Islam Warna-warni
Oleh Luthfi Assyaukanie
“Islam Warna-warni” adalah sebuah ungkapan yang ditemukan tak hanya berdasarkan pilihan eksotisme kata-kata semata, tapi juga berdasarkan dalil teologis (kalamiyyah), fikih (fiqhiyyah), maupun sosiologis (ijtimaiyyah) yang dirujuk ketika rancangan iklan itu dibuat. Dengan kata lain, slogan ini merupakan hasil renungan atas doktrin esensial Islam dan kenyataan sejarah Islam itu sendiri.
Komentar
Saya tidak menanggapi masalah ungkapan"IWW” sepanjang ungkapan itu masih dalam koridor esensial Islam.
Yang menarik adalah bahwa keanekaragaman yang terjadi hingga kini bahkan kemasa datang merupakan kesengajaan yang diciptakan oleh Allah. Ini mengisyaratkan kita untuk menjadi kaum yang mau berfikir bila ada perbedaan kita berusaha mencari sumbernya dari mana jika ternyata memang bersumber dari Qur’an dan sunnah maka perbedaan hanya pada sisi rel yang lain tetapi masih diatas rel yang sama yang pada akhirnya akan bermuara pada tujuan yang sama.
Mempertahankan kebenaran yang kita anut dan menyalahkan yang lain tanpa pernah berusaha mencari kebenaran hanya akan memecah belah persatuan umat justru akan lebih baik jika kita mensyukuri adanya perbedaan itu dan secara bersama-sama mencari sumbernya-sumber hingga tuntas dan jelas, niat baik prosesnya baik tentu hasilnya InsyaAllah baik.
Wassalam B.Eko
Assalamu’alaikum, Sdr Luthfie Asyaukani yang terhormat, Saya menganggap esensi dari tulisan anda sangatlah baik ( karena saya tak mampu memikirkan yang seperti itu ). Tetapi saya menemukan beberapa hal yang cukup menganggu kenikmatan saya membaca tulisan anda, karena saya kuatir anda bisa terjebak ke dalam penghujatan terhadap orang lain. Begini,
1. Anda Menulis bahwa MM sebagai organisasi yang lantang mengkampanyekan antipembaruan Islam. Dari mana anda tahu hal itu ? Apakah mereka sendiri yang menyatakan demikian?
2. Bagaimana anda tahu bahwa MM itu arogan dan merasa paling berhak menafsirkan Islam ? Apakah secara explicit ada pernyataan demikian dari pihak mereka ?
3. Kedua TV swasta hanya menjalankan prinsip-prinsip dalam bisnis. Sangat tidak adil apabila anda mem”vonis” mereka telah menghembuskan iklim penindasan berekspresi. Saya pribadi sangat menyukai Iklan tersebut, dan memahami makna dalam dari iklan tersebut, tetapi saya kira MM juga punya alasan sendiri sehingga mereka keberatan dengan iklan tersebut. Saya kuatir bahwa, alasan MM untuk berkeberatan dan alasan anda untuk membuat Iklan tersebut sebetulnya “Nggak Nyambung”, karena tidak mengetahui alsan masing-masing.
Wassalamu’alaikum
islam warna warni dengan warna warni islam jelas berbeda, bedanya menurut saya adalah kalau Iww adalah suatu pemahaman bagai mereka yang sudah membaca dan mengetahui warna warni islam, sedangkan warna warni (WWI) adalah bagi mereka yang belum ber tafaqquh dan akrab dengan terminologi-terminologi islam, apalagi lagi membaca dan mendalami istilah-istilah kalamiyah, fiqhiyah sebab ini istilah dan hanya dapat di pahami oleh orang-orang arraasikhuna fil ilmi (yang mendalami ilmunya), jadi bagimereka yang berreaksi berlebihan agar mendalami lagi fiqh agama yang bukan hanya dari fiqih itu. untuk menemukan satu kebenaran yang beragam itu
r Hakim
——-
Komentar Masuk (3)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)