Islam dan Pornografi
Oleh Badarus Syamsi
Kaum Muslim harus mampu mengartikulasikan nilai-nilai etika Islam dalam kehidupan praksis-operasional, misalnya dalam bidang kesenian
- Jangan sampai Islam terkesan sebagai penjara bagi kreasi dan inovasi manusia, hanya karena penafsiran sebagian kaum Muslim
Komentar
Inul dikenal bukanlah karena lagunya..inul dikenal dengan goyangnya yang seronok…dia mencari nafkah dengan mengumbar aurat sehingga meningkatkan sahwat penontonnya..pantaslah kesenian inul digolongkan dengan pornoaksi…saya yakin pak badarus juga merasa jijik dan marah bila ada keluarganya melakukan hal seperti yang dilakukan oleh inul tersebut…pasti pak badrus mengatakan itu seni yang tidak baik
Aneh…. apakah yang namanya nyanyi harus bergoyang dengan seksi di atas panggung? Seperti kata Syarifah Zulfiah di postingan #20, menyanyi ya menyanyi aja, ga usah sambil goyang2 erotis. Rasanya yang perlu disalahkan juga ya si penyanyi2 itu. Jual suara ato jual tubuh?
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Wahai Saudaraku sekalian
Kita sedang dipermainkan oleh sinetron-sinetron yang tayang di Televisi
Terutama yang bertemakan ISLAMI.
Saya heran kenapa setiap tokoh muslim yang baik selalu mendapat cobaan yang berat.
Hal ini justru akan menstimulasi Masyarakat Muslim untuk
TIDAK MENJALANKAN SYARIAT ISLAM YANG HAK DAN BENAR.
terkadang tokoh muslim yang baik dalam sinetron terlihat bodoh dan
bukan mencerminkan seorang muslim sejati.
oleh karena itu saudaraku, saya menghimbau kepada masyarakat muslim untuk menentang film yang ngakunya Islami tersebut
dan mendesak produser film untuk mengubah jalan cerita ke arah yang lebih baik,
sesuai dengan kehidupan Islami yang sebenarnya (tanya sama ulama di MUI).
selain itu saya tekankan agar disesuaikan agama pemain sinetron dengan tokoh yang diperankannya, misal;
orang beragama Islam sebagai tokoh baik
orang beragama nonislam sebagai tokoh antagonis.
(buat produser film, jangan ngaku buat film Islami deh kalau film yang anda buat menjelekkan agama yang paling lurus)
SAATNYA KITA UMAT ISLAM UNTUK MAJU
MOHON DISEBARKAN ARTIKEL INI SEBANYAK-BANYAKNYA
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya rasa islam memang membatasi setiap kehidupan manusia. Dan itu bukan lampu merah, baik dalam hal seni atau apapun. Islam adalah agama terbaik dan Agama yang suci. Jadi kalau islam membatasi kesenian karena aurat dan goyangan itupun wajar. karena islam selalu menjaga dari hal2 yang rendah, buruk dan tidak beretika. jadi seni yang bagus bukan seni yang mempertontonkan aurat atau seni yang melewati batas2 toleransi dalam islam. Seni yang baik adalah seni yang dapat membuat seseorang menjadi ingat kepada ALLAH AZZA WA JALLA. dan tingkatan yang lebih rendah lagi walau tidak bisa mengingatkan/mendekatkan kepada ALLAH SWT adalah seni yang tidak melanggar hukum atau syariat agama dan tidak membuat lalai dalam beribadah.
آمل أن تعطى التعليمات للطريقة واقعية وأرجو أن يترك ليبرالية الإسلام إلى الأبد
Wassalamua’alaikum
porno atau tidak porno ada dalam otak anda. jangan menyalahkan objek lain apabila pikiran dan hati anda yang memang porno…bahkam agama yang kita anutpun porno…jadi…siapakah yang porno, gambar, film, ataukah pikiran kita yang porno…?
Assalamu’alaikum….
Lailaha Illallahu,,
Muhamadurasululla,,,,
tuan-tuan yang pinter-pinter,,janganlah menganggap tuan-tuan ini punya potensi/kekuatan/harapan/ide/dll untuk merubah hukum Alloh SWT.jangan Bikin Marah Alloh dengan Hal Seperti Itu,,Agama-Nya bukan untuk Tuan-Tuan Pertanyakan/Permainkan/utak-atik/banding-bandingkan/disangsikan,..
Perbaharuilah Tobat,,,
Kembalilah Pada Jalan yang Terang,,,
Berhentilah sebelum terperosok lebih jauh ke lembah Suram nan kelam,,,,
Allohu Akbar,,,Allohu Akbar,,,
semoga kita semua masih diberi nafas untuk memperbaiki diri esok hari,,,Amin
Wassalamu’aliakum,,,,
harta, tahta dan wanita…memang melenakan…!!! membutakan..!!
Assalamu’alaikum,
Kalo saia sih pemikirannya sederhana saja. Yang begituan boleh gak dalam Islam? Trus, katanya porno ato gak porno ada dikepala masing2 (tadi ada yang bilang begono). Kan Alquran dan Assunnah sudah ngejelasin tuh, jadi bisa donk mbedain. Gak peduli bagaimana orang berpikir, yang jelas Allah sudah menetapkan kebenaran. Kalau bertentangan dengan kebenaran yang ditetapkan Allah, ya berarti salah. Kuasa Allah itu absolute.
Kalau merasa hal itu mengekang pemikiran, berarti mikirnya masih salah. Allah tahu apa yang terbaik bagi hambanya.
* Btw, kalo menetapkan hukum harus ada dalilnya donk… >.<
Solusinya gampang. Dakwahnya digencarkan dan tolong jangan dakwah pakai maki-maki (misal ustadz bajinganlah, kyai ini gobloklah, dangkal pengetahuanlah, dsb) gak menunjukkan akhlak Islam dakwah seperti itu. Saya kalau ada yang dakwah seperti itu, mending ditinggal tidur. Biarin dianya bilang saya gak menghargai Islam karena gak dengerin dakwahnya. (Lha, dia sendiri ngaku dakwahkan Islam tapi ngomongnya pake maki-maki).
Berikutnya, bikinlah kreasi seni yang bisa tandingi goyang Inul. Masalah lobby tayangan teve, usaha dong. Kalau gak bisa, bikin teve sendiri dong. Gak punya dana? ya dihimpun dong. Dikira mungkin dakwa itu hanya ngomong, keluarin segudang ayat beserta tafsirnya, terus manusia akan ngikutin kita? Kalau dakwah hanya segitu, gak bakalan Rasulullah susah payah butuh waktu 13 tahun untuk menanamkan keimanan dalam diri segelintir pengikutnya di kota Makkah, dan 10 tahun menegakkan aturan Islam di Madinah. (mungkin cuma butuh waktu satu dua jam pidato). Ingatlah, bangsa ini belum sempurna pemahamannya terhadap Islam. (jangankan bangsa Indonesia, bangsa Arab saja gak semuanya menjalankan ajaran Islam seperti yang dikehendaki Rasulullah SAW). Ya, itulah kenyataan. Tapi apa kita harus menyerah dengan kenyataan?
Dakwah emang sulit, dan di situ dilihat nilai perjuangannya. Allah SWT sendiri berfirman, tugas Rasul adalah mengajak manusia untuk taat padaNya. Masalah yang ikut berapa orang, banyak atau sedikit, bukan urusan Rasul. (Katanya sih Nabi Nuh aja yang ratusan tahun berdakwah hanya dapat pengikut 40 orang). Lha, ini koq yang mengaku pengikut rasul baru dakwah beberapa tahun saja koq sudah ngeluh sana sini. Maki sana maki sini. Mencap orang tua yang lebih dulu belajar Islam dengan dangkal pemahaman. (bukannya itu sikap kesombongan? dan bukankah kesombongan itu sama dengan syirik kecil? terus kalau udah punya sifat begini apa masih pantas untuk berkoar sebagai pengikut Islam sejati? Malulah pada Allah SWT, bukan pada manusia atas sikap begitu). Itu artinya belum saatnya Allah SWT memberi hidayah kepada semua orang yang didakwahi. Kalau penggemar pornografi masih banyak, itu artinya perlu lebih giat lagi berdakwah. Perlu lebih giat lagi mengajak. Dan dakwah itu bukan sekedar memberitahu bahwa di ayat ini ada disebutkan begini, di hadits ini ada disebutkan begitu. Banyak aspeknya, ada psikologis, sosial, keuangan, struktur, keterampilan berorasi, pengetahuan budaya dan sosial masyarakat, politik yang berkembang dalam masyarakat, dsb.
Kalau Rasulullah dengan dibantu Jibril dan para sahabatnya yang hebat-hebat serta petunjuk Allah SWT perlu 23 tahun untuk menegakkan Islam di tanah Arab sana (Makkah dan Madinah, luas kota Madinah jaman itu kira-kira sama dengan luas masjid Nabawi sekarang), gimana dengan para da’i jaman sekarang di negeri seluas Indonesia ini dengan penduduk berjuta kali lipat penduduk Makkah dan Madinah di jaman Rasulullah…? mungkin perlu waktu 100 kali lipat.
Saran saya teruslah berdakwah, semoga dengan dakwah yang kesekian juta kalinya itu, akhirnya Allah SWT menjadi ridho, dan membukakan pintu hati semua rakyat Indonesia untuk menerima dan melaksanakan ajaran Islam dengan benar. Misalnya, kalau Ahmadiyah dianggap murtad, ya ajaklah kembali ke jalan yang benar. Bukannya membakar masjid, mengeroyok pengikutnya dan sebagainya. (Padahal Ahmadiyah yang mengagungkan Mirza Gulam Ahmad itu hanya sebagian saja. Ingat ada 2 Ahmadiyah, Qadiyan dan Lahore. Juga Ahmadiyah banyak menyebarkan Islam di Inggris dan Eropa Barat.)
bismillah
salam
kebebasan merupakan hal yang besar.‘kebebasan merupakan salah satu pengakuan kita akan adanya Tuhan yang maha Esa.‘cuman kebebasan yang bermoral dalam situasi yang tercipta dari kondisi itu harus dicermati semoga tdak menjadi hal yang tabu.‘tapi lebih suatu kreatif yang membangun..wassalam
salam.
Saya memang kurang simpatik dan kurang “approve” tentang goyangnya inul, dan kesenian2 rakyat yang saya rasa bisa memicu bentuk2 pemikiran dan nafsu tertentu di benak penikmatnya. Tapi di sisi lain, saya setuju dengan saudara Muhammad Hakim di komentar #29. Saya rasa metode dakwah yang dilaksanakan di Indonesia ini sudah ketinggalan jaman. Setiap kali kita mengikuti pengajian, seolah2 kita hanya mendengarkan “kalimat itu lagi”, “dalil itu lagi”, dsb. Kesannya monoton dan tidak menggugah. Ayat2 dan dalil2 itu sudah digunakan dalam ribuan dakwah di sana-sini. Dan sejauh mana itu membawa hasil? Dengan masih banyaknya peminat goyang ngebor Inul, ini berarti hasilnya bisa dibilang sangat minim. Dan ironisnya, cara2 yg kurang berhasil itu masih kita gunakan terus dalam berdakwah.
Sejauh pengamatan saya, dakwah itu lebih banyak yg bersifat 1 arah, top-down. Sifatnya “mengajarkan”, dan biasanya diikuti dengan sikap hormat umat terhadap pendakwah (yg terkadang penghormatannya berlebihan). Jarang sekali, dalam suatu pengajian, seorang pendakwah mendapat kritik atas apa yang dia sampaikan. Sebenarnya akan lebih sehat jika dakwah itu bersifat dua arah, menjadi sebuah diskusi. Saya rasa suatu gagasan hasil sebuah diskusi akan lebih mudah diserap dan diterima, karena segala keberatan dan kritik umat telah disampaikan, sehingga mereka bukan hanya mendapat petunjuk buta, tapi mereka juga memahami aspek2 yg lebih luas dari kajian itu.
Jika ulama merasa gagal menuntun umatnya keluar dari pornografi, saya rasa sudah saatnya untuk introspeksi diri. Seperti kata Saudara Muhammad Hakim, “dakwah itu bukan sekedar memberitahu bahwa di ayat ini ada disebutkan begini, di hadits ini ada disebutkan begitu”. Ulama harus bisa menggumulkan ayat2 dan dalil2 dengan realita kehidupan keseharian, sehingga tak ada lagi dinding pembatas antara dalil dengan kenyataan hidup. Jika umat menerima ajaran2 itu sebagai kenyataan hidup, dgn segala kebaikannya, saya rasa tak perlu dipaksa, mereka akan mengamalkannya.
masih banyak kerjaan yang lain
enggak harus terkait dengan pornografi kan…
Assalamu’alaikum wr.wb.
Bagi yang tidak setuju goyang Inul, ingatlah Allah SWT berfirman kepada Iblis yang intinya mengijinkan Iblis dan anak cucunya menggoda manusia.
Komentar Masuk (33)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)