Islam dan Kebebasan Berekspresi
Oleh Novriantoni
Sekilas terlihat, kasus Nasr Hamid, Amr Khalid, masjid di Libia, sweeping “buku kiri” dan pendudukan media, berdiri sendiri-sendiri dan tampak berbeda. Tapi sebetulnya, semua itu termasuk antrian problem serius dunia Islam: kebebasan berekspresi masih payah. Salah satu tugas penting dan mendesak kemudian, bagaimana kebebasan berekspresi dijamin baik oleh undang-undang maupun masyarakat yang lama terkekang.
Komentar
pak novriantoni yth, saya nggak bisa memahami tulisan anda, apa karena tulisan ini terlalu berat buat saya, anda hanya berputar-putar pada satu masalah yang sudah anda siapkan jawabannya. Anda terlalu banyak memberi contoh tanpa ada hubungannya dengan judul tulisan anda. Bolehkah saya bertanya? kebebasan seperti apa yang anda harapkan? Seperti apa yang anda inginkan dalam hidup ini? Apakah ada kehidupan setelah mati? bagaimana menurut anda tentang kebebasan setelah kematian terjadi? Apakah masih seperti yang anda inginkan? Apakah anda punya hak dalam hal ini? Menentukan kebebasan menurut anda sendiri setelah di beri kenikmatan yang tak terbatas ini? Bukannya kebebasan yang anda jalankan sekarang ini adalah kenikmatan yang tiada tara? lantas bagaimana anda mempertanggungjawabkannya kepada si Pemberi Kenikmatan atas kebebasan ini? Sudahkan anda persiapkan jawabannya? Ataukah adalah kebebasan anda untuk tidak menjawabnya? Mampukah anda? Sungguh anda orang yang paling bebas seperti yang anda pikirkan. Mampukah anda? Menunggu saat-saat itu, saat dimana anda tidak dapat mengelak dari apapun, saat dimana bibir anda terkunci rapat, saat dimana badan terasa kaku, saat dimana anda tidak dapat mengekspresikan lagi kebebasan, Sungguh kebebasan itu ternyata hanya sebuah kata tanpa makna bila anda tidak mau terikat atas kebebasan itu sendiri. Maka lakukanlah apa yang anda mau, apa yang anda inginkan, apa yang anda harapkan tapi jangan pernah mengganggu kebebasan orang lain yang memang mau terikat. karena keterikatan adalah kebebasan berekpresi juga. itupun bila anda mau berfikir lebih jauh.
——-
Komentar Masuk (1)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)