Wawancara,
17/02/2010

Greg Barton: Investasi Pembaruan Pemikiran Islam Telah dan Akan Berbuah

Cendekiawan-cendekiawan ini memang berperan penting dalam pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Tetapi tidak berarti dengan hilangnya mereka, lantas segalanya akan berhenti. Sebab mereka telah memberikan banyak warisan: dalam bentuk pemikiran-pemikiran, dalam bentuk ketulusan dan contoh-perilaku. Banyak generasi muda yang sudah dipengaruhi ide-ide mereka, dan pengaruh itu sudah terinternalisasi sedemikian rupa, sehingga generasi muda itu sekarang sudah dapat memproduksi gagasan mereka sendiri.

17/02/2010 09:15 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (12)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Ya betul itu, seratus persen setuju, waktu remaja dulu saya rasa saya adalah seorang fundamentalis, pernah ikut PII yang menentang azas tunggal, pelopor gerakan jilbab di sekolah sekitar awal tahun 80-an, sering ikut tablighnya Toni Ardi, MS Ka’ban, Nawardi Nooor, Abdul Qodir Zaelani, dll, juga ikut aktif gerakan usroh. Kalau karena tidak harus sekolah di negeri orang, barangkali saya sudah mati di Tanjung Priok. Namun setelah banyak mempelajari gagasan pembaharuan islam dari pemikir dalam dan luar negeri, saya sadar sesadar-sadarnya, bahwa saya telah keliru besar dalam berislam di masa lalu. Jadi kepada saudara-saudaraku yang masih fundamentalis (apalagi yang berselimut kepentingan politik), banyak-banyaklah membaca, bukan cuma buku agama lho, tapi ekonomi-politik-sosial-budaya (terutama sejarah islam), karena agama lahir dan hidup di bumi. Kosongkan pemikiran sementara, anggap saja semua bisa salah dan benar, berserah diri kepadaNya untuk menerima kebenaran, insya Allah anda akan berubah pikiran. Saya sudah beritikad menjadi muslim yang taat dan kaffah, tapi kalau berarti harus formalisasi islam seperti memperjuangkan khilafah islam, partai islam, berjubah, berjenggot, oh ... nanti dulu !!!

#1. Dikirim oleh Teguhsuseno  pada  18/02   03:01 AM

Berbeda dgn sdr teguhsuseno, saya berasal dr keluarga penganut kejawen walaupun di KTP Ayah ibu hingga kakek dst Islam (akibat peraturan Orde baru yg harus mencantumkan salah satu agama yg diakui he-he-he. Namun saya sendiri menganut Islam dan tetap mempelajari intisari ajaran kejawen (bukan ritualnya)yg mengajarkan pentingnya kesadaran bahwa manusia adalah ciptaan tuhan yang satu yg diwajibkan berbuat kebajikan kepada segala makhluk dunia yang berbeda-beda suku, agama, isme, politik, dll. Apa yang diajarkan oleh Gus Dur dkk adalah ajaran dr nenek moyang kita dulu, mereka hanya meneruskan dan membangkitkan kembali semangat kebersamaan yang telah terenggut dgn datangnya model Islam Arab (Wahabi dkonco2nya) yg disebut Teguh muncul thn 80-an yg sebenarnya sebagian menyimpang dr inti ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW.Bahkan menurut seorang teman saya yang kebetulan Ustad NU, menyatakan bahwa inti ajaran kebajikan kejawen (bukan ritual) adalah inti ajaran agama Ibrahim yang menyebar ke Indonesia sebelum Islam datang (bener pa gak gak tau deh). Jadi tanpa Alm Gus Dur dkk saya yakin pruralisme/pruralitas apa kek tetap akan eksis. Yg ribut cuma sebagian kecil, cuma teriaknya pake speaker kayak kalau mereka lagi pengajian, yg dtg cuma puluhan suara speakernya bikin pekak telinga.

#2. Dikirim oleh nurcahaya  pada  19/02   03:42 AM

menanggapi soal pluralisme ak sebagai generasi muda akan terus nglanjutin ide - ide pluralisme.. karena ak yakin muhammad kalau dia masih hidup takkan pernah bertindak bodoh dengan menyalahkan suatu golongan yang belum tentu salah. selain itu pluralisme sangatlah perlu karena pada hakekatnya semua agama yang ada dibumi belum pasti mana yag benar dan mana yang salah jadi kalau sama - sama mencari kebenaran buat apa saling mengejek atau saling memusuhi…..

#3. Dikirim oleh ikhul  pada  19/02   10:36 AM

Agama pendatang…..

Saya beragama Islam karena keturunan, sampai dengan usia 40 an, saya masih hanya tahu tentang islam saja. titik. Nah, setelah membaca buku, artikel, mengaji bahkan kepada ustad lulusan pondok pesantren modern, yang istrinya adalah seorang hafidz qur’an, kemudian muncul berbagai pemikiran yang sederhana (terutama setelah mendengarkan khotbah jumatan di masjid daerah Pecenongan, Jakarta; yang substansi khotbahnya adalah “mengharamkan apa saja yang bukan datangnya dari Rasululloh, baik ucapan, tindakan, hukum, dan pengaturan kehidupan didunia ini, dan konon juga sudah mengatur kehidupan di akherat kelak”. Khotbah sang ustad tersebut kontan menjadi pertanyaan besar buat saya:
1. Sampai harus setaat itukah manusia muslim indonesia terhadap tuntutan beragama islam? sebab kalau tidak taat pasti diganjar dosa dan masuk neraka (seolah-olah sang ustad tersebut sudah dapat mencari dalih pembenar).
2. Bagaimana mungkin sejarah berdirinya islam yang juga berdarah-darah dan ketika itu hanya mengatur khusus masyarakat arab setempat, kemudian dengan masif nya terus dikumandangkan bahwa apapun tradisi arab ketika itu, bisa tetep langgeng dan relevan dengan kondisi kekinian yang wajib diterapkan diseluruh dunia muslin? (bukankah hal ini juga merupakan penjajahan budaya arab?)
3. Mohon maaf, ustad yang sedang mengumandangkan khotbah jumat tadi ternyata juga asli orang indonesia, menggunakan baju buatan cina (model shantung), memakai jam tangan yang pasti juga bukan buatan arab (pasti bertekonologi barat, mungkin jg jepang, memakai microfon (yang memekakkan telinga) pasti juga buatan (maaf) orang kafir (bukan beragama islam), dan ketika ia naik haji, pasti juga naik pesawat terbang buatan barat juga, apalagi pilotnya juga bukan beragama islam. Nah, apalagi yang bisa dibanggakan kalau benar-benar mengikuti ajaran tradisi arab?
4. Saya orang jawa, yang diajarkan kepada saya ketika itu adalah ajaran kejawen (bukan ritual), bagaimana harus menghormati orang tua dan tetangga. Bahkan Nabi menganjurkan agar kita berbaik-baiklah dengan tetangga. Tapi coba pergi dan tengok kehidupan bertetangga di arab saudi. Tak akan ditemukan tegur sapa sesama tetangga, kecuali hanya dengan kerabatnya. Coba tengoh pula jendela rumah-rumah di arab saudi, apakah terbuka lebar-lebar seperti di indonesia? Apakah artinya itu semua?
5. Ajaran islam sungguh luhur. Hebat. Tetapi sampai dengan detik ini, ada 4 mazhab dalam islam, dan ada corak dan ragam islam mulai dari islam syiah, suni, wahabi dan entah apalagi, semuanya ingin masuk surga tetapi juga saling menyalahkan satu sama lain alias tidak akur…. Saya menjadi bertanya tanya, saya akan mengikuti islam yang mana? Dalam kaitan itu, apakah ketika saya harus menunaikan solat dengan bahasa jawa menjadi tidak sah? apakah Alloh SWT akan menghukum atau mengazab saya ketika saya solat tidak menggunakan bahasa arab? Bagaimana pula manusia di bumi ini yang bukan arab tetapi juga menyembah Alloh dengan cara dan ritual yang mereka yakini. Apakah haram di mata Alloh? Kalau semua harus arab, apakah yang lain tidak berharga? wah naif sekali, padahal yang mengaku “pokoke harus serba cara arab (terutama yang ada disekeliling saya - dan hanya sedikit saja jumlahnya)saat ini sedang berupaya mendapatkan simpati dihati masyarakat islam dengan mengkampanyekan syariah islam di Indonesia. Nanti dulu…............

#4. Dikirim oleh salmon  pada  20/02   05:50 PM

Pak Salmon ikutilah pikiran sehat dan hati nurani, tugas manusia itu bekerja yang terbaik yang membawa kemaslahatan ummat. Beribadah/sembahyang itu mesti tulus, itu yang dituntut Tuhan, sehingga bisa mencegah kemarahan dan kebencian terhadap sesama. Ibadah itu ada pada tataran sosial (hablum minannas) dan beda dengan ritual seperti salat, puasa dan haji itu bukan ibadah, makanya perentahnya bukan “u’budullah” tapi tegakkan salat, puasalah,pergilah haji. Soal ibadahnya orang jawa apakah diterima kita tak tahu, itu hak Tuhan percuma diperdebatkan.Pluralitas itu sebuah keniscayaan kehidupan duniawiyah. Jadi kalau ada orang menolak Pluralisme itu barang kali karena kesalahpahaman belaka kali.

#5. Dikirim oleh Abdurrahman Chudlori  pada  24/02   06:16 AM

Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Cobalah saudara belajar kembali sejarah Islam, mulai dari masa sebelum kelahiran Rasulullah hingga ke masa kepemimpinan para sahabat-sahabat Beliau. Sesungguhnya Allah swt, telah menyempurnakan ajaran-ajaran Islam yang meliputi multi aspek kehidupan manusia dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sebagai pedomannya, sehingga Allah swt telah meridhoi Islam menjadi agama yang sempurna untuk seluruh manusia. Ajaran-ajaran Islam senantiasa bersesuaian dengan segala zaman, baik terdahulu, kini maupun mendatang. Sesungguhnya Allah swt telah menurunkan Al-Qur’an untuk seluruh manusia. Islam mengajarkan ‘Persamaan Hak Azasi Manusia’, ‘Kepedulian Sosial’, ‘Lingkungan Hidup’, ‘Pemerintahan’, ‘Perang’, ‘Pernikahan’, ‘Warisan’, ‘Moralitas (akhlak)’ Ibadah dan masih banyak lagi untuk disebutkan. Ajaran Islam yang paling Utama adalah “TAUHID”, Islam mengajarkan Bahwa ‘Sesungguhnya tiada tuhan selain ALLAH dan Muhammad adalah rasul-Nya’. Pada masa kepemimpinan Rasulullah pada periode pemerintahan Madina dimana pada saat itu beliau juga sebagai kepala Pemerintahan disamping sebagai Rasul. Sejarah telah mencatat betapa pemerintahan Beliau menegakkan ajaran-ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. salah satu contoh keadilan ajaran Islam pada periode tersebut adalah Orang-orang Nasrani dan orang-orang Yahudi hidup berdampingan dengan damai dengan Kaum Muslimin, bahkan mereka yang minoritas (Kaum Nasrani dan Kaum Yahudi) menjalankan segala aktifitas keagamaannya sebagaimana biasanya, tanpa ada perasaan khawatir akan mendapat perlakuan yang kurang baik dari Kaum Muslimin yang Mayoritas.
Itu adalah sebagian kecil bukti ajaran Islam yang sesungguhnya telah terjadi lebih dari 14 abad yang lampau. Hal ini baru kini orang-orang menyerukan Pluralisme dan Pembauran, Hak azasi, Kepedulian maupun Lingkungan Hidup. sesungguhnya Islam telah lebih dahulu   mengimplementasikannya pada masa keemasan Islam di periode Pemerintahan Islam di Madina.
Semoga Allah swt senantiasa tetap menjaga keimanan kita serta memberi petunjuk dan hidayah-Nya pada kita semua.
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

#6. Dikirim oleh Aditya  pada  27/02   05:29 AM

Buat Bang salmon, Ikhul, Nurcahya, Tegus Suseno

Secara garis besar saya sangat sependapat dengan tulisan anda semua. Terkadang sebagai seorang muslim saya merasa malu sendiri melihat ulah saudara-saudara kita yang suka berloar-koar dengan speaker dan berdemo dijalan dan membawa nama islam!!! FPI, Hizbut Tahrir, Ustad Baasyir dan konco-konconya adalah saudara-saudara kita sendiri yang dengan kesadaran penuh telah memoleskan kotoran ke wajah islam. Kita sebagai umat muslim harus kompak dan berani menghadapi ulah saudara-saudara kita yang bikin malu orang islam!!!

Berita-berita miring mengenai ulah Taliban di Afghanistan tadinya saya kira hanya propaganda media barat. Tapi setelah mendengar cerita dari sahabat yang menetap di Pakistan dan sering berbisnis ke Afganisthan, dimana dia secara langsung menyaksikan bagaimana menderitanya rakyat Afganisthan, terutama kaum perempuannya, akibat FORMALISASI ISLAM dari Taliban secara membabi buta, maka reformasi pemikiran dan pembaharuan dalam cara berpikir mengenai agama Islam sudah sangat mendesak dilaksanakan.

Tantangan yang menghadang sudah pasti akan ada dan akan sangat sengit, terutama dari Habib Riezik (FPI), Baasyir CS (Ngruki), dll. Seperti yang pernah dikatakan oleh Bang Ulil, para fundamentalis itu memandang orang islam yang berseberangan pendapat dengan mereka jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan umat beragama lainnya. Saudara-saudara kita dari umat kristiani pernah menghadapi masalah serupa. Marthin Luther sebagai pembaharu cara berpikir dalam agama katolik yang akhirnya melahirkan agama kristen protestan, mengalami kesulitan luar biasa saat itu, bahkan tidak jarang nyawanya menjadi incaran para fundamentalis katolik saat itu. Seperti yang pernah dikatakan seorang sosiolog terkemuka, keberanian orang barat mereformasi ajaran agamanya (Katolik) adalah salah satu penyebab kenapa dunia barat sedemikian maju dan menguasai perekonomian dunia saat ini.

Bagi para fundamentalis yang masih memimpikan berdirinya ke kalifahan islam di dunia, buanglah jauh-jauh mimpimu itu yang sudah tidak berguna dan ketinggalan jaman. Selain membaca kitab suci alqur’an, maka kalian juga harus sering-sering membaca buku-buku ekonomi karangan adam smith, buku-buku ilmu pengetahuan lainnya juga, yang akan membuka pikiran kolotmu itu. Di dunia ini ada demikian banyak masalah yang sudah tidak bisa didekati semata-mata hanya dari sudut pandang agama.

Ketika para ilmuwan di negara-negara barat sibuk melakukan penelitian untuk mencari kemungkinan hidup di planet lain selain bumi, sibuk melakukan penelitian mencari dan menemukan obat kanker, sibuk melakukan riset untuk membuat umur panen padi bisa diperpendek agar hasil panen bertambah, maka umat muslim masih saja sibuk gontok-gontokan yang tidak jarang dengan sesama muslim, merasa islamnya paling benar dan yang lain salah, kemudian seolah-olah sudah mendapat justifikasi dari Tuhan, para fundamentalis tersebut dengan seenaknya memberikan stempel kafir kesetiap jidat orang yang berseberangan pendapat dengannya, tidak jarang turun kejalan meneriakan takbir dan mengayunkan pentungan. Salam untuk anda semua

#7. Dikirim oleh osama  pada  01/03   05:40 AM

alhamdullilah

alhamdulillah

alhamdulillah

ternyata makin banyak umat islam yg semakin terbuka matanya menjadikan agama ini rahmatan lil alamin

karena terus terang saya sangat bersedih kalau melihat agama yg d bawa baginda nabi ini d pandang orang luar(islam) terkesan kasar,angker mengancam dan lain2

kl menurut saya pribadi mereka2 ini duta yg membuat buruk nama agama yg d bawa orang yg sangat saya cintai dan saya tidak rela

#8. Dikirim oleh Firdaus Marlik  pada  02/03   06:57 AM

Kisah sejati saya barangkali bisa dijadikan cerminan

Saya adalah mantan seorang anggota sebuah organisasi islam (yang sering disebut radikal di media masa). Berdemo, ngalor ngidul dijalan sambil meneriakan takbir dan menumpat Amerika CS sudah menjadi kesehariaan saya. Semuanya berubah total ketika saya bertugas mengantar surat undangan ke organisasi radikal lainnya dikota lain. Sepeda motor yang saya kemudikan mengalami kecelakaan (tabrak lari). Ketika sadar saya sudah berada di tempat tidur sebuah rumah didekat tempat kecelakaan. Pergelangan kaki yang terkilir membuat saya hampir tidak bisa berjalan. Singkat cerita saya ditampung oleh keluarga tersebut yang jelas-jelas bukan muslim. Teman-teman saya seorganisasi yang saya kabari lewat sms berdatangan dan memaksa saya untuk meninggalkan rumah tersebut, karena pemilik rumah tsb adalah orang KAFIR. Saya bersikeras tetap tinggal sampai kondisi badan saya membaik. Ada beberapa momen yang membuat air mata saya menitik, al. bapak pemilik rumah dengan menaiki sepeda ontel pergi ke rumah tetangga terdekat yang cukup jauh untuk meminjamkan sajadah yang saya pergunakan sholat. Setiap hari Jumat, dia mengantar saya dengan sepeda ontelnya ke masjid terdekat dikampung sebelah agar saya bisa jumatan. Kurang lebih tiga minggu saya tinggal di keluarga itu dan masa-masa itu adalah salah satu momen terindah dalam hidup saya.

Kejadian tersebut betul-betul merupakan titik balik dalam hidup saya, dimana hampir setiap hari saya dicekoki dengan pemikiran keagamaan yang sempit, menganggap agama islam satu-satunya agama yang benar, selain islam kafir, jangan bergaul dengan non muslim dsb. Ternyata saya mengalami sendiri bahwa orang non muslim (keluarga tsb) demikian tulusnya menolong dan membantu saya tanpa pernah memperdulikan agama saya.

Saat ini saya telah keluar dari organisasi tersebut, saya akan tetap berusaha menjadi seorang muslim yang baik, yang toleran dan saya sangat yakin bahwa pemahaman agama secara sempit yang dilandasi fanatisme buta hanya akan membawa keributan dengan umat manusia lainnya.

#9. Dikirim oleh mantan fundamentalis  pada  04/03   06:33 AM

Ihwanuk Mu minin, marilah kita pelajari Islam secara Kffah,Luas , menyeluruh , dan penuh rahmat. Klo kita sudah lakukan itu baru kita merasakan nikmatnya beragama Islam. Tak perlu mencari bentuk gini gitu. Jelas Al Qur’an Al Karim kitab luar biasa, pelajari tafsirnya , jangan hanya baca artinya secara saklek, cari guru yang benar dan bertanyalah smpai tahu dan mengerti. Baca Hads Rasullullah, ikuti hlakul karimahnya, niscaya kau akan merasa kedamaaian , damai untuk diri sendiri dan orang lain.

#10. Dikirim oleh Yos Wibisono  pada  14/05   04:40 PM

Membaca analisa Dr Greg Berton tentang masa depan gerakan Islam di Indonesia saya rasa tidak terlalu tepat dan terlalu menyederhanakan dinamika masa depan Islam di Indonesia dengan hanya membagi dua mainstream yang ada yaitu gerakan Islam Liberal atau progresif dengan gerakan Islam fundamentalis saja.saya sepakat bahwa gerakan-gerakan Islam di Indonesia yang bersifat fundamentalis pada saatnya akan redup di Indonesia karena berbagai faktor baik internal maupun eksternal gerakan tersebut, tetapi saya juga tidak terlampau yakin bahwa gerakan yang dibawa teman-teman Islam liberal akan bisa eksis di Indonesia dengan beberapa faktor juga tentunya, di satu sisi memang gerakan Islam Liberal menawarkan gagasan2 yang memukau akan kebebasan , pluralisme, ham dan demokratis tapi di sisi lain gerakan Islam liberal dengan gagasan-gagasannya tidak bisa diimplementasikan secara riil di kehidupan masyarakat Indonesia, selain itu pemikiran-pemikiran gerakan Islam Liberal juga bukan pemikiran yang genuine melainkan hanya mengutip gagasan-gagasan yang sudah ada. Dan yang paling mungkin menurut analisa saya bahwa masa depan Islam di Indonesia adalah masa depan gerakan Islam “Moderat Fundamentalisme” suatu konsep gagasan yang dicetuskan seorang pemikir Islam dari Pakistan Ahmad Mousolli sebagai kritik atas simplifikasi gerakan fundamentalisme yang dirumuskan para pakar dari Barat. dan contoh paling riil dari gagasan moderat fundamentalisme ini adalah apa yang saat ini dilakukan oleh partai-partai Islam yang menggunakan azas Islam tetapi tetap dapat berdemokrasi secara elegan dan sehat,bahkan melebihi partai-partai sekuler yang mengagung agungkan demokrasi tetapi ternyata hanya pada tahapan demokrasi prosedural semata tetapi secara substansial pun sangat jauh dari nilai-nilai demokrasi salah satunya dengan merebaknya politik uang di partai-partai sekuler. dan slogan Cak Nur tentang Islam yes partai Islam no ? ( statement aslinya ada tanda ? meskipun kemudian banyak orang yang mengutip termasuk para pakar yang menghilangkan tanda ? tersebut padahal maknanya bisa akan sangat berubah sekali dengan tanda tersebut) adalah bukan bermakna letter luks seperti itu silahkan ditelaah kembali seluruh statement-statement yang ternyata tidak serta merta menolak kehadiran partai Islam, dan ini terbukti bagaimana Cak Nur pernah ikut kampanye PPP pada masa orde baru dan menjadi jurkam nasional PKS pada tahun 2004 di putaran terakhir di istora senayan,dan Cak Nur pun mundur dari konvensi partai golkar pada tahun 2005 karena Cak Nur mengatakan kekurangan gizi…Wallahualam..

#11. Dikirim oleh Mustofa  pada  04/06   05:52 AM

NATO Serbu Libya Bukan Karena Anti-Islam, tetapi karena AMERIKA & BARAT. ingin menghancurkan Islam seberapa banyak yang boleh, agar Israel / Yahudi bisa kekal dalam negara haramnya itu.

jangan bangga dengan kekuatan, karena Israel pernah di serpot dengan Baygon oleh Allah melalui tangan NAZI…Saya yakin sebentar lagi setelah mereka berkumpul semuanya di Palesthin, akan datang NAZI kedua untuk menghapus mereka. Insya-Allah.
(Lihat BIBLE IMAMAT 26)dan Ibrahim ayat 6 or 9)

#12. Dikirim oleh joko  pada  07/02   03:00 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?