Musthafa Abd. Rahman: JI Itu Sempalan Ikhwanul Muslimin
Oleh Redaksi
Perdebatan mengenai ada atau tidaknya kelompok Jamaah Islamiyah (JI) masih ramai sampai sekarang. Sebagian orang berpendapat bahwa tuduhan adanya kelompok JI di Indonesia sengaja dibesarkan-besarkan untuk mendiskreditkan umat Islam. Orang-orang berpendapat seperti ini meyakini JI bukanlah kelompok organisasi tapi hanya sebutan untuk masyarakat Islam keseluruhan.
Komentar
Tolong kasih tahu umat Islam di Indonesia, karena selama ini, dalam pemberitaan, yang namanya “Jamaah Islamiyah” itu sama sekali tidak ada. Malahan, ada koran tertentu seolah dibawa sama mereka: JI itu adalah Islam dan yang namanya kerusuhan/teror di belakangnya adalah Islam. Sekarang tolonglah media masa di Indonesia, khususnya yang bebabasic Islam, umumnya semua media, dengan jelas mengartikan apakah itu JI. Apakah memang di Indonesia ada? Cirinya bagaimana? Sehingga, kita sebagai umat Islam di Indonesia bisa menilai tindak tanduk mereka. Karena yang selama ini saya rasakan, JI itu teroris yang menjadi momok buat dunia, terutama dunia barat.
Saya kira penjelasan dari Sdr Mustafa Abdurrahman tentang jamaah islamiyah belum dapat menunjuk dengan jelas adanya Jemaah Islamiyah di Indonesia. Apa yg dia elaborasi tentang jemaah islamiyah Mesir, dan lain-lain, sama sekali tidak mengarah kepada point yg sedang ditunggu-tunggu oleh khalayak indonesia.
Memang sdr mustafa abdurrahman menyebut ada gerakan bernama Jamaah Islamiyah di Indonesia, yg merupakan jelmaan dari ikhwanul muslimin. Tapi pertanyaan yg penting adalah apakah jamaah islamiyah indonesia ala Mustofa itu adalah gerakan yg sama yg disebut oleh Singapura dan Amerika?
Seorang rekan alumnus Kairo yg nama julukannya Siki (mantan wartawan GAMMA) juga pernah menulis di Media Indonesia ttg topik yg sama, tapi sekali lagi, Siki cuma mengelaborasi secara historis persis seperti yg dilakukan sdr Mustofa. Sehingga, baik pendapat Siki maupun Mustofa AR sama sekali tidak dapat menepiskan skeptisisme masyarakat yg skeptis tentang eksistensi JI di Indonesia.
Yg diperlukan, dalam konteks untuk menepis rasa skpetisisme eksistensi JI, adalah penjelasan elaboratif dan saintifik, pin-point, dan komprehensif yg mengarah dg jelas pada dua pertanyaan di bawah ini:
1- Apakah JI itu betul-betul nama sebuah gerakan, sebagaimana juga Al-Qaeda ataukah sekedar istilah bagi suatu atau beberapa jaringan organisasi militan Islam? Dg kata lain, apakah nama JI itu hanya sekedar istilah untuk sebuah mata rantai gerakan radikal islam atau literal?
2- Mustofa menyebut ada gerakan di Indonesia yg bernama JI, apakah gerakan ini memang gerakan yg dimaksud? Kalau memang iya, mengapa tidak ditangkap para anggotanya dan ditutup gerakannya?
terima kasih atas dimuatnya komentar saya, Malang, 18-10-03 Jafar Shodiq Syuhud
Ass.
Melihat paparan JI dari Pak Mushthafa, saya melihat penjelasannya masih perlu verifikasi. Di buku-buku karya sarjana Amrik, misal, John L. Esposito, yang saya baca, JI bukanlah sempalan dari IM. Kalau Tandhimul Jihad memang, iya.
Lagi pula analisis yang diungkapkan Pak Mushthafa saya pandang masih dugaan-dugaan belaka. Ini kan tidak ilmiyah, non empiris. Saya pikir pendapat Pak Musftahfa juga terkait dengan opini berita media massa, yang kebenarannya sangat nisbi.
uraian disana dapat saya tangkap hanya sebagai uraian gambaran menurut sudara mustafa tidak ada data2 otentik yang di sajikan dalan artikel ini. saya khawatir ini hanya akan menjadi suatu bacaan biasa yang kebenarannya kurang bisa di percaya mungkin kalau saya juga tinggal lama dan beraktivitas di mesir.. apakah boleh saya berpendapat yang lain.. mungkin berbeda dengan yang di uraikan oleh saudara mustafa?? untuk itu saya menyarankan artikel lebih berorientasi pada fakta yang ada datanya. syukron jiddan.
Dengan wawancara diatas, sangat bagus sekali untuk dipelajari dan diamati dan sebagai info baru dalam menguak / mengetahui sepak terjang, tujuan, visi&misi dan keberadaan JI (teroris) yang dapat mengganggu keutuhan NKRI dan kedamaian di wilayah ASEAN.Untuk Saudara Musthafa Abd.Rahman saya sangat salut. SEMOGA TUHAN MEMBERKATI ANDA.
Artikel Musthafa Abd. Rahman sangat menarik, walaupun bagi saya analisanya sedikit kurang lengkap. Tetapi saya yakin sebagai pengamat gerakan-gerakan islam di Timteng Sdr. Musthafa sebenarnya sangat mafhum dengan konstelasi harokah disana namun tentunya kalau untuk dipetakan secara lengkap disini, saya juga maklum akan panjang jalan ceritanya. Secara pribadi saya dulu pernah melakukan penelitian (baik pustaka maupun penelitian observatif dan partisipatif) untuk kepentingan skripsi saya tentang perkembangan kelompok jamaah tarbiyah di Indonesia. Mau tidak mau membahas tentang kelompok jamaah tarbiyah, saya pun harus juga menelusuri sisi genealogis kelompok ini yang asal usulnya berasal dari Ikhwanaul Muslimun Mesir (IM). Nah, ketika membahas IM inilah saya menemukan kenyataan ternyata kelompok ciptaan Hasan Al Bana ini memang dikemudian hari terpecah-pecah dalam beberapa fraksi. Gejala perpecahan di tubuh IM sebenarnya sudah dimulai sejak zaman Al Bana hidup pada tahun 1940-an, ketika sekelompok anggota IM radikal pimpinan Abdurahman Al Sindi mendirikan sebuah fraksi yang diberi nama Jihazz al Sirri (Aparatus Rahasia). Kelompok inilah yang dikemudian hari membuat masalah dengan membunuh PM Mesir saat itu, Nuqraisy sehingga pemerintah Mesir memiliki alasan politik untuk membunuh Al Bana sekaligus membekukan keberadaan IM pada tahun 1949. Adapun soal terpecahnya IM pada tahun 1970-an, saya pikir bukan hanya terpecah menjadi 2 atau 3 tapi banyak (saya memiliki daftar sementara beberapa fraksi dari IM ini) diantaranya adalah Tanzimul Jihad, Takfir Wal Hijriyah, Al Jihad dan Jamaah Islamiyah yang rata-rata memiliki kedekatan ideologis dengan Syukri Musthafa, salah seorang Qutbis fanatik. Yang terakhir disebut merupakan merupakan organisasi mahasiswa islam radikal Mesir yang melakukan gerakan ofensifnya pada akhir tahun 1970-an dan diperkirakan mereka pula yang merekrut sekelompok taruna Akademi Militer Mesir pimpinan Islambouli yang pada tahun 1981 dalam suatu parade militer membunuh Presiden Sadat. Selanjutnya tentang apakah JI di Mesir memiliki hubungan dengan JI yang sekarang sedang banyak ditakuti oleh negara-negara Asia? Secara ideologis bisa saja iya, tapi secara organisasi saya kok ragu. Mengapa demikian? Dalam pengamatan yang saya lakukan, saya melihat bahwa ide-ide IM yang terekspor ke indonesia dan negara-negara asia tenggara adalah ide-ide Al Bana yang cenderung moderat dan anti kekerasan. Adapun ide-ide Sayid Qutb di Indonesia saat ini justru banyak diadopsi oleh kalangan NII, yang salah satunya adalah kelompok Abdulah Sungkar, yang sejak tahun 80-an rajin “mengirim” orang ke Afghanistan. Dalam beberapa wawancara yang saya lakukan dengan beberapa anggota NII sejak tahun 1994, mereka sering mengistilahkan komunitas islam dengan istilah “jamaah islamiyah” (mengambil dari istilah fiqih politik tentang dikotomi Darul Islam dengan Darul Harb). Nah rupayan inilah yang saya pikir kemudian dibesar-besarkan dan didramatisir oleh para intel, sehingga pada fase berikutnya secara cerdas demi kepentingan politik dan ekonominya AS mengeksploitasi nama ini menjadi sebuah organisasi teroris internasional… Terima Kasih. Semoga analisa seadanya saya ini ada yang lebih bisa melengkapi dan mengkritisinya.Wassalam
Sebenarnya apa ide pokok atau ideologi yang di emban ikhwanul muslim dan bagaimana metode penerapannya? apa yang menjadi pengikat antar anggota ikhwanul muslim?
——-
Komentar Masuk (7)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)