Editorial,
10/03/2009

Kapan Muhammad SAW Lahir?

Oleh Abd. Moqsith Ghazali

Begitu tinggi kedudukan Muhammad di hadapan umat Islam, maka momen-momen penting dalam kehidupannya selalu dikenang, dirayakan, dan diperingati. Mulai dari kelahirannya, pengangkatannya sebagai nabi, pendakian spiritualnya yang tak tepermanai berupa isra’-mi`raj hingga migrasinya dari Mekah ke Madinah. Berbeda dengan kematian yang merupakan pertanda kesementaraan manusia dan juga keterbatasan seorang nabi, maka kelahiran Nabi Muhammad dianggap sebagai pertanda kehidupan baru, perubahan sosial.

10/03/2009 10:40 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (86)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 4 dari 5 halaman‹ First  < 2 3 4 5 > 

Assalamualaikum ww.

Wis..sudahlah…buat apa kelahiran Nabi Muhammad yang diributkan, bagi yang mau merayakannya mari kita hargai,yang ngga mau ya ngga usah ributlah…Banyak Bid’ah besar yang jaman Nabi Muhammad ngga ada. Naik Mobil Mewah - Mersi, itu juga bid’ah…Internet juga bid’ah…so what gitu loh. Mari saling menghargai, lakukanlah ibadah yang sesuai dengan keyakinan kita masing2.  Kalau diskusi tentang Muhammad, jangan didiskusi malasah Natal, Yesus..? melenceng.  Agama Islam ngga bisa disamakan dengan Agama lainnya. juga ngga bisa disama-samakan, jangan dicampur adukan.

Wassalamualaikum ww.

#61. Dikirim oleh kamal  pada  14/06   04:36 PM

sederhananya, mau pendapat (baca:teori) ABCDE dll ampe muluk2, yg penting prakteknya sehari2. yuk kita laksanakan bareng2. klo gue trus trang masih lum spurna. gue orang yang g pinter2 amat (malah cenderung bodo kalee. malah dulu sempet buta hurup.hehee). seperti bunyi hadist “islam terpecah menjadi 72 golongan, cuma 1 yg lulus masuk surga, ahlu sunah wal jamaah”.(eh.. bener gitu ya bunyina??kok jd lupa2 ingat). yaitu mereka yang mempraktekan, bukan sekedar berteori.

#62. Dikirim oleh heri  pada  19/06   07:56 PM

kalau ga ada tanggal pasti kpn beliau dilahirkan, ya sudahlah.,.,.,apalagi kelahiran yang diperbincangkan hanyalah seputar kelahiran fisik bukan kelahiran ruh Muhammad itu sendiri.


thanx

#63. Dikirim oleh Tatang  pada  22/06   12:08 PM

Alloh tuhan kami yang Esa!!
Rosululloh teladan kami!!!
ISLAM ADALAH SATU!!!!

mari bersatu padu umat islam!!
mari kita kembali kepada Al-Qur’an dan Al-hadits yang shohih!!

#64. Dikirim oleh iyan  pada  29/06   03:34 AM

peringatan maulud nabi diadakan supaya kita bisa mengambil tauladan dr kehidupan Rasullulah SAW.Apa salahnya?karena kita hidup dizaman rusak dengan peringatan itu kita punya tokoh yg bisa kita contoh perilakunya.Yg berpendapat peringatan itu bidah sy anggap pikirannya sempit.sok pintar agama tapi terlalu dangkal pengetauan agamanya.

#65. Dikirim oleh agus triwibowo  pada  06/07   06:05 AM

Kapan Muhammad SAW Lahir? 12 rajab
kapan yesus kristus lahir? ....
kapan sidharta gautama lahir? ....

#66. Dikirim oleh gege  pada  10/07   04:05 AM

Maen internet dll bukan ibadah jadi ga msk bidah sah-sah aje boss,tenang sekarang serahkan pada Allah swt.

#67. Dikirim oleh Lufham  pada  16/07   03:50 PM

mau tgl brp aja gak masalah, yg ptg apa qt jadi pengikutnya beneran apa gak, kayak: iman, ibadah n akhlak hidup harian… sami’na wa atho’na (bukan sami’na wa ‘ashoina)

#68. Dikirim oleh endut  pada  21/07   08:42 AM

kpn lhrnya nabi Muhammad, ngk jd mslh, jng iri dng umat nasrani yg mrayakan klahiran Isa Al masih pd 25 desember, nabi Isa tdk merasa drinya d rayakan, seandainya Nabi isa ad d bumi maka seluruh umat nasrani bakal d jewer telinganya oleh nabi Isa.

#69. Dikirim oleh Ady nugrohn  pada  26/07   03:29 AM

Allah hanya satu, Agama yang diridoi cuma satu, Pemimpin juga harus satu, Sekarang siapa pimpinan (imam) Islam supaya bumi ini indah dimata-Nya ?

#70. Dikirim oleh merizon  pada  29/09   07:41 AM

klo org islam tentu akan melihat qur’an dan hadist-hadist shahih…

#71. Dikirim oleh udin  pada  15/10   03:47 AM

Masak seh kumpul sesama muslim, silaturahmi sambil dengerin pembacaan ayat suci Al-qur’an, Dengerin ceramah agama n dilengkapi do’a Gag boleh..? Ga semua masyarakat Indonesia pinter Agama and rajin baca buku loh!! salah satu akses bagi mereka memperdalam pengetahuan agama ya lewat Maulid itu..

Jangan anggap maulid sebagai ibadah karena maulid memang bukan ibadah!! tapi kalau tujuan kita baik insya Allah akan dihitung bernilai ibadah oleh Allah..

#72. Dikirim oleh Belanda Depok  pada  23/10   05:05 AM

Muhammad yang sungguh luar biasa. Kekasih pilihan Allah, Tuhan semesta alam. Pemimpin manusia. Segala raja dari penjuru dunia takluk dengan akhlaknya. Kekayaan dunia Allah tawarkan baginya, tapi taqwa dan cinta kepada Tuhannya adalah segalanya. Berpesta ria memperingati hari kelahiran adalah tindakan bodoh. Suatu hal yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW.

#73. Dikirim oleh Lusimin  pada  06/01   11:42 AM

ingin sekali saya bukukan semua komentar diatas, sayang data mengenai beberapa penulis ada yang tak jelas, dan ternyata ketidakjelasan bukan cuma ada hari ini, bermula dari kelahiran sang Nabi saw ketidakjelasan adalah bagian dari kita, dari semua komentar yang ada mungkin hanya beberapa yang positif berfikir untuk berusaha mencari kejelasan mengenai hal itu, dan the rest of adalah mereka yang bersibuk dengan bid’ah, kebiasaan kafir, kelahiran fisik dan segala ungkapan yang cuma tunjukan bahwa ” al Islami mahjubbun bil muslimin ” adalah benar adanya.

#74. Dikirim oleh Iwan CH  pada  09/01   11:50 PM

muhammad adalah kekasih yang dipilih tuhan untuk menunjukan para umatnya kejalan yang benar..dialah yang membawa umatnya dari jaman kejahiliaan ke jaman yang terang menerang sperti sekarang ini…dialah seorang nabi yang baik budi pekertinya petunjuk bagi orang2 yang bertaqwa..mengajarkan hal2 yang baik dan mengajak umatnya untuk beribadah ke jalan allah swt…

#75. Dikirim oleh tuunnn  pada  17/02   01:33 PM

Kalau saya sih gak pusing. Karena dalam peringatan Maulid Nabi SAW yang dilakukan adalah ceramah siraman rohani mengenai kisah kehidupan Rasulullah SAW dan silaturahmi. Dan saya tidak pernah menganggap itu ibadah ritual. Mengenai asal usulnya peringatan ini, saya sependapat dengan saudara isoelaiman, bahwa hal itu berawal dari sayembara yang diadakan oleh Sultan Salahuddin Al Ayubi untuk menggelorakan kembali semangat pasukan muslim yang mengalami kekalahan dalam perang salib. Itu dilakukan setelah Sultan Salahuddin mengamati bahwa pasukan Salib di jaman itu setiap selesai merayakan Natal, semangatnya kembali menggelora, dan memenangkan pertempuran. Singkat cerita, setelah diadakan sayembara, pemenangnya adalah seorang muslim berkebangsaan Perancis bernama Albarzanc (tolong dikoreksi penulisannya). Buku kumpulan pujian terhadap Rasulullah SAW yang ditulisnya di-bahasa Indonesia-kan menjadi Barzanji. Jadi tujuan awalnya itu bukan untuk ibadah, tetapi lebih pada pengingatan kembali akan teladan kehidupan Rasulullah SAW, sebagai bagian dari strategi agar semangat pasukan muslim tidak kendor dalam pertempuran di jaman itu. Peperangan itu adalah akibat persaingan politik antar bangsa waktu itu yang oleh segelintir orang yang tidak toleran diperalat dan dijadikan perseteruan antar umat beragama. Bahkan sampai sekarang masih ada yang mengikuti pendapat tersebut. Di kalangan muslim ada yang beranggapan bahwa setiap yang dari barat pasti adalah musuh dan di kalangan bangsa barat ada yang beranggapan bahwa setiap yang dari Islam musti dicurigai.

Saya gak ngerti dengan orang yang bilang perayaan maulid itu bid’ah dalam artian penyelewengan ibadah. Apa sih maunya? Penyelewengannya di mana? Saya ngerti bid’ah itu berarti sesuatu hal yang baru, hal yang diadakan kemudian. Katanya sholat tarawih 23 raka’at baru ada di jaman Khalifah Umar bin Khattab. Itu sesuatu yang baru. Musabaqah tilawatil qur’an itu juga sesuatu yang baru. Juga mushaf Utsmani adalah sesuatu yang baru. Tetapi ini kan tidak dikategorikan bid’ah dhalalah. Dan bukankah ketika akan dibuatnya mushaf Utsmani, juru tulis Rasulullah SAW sempat menolak karena menganggapnya hal yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW? Kenapa hal-hal tersebut tidak dikategorikan sebagai penyelewengan? Katanya karena itu tergolong bid’ah hasanah. Dan orang-orang yang tidak melakukan sholat tarawih 23 raka’at tidak pernah menghina orang-orang yang melakukannya. Yang tidak setuju dengan musabaqoh tilawatil qur’an juga tidak pernah menghina para qori dan penyelenggaranya. Lalu mengapa dalam hal maulid ada penghinaan semacam kata bid’ah itu (dalam artian penyelewengan?) Apa karena phobia terhadap perayaan kelahiran yang dianggap berasal dari budaya barat? Bagaimana kalau peringatan itu diubah menjadi sekedar ceramah tentang sirah nabawiyah tanpa embel-embel perayaan hari kelahiran dan juga waktunya pun tidak mesti bulan rabiul awwal? Apa masih tetap bid’ah?

Kalau misalnya ada yang melakukan ceramah, menceritakan kisah sirah nabawiyah, apakah itu bid’ah? Bukankah isi kitab Barzanji itu, yang sering dibaca (di perkotaan sekarang sudah jarang disertakan) ketika peringatan maulid adalah puisi pujian terhadap Rasulullah SAW? Saran saya kepada yang mengatakan itu bid’ah, lebih baik adalah bukan asal bilang bid’ah. Tetapi beri penjelasan yang baik dan mencerahkan, bukan bernada mencemoohkan dan merendahkan yang merayakannya. Mana akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam berdakwah? Bukankah lebih baik menganjurkan masyarakat untuk mengkaji sirah nabawiyah setiap saat jika ada kesempatan tanpa harus menunggu bulan Rabiul Awwal? Selain itu, isi kitab Barzanji sebaiknya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar masyarakat yang gak ngerti bahasa Arab juga mengerti isinya. Bukankah kita dianjurkan untuk berdakwah dengan cara yang baik? Mohon jangan hanya bisa bilang bid’ah sekedar mengekor dari ketuanya/gurunya/ustadznya yang mengatakan itu bid’ah tanpa pernah tanya apa solusi dari hal semacam ini dan menjelaskan dengan baik kepada yang awam. Lebih baik diam, karena setiap tingkah laku anda jangan sampai menimbulkan citra jelek terhadap agama Islam. Hal yang baik jika disampaikan dengan cara yang buruk, akan ikut menjadi buruk. Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga; jangan sampai karena segelintir orang yang menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang tidak baik, maka ajaran yang baik ini menjadi tercemar namanya. Marilah berdakwah dengan baik sesuai dengan akhlak Rasulullah SAW.

#76. Dikirim oleh muhammad hakim  pada  25/02   05:52 PM

ya tuhan ijinkan q untuk bisa berziarah ke rumah yang pernah dibangun oleh kekasihmu

#77. Dikirim oleh alehudin al-lomboki  pada  28/02   05:50 AM

Muhamad saw adlh pemimpin para nabi.Ia adalah manusia, tp tdk seperti sifat manusia pd umumnya. Akhlaknya adlh al quran. Oleh sbb itu Sejarah hidupnya perlu dikaji secara benar.Agar bs dijadikan ibrah/pelajaran dlm menapaki hidup ini.Mencintai dan Mengagungkannya suatu keharusan. “Barang siapa yg mencintaiku maka ia akan bersamaku d surga.[al-Hadist]

#78. Dikirim oleh Al-weezra  pada  19/03   08:15 AM

Don’t you know that it is the best time to get the <a >credit loans</a>, which can help you.

#79. Dikirim oleh RosannaRamos20  pada  04/09   07:56 PM

Ah perbincangan yang tidak bermutu.
Bandingkan agama islam di Arab (Saudi) dengan Indonesia.
Kelihatannya Islam di Indonesia lebih Islam dari Arab Saudi.
Kalau kalian percaya Islam dan Quran, percayalah seperti penganutnya di Arab (Saudi), karena bahasa Quran seperti sudah bahasa mereka.

Di Indonesia Islam sudah tercemar karena Do’i atau penceramah atau Kiayi yang ngawur, yang banyak ajarannya yang tidak cocok dengan ajaran Islam sesungguhnya.

Bagaimana ada yang protes ?, kalau kalian tidak mempercayai agama Islam yang di Arab sana, ya sudah bikin agama tersendiri dan jangan bawa bawa embel ember Islam.

Sebagai contoh Jemaah Liberal (tanpa Islam), Jemaah Ahmadiah (tanpa Islam), dan lain lain.

Bagaimana bang Ulil ?

#80. Dikirim oleh Adi Is  pada  06/09   11:32 PM
Halaman 4 dari 5 halaman‹ First  < 2 3 4 5 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?