Inklusivitas Beragama, Klaim Keselamatan, dan Millat Ibrahim Tafsir atas Ayat 2:120
Oleh Himawan Pridityo*
Barangkali tidak ada ayat Quran yang begitu populer dalam persoalan hubungan antar umat beragama melebihi ayat 2:120. Ayat ini, yang sering kita dengar di setiap khutbah yang berhubungan dengan penjajahan atas bangsa Palestina, hingga konflik-konflik horizontal antara Islam-Kristen di tanah air, seakan menjadi argumen utama yang direproduksi terus menerus untuk membenarkan kepercayaan sekelompok orang bahwa umat beragama lain selalu menaruh rasa benci, dan curiga kepada umat Muslim dan senantiasa mempengaruhi mereka untuk meninggalkan ajaran Islam yang luhur dan lurus.
Komentar
islam adalah agama penyempurna…jika mereka mau mengikutinya dipersilakan dengan damai dan jika mereka tidak mau mengikutinya laknat allah swt akan datang…namun, kita sebagai umat islam tidaklah pantas memaksakan kepahaman kita kepada mereka apalagi menghakimi mereka dengan kalimat “kafir” karena kalimat itu hanyalah allah swt yang berhak untuk mengutarakannya….
terima kasih atas tulisan ini, semoga diskusi-diskusi mengenai tafsir qur’an semakin banyak dan berbobot sehingga kita sadar akan keberadaan kita di dunia ini…
Islam adalah hanya tunduk & pasrah kepada Allah swt saja.Di luar Islam tunduk & pasrah kepada selain Allah swt: Kafir.
Good point, namun memang susah karena masih banyak orang mengaku Islam yang memang selalu ingin sok cari muka sama Gusti Allah dan sekaligus juga selalu curiga pada penganut agama2 lain, ketimbang berbuat sesuatu yang lebih berguna bagi kemaslahatan makhluk di bumi ini.
Saya rindu agar banyak orang Islam yang berbuat baik tanpa bawa2 agama. Misalnya penggiat lingkungan hidup, sain, sosial, politik yang bermartabat, dll. Bukan jadi ustad/dai/habib yang hanya menjadi tontonan bukan tuntunan apalagi menjadi pelopor kekerasan.Kami rindu orang seperti Hamka, Cokroaminoto, Wahid Hasyim, Romo Mangun, dll
1[127] Kami mengutusmu dengan Haqq sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan
2[127] dan kamu tidak akan ditanya tentang penghuni neraka.
1[128] dan tidak akan pernah rela umat Yahudi dan Kristen kepadamu hingga kamu mengikuti millat mereka.
2[128] Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah adalah Petunjuk.
3[128] Dan seandainya kamu mengikuti ahwa mereka, setelah datang padamu al-‘ilm, maka kamu tidak akan mendapat perlindungan dan pertolongan dari Allah.
Pada bagian pertama, frase 1[127] yang menjadi frase pembuka menerangkan
Menurut hemat saya dan telah dicek dengan Al Quran yang saya miliki, ternyata yang tertulis di atas salah penempatan ayat. Seharusnya [127] menjadi [119], begitu juga [128] seharusnya [120]. Karena kesalhan redaksi ini akan sulit memaknai tulisan / artikel ini.
Salam
Jangan menafsirkan Al Qur’an menurut hawa nafsu, apalagi mencoba merevisi ayat al Quran.
mohon tlisannya tu revisi lagi.
Menyampaikan gagasan yg begitu sensitif jangn pake salah ketik, pa lg berulang ulang. . .
Bisa membiaskan pemahaman n esensi tlisan anda jua g teridentifikasi.
Makash
mohon tlisannya tu revisi lagi.
Menyampaikan gagasan yg begitu sensitif jangn pake salah ketik, pa lg berulang ulang dn d bgian yg teramat penting. . .
Bisa membiaskan pemahaman n esensi tlisan anda jua g teridentifikasi.
Makash
Kenapa tidak ditelusuri saja bagaimana dulu Nabi menafsirkan ayat tersebut, bagaimana para sahabat memahami tafsir yang diajarkan oleh Nabi, bagaimana tabiin memahami tafsir yang diajarkan oleh Sahabat, dst dst dst s/d sekarang. Permasalahannya adalah tinggal diverifikasi mana transmisi yang benar dan mana yang salah. Simpel! Karena Islam memang mudah.
Baru +- 14 abad lho dari jaman nabi. Bukan waktu yang lama. Bandingkan dgn ide-ide para filosof yg jauh lebih lama tapi ditelan mentah2 meskipun tanpa melalui proses verifikasi, contoh: Plato (427-348 SM) Sokrates (469-399 SM).
Mana yang lebih baik tafsiran Nabi yang shahih (yang sudah melalui tahapan verifikasi yang ketat) ataukah tafsiran ngelantur penulis?
Singkat, tapi pesannya cukup jelas.
Saya mengutip statement berikut untuk saya share pengalaman saya:
“Problem teologis yang muncul kemudian, apakah Ibrahim dan anak cucunya itu dapat disebut sebagai orang beriman ataukah tidak, karena ia tidak pernah menjalankan perintah Taurat, juga tidak percaya bahwa Isa adalah juru selamat (pada kasus Islam, ia tidak pernah bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah rasul Allah)?”
Pertanyaan ini cukup mendidik dan membuat para penganut agama untuk semakin memahami agama dan tujuan agama.
Dulu saya pernah berdiskusi di salah satu media online dang pernah mengklaim bahwa nabi Adam itu beragama Islam.
Pemahaman dan klaim-klaim seperti ini akan sangat tolol menurut saya. Agama yang kita agung-agungkan tapi maksud Tuhan tidak pernah kita pikirkan, akhirnya hidup dan jiwa kita kosong tanpa makna.
Mungkin ada statement dari saya, yang mungkin konyol juga bagi yang fanatik dengan ketololan. Bagi saya: “Tuhan itu terlalu kreatif apabila merencanakan hanya satu agama di dunia ini”.
Ada juga statement mirip iklan kecap dari pemuka-pemuka agama yang menyebut bahwa Agamanyalah yang paling benar dan paling updatae.
@aliem:
Penyempurna? Penyempurna apa? Statementnya masih terbuka. Kalau penyempurna kehidupan anda ya pastilah itu karena memang hakikat agama seperti itu. Ateis juga akan menganggap keyakinannya sebagai penyempurna kehidupannya.
Kita harus bisa menghargai proses hidup kita dan bagaimana hasilnya. Kita mengkalim agama kita penyempurna tapi hasil kerja, etika, moral, output bangsa ini sangat buruk.
Lihat tuh Jepang! Maju, aman dan bila mereka kena musibah dapat bangkit segera. Mereka mempunyai semangat hidup dan ruh yang hidup sebbagaimana Tuhan yang hidup selamanya.
Manusia beragama di Indonesia ini terlalu banyak yang koar-koar kebenaran dan paling benar tapi apa-apa yang benar tidak tau dan bagaimana melakukan dengan benar tidak ngerti. Itukah yang dituntut Tuhan dan Allahmu dalam kitab sucimu?
Terimakasih kepada M. Ismet atas koreksinya. Memang seharusnya disana tertulis 1[119] hingga 3[120], dan bukan 127 atau 128. Akan saya kabarkan ke redaktur untuk merevisinya. Tentang bagaimana para penafsir lain menafsirkan ayat tersebut, dapat dibaca secara online di situs ini: http://www.altafsir.com/. Saya hanya berusaha menafsirkan ayat tersebut menurut kapasitas berpikir saya. Jika ada yang baik ambilah, jika tidak ada, tinggalkan saja. Wa Allah A’lam bi al-shawwab.
Paham dan praktik beragama secara inklusif merupakan ikhtiar penting menuju tolerasni baik secara internal muslim maupun dengan umat beragama lainnya. Salut kepada islamlib.com yg terus beruapaya menyebarkan paham keberislaman yg ramah dan tentu saja: inklusif.
Ibrahim adalah tokoh sentral kedua setelah Muhammad. Bacaan do’a untuk Ibrahim di tiap sholat, perayaan Idul Adha, dan ibadah Haji menegaskan betapa pentingnya Ibrahim dalam Islam.
Apakah pesan terpenting yang diangkat Islam dalam sosok Ibrahim?
Berserah diri total, kepatuhan total bahkan bila itu berarti pengabaian terhadap nurani dan nalar.
Apakah itu yang diharapkan dari orang yang beriman?
Adanya agama , adanya tuhan itu semua kerena keberadaan manusia , pahami ini saudaraku . dan kita
harus hidup damai , damai dihati damai dibumi .
Maha Benar Allah, kafir Yahudi dan kafir Kristen tidak akan pernah menyukai umat Islam. Buat penulis, kami umat Islam tidak butuh tafsir yang rumit untuk kalimat sejelas ini. Dan telah amat banyak fakta yang membuktikannya: perang salib, penghinaan Paus Benediktus atas Nabi yang mulia, kartun keji yang mencela Nabi, kerusuhan Ambon, dll. Telah ditetapkan laknat Allah atas Kafir Yahudi dan kafir Kristen sampai hari kiamat. Pasti dan pasti kedua golongan kafir itu kelak akan disiksa di dalam neraka, abadi, selama-lamanya. Tidak akan ada kematian yang mengakhiri penderitaan mereka. FYI, siksa neraka yang paling ringan: seorang penduduk neraka hendak mengenakan sandal. Sebelum kaki masuk sandal, otaknya sudah hancur. Bagaimana pula siksa terberat yang disiapkan bagi orang-orang kafir? Wahai kafir, kejarlah dan nikmatilah dunia ini sepuas-puasnya sebelum kematian menjemput. Karena tiada lagi bagian untuk kalian di hari kemudian, kecuali siksa yang amat pedih tiada akhir. Demikianlah, karena telah datang kepada kalian pemberi peringatan (Nabi dan Rasul) namun kalian berpaling dengan sombong!
lalu, coba anda jelaskan tentang yg dialami oleh muslim di palestina ????
Para nabi yang disebutkan adalah orang yang sudah lama meninggal dunia,tapi masih di panut panut oleh kaum fanatik,apa sich yang bisa diperbuat bagi orang yang sudah meninggal ??
tuhan ingkar janji ..... ?????
how could it be ??????
http://xucinxgaronx.wordpress.com/2010/02/22/tuhan-ingkar-janji/
Firman Tuhan ( Alquran ) ayat 2:120 jelas jelas nyata dan terbukti, bahwa paham yahudi dan paham nashoro ( Kristen ) dan ditambah lagi Jaringan Islam Liberal, nyata nyata tidak suka kalo Umat Islam,mempercayai kitab sucinya.
Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati kalian wahai manusia. Yang membuat ayat tersebut adalah Tuhan yang menciptakan manusia termasuk ulil, itupun kalo ulil merasa jadi manusia.
Dengan adanya JIL sudah menjadi bukti bahwa ayat tersebut benar adanya. Ayat 2:120 menunjukan paham yahudi dan nashoro akan bermunculan untuk menggiring umat islam agar ragu dan tidak percaya kepada Alquran dan Alhadis, dan mengikuti paham mereka.
rasional itu bagus, akan tpi lhata prmslhan.
kanb tlh jls dnytakan dlm al qur’an 2:120, bhwa itu mmang bnar adanya.
itu adalah realita yg sgt nyta,
Komentar Masuk (22)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)