Klipping,
04/12/2005

Jihad Melawan Terorisme

Oleh M. Guntur Romli

Setiap agama harus disiangi dari rumput dan gulma kekerasan, sehingga agama menjadi lahan subur bagi perdamaian dan kerukunan umat manusia.

04/12/2005 13:34 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (15)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Saya setuju dengan pendapat bapak Islam tidak memperkenankan umatnya jadi teroris yang membunuhi kaum sipil secara kejam. Saya juga tidak mendukung aksi2 seperti bom bali dan mariot. Tapi kalau menurut saya, Amerika dan Israel lebih teroris lagi, mereka seharusnya masuk dalam pembahasan artikel bapak dan menitikberatkan kalau “Teroris Paling Bahaya Di Muka Bumi Adalah Amerika Dan Israel”. Sudah terbukti kan pak di Libanon israel membunuh 1000 an lebih penduduk Sipil. Nah sekarang beranikah bapak sebagai orang JIL menyebut Israel dan Amerika ini teroris ???

#1. Dikirim oleh Mirfan Brainer  pada  09/08   03:08 PM

Seluruh argumen yang dikeluarkan oleh sdr Guntur Romli adalah argumen seorang pengecut. Islam memerintahkan melawan kedzaliman. Saya hanya akan memaparkan sebuah permisalan: Katakanlah pada suatu saat, sdr. Romli dipukuli atau dikeroyok, dan anda tidak bisa melarikan diri karena berada dalam suatu ruang yang terkepung dinding, apa yang akan anda lakukan? Anda tidak mungkin berteriak kepada para pengeroyok anda, ‘sabar, sabar! Kekerasan itu tidak baik!’ Tentunya, yang paling logis, anda harus melawan mereka dengan jotosan. Kalah-menang bukan persoalan, yang terpenting, setidaknya anda memberikan perlawanan, supaya anda tidak mati konyol. Jika anda berkhotbah tentang kedamaian di hadapan para pengeroyok itu, mereka mungkin hanya akan tertawa sambil memperkeras pukulan mereka terhadap anda. Islam adalah satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh bagian lainnya pasti ikut merasa terganggu. Bagaimana mungkin anda berkhotbah tentang kedamaian dan ketentraman padahal kaum Muslim di berbagai belahan dunia sedang disiksa dan dihabisi? Bagaimana mungkin anda berteriak-teriak tentang ‘Islam damai’ padahal saudara kita sesama Muslim di Palestina dan Lebanon sedang dirudal dan ditembaki para Yahudi dan Nasrani terkutuk? Betapa teganya anda berlogika-ria dengan berbagai metode penafsiran sementara sejumlah ulama agung berani meninggalkan istri dan anak-anak mereka hanya untuk digebugi dan ditembaki kafir demi menjemput kematian di jalan Allah? Logika yang anda gunaka sungguh naif. Anda mengagungkan kebebasan berpikir dan kebebasan tafsir sedangkan anda tidak menghargai kebebasan tafsir yang dihembuskan kalangan lain, padahal mereka adalah sesama Muslim. Jika anda berkata bahwa setiap Muslim bebas menafsirkan al-Quran, bukankah aksi frontal melawan Yahudi itu juga sebuah bentuk implementasi dari kebebasan tafsir, dan karenanya perlu dihargai? Jika anda berkata bahwa setiap Muslim bebas menafsirkan al-Quran, bukankah aksi bombing dan perang secara fisik juga merupakan aplikasi dari pemahaman terhadap al-Quran, dan karenanya perlu didukung? Ingat, saudara Romli, saya yakin seribu persen, pengecut seperti anda kelak akan menempati lapisan neraka terbawah! La’natullah alaik! Semoga laknat Allah senantiasa memayungi hidup anda!

#2. Dikirim oleh Dadi Muqotil  pada  09/08   06:08 PM

Semoga laknat Allah senantiasa memayungi hidup anda! Bersandar pada tuntunan al-Quran, anda termasuk orang yang dihujat dengan kata-kata ‘summun bukmun umyun.’ Tuli, bisu, buta, tidak mau mendengar ajaran Allah dan Rasul-Nya. Argumen akademis seperti apapun yang saya keluarkan, referensi apapun yang saya paparkan, tetap tidak akan bisa menyadarkan anda dari kesesatan, karena semua ini adalah masalah keimanan! Sawa’un ‘alaihim a’andzartahum am lam tundzirhum la yu’minun!

#3. Dikirim oleh Dadi Muqotil  pada  09/08   06:08 PM

salam!!! sebenarnya akar dari semua permasalhan kekerasan dan kekejaman di muka bumi ini adalah AGAMA!!! bukankah karena alasan agama Imam samudera dkk melakukan bom bali?bukankah dengan agama pula, Israel menyerang palestina dan bukakah dengan alasan agama pula hamas dan hesbullah, organisasi teror ini menyerang anak2 tak berdosa di israel? so, mending semua agama itu dihapus aja, lagian apa bener tuhan itu ada?kalo ada berarti dia itu lemah,buta,bodoh dan kejam karena membiarkan semua ini terjadi?????

#4. Dikirim oleh paulus susanto  pada  19/10   11:10 PM

dalam Islam banyak muncul perbedaan pemahaman, apalagi kalau sudah menyangkut masalah furu’, saya menghargai pendapat guntur romli kalau itu memang yang ia pahami, karena itu bagian dari perbedaan, tapi yang saya pertanyakan, apakah guntur romli bicara atas hati yang ikhlas semata-mata karena mencari kebenaran, atau karena uang yang datang dari kaum-kaum kafir, apalagi ia masuk dalam jil. kalau memang benar dia bicara ikhlas untuk Islam, saya tantang dia keluar dari jil kemudian bicara di depan publik Islam tanpa embel embel organisasi apapun. ingat! ALLAH tahju masing masing hati

#5. Dikirim oleh shamil basayev  pada  12/11   08:11 PM

semoga engkau takut dengan Allah

#6. Dikirim oleh Islam  pada  12/11   09:11 PM

kalu punya mata, ya melihatlah dengan mata kalau punya telinga, ya dengarlah dengan telinga kalau punya dengkul, ya berfikirlah dengan dengkul, jangan pakai otak. aku yakin kamu akan lebih baik berfikir dengan dengkul kamu dari pada pakai otak kamu, masalahnya otak kamu itu sudah busuk ( ini adalah kebebasan berfikir, anggap saja ini seperti berfikirnya ahmadiyah yang kamu beri toleransi, kamu juga harus memberi toleransi kepadaku), ingat! tidak dimuat berarti banci

#7. Dikirim oleh saif  pada  12/11   09:11 PM

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillah.

Soal jihad dan terorisme, pendapat saya hanya satu. Tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang baik. Jangan berlindung dibalik jihad untuk mengesahkan pembunuhan terhadap makhluk Allah yang lain, yang tidak menyatakan perang secara langsung dengan kita. Perang fisik dilawan perang fisik, perang ideologi dilawan dengan perang ideologi. Bukankah islam adalah agama yang adil. Israel sudah menindas bangsa palestina, makanya sebagai sesama muslim kita wajib menyatakan perang terhadap mereka. Tapi dimanakah tempat jihad melawan Israel ini. Tentu saja.. di Palestina… Tidak masuk akal klo untuk meyatakan perang terhadap israel, trus kita nge bom orang yang lewat di kedutaan Israel (cuman analogi permisalan…). Itu namanya membabi buta. Dan kalo sudah membabi buta… sudah tentu namanya bukan jihad.

Saya pernah mendengar cerita tentang perang di jaman Rasulullah SAW, sholawat dan salam baginya. Ada seorang sahabat yang mengurungkan niatnya membunuh musuh, karena dia sadar bahwa tindakkannya akan membunuh musuh ini bukan lagi demi jihad fisabilillah, tapi karena emosi bahwa sang musuh telah membunuh begitu banyak saudara muslim. Mohon maaf, saya ga apal seluruhnya. Tapi insya Allah ini benar.

Kisah ini bagi saya membuktikan bahwa menghilangkan nyawa orang lain untuk bukan urusan mudah. Jika sampai terbesit niat yang bukan karena Allah, dosa besar baginya. Semua dosa orang yang dibunuh, dosa yang akan dilakukan oleh tanggungan orang yang terbunuh akan dilimpahkan kepada membunuh. Oleh karena itu, saya mohon, jangan anggap remeh soal menghilangkan nyawa orang lain. Mau jihad fi sabilillah, Allahu Akbar, adalah perbuatan mulia, dan bagi yang melakukan pahalanya surga. Tapi instropeksi diri dulu, benarkah jihad yang kita lakukan. Jangan karena sombong, mengerti sedikit ilmu jihad, udah mau semena2 membunuh orang lain. Ajaran islam itu bukan untuk diamalkan separuh2, tapi harus diamalkan secara utuh.

Jadi bukan masalah pengecut atau bukan. Tapi sudah pada tempatnya atau bukan. Saya benci Israel, semoga laknat Allah pada mereka. Berlindung dibalik, alasan konyol bahwa dua perwiranya diculik, kemudian membabi buta menghajar seluruh penduduk sipil Palestina (bahkan, iring2an palang merah juga diserang). Tapi masalahnya, klo kemudian, saya menghajar ato membunuh semua orang israel yang mampir ke Indonesia, bukannya berarti saya sama bejadnya dengan mereka ????? Bersikaplah adil wahai para muslim…

Salah satu dosa besar yang dapat mengakibatkan dosa yang lain (dosa besar ato kecil) adalah kesombongan. Berhati hatilah pada kesombongan pendapat, karena sesungguhnya kebenaran mutlak itu kepunyaan Allah. Saya sendiri selalu berusaha instropeksi diri dan berdoa, semoga saya dilindungi dari perbuatan ini….

Akhir kata, seperti sabada Rasulullah, “Sesungguhnya perbedaan pendapat diantara umatku, adalah rahmat bagi mereka.” (mohon maaf klo kata2nya tdk persis benar, tp saya rasa intinya sudah tercapai). Mari kita instropeksi diri, jangan mudah mencela apalagi melaknat saudara seiman. Astaghfirullah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

#8. Dikirim oleh Yuniawan  pada  15/11   05:11 PM

memang islam itu harus keras untuk menghadapi orang kafir, demi allah bukan demi kesombongan dan nafsu. sekarang jika kita melihat perang di poso, ketika orang islam membalas serangan dari musuh maka pada pemberitaan dianggap teroris padahal yang namanya perang ya perang, sedangkan ketika orang kafir membunuh orang islam hal itu dianggap sudah biasa, gimana jika kita memandang semua gerakan perlawanan islam adalah teroris maka kita salah besar, tapi kenyataanya memang gitu khan semua pemberitaan ngomong gitu. Yang namanya kafir itu tetaplah kafir dan harus dimusuhi walaupun dilahirkan oleh ibu yang sama….. bersatulah wahai saudaraku kita tumpas semua kejahatan di muka bumi pahlawan bertopeng…......

#9. Dikirim oleh usamah  pada  29/07   02:07 AM

Saya sungguh menangis dengan moral kita sebagai umat muslim.memang ilmu agama saya masih kurang jauh dari kalian.Tapi saya masih membuka nurani saya sebagai manusia.

pertayaan saya adalah kenapa Allah menciptakan manusia dibumi ini?untuk kita bunuh jika dia kafir?kenapa bukan Allah saja yang melenyapkan kaum kafir?bukankan mudah sekali buat Dia?jawabanya simple karena Allah tidak mau.Allah ingin semua kaum kafir bertaubat dan menjadi hambaNya.semoga penafsiran saya tidak salah dengan jihad.

#10. Dikirim oleh ummayah  pada  29/02   10:03 PM

Maaf jika pemahaman tentang jihad masih kurang dan ilmu agama yang masih dalam taraf belajar. Dari zaman dulu kafir tetaplah kafir, kecuali dia telah bersyahadat. Dan sejak dulu pula, kaum kafir menyatakan perang terhadap umat Islam hal ini pun telah dijelaskan dalam Al Qur’an. Mungkin perang yang dulu dengan sekarang berbeda, bisa perang fisik (seperti di Palestina), bisa perang ideologi ataupun perang ekonomi… Jika kaum kafir mau bertobat, kenapa setelah turunnya Al Quran secara membabi buta menentangnya? Coba direnungkan, dari sejarahnya siapa yang memulai sebuah peperangan…
——-

#11. Dikirim oleh sahid  pada  23/03   02:03 PM

Ha..ha..ha, sesama muslim aja kalian ga kompak. Komentarnya masih seputar nyari pembenaran menurut versi masing-masing. Kalian ini lucu, kejadian bom di Indonesia, nyerempet-2 sampe ke amerika, israel, palestina, ada juga libanon. Kejauhan bro. Selain itu nyebut juga teroris dan kafir. Artinya islam itu bermuka banyak (kalo yang lain bermuka dua saja). Kalo disingkat, kafir pasti teroris, dan teroris bersumber dari islam, jadi islam sama dengan kafir. Jadi mulai sekarang ga usah nyebut orang lain itu kafir, karena yang kafir itu adalah islam. Jadi kita sebaiknya bersatu, demo menuntut MUI mengeluarkan fatwa haram untuk islam di indonesia.

#12. Dikirim oleh mahbud  pada  22/08   01:22 PM

Saya mulai bingung dengan yg namanya JIHAD…
apakah JIHAD itu harus membunuh? apakah manusia diciptakan untuk saling membunuh? dan kenapa selalu berdalih perintah AGAMA? apakah AGAMA mengajarkan kebencian dan saling membunuh?

#13. Dikirim oleh biasa aja  pada  30/09   12:44 AM

Saudara mahbud,... saya hanya ingin sedikit merespond statement bodoh anda dibawah ini. Hmmm,... saya baru tahu,... ternyata masih ada manusia dimuka bumi ini yg seperti anda.  Anda ini sepertinya tidak layak hidup di jaman sekarang,.. tetapi anda ini lebih layak hidup di jaman jahiliyah.  Yaitu suatu jaman dimana manusia dipenuhi kebodohan, kerusakan moral,. kerusakan agama,..

Dari statement anda, jelas sekali bahwa anda bukan orang muslim.  Kenapa anda tidak malu kepada diri anda sendiri dan kepada Allah SWT, yaitu Tuhan untuk seluruh alam semesta ini. 

Kenapa justru orang kafir seperti anda tidak malu2 lagi mengklaim orang muslim sebagai orang yg kafir yg notabene justru memeluk ajaran agama yg benar. 

Tetapi sekalipun saya sebagai orang muslim yg sangat marah terhadap statement anda, saya tetap berdoa memohon kepada Allah SWT semoga anda diberi hidayah & taufik, yaitu sebuah anugerah petunjuk Allah SWT yg membuka mata hati anda yg buta itu supaya bisa melihat tentang kebenaran Agama Islam yg mulia ini. 

Dan sangat disayangkan jika anda meninggal dunia sebelum mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam,.. maka anda menjadi salah satu kerak di dalam neraka jahanam.  Paham !!!!

Dibawah ini sengaja saya tampilkan statement anda yg sangat bodoh itu,sbb :

—————————————————————————
Ha..ha..ha, sesama muslim aja kalian ga kompak. Komentarnya masih seputar nyari pembenaran menurut versi masing-masing. Kalian ini lucu, kejadian bom di Indonesia, nyerempet-2 sampe ke amerika, israel, palestina, ada juga libanon. Kejauhan bro. Selain itu nyebut juga teroris dan kafir. Artinya islam itu bermuka banyak (kalo yang lain bermuka dua saja). Kalo disingkat, kafir pasti teroris, dan teroris bersumber dari islam, jadi islam sama dengan kafir. Jadi mulai sekarang ga usah nyebut orang lain itu kafir, karena yang kafir itu adalah islam. Jadi kita sebaiknya bersatu, demo menuntut MUI mengeluarkan fatwa haram untuk islam di indonesia.

Posted by mahbud on 08/22 at 06:22 PM
—————————————————————————

#14. Dikirim oleh Hamba Allah  pada  29/09   11:56 AM

jngan sering mengkafirkan orang, tapi kalo kafirnya sendiri tidak dihiraukan,,,,,,,,,,yg hanya patut menilai seluruh makhluk hanyalah Allah Tuhan yg mengadakan adanya ada

#15. Dikirim oleh yg benar2 da hanyalah Allah  pada  05/07   11:47 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?