Wawancara,
15/07/2008

Irshad Manji: “Saya Seorang Pluralis, Bukan Relativis”

Pengetahuan kita amatlah terbatas, sehingga kita tidak bisa berlagak laiknya Tuhan. Hanya Tuhan lah Tuhan. Sementara kita di atas bumi ini harus menciptakan sebuah tatanan masyarakat di mana kita dapat berbeda, berdebat, dan bertentangan satu sama lain secara damai, beradab dan tanpa rasa takut. Jika kita melakukan itu, berarti kita sedang memuja Tuhan, karena dengan demikian berarti kita menyadari bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kebenaran mutlak.

15/07/2008 05:49 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (31)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

irshad manji menyebutkan bahwa"bagaimana saya bisa tahu bahwa tidak ada nabi selain muhammad??..kalau memang dikau seorang yang mengerti tafsir nd mengkaji alquran pasti ente menemukan ayat yang menyebutkan bahwa nabi muhammad saw itu adalah nabi terakhir,,sedangkan umat islam tahu bahwa “tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya(alquran)”

#21. Dikirim oleh yani  pada  30/01   03:50 PM

Itulah hebatnya Irshad itu bung Hendra!
Dia lesbi tapi omongannya didengar orang. Tolong explore lebih jauhlah mengenai substansi pemikirannya.

#22. Dikirim oleh gultom  pada  03/02   08:23 AM

Saya pernah membaca ulasan dari Bapak Syafii Maarif (mantan Ketua Muhamadyah) yang lebih kurang mengatakan sebagai berikut : SEBAGAI SEORANG BERIMAN SAYA MEYAKINI BAHWA ALQUR’AN MENGANDUNG KEBENARAN MUTLAK KARENA IA BERASAL DARI YANG MUTLAK. TAPI SEKALI IA MEMASUKI OTAK MANUSIA YANG SERBA NISBI, MAKA SIAPA YANG BISA MENJAMIN BAHWA PENAFSIRAN YANG KELUAR AKAN MUTLAK BENAR.

Kalau kita sebagai umat muslim mau jujur, apa yang diungkapkan oleh Syafii Maarif adalah memiliki kesamaan dengan apa yang dikatakan Manji. Penafsiran yang keluar dari otak manusia bisa bermacam-macam. Repotnya beberapa saudara kita sebagai sesama muslim menggunakan ayat yang dikutip sebagai pembenar tindakan anarkis mereka. Permasalahannya adalah kenapa di agama lain relatif jarang ditemukan tinadakan kekerasan yang dilakukan penganutnya yang didasarkan pada ayat-ayat kitab suci mereka?

Benar sekali apa yang dikatakan salah seorang komentator diatas bahwa kita tidak memerlukan alquran tandingan, yang kita perlukan adalah suatu sikap yang damai dan anti kekerasan. Manji mengatakan di agama lain para umatnya yang berbeda penafsiran atas suatu ayat di kitab sucinya dijamin nyawanya tidak akan hilang, tapi di Islam?

Silahkan jawab sendiri wahai saudara-saudaraku sesama muslim!!!

#23. Dikirim oleh Sadam Husein  pada  06/02   11:14 AM

Bung Sadam,
Menurut hemat saya yg bodoh, makna ucapan Bpk Safii Maarif tsb adalah “Maka peganglah text (ayat-ayat) Al-Qur’an dan As-Sunnah yg sejak dulu hingga sekarang senantiasa terjaga dan sama dimanapun di dunia, dengan penuh keimanan; Di dunia tidak ada al-Qur’an versi 1-2-3 maupun versi lama - versi baru dsb. Dan maka dari itu janganlah sekali-kali mengubah atau mengabaikan makna dan textual ayat-ayat Qur’an yang dirangkai dalam bahasa arab yg sangat indah, jelas dan mudah dipahami, maupun ayat-ayat yang perlu pemahaman lebih seksama (khususnya menyangkut hal-hal ghaib dan berbagai aspek yg belum terjangkau/sulit dicerna oleh kecerdasan akal dan kemampuan teknologi manusia saat ini).

Bagi saya, ucapan Bpk Safii Maarif sangaaaaat berbeda, bahkan bertolak belakang dengan pemikiran Manji yg jelas-jelas ia akui sendiri hanya berdasarkan penafsiran pribadinya belak

#24. Dikirim oleh Irawan  pada  12/02   05:16 AM

Soal LGBT,
Ber-ijtihadlah dengan Alqur’an dan Assunnah sebagai pedoman, kemudian jujur kepada diri sendiri. Jangan karena ada keinginan yang mau di-goal-kan, maka dicari pembenaran yang dipaksakan dari hasil intrepetasi yang salah. Apakah Rasul pernah mencontohkannya?? Yang baik pasti datangnya dari Allah.. Yang tidak baik??? Pasti karena kebodohan, kekerdilan, kepongahan maupun keburukan manusia itu sendiri.. LGBT salah satu contohnya. Subhanallah, Allah Maha Adil, manusia diberi kebebasan untuk memilih dengan segala konsekuensinya.. Wallahu A’lam

#25. Dikirim oleh bens  pada  25/02   02:53 PM

Dogma dan iman… iman tak takut kepada pertanyaan…mantap. Saya belum baca buku karya Irshad Manji itu,wawancara ini memantik saya untuk mengenal lebih jauh gagasan beliau. Saya juga ingin mengatakan… Saya seorang(yang sedang terus mencoba menjadi) pluralis.. mudah-mudahan bisa

#26. Dikirim oleh Muhammad Nafi'  pada  13/08   08:10 AM

saya tercerahkan dengan buku Irshad Mandji tersebut. saya semakin yakin bahwa kebebasan berpikir dan bertanya sesuai nurani tidah dilarang Allah, karena Allah-lah yang menciptakannya.

#27. Dikirim oleh Royyan Julian  pada  23/10   01:56 AM

Pluralisme memang seharusnya hidup, karena tak ada yang perlu ditakutkan ketika perbedaan tumbuh dalam damai.

#28. Dikirim oleh hpa  pada  18/12   03:36 PM

@irawan

wah salah tu kamu wan, yg jadi fokus nya itu bukan al qur`an-nya sendiri tapi penafsirannya dan inilah yg jadi masalah dalam islam: `penafsiran`. sebab kalau saya boleh memberanikan diri, kaum islam sekarang yg tergolong `agresif` itu cenderung melakukan penafsiran yg bersifat `arabis`, dalam artian gaya nya yg keras. islam yg ter-tafsir-kan dalam gaya indonesia engga punya sifat yg `agresif` seperti ini. so tolak arabisasi penafsiran keislaman

#29. Dikirim oleh firdaus  pada  09/02   06:25 AM

Bismillah.
‘kebebasan yang dijalankan dalam era globalisasi memang perlu untuk membuka pemahaman yang lebih luas mengenai islam milik dunia yang damai tetap pada satu keyakinan islam tinggal membuthkanpenalaran akan rmusan islam yang lebih terbuka.’’ maju trus saya mendukung dlam jiwa2x yang berani kita akan lebih mengakui Allah swt dan Allah swt bersama.’
wassalam

#30. Dikirim oleh mady  pada  06/03   03:13 PM

fanatis pluralis tidak ada bedanya dengan konservatif, mnurut saya plural lbh bisa menerima apa adanya jadi biarkanlah semua berjalan sebagaimana mestinya

#31. Dikirim oleh hi_cintya  pada  25/11   01:51 PM
Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?