Editorial,
08/08/2011

Kenapa Dunia Islam Terbelakang?

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Ada tiga penyakit mental yang dianggap oleh Arsalan sebagai “biang kerok” kemunduran dunia Islam: pesimisme (tasya’um), rendah diri (al-istikhdza’) dan cepat putus asa (inqitha’ al-amal). Pada penutup bukunya, Arsalan mengutip ayat yang dalam pandangannya merupakan kunci kebangkitan dunia Islam, yakni Al-Ankabut (29):69. Bunyi ayat itu: wa ‘l-ladzina jahadu fina lanahdiyannahum subulana – mereka yang berjuang (jihad) di jalanKu, Aku akan menunjukkan mereka jalan-jalan menuju Aku.

08/08/2011 16:36 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (27)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Kenapa setiap bicara dunia islam terbelakang alasan yang dikemukakan selalu soal perbandingan teknologi atau ekonomi dan ujung-ujungnya mengejar ilmu dunia, tanpa menyasar masalah intinya yaitu kekuatan aqidah dan manhaj yang didapat dari ilmu dien. Kebodohan dalam ilmu dien ini pangkal kemundurannya.
Jika umat islam bersemangat mencari ilmu dien dan mau kembali ke manhaj yang lurus maka persatuan akan mudah digapai, beranjak dari situ kekuatan teknologi dan ekonomi dengan izin Alloh akan mudah dikuasai. Simple, sudah dicontohkan oleh generasi awal islam. Tidak perlu banyak analisa level tinggi.

#1. Dikirim oleh Abdullah  pada  02/01   12:46 PM

                                * PETUNJUK JALAN YANG LURUS *
UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN DUNIA, AKHIRAT DAN DISELAMATKAN DARI SIKSA API NERAKA


      Hidup dimuka bumi ini adalah suatu perjalanan atau perlombaan untuk meraih kebahagiaan atau penderitaan karena adanya waktu yang membatasi setiap kehidupan yang suka atau tidak suka harus berakhir dengan kematian.
      Dalam mengarungi perjalanan kehidupan ini ada orang2 yang menempuh jalan yang dimurkai yaitu mereka yang mengetahui kebenaran dan kebajikan tetapi mereka mengingkarinya, mereka gemar melakukan kejahatan dan mempengaruhi orang agar melakukan kejahatan seperti yang mereka lakukan. Juga ada orang2 yang menempuh jalan yang sesat perumpamaan mereka ini seperti berjalannya orang buta tetapi bukan buta mata tetapi buta hati. Mereka cenderung mengikuti apa dan siapa saja yang menguntungkan dan menyenangkan mereka, mereka menganggap bahwa kesenangan dunia adalah tujuan akhir perjalanan hidupnya. 
      Dan ada pula orang-orang yang berjalan dijalan yang lurus dan terang, mereka ini memahami misteri perjalanan hidup ini seperti dari mana mereka berasal dan untuk apa mereka dihadirkan didunia ini lalu akan kemana mereka setelah ini, pandangan mereka jelas ketika mereka menoleh kebelakang dan kedepan karena mereka tengah berada ditengah jalan yang lurus dan mereka tidak terjebak pada pesona kehidupan yang singkat ini ,
Perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang lurus adalah seperti segolongan besar orang yang mengadakan perjalanan menuju suatu tempat yang indah, damai dan tentram yang mereka rindu dan idam2kan, setelah kepenatan dan kekacauan serta kekecewaan yang mereka alami selama ini “ seperti para imigran (hijrah) , dan dalam perjalanan itu ada yang menggunakan mobil, motor maupun berjalan kaki, merangkak bahkan merayap, dan mereka saling menjaga jarak dan saling menghormati juga saling tolong menolong dan melindungi satu sama lain, tanpa memandang status, dll. Karena mereka melihat tujuan dari perjalanannya dan manfaatnya bagi mereka, dan mereka saling menasehati dan menjaga agar bisa bersama-sama mencapai tujuan yang sama2 mereka idamkan. Seumpama seperti orang2 yang tengah mengerjakan shalat berjamaah atau perjalanan menunaikan haji..
Demikianlah keadaan orang-orang yang memahami apa tujuan mereka beragama, dan memahami manfaat dan tujuan agung dan mulia dari berbagai ritual yang mereka amalkan selama ini dan perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang sesat adalah seperti orang yang melakukan perjalanan tetapi tidak pernah sampai kepada tujuan. Perumpamannya seperti segolongan orang2 yang berkenderaan Bom-Bom Car dalam suatu arena yang melingkar, mereka mengenderai kenderaan tanpa ada tujuan pasti dan berputar, mereka menghabiskan banyak biaya, waktu dan energi,  yang toh!  akhirnya mereka pasti akan berbenturan satu sama lain dan saling adu kekuatan, saling berbangga, saling mensupport yang satu untuk menghancurkan yang lain, dll, hingga baterai kenderaan mereka habis, mereka harus meninggalkan kenderaan mereka masing2 dan keluar dari arena dengan berbagai perasaan masing-masing ! . Demikianlah keadaan orang yang mengamalkan agamanya tanpa memahami manfaat dan tujuan mereka beragama. 
    Orang-orang yang mengamalkan syariat agama tetapi tidak memahami manfaat dan tidak sampai kepada tujuan itulah yang dimaksud orang-orang yang sesat dan orang-orang yang mengingkari syariat merekalah orang-orang yang dimurkai, syariat akan sia-sia jika tidak sampai kepada manfaat dan tujuan dan manfaat dan tujuan juga tidak dapat dicapai tanpa mengamalkan syariat.

#2. Dikirim oleh Muhammad Dharmawan  pada  02/01   12:47 PM

Ada satu pesan Agung yang disampaikan Pencipta, Pemilik dan Penguasa Alam semesta ini kepada manusia pertama yaitu Adam dan hawa dan diteruskan pula oleh setiap para Nabi dan Rasul yaitu firman Allah dalam ( “ Qs: Ikutilah Petunjuk-Ku, siapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan sengsara tetapi siapa yang berpaling dari petunjuk-Ku maka kami akan timpakan penderitaan dan hidup sempit ( diantaranya” tidak pernah merasa cukup “ kemudian Kami bangkitkan mereka dalam keadaan buta….“ ) atas dasar inilah Allah Pemilik (Rabb) Alam semesta dan segala isinya ini senatiasa mengutus para Nabi dan Rasul sejak dari Nabi Adam hingga Nabi dan Rasul terakhir yaitu Muhammad Saw dengan membawa petunjuk dari-Nya yaitu kitab suci Al Qur’an dan Sunnah.
    Namun jika kita merujuk berbagai kebobrokan dan gejolak yang menerpa umat Islam dewasa ini.maka dapat diambil kesimpulan bahwa masalah yang paling mendasar dari mayoritas umat Islam saat ialah krisis Iman dan Akal sehat untuk menafsirkan dan mengamalkan ajaran agamanya, demikian jugalah yang terjadi pada penganut agama2 sebelumnya. Tujuan keberagamaan mereka telah erosi diterjang banjir keserakahan , kedengkian dan ketidaktauan
      Keraguan tentang keber-ADA-an , Pencipta, Pemilik dan Penguasa Tunggal alam semesta dan segala isinya ini serta ketidak yakinan bahwa DIA akan meminta pertanggungjawaban pada setiap manusia dan akan membalas setiap perbuatan kebajikan kita maupun kejahatan kita, selama hidup dimuka bumi. Masalah inilah yang menyebabkan masih banyaknya orang2 yang gemar melakukan perbuatan menganiaya diri sendiri maupun orang lain dan enggan melakukan kebajikan karena dipandang rugi dan sia-sia.
Serta penafsiran yang bertele-tele dan tidak utuh yang diajarkan oleh sebahagian tokoh2 agama-agama dimasa lalu dan kini , justru malah menimbulkan keraguan dan anggapan bahwa agama tidak dapat mengatasi situasi dan kondisi saat ini dan kedepan, agama tidak dapat menyelesaikan masalah justru menambah rumit masalah dan kekacauan, bahkan agama hanyalah instrument yang hanya melanggar hak azasi manusia. Sehingga banyak orang-orang yang mencari alternative lain yang sebenarnya mereka justru tengah merintis jalan menuju kehancuran diri mereka sendiri dan orang lain dengan menghabiskan waktu, tenaga dan biaya yang sia-sia. Namun tidak demikian pandangan dan prilaku orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan serta ikhlas berbuat kebajikan.
      Perumpamaan: Peraturan pemerintah agar setiap pengguna sepeda motor wajib menggunakan helm, yaitu helm yang kuat dan telah teruji dapat melindungi kepala, dan dipakai dengan benar yang tujuannya agar kepala terlindung jika terjadi tabrakan atau terjatuh. Manfaatnya agar sipengguna sepeda motor merasa nyaman dalam berkenderaan,  nah yang menjadi pertanyaan apakah perintah ini untuk kepentingan pemerintah atau untuk kepentingan orang yang menggunakan helm tersebut ? apakah peraturan ini melanggar HAM karena ini masalah urusan kepala masing2, atau bukankah ini sebagai wujud dari kasih sayang dan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya ? Demikianlah setiap perintah dan larangan yang disampaikan oleh Penguasa alam semesta ini melalui para Nabi dan Rasul-Nya,  kepada mahkluk berakal yang diciptakan-Nya pasti ada manfaat dan tujuannya,bukan sesuatu yang kosong tanpa makna !
    Apakah yang mendorong pemerintah suatu negara mengeluarkan perintah dan larangan dan hukum2 bagi warganya ? karena mereka telah melihat kebajikan dan dampak keburukan serta akibat yang ditimbulkannya. Demikian pula para Nabi dan Rasul , mereka telah diperlihatkan realita kehidupan sebelumnya, realita kehidupan saat ini dan realita kehidupan setelah kematian. atas dasar pengetahuan itulah mereka diutus untuk mengajarkan dan memberi kabar gembira dan peringatan kepada manusia sejak dahulu kala
      Tentu, tidak semua manusia mau memahami dan mematuhinya sebagaimana peraturan pemerintah suatu Negara, kenyataannya masih banyak orang yang melanggar peraturan pemerintah bahkan dilakukan oleh pegawai pemerintahan sendiri dan penegak serta penjaga peraturan tersebut. Demikian jugalah dengan pemahaman dan pengamalan agama yang terjadi selama ini.
        Marilah kita meninjau kembali tujuan keberagamaan maupun kebernegaraan kita. Apakah kita berperan hanya untuk memenuhi kepentingan kita dan keluarga kita saja, seperti hewan, tanpa berkarya untuk suatu kebajikan buat sesama dan generasi kedepan, anak cucu kita semua?

#3. Dikirim oleh Muhammad Dharmawan  pada  02/01   12:48 PM

 S Y A H A D AT
- Ilmu Fikih : Belajar cara Pengikraran dan pemahaman Syahadat yang benar.
- Hikmah / Manfaat : Mengenal Allah Swt,  keber-Ada-an,  Nama-Nama-Nya dan Kekuasaan-   
                          Nya Dan lain-lain.
- Tujuan   : Agar Mennsucikan dan Mengagungkan Allah jangan sekali-kali
                          mempersekutukan atau mempersamakan Allah, Swt dengan ciptaan-nya
                          atau dengan sesuatu, Agar takut dan bersyukur kepada Allah dan
                          mengingat Nabi Muhammad Saw hanya manusia biasa yang diutus guna
                          menyampaikan Al Qur’an dan menjadi contoh tauladan bagi seluruh
                          manusia.

 S H A L A T
- Ilmu Fikih : Cara mengerjakan shalat yang benar dan khusyuk memahami apa
                              yang diucapkan dan menyelaraskan ucapan, katahati dan gerakan
                              shalat , sesuai tuntunan Nabi Muhammad Saw.
- Hikmah / Manfaat : Pembinaan terhadap jiwa dan raga, untuk mencapai tujuan. Dan
                          pendidikan untuk melatih kejujuran, keadilan, adab, kebersamaan,     
                              tanggungjawab, peduli pada sesama, dll.
- Tujuan   : Agar senatiasa mengingat dan kembali kepada Allah , Membina
                          sipelaku shalat agar tercegah dari perbuatan keji dan mungkar yaitu
                          menganiaya diri sendiri maupun orang lain, Membentuk karakter,
                        sabar dan bersyukur, peduli pada sesama, saling menghargai   dan
                        saling tolong menolong dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dll
 Z A K AT.
- Ilmu Fikih : Belajar tentang pembayaran dan penyaluran zakat yang benar
                          sesuai perintah Allah Swt.
- Hikmah / Manfaat : Bersyukur kepada Allah Swt atas karunia-Nya serta mensucikan harta
                        dan hati,  meringankan penderitaan sesama, dan lain-lain.
- Tujuan   : Agar tidak menjadi orang kikir, apalagi serakah terhadap sesama,
                          karena kita pasti akan mati dan kehilangan semua yang kita miliki
                          dan kumpulkan,  rela ataupun tidak rela,  dll.
 P U A S A
- Ilmu Fikih :  Belajar cara-cara dan syarat puasa yang benar sesuai tuntunan Nabi
                              Muhammad Saw.
- Hikmah / Manfaat :  Agar dapat merasa Kehadiran dan pengawa san Allah Swt dalam
                          aktivitas sehari-hari dan Pembinaan terha dap jiwa dan raga untuk
                          mencapai tujuan. Dll
- Tujuan   : Agar tetap mengerjakan kebajikan dan menghindari perbuatan jahat                          
                          meski tidak dilihat atau diawasi oleh orang lain, dan bisa merasakan  
                          penderitaan orang lain sehingga timbul sifat kasih sayang pada
                          sesama, menjaga kesehatan, dll.

 H A J I
- Ilmu Fikih : Belajar cara-cara dan syarat berhaji yang benar sesuai tuntunan Nabi
                          Muhammad Saw.
- Hikmah / Manfaat : Melaksanakan perintah Allah Swt menambah pelajaran dan ilmu
                          Orang2 suci zaman dahulu,  mengingat perjalanan kematian. Dll
- Tujuan   : Menyempurnakan kepatuhan dan kesetiaan kepada Allah dan men
                          jadikan Hati bersih, Akhlak mulia, Jujur, Ikhlas dan senantiasa mem
                          persiapkan diri untuk menghadapi kematian,  dengan banyak
                          berbuat kebajikan dan sebagai pelopor kebajikan disekelilingnya. dll

 W U D H U K
- Ilmu Fikih : Belajar syarat dan cara-cara berwhuduk sesuai tuntunan Nabi
                          Muhammad Saw
- Hikmah / manfaat : Membersihkan dan mensucikan raga terutama jiwa sebagai refleksi
                        dari dari anggota2 tubuh yang disucikan dan meng”ighstifar”kannya
- Tujuan   : Agar setiap orang merasa nyaman dan tentram berada didekat kita,
                            dan mencegah kita dari perbuatan2 yang jahat, dan berusaha berbuat
                            baik dalam kehidupan sehari2, dll

#4. Dikirim oleh Muhammad Dharmawan  pada  02/01   12:55 PM

 D Z I K I R
- Ilmu Fikih : Belajar cara2 dan pemahaman “dzikir mengingat Allah sesuai
                          tuntunan Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw
- Hikmah / Manfaat : Menentramkan akal dan nafsu serta menenangkan hati, merasakan
                          kehadiran Allah dalam segala hal, keadaan dan sesuatu, dll.
- Tujuan   : Agar senantiasa mendapat pertolongan Allah Swt guna menghadapi
                          berbagai gejolak dan ujian yang terjadi dalam kehidupan ini dan
                          setelahnya, dll.

 AL QUR’AN
-  Ilmu Fikih : Menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman dengan
                          belajar membaca, memahami makna dan mengkaji serta
                          mengamalkannya dalam kehidupan sehari2.
- Hikmah / Manfaat : Dapat berdialog dengan Allah Swt,  belajar tentang segala hal dan juga
                          dapat memahami tentang perjalanan awal hingga akhir segala
                          sesuatu yang ada/ yang terjadi dialam semesta ini dan alam
                          lainnya.dll.
- Tujuan   : Agar jiwa merasa tentram, karena mengerti tentang tujuan hidup ini
                              dan memahami sebab awal dan akhir segala peristiwa dalam
                              perjalanan dialam ini dan setelahnya dan merasa tidak sendiri, juga
                              agar tidak sesat dan sengsara serta menderita hidup sempit “
                              (diantaranya “ Tidak pernah merasa cukup”) baik                            
                              didunia dan akhirat kelak, dll.
-
-          Jika kita mau menelaah secara bijak dengan akal sehat dan tidak berprasangka buruk ! maka, pastilah kita mengakui bahwa Tidak kelirulah Allah Swt,  Pencipta alam semesta ini ketika berfirman QS: Telah Ku-sempurnakan Islam itu sebagai agamamu… QS: Tidaklah kami mengutus engkau wahai Muhammad kecuali menjadi rahmat bagi alam semesta. Dan tidak salah pula Nabi Muhammad Saw mengatakan “ Tidaklah aku diutus kecuali memperbaiki / menyempurnakan Akhlak.          .   
-              Akhirnya segala urusan kembali kepada Allah Swt,  Karena hanya Allah Swt yang Paling Benar dan Paling Mengetahui segalanya.
-              Akhir kata “ Mencari dan meraih Ampunan , KasihSayang dan Keridhaan Allah-lah tujuan akhir dari pengabdian kita, yang bermanfaat baik didunia maupun akhirat. 
-  *** QS: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”***
- QS: Al Kahf 29 :  Kebenaran itu datangnya dari Rabb “Pemilik, “ Pencipta”-mu,  Barangsiapa yang mau beriman, (percaya) maka “ Berimanlah ! “ Dan Barangsiapa yang ingin tetap ingkar, maka ” Ingkarlah !”…..dst

#5. Dikirim oleh Dharmawan  pada  02/01   12:56 PM

masih segar ingatan kita, saat memasuki abad 15 hijriah, sambutan umat islam di seluruh dunia begitu gegap gempita. semangat untuk menjadikan abad 15 h sebagai abad kebangkitan islam seakan tak terbendung. semangat untuk merengkuh kembali kejayaan islam begitu merasuk kedalam jiwa. tapi kenyataanya, apa yang kita lihat? tiga dasawarsa lebih telah kita lalui, bukannya kebangkitan yang didapat justru keterpurukan yang mencuat. 
umat islam semakin asyik dengan urusan khilafiah, semakin “gayeng” sesat menyesatkan, semakin enjoy dengan emosi lepas kontrol - membunuh, membakar, merusak dan semacamnya itulah hasilnya.
kita kok nggak risi meneriakan rahmatal lil alamin wong rahmatal lilmuslimin aja susah dilakoni.

#6. Dikirim oleh muhnan rais  pada  02/01   09:59 PM

Menurut hemat saya keterbelakangan umat Islam disebabkan terlalu banyak doktrin-doktrin yang sudah tidak relevan lagi pada zaman sekarang sehingga perlu penafsiran yang lebih kontekstual dengan kondisi zaman sekarang. Parahnya, kebanyakan umat Islam tidak berani mendobrak doktrin-doktrin tersebut dengan anggapan bahwa alquran dan hadist itu hukum Allah yang sudah baku dan penafsirannya tetap sama sepanjang massa.

Sebagai contoh sederhana coba kita perhatikan hadist yang mengatakan liur anjing adalah najis dan cara menghilangkannya HANYA dengan cara membasuh 7x (salah satunya dengan tanah). Cara ini sampai kapanpun akan dianggap umat Islam sebagai cara paling tepat untuk menghilangkan najis anjing karena Tuhan yang memberi tahu lewat nabi Muhammad dan berlaku sepanjang massa. Sedangkan di peradaban barat (dimana doktrin agama tidak mampu menghalangi mereka untuk berfikir rasional), mereka akan berfikir bagaimana menghilangkan najis secara ilmiah. Maka terciptalah sabun antiseptic, alcohol atau bahan2 kimia lain yang memang lebih bisa diterima secara ilmiah.

Contoh lain kenapa karya seni seperti lukisan, film atau animasi tidak berkembang di peradaban Islam? Penyebabnya karena dari kecil anak-anak muslim sudah didoktrin bahwa membuat lukisan/karya seni yang menampilkan makhluk bernyawa adalah haram. Sehingga anak-anak enggan untuk belajar seni tradisional dan digital. Akibatnya dunia seni tradisional maupun digital dikuasai orang-orang non muslim. Umat muslim hanya menjadi penonton dan penikmat saja.

Satu hal lagi yang menurut hemat saya kenapa dunia Islam terbelakang adalah kebanyakan umat Islam beranggapan bahwa yang namanya ibadah itu adalah shalat, puasa, mengaji, zakat dan haji saja. Sehingga keinginan untuk belajar, bekerja dan berkarya tidak begitu penting. Umumnya umat Islam beranggapan yang membawa manusia ke sorga itu adalah shalat, puasa dan mengaji sedangkan belajar, bekerja dan berkarya hanyalah untuk dunia saja dan tidak akan membawa manusia ke sorga. Kalau sudah begini bagaimana umat Islam bisa bersaing?

Sebenarnya disinilah JIL harus lebih banyak bergerak, bagaimana menyadarkan umat untuk bisa berfikir rasional dan kritis terhadap penafsiran alquran dan hadist. Sehingga peradaban Islam tidak kalah bersaing dengan peradaban lain dan yang lebih penting adalah peradaban Islam mampu memberikan kontribusi positif untuk peradaban dunia, seperti tujuan agama Islam itu sendiri, Islam rahmatan lil alamin.

#7. Dikirim oleh Rizal  pada  03/01   01:01 AM

Bravo Bung Ulil dan JIL

Hanya orang muslim munafiklah yang tidak mengakui kebenaran ulasan dari Bung Ulil diatas. Saya sering berdiskusi dengan teman, sahabat, keluarga dan rekan-rekan kerja yang seiman, kenapa kita demikian terbelakang dan kalah jauh dari uamt lain? Jawabannya adalah CARA BERPIKIR KITA, dimana CARA BERPIKIR KITA jujur saja dipandu oleh para ulama kita yang yaahhh begitulah!!!!!
Sebagai umat muslim saya sering merasa sedih, malu dan jengkel, kenapa kita masih saja ribut untuk urusan-urusan, sebagai contoh :
1. Mengucapkan selamat hari raya kepada umat beragama lain adalah haram dan akan masuk neraka
2. Menentang paham sekulerisme yang terbukti sebagai fondasi majunya peradaban negara-negara barat (kristen)
3. Mencampur adukan agama dan politik (hanya umat muslim munafiklah yang tidak mau mengakui bahwa kita sampai saat ini terkenal sebagai umat beragama yang sangat doyan mencampuradukan agama dan politik)

Sementara umat beragama lain, kenapa demikian maju dan berkembang, karena mereka sibuk mengahbiskan waktu, tenaga dan pikirannya untuk :
1. Melakukan riset-riset ilmiah tanpa perlu takut diserang oleh gerombolan FPI dan sejenisnya
2. Melakukan riset rekayasa genetika yang akan menghasilkan benih-benih baru dalam pertanian, dunia kedokteran dll

Kita sebagai umat muslim juga sangat sibuk melakukan kegiatan :
1. Menganggap umat lain kafir dan akan masuk neraka
2. Menyerang kelompok ahmadiyah dengan keyakinan penuh bahwa penyerangan itu akan memberikan kavling surga nantinya
3. Selalu mempercayai dan menelan begitu saja omongan para dai dan uztad yang belum tentu benar dan kadang-kadang dilandasi oleh motif tertentu

Tinggal kita sebagai umat muslim yang harus berani bersikap, merubah cara berpikir atau tetap seperti sekarang dengan akibat kita akan semakin jauh tertinggal,

#8. Dikirim oleh islam  pada  03/01   06:42 AM

masih segar ingatan kita, saat memasuki abad 15 hijriah, sambutan umat islam di seluruh dunia begitu gegap gempita. semangat untuk menjadikan abad 15 h sebagai abad kebangkitan islam seakan tak terbendung. semangat untuk merengkuh kembali kejayaan islam begitu menggelora. tapi kenyataanya, apa yang kita lihat? Kiranya apa yang kita harapkan hanya sekedar mimpi, pil pahit yang kita dapat. tiga dasawarsa lebih telah kita lalui, bukannya kejayaan yang didapat justru fenomena yang terlihat menunjukan hal sebaliknya. umat islam semakin asyik dengan urusan khilafiah, semakin “gayeng” sesat menyesatkan, semakin enjoy dengan luapan emosi - membunuh, membakar, merusak dan semacamnya, menyedihkan memang.
Dan anehnya, kita kok nggak “risi” meneriakan rahmatal lil alamin wong rahmatal lilmuslimin aja susah untuk dilakoni.

#9. Dikirim oleh muhnan rais  pada  03/01   09:07 AM

Orang Islam banyak yg lebih suka ribut sendiri antar sesama Islam drpd mikirin kemajuan. Sering malahan segala kekalahan ditimpakan kepada AS dan Yahudi dhi Kapitalis

#10. Dikirim oleh nu  pada  03/01   10:26 AM

islam tidak akan berubah karena patronnya tidak bisa dirubah. perjuangan islam leberal akan sia-sia.
mampukah kita meyakinkan orang bahwa kalimat ‘i hate you’ itu sesungguhnya berarti ‘i love you’.

#11. Dikirim oleh jangkar76  pada  03/01   01:22 PM

Assalamu’alaikum wr wb.

1 Selain kesalahan Penjajah, ulama2 sangat memegang peranan penting maju dan mundurnya masarakat Islam.

Banyak ulama2 Islam Fundamentalis Saudi yg berpihak kepada penjajah Inggeris yg menolong Saudi utk mengusir Emperium Turky.

Ulama2 memberikan kabar gembira kpd Inggeri bahwa kekalahan Turky disebabkan ulama2 Turky jatuh kepada kehidupan materi,duniawi..yang serba mewah.

Ulama2 Saudi mengajak umat Islam dunia utk kembali kepada ajaran ASLI Muhammad saw 1400 tahun yg lalu.

Ulama2 Islam fundamentalis mengeluarkan beberapa FATWA yang menyesatkan umat islam;

A. Hadits; Haram meniru niru kehidupan Barat yang materi-duniawi.Siapa2 yang meniru kehidupan pejajah bukanlah umat Muhammad saw.

B. Hadist palsu;yang mebuat umat Islam hidup tidak produktif dan ekonomi lemah.

(1)Rasulullah saw melihat bahwa di syurga itu
kebanyakan orang orang miskin, sedangkan dalam neraka
kebanyakan wanita2. HR Muslim-Bukhary.

(2) “Orang kaya susah masuk ke pintu syurga karena banyak
pertanyaan2 dan merangkak, sedangkan orang miskin segera
masuk syurga karena tidak ada pertanyaan tentang harta(HR.Tarmidzi)

(3). Rasulullah berdoa kepada Allah swt,” Yaa Allah jadikanlah aku seorang miskin dan matikanlah aku dalam kemiskinan”HR Muslim.

(4)“Qumtu ‘alaa baabil jannati faidzan ‘aammatu man dakhalahaal masaakiinu” yang artinya “Aku pernah berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan orang – orang yang masuk kedalamnya adalah orang – orang miskin” (HR. Bukhari – Muslim)

(6)“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang – orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurai


Kita lihat di Indonesia banyak kitab2 dakwah yang menulis hadist2 berdampak negatif itu,membuat umat Islam tidak aktif atau takut menjadi seorang muslim yang kaya raya.

inilah akibat ajaran Islam Fundamenytalis Saudi yang beroihak kepada penjajah,agar ekonomi umat Islam tetap lemah. penjajah mudah mengusai sumber alam dan ekonomi umat Islam.


C). sebaliknya ulama2 tidak memberikan contoh sunnah Rasul bagaimana mencari NAFKAH yaitu berwiraswasta. Tapi umumnya ulama2 mencari NAFKAH dengan betablikh.

Mencari Nafkah dgn bertablikh sangat berbahaya,bisa dipengaruhi oleh Sponsor. Banyak ulama2 yang mendapat uang envelop dari sponsor2 penjajah,utk menyebarkan hadist2 palsu,agar umat tetap lemah.

SEHARUS ULAMA2 MENYAMPAIKAN WAHYU2 DAN HADIST2 YANG BERDAMPAK POSITIF,MEMOTIVASI UMAT ISLAM UTK BEKERJA KERAS DAN BERILMU;

1. Umat Islam wajib meningalkan warisan yang banyak utuk anak2 dan cucu2nya;

Firman ALLAH;

A good man leave inheritance to his children’s children.Prov.15:5.

Rasulullah saw menjelaskan wahyu ALLAH itu sebagai berikut dan lebih terperinci:

Hadits;
When a man dies, his deeds come to end except for three things; Ceaseless charity, beneficial knowledge(books) and a virtuous descendant who prays for him or her.

2. Umat islam wajib bekerja keras;

DALILNYA.

( Seorang Muslim wajib Bekerja keras sampai kembali ke Bumi.(Genesis 3.18-19.)

Rasulullah saw menjelaskan wahyu ALLAH ini dgn sebuah Hadist;

Bekerja keraslah kamu untuk duniamu seolah olah kamu akan hidup selama lamanya, bekerja keraslah untuk akhirat kamu seolah olah kamu mati esok hari. HR Baihaqi.


3.Pedagang2 yang jujur mendapat tempat syurga.

Hadist
Sesungguhnya pedagang2 yang jujur dan benar akan berada di bawah naungan Arsy ALLAH pada hari kiamat( syurga ALLAH ).HR Dailami.


Jadi orang2 Muslim yang bekerja keras untuk ALLAH, dgn berilmu, hasil kerja kerasnya itu dapat hidup sejahtera, serta kalau wafat dapat meninggalkan warisan2 uang,harta, dan ilmu2 untuk anak2 dan cucu2 serta masarakat, disebut seorang muslim yang tingkat tinggi yaitu muslim bertaqwa.

3. MUSLIM WAJIB MENDIRIKAN INDUSTRI.

DALILNYA:

Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfa’at bagi manusia, [supaya mereka mempergunakan besi itu] dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong [agama] Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. QS 57:(25)

Rasulullah saw menjelaskan wahyu itu dgn sebuah
Hadist.
Carilah oleh mu Rezeki dengan menggali yang tersembunyi di dalam bumi.HR Thabrani.


4, ORANG2 YG MENGIKUTI PERINTAH2 ALLAH DGN SEMPURNA DISEBUT MUSLIM TAQWA. HASIL MUSLIMBETAQWA INI ADALAH MUSLIM YANG KAYA RAYA DAN BERAKHLAQ MULIA.

Joshuo; 1:8-9
“Be sure that the book of law is always read in your worship.Study it day and night,and make sure that you obey everything written in it. Then you will be prosperous and successful.


QS 65:2-3. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(kesuksesan ) (2) Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya (kesejahteraan )(3)

Dari kedua wahyu ALLAH itu jelaslah bahwa muslim betaqwa itu menjalankan semua perintah2 ALLAH dgn baik dan ALLAH memberikan kehidupan yang SEJAHTERA dan SUKSES.

 

#12. Dikirim oleh alatif  pada  04/01   12:01 AM

salam kenal bung ulil….
sebelumnya ana mau tanya, anda seorang muslim atau bukan? dalam berpendapat anda selalu membanggankan barat, sangat provokatif dan terlihat timpang. apa karena barat membiayai anda, sehingga semua pendapata anda harus menguntungkan barat…
ya sudahlah tidak perlu dipikirkan…fa jazaau sayyiatin sayyiatun misluha…
sebelumnya saya mohon maaf jika terlalu lancang mengkritik pendapat anda, saya bukan orang yang pandai untuk menghujat orang sekaliber anda dengan berbagai gelar yang berderet, tapi saya cukup beriman jika dibandingkan anda…maaf kalo sedikit sombong…padahal kita kan gak boleh sombong..hahaha
saya kira pendapat anda mengenai kemunduruan islam sangat berorientasi kepada barat, dengan mengatakan mereka bisa maju karena tradasi, sebenarnya tradisi yang anda maksud itu tradisi yang bagaimana? tradisi minuman keras, sex, atau ada tradisi lain yang lebih buruk dari itu?.
kemajuan mereka ketika meninggalkan agama juga perlu dikaji, mereka meninggalkan agama karena tidak puas dengan doktrin dan ajaran yang tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan. teks-teks dalam kristen selalu mengalami perubahan, dicocok-cocokan dengan keadaan zaman, dan iti menjadi dalil bahwa agama mereka sangat tidak relevan, dan meninggalkan agama kristen adalah pilihan yang benar,kemudian dengan itu juga mereka menjadi maju. hal ini berbanding terbalik dengan islam, islam mempunyai tradisi yang mulia, sholihun fi kulli ummatin wa fi ayyi zamaanin, tradisi rasulullah, sahabat, tabi’in, dan seterusnya, mereka berpenganga teguh dengan islam berlandaskan iman, sehingga pada zaman itu lahir para ulama-ulama ilmuan dengan ide cemerlang,bukan hanya dalam bidang akidah atau fiqh saja tapi dalam bidang sains juga. mereka menciptakan penemuan-penemuan jauh kedepan dari zamannya. dan tidak perlu dipungkiri lagi bahwa eropa maju karena kontribusi ulama-ulama islam terdahulu seperti ibnu sina, khawarizmi, al-farobi, dan masih banyak lagi. sehingga kesalahan besar jika umat islam akan maju jiki meniggalkan agama dan mengikuti tradisi barat.. stagnasi umat islam sekarang justru karena umat islam terlalu jauh meninggalkan ajara rasulullah, umat islam harus kembali ke jalan ulama- us-salaf, mengamalkan ajaran islam yang benar. dan justru kemunduran umat islam karena mengikuti tradisi barat…apa kita tetap akan mengikuti tradisi barat yang hancur moral dan ahlak? buka hati bung… intelek saja tidak cukup untuk selamat dari neraka, butuh iman agar terbimbing melakukan yang benar dan di ridloi Allah..

#13. Dikirim oleh choialQuds  pada  04/01   10:37 AM

Apapun yang ditulis Mas Ulil, ane setuju 1000 % !!!

#14. Dikirim oleh Jojo  pada  04/01   01:57 PM

Keterbelakangan Umat Islam teradap umat Kristen dan Yahudi sudah lebih dari 4 abad. Kemudan terhadap Umat Budha (Jepang dan Korea) sera umat Konfusius (Cina,Singapore,Taiwan). Dan mungkin perlu 4 abad lagi untuk mrngrjar mereka. Karena sekarang belum ada tanda2 perubahan dan perbaikan yang significant. Lebih parah lagi Umat Islam adalah umat yang paling korup. Contohnya Indonesia dan negara2 Arab. Malaysia yang mayoritas Islam lebih korup dari Singapore. Kalau masalah Iptek itu masalah susah dan lama. Kalau masalah korupsi adalah masalah kemauan. Nabi sendiri telah memberikan contoh pertama adalah kejujuran. Orang Islam yang korup tidak mengikuti contoh Nabi. Selama mayoritas Umat Islam masih korup sampai kiamatpun tetap akan terbelakang.

#15. Dikirim oleh Holiluddin  pada  04/01   03:16 PM

bung karno jg tlah mngingatkan, jk umat Islam mw maju maka umat islam harus mmakai prinsip mu’tazilah ( Islam sontoloyo ).

dlm dunia akademis, pak harun jg mngatakan, jika umat Islam mw maju, maka ia harus mninggalkan paham asyrariah dan mnggantikan dg mu’tazilah.
di samping itu, masyrakat kita masih prcaya pd mitos2, takhayul. spt sikap masyarakat Jawa yg “nrimo” dan fatalis.

#16. Dikirim oleh Joko Arizal  pada  04/01   09:08 PM

Menurut hemat saya keterbelakangan umat Islam disebabkan terlalu banyak doktrin-doktrin yang sudah tidak relevan lagi pada zaman sekarang sehingga perlu penafsiran yang lebih kontekstual dengan kondisi zaman sekarang. Parahnya, kebanyakan umat Islam tidak berani menabrak dooktrin-doktrin tersebut dengan anggapan bahwa alquran dan hadist itu hukum Allah yang sudah baku dan penafsirannya tetap sama sepanjang massa.

Sebagai contoh sederhana, hadist yang mengatakan liur anjing adalah najis dan cara menghilangkannya HANYA dengan cara membasuh 7x (salah satunya dengan tanah). Cara ini sampai kapanpun akan dianggap umat Islam sebagai cara paling tepat untuk menghilangkan najis anjing karena Tuhan yang memberi tahu lewat nabi Muhammad dan berlaku sepanjang massa. Sedangkan di peradaban barat (dimana doktrin agama tidak mampu menghalangi mereka untuk berfikir rasional), mereka akan berfikir bagaimana menghilangkan najis secara ilmiah. Maka terciptalah sabun antiseptic, alcohol atau bahan2 kimia lain yang memang lebih bisa diterima secara ilmiah.

Contoh lain kenapa karya seni seperti lukisan, film atau animasi tidak berkembang di peradaban Islam? Penyebabnya karena dari kecil anak-anak muslim sudah didoktrin bahwa membuat lukisan/karya seni yang menampilkan makhluk bernyawa adalah haram. Sehingga mereka enggan untuk mempelajarinya. Akibatnya dunia seni tradisional maupun digital dikuasai orang-orang non muslim.

Satu hal lagi yang menurut hemat saya kenapa dunia Islam terbelakang adalah kebanyakan umat Islam beranggapan bahwa yang namanya ibadah itu adalah shalat, puasa, mengaji, zakat dan haji saja. Sehingga keinginan untuk belajar, bekerja dan berkarya tidak begitu penting. Umumnya umat Islam beranggapan yang membawa manusia ke sorga itu adalah shalat, puasa dan mengaji sedangkan belajar, bekerja dan berkarya hanyalah untuk dunia saja tidak akan membawa manusia ke sorga. Kalau sudah begini bagaimana umat Islam bisa bersaing?

Sebenarnya disinilah JIL harus lebih banyak bergerak, bagaimana menyadarkan umat untuk bisa berfikir rasional dan kritis terhadap penafsiran alquran dan hadist. Sehingga peradaban Islam tidak kalah bersaing dengan peradaban lain dan yang lebih penting adalah peradaban Islam mampu memberikan kontribusi positif untuk peradaban dunia, seperti tujuan agama Islam itu sendiri, Islam rahmatan lil alamin. Wassalam

#17. Dikirim oleh Rizal  pada  04/01   09:48 PM

Karena orang2 seperti anda penyebabnya, paham?

#18. Dikirim oleh Edo  pada  04/01   11:25 PM

Nabi Isa bukanlah milik umat Kristen saja,tapi milik umat
Islam juga.

Dalam rangka merayakan kelahiran Nabi Isa as
saya sampaikan berseri Hal2 yang penting tentang wahyu2 yg di
terimanya dari ALLAH swt.untuk kita amalkan.

Sudah seharusnya MUI mengeluarkan Fatwa,bahwa umat Islam
wajib ===bekerja keras dan meninggalkan warisan uang dan harta
kpd anak2 dan cucu2…agar generasi berikutnya lebih baik dan
terjamin kesejahteraan mereka.

Kalau ingin melihat umat Islam hidup sejahtera dan tidak
tergantung kpd negara2 lain2nya.Umat Islam tidak produktif
karena umat Islam tidak tahu akan wahyu2 ALLAH ini.


Prof Dr HM Quraish Shihab,ahli tafsir terkenal di Indonesia berkata;

Alquran tidak kering. Betapa pun orang membahasnya, setiap saat dia
memberikanhal yang baru,

Begitu juga ketika ia mempelajari Alquran. Dia bisa menemukan makna baru,rahasia
baru yang belum ditemukan oleh orang sebelumnya karena dia bersumber dari Tuhan.

Inilah penemuan2 terbaru saya tentang Islam.

A good man leave inheritance to his children’s children.
Prov.15:5.

( Seorang muslim yang baik itu adalah orang tua yg dapat meninggalkan warisan
kekayaan kpd anak2 dan cucu2nya )


BAGAIMANA UNTUK MENDAPATKAN WARISAN ITU?

ALLAH menjelaskan dlm wahyu2Nya yaitu harus bekerja keras dan berilmu sampai
kamu dikembalikan kebumi kembali.

DALILNYA.

God said; “You will have to work hard and sweat to make the soil produce
anything, until you go back to the soil from which you were formed. You were
made from the soil, and you will become soil again” (Genesis 3.18-19.)

( Seorang Muslim wajib Bekerja keras sampai kembali ke Bumi.(Genesis 3.18-19.)

Wahyu2 Ini tidak tertulis dalam Al Quran secara EXPLICIT.
maka sewajarnyalah MUI mengeluarkan FATWA.

Wassalam

#19. Dikirim oleh alatif  pada  06/01   06:54 PM

Assalamu’alaikum wrwb.

Menurut pengamatan saya dan berdasarkan kepada Al quran terjadinya kemiskinan umat Islam ada 3 hal penyebab utama yaitu;

1. Pendidikan agama Islam yang salah.
2. Pemerintahan yang korupsi,no law inforcemnet.
3. idiologi penjajah yang masih melekat kepada rakyat

Mohon dilanjutkan di web ini.

https://docs.google.com/document/d/1GSjtvdKyOe9NSdVDSX1dA14b-HfB9Xh7nFodg0g6_es/edit

Wassalam

#20. Dikirim oleh alatif  pada  07/01   08:27 PM
Halaman 1 dari 2 halaman 1 2 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?