Kerukunan
Oleh Saidiman Ahmad
Bom meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo. Beberapa hari sebelumnya, di Ambon, meledak kerusuhan. Sejumlah pakar menganalisis bahwa peristiwa Ambon dipicu oleh beredarnya SMS yang memberi informasi salah mengenai penyebab kematian seorang tukang ojek. Diduga ada pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk membuat keributan dengan mengadu-domba warga.
Komentar
mari kita yang masih merasa sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan bangsa ini peduli dengan kondisi seperti ini. bagaimana kita bicara tetang 6 koridor ekonomi atau bicara tentang prospek indonesia menjadi slah satu potensi penyangga pertumbuhan eknomi dunia. yang saat ini disebut BRICS atau pun yang lain tapi modal sosial kita baru bermasalah masih dalam keadaan sakit.kadang kadang saya berfikir apakah mereka yang melakukan terorr mengakibatkan nyawa melayang itu berfikir tantang apa yang terjadi kalau saja para PMA lari dari indonesia gara gara faktor keamanaan tergangu otomatis negaralah yang dirugikan
Perhatikanlah ! Setiap manusia apapun agamanya yang dianutnya, yang hidup jiwanya pasti akan mempercayakan dan menyerahkan kehidupannya kepada Sesuatu Zat, Yang Hidup terus menerus dan Tidak pernah mati, Yang Ada dan Hadir Dimana-mana, Yang Tidak Diciptakan atau Dilahirkan dan Yang Kuasa. Dan mereka ini tidak terjebak pada grafitasi bumi meskipun mereka hidup diatasnya dan senantiasa ingat untuk meninggalkan bumi, Namun orang yang mati jiwanya cenderung mempercayakan dan menyerahkan kehidupannya kepada sesuatu zat yang diciptakan atau dilahirkan yang bakal mati, roh orang-orang yang sudah mati, kuburan orang mati , dan benda-benda mati, dan yang tidak berdaya. Dan umumnya mereka terjebak oleh ”grafitasi” bumi dan lupa mati.
Doktrin iblis (pelopor kejahatan sejak awal kemanusiaan) : Sembahlah Apa dan Siapa saja tetapi jangan sembah Pencipta kalian ! Langgar Perintah dan Larangan Pencipta kalian , agar kalian hidup kekal dan bisa menjadi malaikat ! Cemarkan Dia ! dengan menggambarkan-Nya dengan apa saja ,Putuskan hubungan dengan Pencipta kalian ! dan Jangan bersyukur ”berterimakasih” kepada-Nya secara langsung !, Ikutilah apa-apa yang diajarkan nenek moyang atau tokoh-tokoh agama kalian dan jangan dipertanyakan!, Bacalah kitab-kitab suci kalian tetapi jangan dipikirkan ! Dengarkanlah nasehat-nasehat agama baik-baik tetapi jangan diamalkan ! Putuskan persaudaraan antar sesama manusia !, Aniaya ”sakiti ” diri sendiri dan orang lain” juga sesama” ! Gigitlah tangan orang yang menolong kalian ! Nikmatilah fasilitas hidup dengan menghalalkan segala cara ! dan Lupakanlah tentang kematian !
Demikianlah perbedaan yang mendasar tentang keimanan benar dan salah dari penyembahan manusia sejak awal kemanusiaan.
Keimanan yang mutlak benar itu satu dan tidak akan terputus! dan tidak ada setelah kebenaran itu kecuali kebhatilan ”kejahatan dan kepalsuan”
bangsa kita sudah mulai sadar akan pentingnya kerukunan,jebakan jebakan yg provokativ mulai agak kurang laku jualannya,masyarakat umumnya merindukan adanya kedamaian diantara sesama anak bangsa,hanya berharap pemerintah meminimalkan peluang terjadinya gerakan gerakan yg berpotensi menyuburkan radikalisme,seperti kemiskinan,kebodohan,jurang yg lebar antara miskin dan kaya,ketidak adilan serta hal hal kecil yg mungkin tanpa disadari membuat benci sebagian masyarakat seperti gaya hidup pejabat yg serbah wah..serta komentar komentar para pemimpin di media yg kurang edukatif dan cenderung kontra produktif
Tolong JIL buat tulisan untuk kasus ini “Astaghfirullah…Pengadilan Prancis Bolehkan Pemecatan Karyawan Berjilbab”
Komentar Masuk (4)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)