JIL Adakan Konferensi Pers
“Tidak ada satu pasal pun yang dilanggar oleh JIL. Bila masih ada sebagian orang yang masih keberatan dengan keberadaan JIL, silahkan menggugat lewat jalur hukum. Karena negara kita adalah negara hukum”.
Komentar
menanggapi komentar
#11. Dikirim oleh hamba Allah pada 05/08 08:49 PM
Menurut saya beliau ini sok tahu, membangun opininya sendiri dengan pemikiran-pemikiran negatif sehingga melahirkan “kebenaran” versinya sediri. Seperti katak dalam tempurung yang tidak memahami dan mengenali dunia luar.
Komentar dari rekan Tanzil menurut saya paling benar diantara yang menolak JIL,tunggulah nanti setelah kita mati.
Intinya dia serahkan sama Tuhan.
Ya..lebih baik demikian ketimbang mencaci sambil merasa mewakili Tuhan
Menurut pendapat aq sih, JIL hanya mengajak kita untuk mendudukkan masalah pada tempat yang sebenarnya. Soal ada yang pro atau kontra, itu sih biasa saja. Asal, semua berdasarkan kaidah kaidah hukum yang berlaku. Negara kita kan bukan negara agama ? Ya nggak.
Maaf, aq sendiri sebenarnya termasuk golongan fundamentalis yang tidak begitu cocok dengan paradigma yang dipakai JIL. Tapi aq menghargai pendapat pendapat JIL. Walaupun tidak mengikutinya. Salam.
Benar.. saya hanya ingin memberikan nasihat, Sebaiknya ikutilah teladan/jalan agama yg sudah pernah dicontohkan oleh Nabi, dan para sahabat sebagai kaum yang terbaik yang pernah ada.
Dan ingatlah Al-Quran sebagai sumber Peringatan bagi umat manusia JIKA ingin selamat.
Jangan terlalu percaya dengan buah pikiran kita semua karena kita ini tidak lah kekal dan tidak mutlak
Sering2 lah baca surat Al-Qof, Al-Fath, dan takutlah pada ALLAH semata dan lihatlah Al-Quran sebagai sumber Peringatan NYA kepada umat manusia
-slem
saudara-saudaraku,
kalo dipikir2 koq lucu ya.. kita sama2 ingin memajukan islam, tapi kenapa saling berbantahan?? padahal pegangan kita sudah cukup (Alquran dan Hadist). Sebelum berbantahan kita semakin tajam.. coba kita pikir dulu?? ini pasti ada yang salah?? mari sama2 kita cari tau.. dimana salahnya, bukan siapa yang salah?? (Selama kita masih ingin memajukan islam, jika tidak?? mari sama2 kita ucapkan Selamat Datang Kehancuran… yang pasti kehancuranmu dan aku juga). Tolong renungkan..
salam sejahtera bagi saudara-saudaraku semuanya…
saudara-saudaraku…. berbeda pendapat itu boleh-boleh saja dan tidak dilarang dalam islam. ingatlah allah itu yang memiliki segala ilmu yang ada di bumi ini… ketika kita melihat seorang yang berfaham fundamentalis dan keras, itu juga bagian dari allah yang maha keras, ketika kita melihat kelompok yang menamakan toleran dan pluralis, itu juga merupakan gambaran allah yang maha penyayang.. apa yang ada di bumi ini semuanya gambaran dari allah yang maha luas ilmunya.. jika satu kelompok memiliki pemahaman berbeda dan memaksakan pemahamannya kepda orang lain,maka ia telah mendahului dan membatasi ilmu allah sndiri.. yang terbaik bagi kita adalah saling menhargai dan menghormati semua bentuk pemikiran, jangan mengangap diri kita yang paling benar, sebab semua kebenaran yang mutlak hanya pada allh, manusia hanya mencoba untuk bisa berlaku dan berfikir benar, namun semuanya belum tentu benar menurut pandangan allah… pertanyan sederhana yang mungkin bersama-sama kita cari jawabannya, sudah yakinkah masing-masing diri kita akan memasuki surga yang dijanjikan itu? kalau sudah yakin berarti engkau telah menjadi tuhan, tapi jika belum mari kita saling menghargai sesama dengan semua perbedaan-perbedaan yang ada, karena itulah hakikat kehidupan.
@tulusjogja
Kolo anda malu sama para dai….
Saya justru malu ada orang islam seperti anda, menjustifikasi dai berbicara agama kesetanan. Kalo para dai kesetanan, komentar anda ini masuk kategori apa? “KE-IBLIS-AN”? atau tepatnya “KE-DAJJAL-AN”?.
Apa sumbangsih anda untuk memperbaiki moralitas umat?
Kasian punya “saudara” tabiatnya seperti ini. Bisanya cuma memfitnah. Udah jadi “profesi” ya mas?
bagimu agamamu…bagiku agamaku…
MARI:
saling menyalahkan !
saling merasa paling benar !
saling merasa paling suci !
saling merasa paling hebat !
saling merasa paling pintar !
saling merasa paling tahu !
ya !
mari mari mari !
jangan takut, Tuhan Maha Pemaaf !
Apa benar sih tuhan kok suka mengancam? mungkin itu hanyalah merupakan cerminan nabi pembawanya.
Kalau nabinya suka perang, otomais tuhannya juga suka perang, kalau nabinya suka mengancam otomatis tuhannya juga suka mengancam, kalau nabinya suka poligami ya…tuhannya pun suka poligami juga dan seterusnya.
Kayaknya, pikiran tuhan mengikuti pikiran nabi deh. Coba aja kita lihat, dimana nabi itu dilahirkan maka otomatis karakter tuhan mewakili kultur setempat.
Jadi? tuhan mungkin cuma alat untuk menghipnosis. Makanya, jika nabinya “kuat” bentuk ancaman tuhan bisa langsung di muka bumi, tetapi ketika nabinya masih lemah karena belum memiliki kekuatan yang ditopang oleh para pengukutnya, biasanya ancaman tuhan berupa “siksa di alam kubur”. Tunggulah kematianmu, di sana tuhan akan mengadakan perhitungan.
Wah, aku pikir tuhan yang sangat lemah, sebab benraninya cuma dengan orang mati.
Menurut sy keberadaan JIl sah2 saja. Karena JIl tidak ada unsur memberi doktrin yang tidak baik. Justru mengajak membuka pikiran secara positif terhadap lingkungan bahkan dunia kita yang plural karakter. Bila selalu ditanggapi dengan negatif maka yang timbul adalah negatif. Keluarga kami banyak yang berbeda ras & agama tetapi kami hidup rukun & saling menghargai satu sama lain. Semua agama itu indah & penuh kasih. Kekerasan yang terjadi & yang menempel di agama islam adalah akibat perbuatan orang yang justru tidak tahu apa agama yang dianutnya. Jaman dulu, dunia bingung dengan Indonesia… “kok bisa ya gereja & mesjid dibangun berhadapan & damai-damai saja”... Itulah indahnya kehidupan beragama…
Ia maha mendengar…
Ia maha melihat…..
Ia maha Adil….....
Tunggulah kehancuran bagi yang memeranginya
hukum apa layaknya yang dipakai?
adakah yang lebih baik dibandingkan dengan hukum-hukum Allah?
kalau ada tolong jabarkan, dan apa lebih baiknya dibandingkan dengan hukum-hukum Allah.
terima kasih,
kalau menurut saya, kebenaran mutlak hanya dimiliki oleh Allah swt. Jadi dalam konteks kemanusiaan dan perbedaan dalam menafsirkan suatu ayat dalam kitab suci, adalah sunnatulloh. Oleh karena itu tidak boleh ada golongan penafsir agama yang mengkalim paling benar, dan jangan sampai ada kelompok-kelompok yang mengatakan paling benar, itu tidak benar. kalau ada kelompok atau golongan ATAU ORGANISASI ISLAM yang menganggap paling benar dan mengkalim selain golongan dia adalah kafir, saya hanya ingin ditunjukkan apakah mereka punya SURAT REKOMENDASI DARI ALLAH SWT ???, kalau punya saya akan ikut 100 %. Wassalam.
bissmillah
salam
tetap semangat dlam agama dan kebebasan.‘bt seluruh yang telah mendukung kami terima kasih.‘semoga Allah swt menunjukan kita yang terbaik bt umat manusia.’‘
wassalam
Ada beberapa ranah yang perlu mendapat perhatian. Pertama, pada ranah hukum positif bisa jadi keberadaan seseorang diakui. Misalnya, si fulan secara hukum positif memang anak Mr. X, karena tercantum di akte atau kartu keluarga. namun. mr X berhak mengusir si fulan dari rumahnya jika anak itu berbuat kurang ajar pada Bapaknya.
Bisa saja sekelompok orang diusir dari rumah tangga Islam karena berbuat kurang ajar terhadap agama Islam, walaupun dia tetap berada di tanah air Indonesia, dan keberadaannya diakui oleh negara. Pembenaran oleh negara bukan jaminan atas eksistensi kelompok itu dalam agama yang bersangkutan.
Kedua, ranah gagasan/idealita. Sebaiknya jangan mencampur yang ideal dengan realita. Islam itu cita idealita, umat Islam, ormas Islam dan kelompok Islam itu realita. yang realita itu relatif, yang idealita itu harus diyakini sebagai pasti. Yang relatif bergerak menuju ke yang pasti. kalau tidak ada sesuatu yang diyakini pasti, mutlak, maka manusia yang relatif jadi bingung, linglung, gendeng bin edan.
Bahkan kata Islam itu menunjuk kepada cita ideal yang pasti/mutlak. maka jika JIL ingin tidak bermasalah jangan pakai kata Islam, pakai aja kata ORANG ISLAM atau UMAT ISLAM. kalau pakai kata Islam (tanpa orang, tanpa umat) seolah-olah JIL selalu pasti/mutlak. Memaksakan diri berada pada ranah ideal.
kalau pakai kata UMAT ISLAM atau ORANG ISLAM, sehingga menjadi Jaringan Umat Islam Liberal, maka anda harus mendapat persetujuan mayoritas umat Islam, sebagaimana dalam prinsip demokrasi. jika mayoritas tidak setuju, maka jangan memaksakan diri.
saya kira keberadaan JIL selama ini tidak mengganggu kerukunan umat beragama. justru yang saya lihat yang paling menggangu itu adalah umat yang menggunakan teror mengatasnamakan jihad dan hal inilah yang tidak patut dhargai dan harus diusir dari negeri ini karena mengancam kerukunan umat beragama. dalilmana yang menghalalkan bunuh diri….?
bangkitlah pemikir islam yang kritis…...!!!!
Saudaraku yg menganut paham JIL, perlu diketahui toleransi antar umat beragama, islam sgt toleran, tetapi dalam hal aqidah islam tetap berpegang kepada alquran dan hadis, didalam alquran jelas dikatakan bahwa agama yg diridhoi adalah agama islam, bagi saudaraku yg meyakini islam sebagai agamanya 100% hrs diakui,tdk ada jalan lain masuk sorga kecuali dg islam, kalau anda tdk meyakini silahkan buat agama baru dan kitab baru,lalu jg anda menafsirkan islam tdk toleran dg agama lain, anda mungkin lupa dg sejarah Rasulullah merebut kota Mekah tidak setetespun darah yg berceceran, mudah2an saudaraku sadar dan kembali kpd alqur’an dan hadis dan tidak mencampur adukan antara hablumminallah dg hablumminnas
Dalam beragama, Al quran, yang berhak menentukan keyakinan agama seseorang hanya ALLAH saja…Dalam bernegara,semua warga berhak membuat organisasi…
Siapa2 yang menetang JIL sesungguhnya dialah yang melanggar agama dan aturan2 pemerintah. salam
benar kafirin, indonesia adalah negara hukum (hukum thoghut-ya kan)yang akan melindungi seluruh aktifitas anda semua dalam menyesatkan orang. allahu akbar allahu akbar la’natullahi alaikum.
Komentar Masuk (49)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)