Kolom,
08/08/2011

Jejak Arkeologis Puasa dan Ramadan dalam Al-Qur’an dan Sejarah

Oleh Himawan Pridityo*

Dalam gradasi hukuman, berpuasa adalah sebuah batas terakhir yang menentukan apakah seseorang masih setia dengan institusi sosial tempat ia hidup ataukah tidak. Yang menarik, apabila kita hilangkan atribusi hukuman pada tindak berpuasa, kita justru melihat sebuah perubahan, dari tindak hukuman terendah, menjadi tindak kesetiaan tertinggi. Pada agama-agama kuno misalnya, ada tradisi bagi para calon pendeta untuk berpuasa sebelum naik peringkat menjadi pendeta utama. Dalam hal ini, puasa dianggap sebagai sebuah media untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Mungkin karena posisi puasa yang istimewa itulah, ayat tentang doa (Q. 2:186) diselipkan ditengah-tengah ayat tentang pewajiban puasa di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits qudsi dijelaskan “Puasa itu milikku (Tuhan) dan hanya Aku jua yang akan membalasnya”. Puasa adalah tindak beribadah yang sangat istimewa.

08/08/2011 16:44 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (7)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

jangan bilang islam itu agama baru dan juga agama yang datang paling bontot (terakhir).
jika penulis mengetahui apa yang pertama kali diciptakan Allah sebelum dunia ini beserta isinya (saat itu Adam as takjub melihat ciptaan Allah hingga Adam as bertanya…..) niscaya penulis gak kan biling islam itu datang setelah yahudi dan nasri.
semoga penulis tidak dilaknat Allah karna agama islam ini milakNy sebagaimana alquran yang diturunkanNya.

#1. Dikirim oleh muslim  pada  08/08   02:32 PM

memang Islam merupakan agama kemaren sore, namun justru karena itu, Islam merupakan agama yang merevisi dan menyempurnakan agama2 yang telah datang lebih dulu…..

Tapi pada hakikatnya, semua agama bertuhankan Allah, hanya saja, agama yang prosedur pelaksanaan keagamaannya sesuai dengan yang direkomendasikan oleh Allah hanyalah ISLAM!!!

#2. Dikirim oleh محمدشفيق  pada  12/08   01:12 AM

saat ini esensi dr puasa sdr sdh mulai pudah.
puasa hnya memindahkn jam mkn sehari mnjadi sore hari,tp esensi dr memanusiakn manusia smkn jauh dari nilai ramadhan.

#3. Dikirim oleh deskam  pada  12/08   11:46 PM

esensi dr puasas sdr saat ini sdh mulai pupus.puasa lbh pd memindahkn jdwal makn sehri mnjd sore hari.ramadhan sdh dinodai olh formalitas manusia dlm menjlnkn ajaran agama.

#4. Dikirim oleh deskam  pada  12/08   11:51 PM

esensi dr puasa sdr saat ini sdh mulai pupus.puasa lbh pd memindahkn jdwal makn sehri mnjd sore hari.ramadhan sdh dinodai olh formalitas manusia dlm menjlnkn ajaran agama.

#5. Dikirim oleh deskam  pada  12/08   11:52 PM

>>>...maka Islam sebagai agama baru yang datang belakangan,...
>adalah benar karena islam/alqur’an “dibawa” nabi muhammad saw / rosulullah saw sebagai nabi terakhir {tidak ada nabi lagi setelah beliau wafat}.
>>>jangan bilang islam itu agama baru dan juga agama yang datang paling bontot (terakhir).
>komentar kang muslim ini membuat kepala saya pusing tujuhbelas keliling (kenapa tidak tujuh juta keliling atau berapa kek…heee} sehingga saya bertanya-tanya secara logika pada diri sendiri:
apakah maksudnya kang muslim ini benar-benar tidak mengakui bahwa islam sebagai agama baru atau agama terakhir ?
apabila benar-benar tidak mengakuinya artinya sama saja dengan tidak mengakui kepada yang “membawanya” (nabi muhammad saw/rosulullah saw).
barangkali begitu ?
hayuuu ah dulur-dulur pada kasih pencerahan dengan akal sehat ...

#6. Dikirim oleh henris  pada  14/08   09:52 PM

mengukur panjang dengan meter, berat dengan KG, situasi dengan Barometer, mengapa orang-orang yang mengaku sarjana dan profesor tidak mengukur kebenaran dengan wahyu. baik Al-Quran atau Bible, masih ada arahan tersebut, dan khusus didalam Bible masih banyak ayat-ayat suci yang menyruh berbuat demikian, ketepikan ayat-ayat setan PAULUS, pasti kalian akan melihat kebenaran. ingat kalian itu lemah sekali, tiada apa-apanya, dulu bayi, sekarang dewasa, sebentar lagi uban dan keriput lalu mati, dan bangkit kembali, Nah! disaat kalian bangkit, itu adakah kesempatan seperti GAYUS TAMBUNAN untuk relex?.

#7. Dikirim oleh joko santoso  pada  31/10   08:47 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?