Tokoh,
12/08/2008

Jaudat Said dan Tafsir La Ikraha Fi al-Din

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Dengan alasan itu, mereka melakukan pemaksaan bahkan kekerasan agar orang lain masuk ke dalam agama yang dipeluk dirinya. Orang seperti ini, menurut Jaudat Said, mengidap penyakit jiwa (maradl nafsiy). Orang yang berjiwa sehat adalah mereka yang berupaya bagi tegaknya kebebasan beragama. Bahkan, Said menegaskan bahwa jihad disyari’atkan untuk menghapuskan pemaksaan (al-ikrah) dan membiarkan seluruh manusia merdeka dalam memilih sesuatu yang dianggapnya benar.

12/08/2008 13:08 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (42)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

lihat betapa merobotnya Muqsith / alatif ini. dari dulu hingga kini dan seterusnya masih mengarah kepada dukungannya kepada kafirin Ahmadiyah, dengan memutarbelitkan ayat yang satu itu” tiada paksaan dalam beragama”.
Dalam tafsirnya pun HAMKA sama dengan pendapat Jaudat Said, karena ia bukan pendapat tetapi ketetapan Allah sendiri. Jika ada orang islam yang memaksa orang kafir memeluk islam, maka perangilah ia….Tetapi Barang siapa yang merusakkan Islam, bunuhlah ia karena dapat pahala.( Quran & Hadis sahih).

#41. Dikirim oleh joni jefri  pada  23/12   04:06 PM

Buat islam komplit. Yang dikatakan bodoh itu ialah manusia-manusia yang menolak islam. sebabnya secara tidak langsung mereka itu telah islam. Coba tahan umurkamu yang ditarik semakin dekat oleh Allahnya Ummat islam, lihat saja diri kamu itu, bisa enggak tahan umur?.

#42. Dikirim oleh joko  pada  02/02   02:10 AM
Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?