Wawancara,
07/06/2003

Indra J. Piliang: Islam adalah Sebuah Pilihan Bebas

Oleh Redaksi

Inklusivisme beragama sebenarnya sudah dipancangkan Islam semenjak awal sejarahnya. Rukun Iman yang memuat kredo pengimanan terhadap para nabi dan kitab-kitab yang diturunkan pada para nabi, menjadi bukti teologis paling sahih betapa Islam menempatkan agama-agama di luar dirinya sebagai partner aktif dalam menggulirkan kerja-kerja kemanusiaan yang melintasi batas-batas primordialisme dan sektarianisme.

07/06/2003 23:23 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (2)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Apa yang diungkap oleh mas indra bagi saya itulah “hak islam”, Islam punya pilihan hidup secara manusiawi, dengan tidak memaksa cerita ke dalam persoalan ini, saya contohkan ketika rasulullah dihadapkan pada persoalan pertanian masyarakat sekitarnya, apa yang dikatakan rasulullah: “masalah dunia adalah urusanmu”. Kata itu cukup mewakili untuk mengatakan pemahaman keagamaan islam khususnya, hendaknya dikaji ulang secara teological. Permasalahan manusia/dunia begitu juga hendaknya tidak perlu ditarik ke permasalahan teologi.

Maaf sebelumya, selain komentar saya tadi, saya punya kepentingan untuk meminta keterangan kepada mas Indra dan khususnya kepada JIL, sebelumnya perkenalkan bahwa saya mahasiswa jurusan tafsir hadis semester 13 fakultas ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekarang saya memiliki penerbitan buku, dengan nama pustaka rihlah, saya berkehendak menerbitkan tema wacana islam liberal yakni kumpulan artikel yang terdapat pada JIL, salah satunya tulisannya mas Indra, dengan kata lain saya meminta izin kepada mas indra dan JIL khususnya untuk mengekspos wacana islam liberal yang berkembang di dalam JIL, mohon dibalas. (email: .(JavaScript must be enabled to view this email address)).

Redaksi: Mohon kirim email khusus ke .(JavaScript must be enabled to view this email address), untuk masalah kedua tersebut. Ada baiknya surat tersebut lebih detail.

#1. Dikirim oleh Maftukhin  pada  17/08   07:08 PM

Dear Ulil,

I hardly know you; however, your name has come to me in the form of information that you are the advocator of so called Islam Liberal. To me an ‘awam’ Islam reached its perfection and has been sealed with the last Sermon of Prophet Mumammad, pbuh at Hajj Wada’. You must know the content of the sermon I am referring to.

Ulil, what is it really that you are looking for by attaching label of “Liberal” to Islam. Did you mean to do so in order to liberate muslims? I am really confused, Ulil. phusiing

Even should you wish to teach us, Indonesian muslims, some of us are slow learners.

Anyway, I just wish to remind you that, since I believe you know too well that every act, even thinking of us on the face of this earth WILL FINALLY HAVE TO BE ACCOUNTED FOR by us. You will be held accountable.

The choice is yours, you are LIBERATED, and liberal to DECIDE of what to do and think. Isn’t it right ULIL?

cHEER!

Al.
——-

#2. Dikirim oleh alberi putra bachtiar chaniago  pada  25/06   02:07 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?