Prof. Dr. Arif Budiman: Islam Di Sini Terlalu Fikih
Oleh Redaksi
Sangat penting saya kira, supaya Islam dibaca dalam bentuk yang lain. Dan ini saya kira yang harus disebarkan. Saya pernah membaca sebuah artikel sejarah Nabi Muhammad tapi dilihat secara lain sekali. Jadi ketika dia masuk ke dalam Mekkah dibawa sama pamannya, yang muncul pada waktu itu adalah komersialisasi, kapitalisme perdagangan. Semua orang menjadi materialistik sekali, hanya memikirkan dirinya sendiri. Nabi Muhammad sebenarnya bereaksi terhadap hal tersebut. Jadi ketika dia melawan, itu bukan soal patung-patung di Ka’bah. Tapi sebenarnya yang dia lawan adalah berhala dari kapitalisme. Mesti dilihat kondisi sosial apa yang terjadi saat itu.
Komentar
memang benar apa yang artikel sebutkan bahwasanya islam bukan hanya memikirkan pola berfikir yang sempit tetapi dari contoh artikel ini kita tahu islam merupakan salah satu agama yang dibesarkan untuk menjadi besar.
pola perlawanan yang terjadi ketika islam hadir di mekah dan melawan tirani yang ada pada saat itu memang sangat dapat dilogikakan dengan zaman sekarang, kapitalisme yang ada sekarang merupakan kapitalisme yang ssempurna dimana kapitalisme telah memegang peranan penting dalam segi wacana yang dibangun, lembaga formal seperti WTO, APEC, ASEAN, dan banyak lembaga lain telah terpengaruh dengan yang namanya lembaga besar tersebut, subsidi pertanian untuk daerah berkembang yang sekarag ini telah dihilangkan, harga minyak dunia yang melambung tinggi tidak dapat tersentuh oleh yang namanya negara-negara berkembang atau negara islam yang terbanyak memiliki garis kemiskinan yang tinggi.
salah satu cara yang terbaik adalah dengan melakukan koordinasi di tingkatan yang lebih kecil di basis islam karena dengan menguatkan simpul kecil dalam komunitas akan berdampak baik contok kecil yang terjadi di daerah tingkat keccamatan harus dibangun perdagangan yang bersekala daerah dengan memanfaatkan dana umat yang ada zakat yang dikoordinasi dengan baik dan hal-hal yang menjadi ciri islam harus dibangun sedini mungkin, karena yang sayaaa lihat dengan kesejahtraan yang dibawah rata-rata umat islam tidak dapat mengembangkan pola keberssamaan, pola fikir yang harmonis tetapi h anya tertuju pada yang namanya ekonomi. barulah setelah itu membangun jaringan tingkat yang luas…....
——-
menurut pemahaman saya,,,pemahaman islam Dr. A terlalu bertele-tele…..terlalu mengutamakan logika dan akal…..pemahaman saya sbg orang muslim..Dr..A membicarakan kisah2 Nabi Muhammad SAW dalam konteks masyarakat abad 21 yg mana walaupun jelek2 orang muslim sudah beriman,,,anda lupa masa rasulullah tidak ada globalisasi….yg jelas patung2 itu benar representasi ketidak adilan tp anda jgn lupa bahwa itu adalah simbol kemusyrikan….jd jgn lupa ada hal2 yang anda tidak akan mampu memahami’a dengan logika…...
Komentar Masuk (2)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)