Kebebasan “Pilih-Pilih”
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Dalam penafsiran saya, kebebasan yang dimaksud dalam Al-Baqarah:256 mencakup dua jenis kebebasan sekaligus. Pertama, kebebasan eksternal, yakni kebebasan bagi seseorang untuk masuk atau tidak masuk ke dalam agama tertentu. Kedua, kebebasan internal, yakni kebebasan bagi seseorang untuk memilih sekte, mazhab, dan golongan tertentu dalam agama yang dipeluk oleh yang bersangkutan. Dengan demikian, sesorang bebas untuk memeluk atau tidak memeluk agama Islam, misalnya. Manakala orang itu memutuskan untuk masuk Islam, maka ia juga memiliki kebebasan untuk mengikuti golongan apapun yang ada dalam Islam: Sunni, Syiah, Mu’tazilah, Wahhabiyah, Ahmadiyah, dsb. Sebab, Islam bukanlah entitas yang monolitik; di dalam Islam, sejak masa-masa formatifnya sendiri, kita jumpai banyak sekte, mazhab, dan golongan yang berbeda-beda.
Komentar
Assalamu’alaikum wr wb
Yang saya hormati
Ulil Abshar Abdalla
Membaca Tulisan anda selalu menimbulkan rasa keingin tahuanyang luar biasa. Gaya tulisan and selalu singkat, padat dan bermakna.
Saya meenggaris bawahi pada tulisan ana bahwa kekerasan kepada kaum atau sekte minoritas pada Islam tidak seharusnya terjadi. dan 2 kebebasan yang panjenengan tafsirkan dari ayat al-baqoroh 256.
Untuk yang pertama, memang dalam Islam selalu diagung2kan ajaran keselamatan, tetapi dalam kasus Ahmadiyah tentu berbeda, dalam hal ini kenapa Ahamadiyah tidak meresmikan agama baru atau Aliran Kepercayaan layaknya Aliran-aliran budaya Jawa yang berkembang saat ini ? Ahamadiyah masih menggunakan “Islam” dalam beragama, tentu harus mengikuti koridor Islam juga, bukan membuat ajaran yang baru tanpa dasar, bahkan “mengangkat” Nabi baru.
Tentu kaum muslimin masih ingat dengan kejadian Nabi palsu Musailamah Al-Kazzab yang diperangi oleh Abu Bakar, walau menurut Bang Zuhairi dalam bukunya Tafsir Tematik Al-Qur’an hanyalah karena masalah perekonomian, bahkan Musailamah dibunuh oleh tangan Kholid bin Walid, tentu sah-sah juga bagi kaum muslim untuk “memerangi” Ahamadiyah karena telah menodai ajaran Islam. Islam menerima kebebasan beragama, tapi tidak menolerir dalam hal penodaan agama.
Hal yang ke2 yang unik dari tulisan panjenengan, adalah tafsiran dari “La ikroha fi ad-diin” tentang makna kebebasan. Memang dalam Islam terdapat kebebasan yang sangat dihargai. Islam tanpa diberi emebel-embel agama “kebebasan” pun telah memegang nilai kebebasan tersebut.
Tapi lucu seseorang ketika sudah memasuki sesuatu pastilah ia akan terikat dengan hal-hal yang berkenaan dengan hal tersebut, layaknya seorrang pemain bola, haruslah tunduk dan patuh kepada peraturan yang telah berlaku. Dalam kehidupan yang bersifat horizontal saja manusia diatur sedemikian rupa, tentu dalam beragama yang bersifat “Top Down” atau “vetikal” haruslah mempunyai aturan yang sesuai Tuhan, walaupun Tuhan tidak butuh akan kepatuhan HambaNya tersebut.
bung Ulil ini terlalu terburu-buru (agak gegabah) dalam menarik kesimpulan, tapi saya sangat paham dgn cara berfikir jil. jelas tulisan bung Ulil ini sangat tendensius ditujukan utk mencari-cari justifikasi terhadap pembentukan sekte dalam sebuah agama ketimbang mencoba mencari pemersatunya.
coba kita runut kembali, masih di ayat yang sama dan diayat sesudahnya (Al-baqarah 256-257) jelas-jelas disebutkan konsekuensi dari sebuah pilihan tersebut, dan bahkan sebelum (masih diayat yg sama) sdh jelas2 pengklasifikasian object pilihan2 yg dimaksud. lebih jauh, diayat selanjutnya (257) dengan gamblang dijelaskan pengklasifikasian terhadap subject atas pilihan yg dibuatnya. bahkan peranan Thagut + syaitan (baca: para pelopor perpecahan) jelas menjadi sebab adaya ‘sindiran’ akan pilihan ini. jadi ayat ini menjelaskan atas KONSEKUENSI dari sebuah pilihan BUKAN pada kebebasan “pilih-pilih”-nya, apalagi lebih disimpangkan menjadi titik tolak pembenaran pembentukan sekte-sekte dalam sebuah agama, jadi tulisan bung Ulil ini Out of Context.
semoga bermanfaat.
Cuma manambahkan, di Iran bahkan tidak ada satupun mesjid yang sunni karena dihancurkan syiah. Saat ini di Yaman, Darul Hadist (Sunni) diserang karena syiah sudah merasa dirinya kuat.
Dulu, Imam Ahmad disiksa oleh pemimpin yg berpaham mu’tazilah (kelompok filsafat/liberal) karena tidak mau mengakui bahwa Al Qur’an adalah makhluk. Al Qur’an adalah Kalamullah, kita tidak pernah mendengar wafatnya surat Al Baqoroh (karena jika makhluk pasti mati).
Mengenai tafsiran ulil barulah sebatas wacana pribadi, yang masih sangat terlalu dangkal sbg suatu karya ilmiah.
ASsalamu’alaikum wrwb.
Saya sependapat cara menafsirkan ayat QS 2:256 tersebut,bahwa manusia merdeka menjalankan agama atau tidak beragama,dan tidak ada paksaan dari ALLAH sama sekali,dengan Dalil2 sebagai berikut ini;
Tugas Muhammad bukan memaksa umat utk mentaati perintah2 ALLAH dengan ancaman hukuman, tapi hanya menyapaikan saja.tidak lebih dari pada itu;
1. Maka berilah PERINGATAN ,karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa( diktator, atau orang yang memaksa) atas mereka. Tetapi orang yang
berpaling,khafir(ingkar,melawan), maka ALLAH akan mengazabnya dengan azab yang besar..(QS.88;21-22).
1a,Tugas kamu ( Muhammad) hanya menyampaikan saja. kami lah yang menghisab / menghukumnya perbuatan2 mereka dan…QS.13:40.
Your duty is to make (the Message) reach them: it is Our part to call them to account. QS 13:40
2.Jika mereka tetap berpaling,maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atas kamu(Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat ALLAH ) dgn terang Qs 16 :82.
But if they turn away, thy duty is only to preach the Clear Message. QS 16:82.
3..(Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan ; Antara jalan yang lurus(ALLAH) dan jalan yang sesat(setan)QS.90: 10.)
(kamu merdeka memilih antara 2 jalan itu )
And shown him the two highways? QS.90:(10)
(One is ALLAH’s way, Two is Satan’s way) (You are free to choose between two path )
BEGITU JUGA FIRMAN ALLAH KEPADA NABI ISA AS.
as well as in Bible.
Also as ALLAH said to the Messenger of Moses; Today I am giving you a choice between good and evil, or between a blessing and a curse, between live and death. (Deuteronomy 30; 1,15)
He who is unjust, let him unjust still.
He who is filthy, let him be filthy still
He who is righteous, let him be righteous still.
He who is holy,let him be holy still.(Rev;22:11)
Demikianlah ALLAH memerikan kemerdekaan kepada manusia utk memilih jalan hidupnya tanpa ada paksaan.
Pemerintah2 Saudi,Sudan dan Iran yang memaksakan peraturan2 ALLAH kepada manusia adalah salah besar.Seperti wanita2 wajib berjilbab,kalau tidak akan dihukum .
JADI Islam selain ajaran Damai, juga ajaran kebebasan,atau ikhlas ( tidak ada paksaan )
40,perbedaan2 menafsirkan al Quran antara Fundamentalis dan Liberal (progresive )
https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit
salam
mas Ulil, Islam TIDAK membenarkan kekerasan dalam menentukan kebebasan beragama. Bila Ahmadiyah adalah bagian dari pada Islam tentu tidak ada kekerasan baginya. Coba buat Agama baru yaitu Ahmadiyah
Sdr Gunawan..
Difinisi Islam adalah orang2 yg beriman kpd ALLAH yang Esa…itulah agama Tauhid.
Ahmadiyah adalah muslim dan Islam,karena mereka
percaya kpd ALLAH dan juga percaya kpd Nabi2 termasuk Muhammadsaw.
perbedaan kita dgn Ahmadiyah hanya, masih ada nabi2 setelah Nabi Muhammad saw…utk memperbaiki akhlaq manusia kembali.
Jadi Ahmadiyah,Sufi dan Syiah adalah umat Islam
yang beratuhid,hanya berbeda menafsirkan beberapa ayat di antara kita.Itu adalah sunnatullah.
Hanya ALLAH saja yang berhak memberikan judgment di akirat nanti.
Begitu sdr Gunawan
Mari kita terima perbedaan2 menafsirkan ayat2 ALLAH agar kita dapat hidup harmoni dlm berbeda beda.
salam
Assalamualaikum
Dunia rasio dihebohkan dengan penemuan Kepler 22b suatu system yang menyerupai system bima sakti yang kita diami, berjarak 600 tahun cahaya, yang di dalamnya terdapat planet sebesar 2,4 planet mirip bumi yang kita huni, bertemperatur 22 C. Tempat cocok guna kita “menyepi” menyesali kericuhan yang selalu terjadi di muka bumi, yang saling mempertahankan diri, berdarah-darah, sampai ajal menjemputnya dalam mempertahankan keyakinan agama yang dianut, dengan outcome pada umumnya sang pemimpin tetap dapat menikmati hidup nikmat.
Kebebasan yang seharusnya ada, dibenarkan oleh penafsiran kitab sucinya, seperti tafsiran yang konsisten terhadap Al-Baqarah: 256 itu haruslah sedemikian rupa sehingga mencakup dua jenis kebebasan sekaligus – kebebasan eksternal dan kebebasan internal, ditambah lagi ayat yang disampaikan oleh Allah SWT untuk kita semua agar sadar bahwa Ayat itu menegaskan ‘ la ikraha fi ‘l-din’ tak ada paksaan dalam beragama (kata cendikiawan teehh).
Inilah contoh debat yang tidak ada akhirnya, yang tidak bermanfaat untuk kehidupan di bumi, yang seharusnya ayat-ayat itu kita resapi untuk diri kita sendiri tanpa keinginan untuk dipaksakan kepada orang lain, dalam kita menjalankan suatu kehidupan. Jadi waktu dan pikiran tidak terbuang percuma, dan selanjutnya bisa digunakan untuk mencari nafkah dalam menghidupkan anak beranak yang akan dilahirkan, yang tentunya sang bayi tidak mau menjadi manusia gembel dan bodo.
Pastilah mas Ulil dengan kapasitasnya sebagai cendikiawan muslim didikan Perancis sudah membaca dan memutuskan mana yang benar, mana yang bohong, literatur yang ia baca itu tentunya juga ada buku “Ibu dari Segala Sumber Literatur Islam“ yang terdiri dari ada 43 judul, dimana kita akan menghargai keyakinan masyarakat dahulu berupa Dewa Bulan Allah agama Hindu sebagai Tuhan dalam Islam, dan itulah sebabnya bulan dipakai sebagai simbol Islam.
Tidak salah bahwa kebenaran informasi ini, saat Aisyah yang lagi cemburu terhadap nabi selalu bilang lebih percaya pada Allahnya Ibrahim, karena tradisi Islam menganggap Ibrahim ayah Islam (yang juga disebut millat Ibrahim, “agama Ibrahim”), dan bahwa tujuan dan misinya sepanjang hidupnya adalah selalu untuk memberitakan keesaan Tuhan.
Suatu kenyataan bahwa data informasi saat ini terbuka secara bebas, semua masyarakat yang cerdas akan mencari keterangan dengan cara apapun, sehingga mendapatkan keterangan mendekati kebenaran, seperti kita dalam menunaikan ibadah haji itu, jangan lupa pada sejarah yang melahirkannya, yang sebelumnya terkubur dalam pasir sahara merupakan ibadah Hindu naik haji, menjadi bentuk ibadah termulia dan satu2nya ibadah yang dapat menghapus semua dosa. Dan yang penting kita harus menghargai jerih payah manusia yang terusir dalam melahirkan agama yang kita anut, yaitu “Suku Ioud atau Abraham Brahmana, diusir dari Maturea kerajaan Oude di India dan menetap di Gosyen, atau rumah Matahari atau Heliopolis di Mesir, memberinya nama tempat yang mereka telah meninggalkan India, Maturea ” (Anacalypsis;.. Jilid I, hal 405).
Mudah2an semua masyarakat menjadi sadar, bahwa kita itu berasal dari satu, dan untuk mendapatkan kedamaian memang perlu agama dalam membangun budipekerti kita, yang akan sangat berguna untuk mencari kehidupan layak, tidak menurunkan anak yang akan menjadi sampah masyarakat, yang ini dapat digunakan oleh orang licik dengan menjual mereka guna mendapatkan suara, pembela maupun segala macam sumbangan. Kebohongan yang demikian itu jangan diteruskan.
Wasalam
H. Bebey
mohon ijin nyimak Gus…
Sdr.H.bebey Wrote;
Inilah contoh debat yang tidak ada akhirnya, yang tidak bermanfaat untuk kehidupan di bumi, yang seharusnya ayat-ayat itu kita resapi untuk diri kita sendiri tanpa keinginan untuk dipaksakan kepada orang lain, dalam kita menjalankan suatu kehidupan. Jadi waktu dan pikiran tidak terbuang percuma, dan selanjutnya bisa digunakan untuk mencari nafkah dalam menghidupkan anak beranak yang akan dilahirkan, yang tentunya sang bayi tidak mau menjadi manusia gembel dan bodo.===
Respond saya;
Saya setuju bahwa diskusi2 agama yang tidak tentu arah akan membuang waktu,energi dll,Lebih baik di gunakan untuk berkarya menjsejahterakan keluarag dan masarakat. Setuju sekali.
Masalahnya dlm masarakat kita ada klompok yang menindas saudara2 ( klompok Minoritas atas nama Islam )kita oleh kekuatan majoritas Islam Fundamentalis.
Apakah kita biarkan penindasan2 itu berlajut lebih besar? Apakah masarakat bisa hidup damai dan berkarya untuk bangsa? Saya kira tidak.
Yang sangat utama sekarng ini, kita yang cinta hidup damai dan cinta masarakat pluralism hendaklah kita berjuang dan melenyapkan penindasana2 klompok minoritas ini,baru kita dapat membangun bangsa ini dengan damai.
Seperti di Amerika,semua rakyat mendapat perlindungan untuk menjalankan keyakinan agamanya
dan tidak ada perbuatan diskriminasi karena gama,suku dan bangsa.
salam
Assalamu’alaikum
Memang Allah membebasakan manusia untuk memeluk agama apapun.
Namun bila manusia menggunakan akal yang diberikan kepadanya dengan baik dan memahami tanda-tanda kebenaran Tuhannya, maka akan sampai padanya satu kesimpulan:
QS Al’Imran (3) : 19
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
[189] maksudnya ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.
Sudah baca?
Kalau kita cermati, tempat iman adalah di dada, lebih tepat lagi di dalam hati, Hati yang bersih, yang lunak, yang lembut akan mudah untuk cahaya bisa masuk meresap ke dalamnya. Cahaya di sini identik dengan segala hal yang bersifat kebaikan, hidayah atau petunjuk. Begitu pula sebaliknya hati yang kotor, yang keras takkan bisa menyerap atau dipaksakan menyerap cahaya, sehingga jadilah iman terbelenggu, turun dan terus turun.
Secara sederhana dapatlah kita analogikan antara hati dan iman bagai kendaraan dan pengemudinya. Kendaraan dapat dibawa kemana saja sekehendak sang pengemudi, apakah sang pengemudi masih “belajaran” alias pemula, sudah expert, sedang mabuk, sedang kasmaran atupun kondisi-kondisi yang lain begitulah kendaraan akan terarahkan. Dari analogi di atas dapatlah mulai kita tarik sedikit benang merah relasi hati dan iman. Semakin expert sang pengemudi maka akan semakin tenang laju kendaran dan lebih cepat tiba di tujuan dengan selamat dan yang pasti tidak salah arah!
penafsiran anda sangat bagus dan kami acungkan tidak lagi acungkan jempol tapi lebihi banyak lagi acungkan tangan supaya lebih banyak jari jemarinya ehhhhh. pak ulil yg jenius penafsiran anda dalam memilih2 itu kontek ayatnya bagi manusia yg belom terikat dengan makna Syahadat alis orang kafir, tapi kalau sudah berada dalam Umat islam itu harus mengikuti peraturan agama Islam, coba pake logi anda ketika berada didalam suatu organisasi atau ormas kan harus mengikuti aturan dan tata tertib ormas itu sendiri kalau ngga berarti kenan sanksi, gitu aja kok repot
salam sejahtera…................
Komentar Masuk (13)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)