Editorial,
10/03/2009

Kapan Muhammad SAW Lahir?

Oleh Abd. Moqsith Ghazali

Begitu tinggi kedudukan Muhammad di hadapan umat Islam, maka momen-momen penting dalam kehidupannya selalu dikenang, dirayakan, dan diperingati. Mulai dari kelahirannya, pengangkatannya sebagai nabi, pendakian spiritualnya yang tak tepermanai berupa isra’-mi`raj hingga migrasinya dari Mekah ke Madinah. Berbeda dengan kematian yang merupakan pertanda kesementaraan manusia dan juga keterbatasan seorang nabi, maka kelahiran Nabi Muhammad dianggap sebagai pertanda kehidupan baru, perubahan sosial.

10/03/2009 10:40 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (86)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 5 halaman < 1 2 3 4 5 > 

apapun yang diperdebatkan oleh kaum muslimin pada umunya, bentuk bentuk keragaman cara pandang tentang nabi, namun yang harus diperhatikan bahwa segala sesuatu yang datang dari nabi harus di teladani dan di ikuti agar kita mendapat yafa’at dariNya kelak di hari kiamat

#41. Dikirim oleh emsaleh_PAC IPNU Grujugan  pada  20/04   10:27 AM

Maaf Kawan kawan,yang paling penting bertanya saja pada diri masing2, “UNTUK APA KITA DI LAHIRKAN KE DUNIA??”
Apakah untuk memperdebatkan Kelahiran Nabi??.
Peace ah.

#42. Dikirim oleh D C  pada  22/04   01:28 PM

Bagi saya tentang kepastian kelahiran seseorang sangatlah penting, apalagi seorang tokoh besar seperti Muhammad saw. dari kelahirannya kita dapat banyak mngambil pelajaran dan memberi keputusan tentang sesuatu.

#43. Dikirim oleh yamin  pada  23/04   07:30 AM

bukan kah di surat al quran sudah di beri tahu bahwa tahun kelahiranya beliau pada tahun gajah,,mengapa masih blum ada kepastian

#44. Dikirim oleh nasrudin  pada  23/04   12:01 PM

kalo tidak ada rasulullah,tidak akan ada al quran
jadi memperingati maulid nabi dan merayakan maulid nabi itu tidak mengapa…hanya orang yang tidakmengerti agama saja yang mengatakan itu bidah

#45. Dikirim oleh kurin  pada  23/04   12:04 PM

Klo saya tidak pernah memperingati hari kelahiran nabi manapun…karena tidak penting! Yg penting bagaimana kita mengimplementasikan perbuatan kita sesuai dengan yg ada dalam kitab2 yg dibawa oleh mereka baik torah, injell dan quran. Saya bukan umatnya musa, isa atau muhamad tp umatnya tuhan. Peace

#46. Dikirim oleh suga  pada  24/04   03:06 AM

Agaknya bagi kita umat islam tidak perlu mempersoalakan kapan Nabi Muhammad Saw lahir itu lahir.Selain hanya sekedar menghabiskan energi jga melelahkan pikiran.Gunanya tidah ada.

#47. Dikirim oleh Nirafdi  pada  25/04   07:12 PM

saya kira kapan lahirnya nabi Muhammad Saw itu tidaklah penting.Yang lebih penting sebenarnya adalah bagaimana ajaran yang dibawa eleh Rasulullah itu dapat diamalkan dengan sungguh sungguh.
Sehingga setiap nafas kehidupan itu disandarkan pada alquran dan Hadits,yang merupakan sumber pokok ajaran dari Islam itu sendiri.
Saya merasa umat islam yang ada di Indonesia ini lebih mengutamakan simbolisasi islam dari pada makna islam itu sendiri.Cobalah renungkan betapa banyak disekitar kita orang-orang mendengungkan kalimat-kalimat suci dan pujian-pujian ke pada Allah Swt tampa dia mengerti apa yang diucapkannya.

#48. Dikirim oleh Nirafdi  pada  26/04   02:58 AM

Kelahiran Rasulullah SAW sudah sangat jelas adalah suatu RAHMAT dari Allah untuk kita yang sesungguhnya bukan hanya umat muslim saja, tetapi manusia. kalau sudah disebut manusia berarti seluruhnya yang merasa manusia. Karena kelahirannya merupakan rahmat bagi alam semesta dan kelahirannya merupakan hari ketentuan Allah (hari Allah), maka kita sebagai hamba Allah yang mana nama Nabi Muhammad SAW senantiasa disandingkan dengan nama Allah wajib bersyukur dan memperingatinya. Apabila kita tidak mau bergembira, mengingat, dan bersyukur atas kelahirannya, maka patutlah kita disebut orang yang TIDAK BERTERIMA KASIH atau orang yang TIDAK BERSYUKUR atas RAHMAT ALLAH ! Rasulullah SAW memang tidak pernah merayakan ultahnya secara besar-besaran, akan tetapi beliau senantiada bersyukur atas kelahirannya dengan berpuasa setiap hari Senin.Abu Lahab (paman beliau) adalah seorang penghuni neraka hingga hari ini (krn Abu Lahab membantah dengan ajaran beliau), akan tetapi setiap hari Senin siksa Abu Lahab diringankan sehingga Abu Lahab dapat merasakan nikmatnya air untuk diminum yang keluar dari jari jemarinya krn pada saat Rasulullah SAW dilahirkan Abu Lahab merasa bahagia dan senang atas kelahiran beliau, sehingga budaknya dibebaskan (krn yang membawa khabar adalah budaknya), itu hanya merasa senang atas kelahiran beliau sehingga turunlah Surat Tabbat. Jadi menurut saya org yang menyepelekan kelahiran beliau adalah orang yang picik, pelit, mendit, kikir, bakhil. Jelasnya tidak pernah berterima kasih dan bersyukur atas RAHAMAT ALLAH SWT.

#49. Dikirim oleh Surya  pada  28/04   05:44 AM

Agaknya, kita perlu memperbaiki cara kita beragama. Terbukti, dalam pro dan kontra tentang maulid Nabi, dasar argumentasi kurang dapat dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat.
Pertama, Allah berfirman, “Inkuntum tuhibbunallaha fattabi’uunii, yuhbibkumullaahu wayaghfirlakum dzunuubakum”. Apabila kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (aku disini berarti Muhammad Rasulullah, yakni As-Sunnah), maka (bila kalian mengikuti Muhammad Rasulullah)Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian”.
Rasulullah bersabda, “..waintamassaktum bihimaa, tantadhilluu, kitabullah wasunnatii”. Apabila kalian berpegang teguh keduanya, maka kalian tiada akan sesat, kitabullah (A-Qur’an) dan sunnahku (Al-Hadist).
Nah, sebagai kaum muslimin, kita wajib menyampaikan nasehat yang haq dan dengan penuh kesabaran (watawashau bil haq watawashau bish shobr).
Untuk itu, perlu ummat Islam mengetahui, bahwa sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup, beliau tidak pernah memperingati hari kelahirannya, baik secara sederhana maupun secara beramai-ramai. Bila memang peringatan hari lahir itu penting dan disyari’atkan, pasti Rasulullah melakukannya. Jadi, memperingati hari lahir Nabi, sama dengan mengamalkan sesuatu yang tidak diperintahkan. Demikian pula pada masa sahabat, tak seorang pun yang mengamalkannya. Itulah kepatuhan para sahabat Rasulullah, para tabi’in dan para tabit tabi’iin.
Bila kita melakukannya, berarti itu bid’ah, menambah urusan agama, dan tiap bid’ah itu sesat, dan tiap sesat itu masuk neraka.
Rasulullah beersabda, “Kalian akan mengikuti jejak ummat sebelum kalian (baca Yahudi dan Nasrani) sesejengkal demi, sejengkal hingga bila mereka itu masuk lubang biawak-pun, niscaya kalian mengikutinya”. Sabda Rasulullah ini, kemudian terbukti, dan dalam hal peringatan maulid, terbukti setelah 300 tahun. Peringatan hari ulang tahun itu kebiasaan kaum Nasrani, berupa peringatan natalan, hari lahir Yesus. 
Dalam sejarah, peringatan itu baru dilakukan pada 300 tahun setelah hijrah. Inilah mulai bid’ah itu.
Dalam Kitab Shahihain disebutkan, nanti di akhirat, ada segolongan kaum yang sepertinya ummat Muhammad, maka Nabi berseru “ummatii, ummatii”. Kemudian diserukan pada beliau, “Muhammad, kamu tidak mengetahui apa yang mereka amalkan sepeninggalmu”.
Hadist ini mengisyaratkan agar ummat Islam berhati-hati dalam mengamalkan ajaran Islam. Jangan sekali-sekali mengamalkan yang tidak dicontohkan oleh Muhammad Rasulullah. Karena implikasi dari ajaran ini adalah di akhirat nanti. Jadi, agama itu sebagai ajaran, selesai saat diwahyukan ayat terakhir,—seusai haji wada’—“al-yauma akmaltu lakum diinakum, ...dst”.

Adapun kalimat seperti yang saudaraku tulis, yakni Surya, yang menulis: “Jadi menurut saya org yang menyepelekan kelahiran beliau adalah orang yang picik, pelit, mendit, kikir, bakhil. Jelasnya tidak pernah berterima kasih dan bersyukur atas RAHAMAT ALLAH SWT.”
Pendapat seperti ini, hanya didasarkan pada akal semata. Maksudnya tidak didasarkan pada Hadist Sahih. Jadi, tidak dapat dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Maksudnya, apabila Saudara Surya mengajak orang lain untuk mengamalkan peringatan maulid Nabi, apakah dia berani bertanggungjawab akibatnya didepan Allah nanti di Hari Kiamat? Hari Kiamat itu “yaumud dien” dan yang merajai di hari itu adalah Allah SWT. Maka, kalimatnya di Surah Al-Fatichah, “Maaliki yaumid dien”, yang Merajai di Hari Agama.
Oleh karena itu, dalam mengamalkan ajaran agama Islam, saya lebih memilih yang dapat dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat, yakni berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Namun demikian, apabila Saudaraku Kaum Muslimin ada yang mengetahui dalilnya dari hadist Rasulullah, tolong disampaikan dalam media ini. Namun, apabila akal-akalan saja, tidak usah disebutkan, bisa menyesatkan. Orang yang menyesatkan akan menanggung dosanya di hari akhirat. Astaghfirullaahal ‘adhiem.

#50. Dikirim oleh isoelaiman  pada  28/04   08:29 AM

12 Robiul Awal 53 s.H (sebelum hijriah) yang bertepatan pada tgl 22 April 571 M adalah jatuh pada hari Rabu (Pon). Padahal hari lahir beliau yang diyakini selama ini adalah hari Senin. Jadi tepatnya hari kelahiran beliau adalah bertepatan dengan hari Senin (Legi), tgl 10 Robiul Awal 53 s.H yang bertepatan dengan tgl 20 April 571 M. Kalau tgl wafat beliau memang hari Senin (Legi) tgl 12 Robiul Awal 10 H atau 17 Juni 631 M. Jadi usia beliau adalah 63 th menurut perhitungan kalender hijriah atau 60 th menurut perhitungan kalender masehi. Menurut saya penetapan tgl hari lahir nabi tsb ditentukan dikemudian hari jauh setelah tgl lahirnya karena ketika lahirnya Muhammad belum menjadi orang yang banyak dikenal beda ketika wafatnya. Sehingga ketika hari wafatnya banyak orang yang mengenang bahkan mencatatnya dan kemudian orang menyama2kan tgl wafatnya dengan tgl lahirnya, ya tentu saja akan menjadi tidak tepat.

#51. Dikirim oleh immx  pada  01/05   10:40 AM

JANGAN ASAL NGOMONG BID’AH SITU TAHU TIDAK ARTINYA, JANGAN MUNAFIK SITU MAEN INTERNET JUGA BISA BID’AH. SOK YAKIN YANG MASUK SURGA….............

#52. Dikirim oleh Syech  pada  03/05   01:15 PM

masih banyak masalah yang lebih besar lagi berkenaan dengna kemaslahatan bangsa, bukankah banyak tokoh-tokoh yang toh hari,tanggal dan tahun kelahirannya masih diperselisihkan ? kenapa kita musti menyita banyak waktu untuk urusan yang kurang urgen

#53. Dikirim oleh kang hari  pada  05/05   09:42 AM

bid’ah ya, tapi bid’ah hasanah (yang baik).the point is “Dalam setiap acara peringatan hari lahir nabi itu kita selalu mendapat tausiah agama, membuka ladang amal bagi umat untuk bersadaqah, serta menambah wawasan tentang sejarah hidup nabi. sehingga kita bisa mengambil ibrah (pelajaran) darinya. jadi pembahasan sejarah nabi itu ya penting juga, tapi harus berdasarkan fakta-fakta sejarah, oral histori,dsb. yang tentunya setelah dikritisi dulu sumbernya, baik intern maupun extern.

#54. Dikirim oleh dede setiawan  pada  06/05   07:43 AM

Islam adalah rahmat. Neraka adalah tempat terakhir bagi orang2 yang tak mau menerima rahmatNya. Kelahiran memang merupakan berkah. Sah-sah saja bagi seseorang untuk memperingati hari lahirnya. Tapi ketika kita berbicara tentang orang nomor satu di alam ini, tidaklah bisa kita perlakukan seenaknya. Harus ada dasarnya. So, karena di Al Qur’an tidak ada perintahnya maka janganlah kita lakukan bila ingin merealisasikan ajaran Islam secara kaffah.

#55. Dikirim oleh Edwinvai  pada  07/05   04:56 AM

ULTAH NABI MUHAMMAD? Why not?

bagi saya, secara pribadi tidaklah menjadi permasalahan jika peringatan nabi itu diraayakan? yang penting janganlah dianggap bahwa maulid nabi merupakan suatu bentuk ibadah yang akan mendatangkan pahala. karena sampai saat inipun belum ditemuin tuh hadits yang menyatakan bahwa nabi Muhammad sendiri memperingati kelahiraannya.kalau memang nabi pernah memperingati kelahirannya sendiri bisa-bisa umatnya semua ikut-ikutan tuh! 
So tekankan dalam diri kita dan berikan pemahaman kepada orang lain bahwa maulid Nabi bukanlah ibadah! yang jelas dengan peringatan itu mudah-mudahan akhlak Nabi bisa diteladani sama kita-kita! Ga ada yang salah kan

#56. Dikirim oleh ahmad widianto  pada  09/05   06:26 AM

bagi penganut agama islam yang mutlaq ikutilah apa yang telah diwasiatkan oleh nabi Muhammad S,A,W,kepada kita.KAMU TIDAK AKAN SESAT BUAT SELAMA-LAMANYA jikalau kamu berpegan teguh dengan apa yang kutinggalkan kepada kamu.IAITU AL-QURAN DAN SUNNAH…....
seandainya kita mengikut akal semata2 untuk membuat sesuatu nescaya kita akan menemui kecelakaan,kerana akal itu dipengaruhi oleh nafsu yang buas dengan keinginan.sungguh sayang sekali ilmu tinggi tetapi digunakan kepada yang salah.tidakkah kita takut dengan kermukaan ALLAH S,W,T…...

#57. Dikirim oleh saya  pada  10/05   01:06 PM

Benar bhw ada khilafiah ttg wkt klahiran Kanjeng Nabi Muhammad. Bnr pula bhw tdk ada dalil qoth’i ttg perayaan maulid. Mungkin bnr juga bhw perayaan maulid bkn ibadah.
Yg nyata bnar adalah bhw dlm maulid ada sholawat, sodaqoh, tausiah bilhaq, syukur & ta’dzim ats Rosul. Dan tentu bnr bhw itu semua adalah ibadah.
Kalo utk ultah parpol ato almamater kita rela buang uang, wkt, tenaga, sebegitunya! Masak maulid Nabi jd berita yg cukup ditulis d pojok koran? Please dech!

#58. Dikirim oleh Abdun.Mufsid.Abshara  pada  15/05   09:12 PM

Rasululloh SAW adalah makhluq Alloh yang paling sempurna diantara makhluq Alloh yang lainya .
dan tidak akan ada diciptakan makhluq yang lainnya kecuali karena menyambut kehadiran sang pemimpin seluruh makhluq di muka bumi ini .

#59. Dikirim oleh Muhammad Izzuddin  pada  21/05   02:46 PM

ada artikel yang saya tulis di www.kapulu.wordpress.com tentang analisa kelahiran nabi muhammad pada ayat alquran.

#60. Dikirim oleh misbah  pada  03/06   05:21 AM
Halaman 3 dari 5 halaman < 1 2 3 4 5 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?