Kolom,
12/10/2009

Karakteristik Islam Perdana

Oleh Mohammad Subhan Zamzami, Lc.

Islam Perdana, baik secara normatif ataupun historis, merupakan acuan utama untuk memahami dengan baik Islam yang kini sudah menjelma dalam aneka-ragam bentuk dan orientasi. Hampir semua kelompok Islam, dengan variasi corak dan orientasinya, mengklaim bahwa pemahaman keislaman mereka merupakan cerminan bahkan copy-paste dari Islam ala Nabi Muhammad dan para generasi setelahnya.

12/10/2009 14:10 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (13)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Artikel yang menarik, bila kita percaya bahwa Islam perdana itu adalam semasa Nabi Muhammad SAW. Namun kalau kita percaya apa yang dituliskan di Al Qur’an dan juga percaya apa yang dikatakan Nabi SAW sendiri, tentu kita memahami bahwa Islam sudah ada jauh sebelum Nabi SAW. Adam, Hawa, Ibrahim, Musa, Isa, semua nabi-nabi pendahulu Muhammad juga membawa Islam. Padahal kita tau dari sejarah bahwa budaya nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad itu sangat beda dengan budaya Quraisy abad VII. Artinya, Islam yang perdana dan selamanya itu bukan perwujudan fisik tertentu, tetapi roh yang menghidupi perwujudan fisik yang bisa saja macam-macam. Bahasanya bisa saja Aramaic, seperti bahasa Isa, budayanya bisa saja budaya aristokrat Mesir, ... itu semua bukanlah pokok soal. Islam yang sebenarnya itu abstrak, dan pengejewantahan budayanya itu sangat kontekstual, seperti kita lihat di perjalanan firman Tuhan dari Adam sampai Muhammad. Karena itu, upaya mencari Islam perdana seyogyanya mencari yang abstrak itu, bukan mencari yang fisik sifatnya. Sebab Islam itu perdana dan juga terakhir ...

Salam hangat,
Bram.

#1. Dikirim oleh Bramantyo Prijosusilo  pada  12/10   05:25 PM

Artikel yang bagus di baca…
namun kalau kita berpegang kepada kitab2 sejarah melihat perjuangan Islam, saya kira kita akan mudah tertipu dan jauh dari jalan yang benar.Kenapa?

karena kitab2 sejarah ini di tulis sesuai dengan rekayasa penulis….yang menyesatkan…

Saya menganjurkan sebaiknya kita berpegang kpd al quran, yang dijamin oleh ALLAH kesuciannya.Kalau ada kitab2 sejarah yang isinya tidak berlawanan dgn al Quran bolehlah diambil begitu pula kitab2 Hadits dll

Kami berikan mereka Al Quran dengan terperinci,(fully detaied) dengan ilmu pengetahuan(knowledge), bimbingan (guidance), dan rahmat (Mercy) untuk semua manusia bagi orang2 yang beriman.Qs.7:52.


Al Quran adalah kitab yang sempurna (Quran 6:38), tepat (Quran 18:1-2) and terperinci mana yang halal dan mana yang haram (Quran 6:114),penuh keadilan dan kebenaran dan tidak ada keraguan raguan lagi bagi orang2 yang beriman.

Wassalam
http://www.islamliberal.net/

#2. Dikirim oleh alatif  pada  14/10   01:25 AM

islam perdana, lebih bisa dikatakan sebagai sebuah gambaran tentang islam sesungguhnya. akan tetapi ada sebuah pertanyaan yang sangat mendasar, yaitu apakah rentang waktu islam perdana sebagaimana yang penulis katakan (22 tahun) itu bisa mewakili semua fenomena kemanusiaan dan kehidupan serta mampu memberikan solusi yang sesuai..

#3. Dikirim oleh Muhammad  pada  18/10   12:06 AM

Artikel yang baik sbagai wacana. tapi saya pikir perlu dikaji ulang tentang wacana, Islam yang mengadaptasi dan mengadopsi tradisi-tradisi Arab pra-Islam sperti yang gencar dikampanyekan cendikiawan liberal selama ini. karna tidak ada Fakta islam mengadopsi sebagian tradisi ritual arab sebelum islam.

Seperti wukuf di Arafah dan melempar tiga jumrah, tawaf dan talbiyah. itu semua merupakan syari’at yang dipraktekan nabi ibrahim (islam) yang Allah jadikan syari’at sampai nabi Muhammad Saw.

Karena syariat ini terkontaminasi budaya yang tidak bertanggungjawab secara syariat ditangan masyarakat jahiliyah, dimasa islam perdana _meminjam bahasa bang zamzami_ dikembalikan atau dibersihkan kembali layaknya ritual yang disyari’atkan Allah pada awalnya. kalaupun ada syari’at yang kesannya hasil adopsi budaya arab sebelum islam disegi apapun saya pikir perlu dikaji lebih mendalam lagi, bukankah agama yang dibawa nabi sebelum nabi Muhammad Saw adalah agama islam?!

sbagaimana yang kta sepakati, syari’at yang dibawa nabi Muhammad Saw tidak menghapus budaya yang baik yang pernah dipraktekkan masyarakat arab sebelum islam, justru islam sangat menghargai hasil karya, karsa atau budaya manusia yang sarat dengan nilai2 universal yang baik. bahkan itu adalah semangat al-Qur’an yang sangat mengagumkan. dan memudahkan Nabi Saw menyampaikan risalahnya kepada masyarakat arab waktu itu, karna tidak akan memberatkan atau membebankan masyarakatnya, tinggal lagi bagi beliau menukar semangat ruh atau motifasi dari praktek yang baik tersebut. Wallahu a’lam

#4. Dikirim oleh nofriyaldi  pada  24/10   02:53 AM

Sekedar pendapat aja karakteristik islam perdana dapat kita lihat sejak masa Rasulullah hingga Umar. 2 Khalifah yang pertama yaitu Abu Bakar dan Umar menurutku yang paling konsisten mengcopy rasulullah dalam segala bidang. Yang lain sudah terlalu banyak unsur politisnya. Mohon maaf hanya pendapat, kalo salah mohon dikritisi, kita bisa sharing untuk nambah-nambah ilmu agama.

#5. Dikirim oleh Irwan  pada  04/11   04:54 AM

Tulisan yang lumayan baguslah tapi saya kok kurang setuju terhadap Kalimat yang paling akhir “Islam Perdana tak akan pernah terulang kembali”, saya pikir kok nggak gitu, karena pepatah Perancis bilang “Sejarah akan berulang”,
mungkin yang dimaksud adalah Tehnis2/lahiriah aja yang beda tapi Esensinya Kagak Beda/tetap sama (spt kalo zaman Nabi Saw. dulu, orang pergi/jalan2 pakai Kuda/Onta tapi kalo sekarang pake Mobil gitu)Jangan-jangan Istilah “Perdana” oleh Penulis diilhami dari Banyaknya Penawaran Kartu2 Perdana dari Operator Telepon gitu he he he… dan di Zaman kita ini orang udah percaya aja tentang kejadian 1400 tahun yang lalu itu, sudah merupakan suatu REVOLUSI, apalagi kalo dia berusaha menerapkan dan mengamalkannya,wah hebatlah dia orang! Salam Liberal!

#6. Dikirim oleh ROJUL  pada  04/11   09:27 AM

Bpk Ust Moh. Subhan Zamzami, Lc yth.
Di era modern yg menuntut toleransi tinggi tdk seharusnya menyebabkan umat Islam lemah mempertahankan kebenaran.
1) kita bisa membiasakan menyebut Alloh, kenapa harus Tuhan? Apakah ini dogma satu tuhan bagi semua agama? Padahal hanya Islam yang haq/benar.
2) penyebutan Islam Perdana hanya akan menciptakan pesimisme bahwa kita tak bisa secemerlang ulama dan umara’ semasa hidup Nabi saw. Padahal Alloh menjanjikan manusia plg mulia adalah yg paling bertakwa tanpa melihat zamannya. (meskipun bukan dari zaman terbaik)
3)sudah selayaknya kita mengklaim diri umat nabi saw dgn mengcopy paste semua tuntunan hidupnya seraya terus menuntut ilmu pada ulama yang ada sekarang secara optimal. Bagaimana dgn Anda?
4)kita tidak bisa menyalahkan umat Islam- termasuk diri kita di dalamnya, karena klaim kebenaran milik Islam menyebabkan kita masuk surga, apakah kelompok JIL tdk ingin masuk surga?

#7. Dikirim oleh dewi  pada  10/11   06:34 AM

Artikel yang sangat menarik ketika berada di tengah-tengah klaim kebenaran islam. Memang Nabi pernah menyampaikan bahwa generasi (Islam) terbaik adalah generasiku, kemudian generasi setelah aku dst…, Tetapi tak menuntut kemungkinan orang perorangan generasi kita justru lebih baik dari generasi sebelum kita. Jika tak setuju, jangan2 kita termasuk generasi yang semakin lama semakin buruk.

#8. Dikirim oleh Zainul  pada  21/11   05:22 AM

tentang karakteristik Islam perdana, saya sepakat. oleh karena itu tugas para intelektual islam adalah menginterpretasikan karakter2 tersebut utk menjawab pertanyaan dan permasalahan kemanusiaan kontemporer.
bukan hanya sibuk mengajukan pembenaran atas kelompok, apalagi mengaku membawa bendera tuhan !

#9. Dikirim oleh wijanarko  pada  23/11   07:20 AM

Sekarang adalah era penguasa yang memaksakan kehendak dengan mengabaikan perintah dan larangan Alloh serta sunnah Nabi saw. Segala aspek kehidupan kita sekarang adalah sistem yang mengabaikan nilai2 Islam. Termasuk penanaman aqidah yg tdk sesuai dgn Islam. Kata2 semacam Tuhan, pencerahan,dsb yg nyata2 sering dipakai terlebih dahulu oleh non muslim kini mendapat tempat yang lazim di kalangan muslim bahkan ulama. Sedangkan umat Islam cenderung tidak menggunakan kata jemaat (jamaah) yang nyata2 adalah bahasa arab, dan salah satu maknanya adalah ibadah bersama2 (mis. sholat jamaah). Siapa yg membuat kita “takut” dan “enggan” menunjukkan identitas keislaman kita dalam bentuk bahasa, penampilan (jilbab, cadar, laki2 berjenggot), aqidah (ahlus sunnah wal jamaah), pola pikir mengutamakan kebenaran al Qur’an dan hadits bukan hawa nafsu dan akal semata? Siapa yg membuat kita terbiasa dgn pembenaran atas “darurat”, shg muslimah boleh tdk berjilbab, muslim boleh tdk sholat, boleh memakan riba atau memaafkan perzinaan? Siapa yg meyakinkan kita ada faham yg lebih baik dr Islam? Siapa yg membuat kita tdk takut kematian? Semua ini adalah sistem yg disiapkan utk menyambut dajjal.

#10. Dikirim oleh dewi  pada  08/12   03:02 AM

Assalamu Alaikum Wr Wb

Mohon maaf, saya orang yang kurang pemahaman agama akan tetapi bagaimanapun juga saya tidak setuju dengan adanya penamaan Islam Perdana, Islam Historis, Islam Liberal dan lain-lainnya.
Islam itu ya cuma satu, ISLAM yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril A.S kepada Rasulullah SAW.
Penamaan Saudara mengenai Islam dapat menyebabkan terpecah belahnya kaum Muslimin, sementara yang kita inginkan bersama adalah persatuan Umat Muslim. Terima kasih.

#11. Dikirim oleh Naletei  pada  12/12   12:55 PM

saya kira, dari sisi analisa bagus. tulisan di atas mencoba membedah peta sosialogis dan psikologis masyarakat Arab dimana wahyu diturunkan. namun perlu diingat ucapan Nabi Muhammad saw. yg memerintahkan kaum Muslimin sepeninggal beliau untuk berpegang teguh dgn sunnah (ucapan, praktek, dan ketetapan)beliau pasca wafatnya. saya kira sarana2 hidup manusia saat itu pasti tidak relevan lagi untuk kita amalkan hari ini. namun, substansi perintah beliau harus tetap hidup di zaman moderen ini. pada prinsipnya, perkara2 ibadah mahdah adalah paten sampai hari kiamat. adapun persoalan2 muamalah semua boleh kecuali ada larangan…..

#12. Dikirim oleh hasyim albugisy  pada  18/12   04:02 AM

Kalau islam perdana itu progresif, apa islam yang sekarang harus juga progresif? Ke arah mana? Bagian yang mana? Apa patokannya?

Mungkinkah ada orang yang mengaku Islam tapi tidak mengakui Al-Qur’an sebagai rujukan utama? Adakah rujukan selain Al-Qur’an lalu menafikan Al-Qur’an atau sebagaian Al-Qur’an?

#13. Dikirim oleh imron  pada  29/10   04:29 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?