tidak bukan hanya karena islam tidak memiliki kekuatan secara politik.
Pemerintahan khilafah bisa saja terbentuk asalkan “rahmatan lil alamin”. bagaimana rahmatan lil alamin ? belum-belum sudah mau memancung Ulil. Umat Islam itu harus menunjukkan wajah yang penuh kedamaian dan menjunjung akhlaq mulia. Saya setuju pemerintahan khilafah yang sesuai dengan kemajuan jaman. Bukan membentuk pemerintahan khilafah dengan kondisi 1500 tahun yang lalu. Dan saya belum melihat konsep yang jelas tentang manajemen pemerintahan khilafah dari kelompok eksklusif yang ingin membentuk khilfah Islam. Bagaimana pemilihan pemimpinnya ? Secara demokratis atau penunjukan ? bagaimana kriterianya ? Apakah pemimpin-pemimpin umat Islam sudah setuju ? Kalau tidak ada yang setuju, pembentukan pemerintahan khilafah Islam akan menjadi mimpi di siang hari bolong.
Salam
Bagi yang pro khilafah coba jelasin, konsep negaranya seperti apa? Tata cara pemilihan para pemimpinnya bagaimana? lalu yang mengawasi segala tindakan para pemimpinnya siapa? Mekanisme pengawasannya seperti apa? Kemudian produk hukum dan perangkat hukumnya bagaimana?
Inilah yang kadang-kadang membuat saya geli melihat gegap gempitanya masa HTI dan pendukung khilafah lainnya, semua pertanyaan saya diatas belum jelas jawabannya sudah pada gegap gempita mengusung konsep Khilafah. Kalau sistem yang ada disebagian besar negara-negara di dunia saat ini, semua pertanyaan diatas sudah jelas terjawab. Kalau gue nggak salah ingat, negara-negara demokratis meniru konsep pemerintahan yang dikemukakan oleh salah seorang tokoh revolusi Prancis (kalau nggak salah namanya Montesqiu), yaitu konsep TRIAS POLITIKA, yaitu ada Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Khilagfah kayak apa sistemnya, nggak jelass??? Inilah bodonya sebagian besar dari sudara-saudara kita, para umat muslim. Asal sudah dibungkus dan diberi label islam, sudah pasti akan mendapat dukungan hiruk pikuk.
Apa mereka para pendukung khilafah tahu kalau dari 4 khafilah yang ada, hanya 1 orang yang meninggal dengan cara wajar, sedangkan yang 3 lainnya meninggal dengan cara yang tidak wajar, alias dibunuh oleh para lawan politiknya. Menurut para sejarawan, dibunuhnya 3 orang khafilah tersebut oleh para lawan politiknya karena tidak adanya sistem yang bisa membatasi atau mengakhiri masa kekuasaan mereka. Jadi caranya ya dibunuhlah 3 Khafilah itu.
Sebelum diskusi ini dilanjutkan ada baiknya kalau para pendukung khilafah membuat cetak biru dulu, bagaimana konsep TRIAS POLITIKA yang ada dalam sistem pemerintahan modern saat ini menurut versi Kekhalifahan. Jelaskan, bagaimana mekanisme eksekutif, legislatif dan yudikatif menurut versi mereka. Pantas saja di Arab sana konsep demokrasi tidak berkembang, karena penduduknya pada dibodohin bahwa sistem demokrasi itu kafir. Tapi lucunya negara-negara tersebut juga tidak berani secara gamblang memakai sistem khalifah, jadinya serba nggak jelas, dibilang negara demokrasi nggak bisa, dibilang kekhalifahan juga nggak jelas.
Saya ingin mengajak para saudara-saudara kita umat muslim untuk realistis melihat fakta yang ada bahwa sistem khalifah tersebut sudah nggak layak lagi dijaman modern ini. Kalau kita masih juga semangat dengan politik labelisasi islam yang berkobar-korbar seperti HTI, maka sebenarnya kita sedang melakukan proses pembodohan terhadap umat secara sistematis. Akibatnya kita akan semakin jauh tertinggal dibandingkan negara-negara barat.
Saya rasa benar apa yang pernah dikemukakan oleh Mas Ulil Abshar Abdala ketika membuat opini mengenai olimpade Beijing, dibandingkan dengan sibuk bermimpi membentuk kekhalifahan yang nggak jelas JUNTRUNGANNYA, mending energi tersebut kita pergunakan untuk memberdayakan umat dengan pendidikan dan pengetahuan lain yang bermanfaat. Sudah cukup rasanya kebodohan dan kemiskinan dari saudara-saudara kita para umat muslim, akibat mimpi-mimpi siang bolong para pengusuh Khilafah tersebut. Wasallam
AQ hanyalah manusia biasa, tetapi sangat merindukan berdirinya khilafah, begitu indah kehidupaanya bahkan orang-2 kafir sekalipun dilindungi.
AQ berharap karena keimananku bahwa hukum yang tertinggi hanyalah hukum/aturan alllah SWT (Al-quran dan Al-hadist), manusia hanyalah mahluk fana yang tidak terlepas dari kesalahan, apapun hasil ciptaan manusia tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik allah SWT, sebagai manusia yang berpikir tentu AQ lebih rela diatur oleh hukum allah dari pada produk manusia yang lemah tersebut.
Hukum allah tidak mengenal zaman tetapi abadi sepanjang zaman, berjuanglah terus para penegak hukum allah berdirilah khilafah, Kami merindukannmu, hidup HTI…
Islam itu demokratis, menghargai beda pendapat, menentang kepercayaan yang membabi buta. Sehingga urgensi killafah Islam, saya kira itu cuma kilafiah yang diiringi nafsu kekuasaan belaka yang mengatasnamakan agama. Masih lebih banyak orang yang waras di muka bumi ini dibandingkan dengan orang yang berkelakuan buruk. Jadi ndak usah kuatir dengan demokrasi dunia akan dikuasai oleh orang-orang yang jahat atau dianggap jahat. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah perbaiki diri, keluarga, dan lingkungan masing-masing, mulailah dari kalifah kita masing-masing karena semua muslim adalah kalifah bagi dirinya dan keluarganya. Sistem pemerintahaan tidak bisa dipaksakan oleh sesuatu kelompok, karena pemaksaan cenderung berakhir dengan anarkisme atau kekerasan. Apakah itu yang dinamakan Islam? Tentu tidak, karena Islam adalah Rahmatan lil alamin.
Sedih rasanya, agama kita ditunggangi politik. Khilafah ini salah satu contohnya.
Rupanya benar, Islam ada untuk membangun akhlaq bukan untuk urusan politik kekuasaan.
Siapapun yang duduk dalam pemerintahan tidaklah penting, yang penting bentuk pemerintahaan itu sendiri harus berdasarkan warisan baginda nabi Muhammad SWT, yaitu khilafiah Islam ....
Karena setiap manusia harus tunduk terhadap hukum Islam tak terkecuali seorang khalifah.
Teruslah berjuang tegakan khilafiah Islam ....
Semoga para penentang hukum allah diberikan taufik dan hidayah allah SWT agar mereka segera bertaobat.
Memang Islam ada untuk membangun akhlak ...
Tapi ingat yang lebih penting Islam ada untuk mengatur kehidupan manusia agar menjadi khalifah di muka bumi ini, urusan politik dan kekuasaan adalah urusah hidup manusia, untuk itulah Islam ada jangan pisahkan Islam dari kehidupan manusia (sekuler) karena ingat islam bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT tetapi Islam mengatur juga hubungan manusia dengan manusia, hanya hukum allahlah yang bisa mengatur semuanya lewat Khilafiah islam ...
Klo Muawiyyah, Abbasiyah, Ustmaniyah tuh sistemnya emang seperti kerajaan…
Klo Khilafah Islam tuh terakhir sampai Khalifah Ali..
Yang penting bukan cuma bentuk pemerintahan ajah..
ISLAM tuh idiologi… jangan diambil sepotong-sepotong..
Contoh saat pemerintahan Dinasty Ummayah pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, walau beliau memerintah saat Dinasty Ummayah tetapi beliau menggunakan idiologi islam secara menyeluruh..
TUUHHHH… walau hanya 2 Tahun menjabat sebagai khalifah beliau sangat di idolakan SELURUH rakyatnya..
Jadi… Jangan benci Khilafah islam.. sebab dalam islam semuanya telah disempurnakan.
jika ada kesalahan maka itu hanya personal penguasa aja yang telah tercemar nafsu duniawi..
Alquran adalah petunjuk bagi seluruh manusia dari ALLOH SWT untuk hidup didunia sehingga selamat di dunia dan akherat. Demikian juga dalam hal mengelola negara ada berberapa prinsip dasar dalam ALQURAN :
1. Bahwa manusia dimata ALLOH SWT yang paling tinggi kedudukannya adalah yang paling bertakwa, jadi pemimpin bukan keturunan.
2. Dalam urusan dunia ALLOH SWT memerintahkan kita untuk bermusyawarah (dengan alquran dan sunah nabi Muhammad saw sbg rujukannya ), demikian halnya dalam urusan penyelenngaraan negara.
Dengan demikian dalam membentuk negara orang islam, tidak boleh dalam bentuk kerajaan dimana pemimpinnya berdasarkan keturunan.Negara orang islam pemimpinnya semestinya harus dipilih dengan bermusyawarah , bagaimana bentuk musyawarahnya tentunya perlu dirumuskan sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang paling bertakwa di negara itu.
Apa perbedaan musyawarah dengan demokrasi ala negara barat:
1. Demokrasi ala barat adalah keputusan diambil dengan suara terbanyak,sehingga walaupun itu tidak baik kalau disetujui oleh mayoritas berarti harus dijalankan.
2. Musyawarah ala islam adalah memutuskan sesuatu dengan musyawarah dilandasi oleh hukum ALQURAN dan SUNAH NABI MUHAMMAD SAW.
Kesimpulannya kalau segala kehidupan diatur dengan hukum islam dunia akan tentram dan damai setelah mati masuk sorga.
Sistim pemerintahan menurut alquran dan yang telah dicontohkan secara sederhana sesuai situasi saat itu oleh nabi muhammad saw mempunyai beberapa prinsip dasar.
1. Bahwa orang yang paling mulia disisi alloh swt adalah yang palig tinngi ketakwaannya. Kesimpulannya setiap orang bisa jadi pemimpin, pemimpin bukan berdasarkan keturunan. Jadi bentuk negara bukan monarki keturunan.
2.Dalam memutuskan segala sesuatu tentang urusan dunia dilakukan dengan prinsip musyawarah, demikian halnya dalam bernegara bagaimana bentuk musyawarah tentunya disesuaikan dengan
kesepakatan warga dinegara tersebut. Semuanya harus tetap berpedoman kepada alquran dan hadist.
Kesimpulannya setiap kelompok umat islam dapat mendirikan negara sesuai kesepakatan karena ikatan emosial suku dan lain-lain. Jadi tidak perlu seluruh umat islam didunia harus membentuk satu negara. Yang penting bahwa seluruh umat islam adalah saudara , untuk menjalin hubungan ke dapat dilakukan dengan kerja sama disegala aspek kehidupan.
Kekhalifahan adalah kepemimpinan. contoh yang benar adalah saat Rasulullah masih hidup dimana Rasulullah menyatukan kabilah2 yang sebelumnya mempunyai tradisi sendiri-sendiri. disatukan dengan Hukum2 yang telah ditentukan oleh Allah. artinya ideologi yang dimiliki masing2 kelompok diganti dengan Hukum-hukum Allah. dan yang paling jelas…Hukum-hukum yang telah ditentukan Allah tidak mungkin dan tdk se-level jika dibandingkan dengan hukum2 buatan manusia.
Artinya Bumi dan langit ini adalah ciptaan Allah termasuk kita semua makhluk yang ada didalam dan diantaranya.
wajar jika Allah menuntut hukum2 -Nya ditegakkan di bumiNya..
dalam hal ini kita tidak melihat negara, ideologi, ras dan lain sebagainya. Dalam Al Quran Nur Karim telah digolongkan manusia menjadi muslim, kafir, munafikin.
Kekalifahan sendiri dimaksudkan bagaimana Din dan Hukum2 Allah yang sebenarnya lebih berhak atas dunia ini harus ditegakkan dan Din lain buatan manusia harus ditiadakan.
setahu saya kekalifahan yang benar tidak terkait ras, suku, turunan/nasab, negara, ideologi (buatan manusia) atau kelompok apalagi partai, melainkan kekalifahan yang tegak diatas Lillahi Ta Alla. dengan menerima hukum-hukumNya (Quar’an dan hadits) sebagai sistem.
Komentar Masuk (162)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)