Khadijah Tak Berpuasa Ramadan
Oleh Abdul Moqsith Ghazali
Dari kupasan itu kita tahu bahwa sejumlah Sahabat Nabi banyak yang meninggal dunia tanpa menjalankan puasa Ramadan. Khadijah binti Khuwailid, isteri Nabi Muhammad, pun tak pernah menjalankan puasa Ramadan. Bahkan, Khadijah juga tak sempat menjalankan shalat lima waktu, juga zakat, karena semuanya disyariatkan ketika yang bersangkutan sudah meninggal dunia.
Komentar
Secara sosial atau sejarah pasti ada penjelasan, agama yang dianut oleh Rasullah sebelum diberi nama Islam, yang juga merupakan revisi, penyempurnaan atau kembali ke ajaran Ibrahim. Beberapa sejarahwan mengatakan bahwa Kristen Nestorian adalah agama yang dianut Rasullah.Tentu saja wajar kalau Katijah belum berpuasa. Kembali kepada hakekat puasa mungkin perlu dikembangan puasa sebagai dimensi sosial, toleransi,humanisme karena pengetahuan manusia semakin luas, batas batas hubungan manusia juga semakin luas. Ketika umat Islam menjadi besar dan kuat sekarang ini maka tantangan kita menahan diri dari sikap arogan terhadap mereka yang tidak berpuasa . Jika dahulu ada slogan “hormati orang berpuasa, sekarang slogannya adalah menghormati orang yang tidak berpuasa.Puasa hanyalah untuk Allah dan bukan dipersembahkan kepada manusia, ia bersifat pribadi, privat , rahasia dan tersembunyi dari siapapun.
kutipan ayat2 yg memuat ucapan siti maryam apakah tdk salah, mengapa beliau bicara bahasa arab?, bukankan siti maryam orang yahudi/bani israel?, sejak kapan bani israel bicara dgn sesama yahudi dgn bhs arab?
Cerita awalnya sudah bagus, tetapi kesimpulannya seperti tidak runtut dengan cerita awalnya. Kalau solat, puasa dll itu belum disyariatkan ya tidak ada kewajiban untuk melaksanakannya. Dalam editorial ini Mas Moqsit seakan menyatakan bahwa kaum Muslimin tidak solat pun tidak apa-apa walaupun sudah disyariatkan.
Iya, saya mau bertanya satu saja tentang dimensi sosial berpuasa. Kenapa berdasarkan pengalaman, di banyak daerah orang-orang yang berpuasa itu minta dihormati oleh orang lain yang tak berpuasa dan memaksa tutup warung-warung makan yang buka selama bulan puasa? Bukankah orang-orang yang tak berpuasa itu mungkin saja bukan muslim yang mungkin lagi berdinas ke daerah tsb? Sedangkan warung-warung makan yang buka itu adalah karena mereka sedang mencari nafkah hidupnya? kebanyakan warung yang digerebeg itu adalah warung-warung sederhana. Dimanakah jadinya letak dimensi sosial puasa?
Kesimpulan tulisan ini perlu diperjelas supaya tidak ditafsirkan oleh orang awam bahwa umat Islampun tidak perlu sholat dan puasa untuk bisa masuk surga, kendatipun hal tersebut sudah disyariatkan.
Pak Muqsith, so what?
tidak sempat = tidak mau?
*agar para pembaca lebih cerdas ![]()
Mayoritas Ummat ini masih tergolong Awwam,,,kalau mau ya jelaskan Puasa seutuh ajaran Islam,,biar kita punya peran buat pelaksanaan PUASA yang Kaffah menurut islam.
BRAVO KANG MUQSITH from Mahad ‘Aly Miftahul Huda
Pesan moralnya apa?
saya mengaji tulisan ini, namun seolah ada beberapa ide awal dari penulis bisa dimasukkan ke pembaca, walaupun pada kenyataanya substansinya sangatlah melebar. contoh masalah kaidah dalam “usul fiqh” yang dibawa penulis “syar’u man qablana”, mungkin masih butuh penjabaran, terimakasih.
mungkin point-nya adalah, kalau belum disyariatkan memang tidak wajib dilakukan tapi kalau sudah disyariatkan ya harus dilaksanakan, begitu ya pak moqsith?
assalamualaikum, kalo Allah memasukkan khadijah ke surga ya karena beliau beriman kepada Allah dan soal beliau tidak berpuasa itu kan terjadi karena pada masa beliau belum ada perintah puasa. jika sudah ada perintah puasa niscaya beliau akan menjalankannya. emang soal masuk surga atau neraka itu hak perogratif Allah, contohnya soal kisah pelacur yg memberi makan anjing, tapi itu kan dalm situasi khusus. tapi ya org yg dapat perlakuan khusus itu yg bagaimana? kan ada aturannya. beda kan antara PERINTAH BELUM TURUN dengan TIDAK MAU MENJALANKAN? assalam
hehehe….repot amat yang nulis ini ya,saya awam aja ah..biar lebih semangat,sholat yuk…jangan lupa puasanya,oh ya zakatnya jangan ketinggalan terus nabung aja buat ibadah haji ke mekkah, kali nyampai umurnya kalo gak ya tabungannya bisa diterusin anak cucu… hehehe, gitu aja kok repot.
kalau belum disyariatkan ya tdk dilaksanakan to ya…kalau dah disyariatkan ya baru djalankan. Knp ngomongin Khadijah tak berpuasa? Kalau itu dianggap suatu hal yang tdk baik dari dirinya, bukankah kita tak boleh membicarakan ttg sahabat kecuali yang baik-baik saja? dan sebetulnya itu jga tdk buruk karna memang blum disyari’atkan
Melucu atau apa anda ini ?, anda berharap pembaca luput pada kata2 akhir, dan hanya membaca bahwa khadijah dan sahabat “tidak pernah” melaksanakan puasa ?. astaghfirullah…, bertobat lah kalian semua kaum sipilis !
Kalau memang belum di syariatkan memang tidak wajib dilakukan, yang salah ketika sudah disyariatkan tetapi tidak di jalankan. Sepertinya tulisan ini tendensius sekali terhadap Khadijah dan para sahabat, tapi saya justru geli membacanya. Moqsith mungkin sedang kehabisan ide.
Sudah..kalau antum ga puasa juga ga pa-pa kan dosa tanggung sendiri..kalau saya mah puasa meskipun antum mengeluarkan jurus siapapun ga puasa..ini perintah ALLAH..
“Khadijah tetap akan masuk surga walau tanpa shalat, tanpa zakat, dan tanpa puasa Ramadan”
Tujuan dari tulisam Moqsith Ghazali ini satu : yaitu mencari dalil yang mengabsahkan orang yang tidak puasa. Sekaligus ingin memaparkan bahwa orang yang tidak pusas bisa masuk surga, seolah-olah yang menentukan masuk tidaknya orang adalah Moqsith Ghazali.
...Sayang umat sudah terlalu cerdas untuk diakali oleh kajian liberal yang makin nggak laku semacam ini.
Bingung baca tulisan diatas, maunya apa ya, mau bikin dalil bahwa tidak puasa, tidak sholat dan tidak berzakat itu tidak apa-apa dan bisa masuk sorga, tuh contohnya siti khodijah dan banyak sahabat nabi…....sebuah dalil yang sangat rapuh. Kok tulisan kayak gene bisa lolos dan dimuat di situs ini.
Buatlah semau anda karena anda memang terpaksa harus menulis perkara yang berbeda dengan arus utama aturan agama biar anda dianggap punya nyali oleh orientalis sono sebab punya keberanian berbeda dalam urusan agama ini.Apakah maksud anda mengatakan Khadijah tak puasa?apakah biar dianggap puasa itu suatu perkara yang tidak penting sehingga tak melakukannya tidak dianggap berdosa?Kalau saya suruh anda membaca al-Quran dan Hadids tentang puasa ini, tentu hanya sia-sia saja karena otak anda tidak lagi percaya kepada keduanya.Padahal masalah puasa baik hukum yang berkaitan dengannya disebutkan di sana.Yang benar aja, Pak?Jangan anda bermain-main dengan agama ini. Jangan anda menjadikan agama ini hanya sebagai akrobat ilmiah.Mungkin nanti orang seperti anda juga akan menulis sesuatu yang isinya menggugat Tuhan?Biar kelihatan keren dan berani. Kira2 begitu, ya.Seperti Sumanto al-qurtuby itu yang melegitimasi pelacuran hanya sebatas “daging”.“apa beda telinga dengan zakar karena sama2 daging?katanya dalam sebuah buku.lanjutnya,“kalau dosen boleh cari makan dengan mulutnya, pendakwah boleh cari makan dengan mulutnya, kenapa orang yang ingin menghidupi anak-anaknya tak beleh menggunakan vaginanya untuk melacur cari makan?”.Nampaknya dia menulis spt ini biar kelihatan berani, kali. okelah, silahkan bermain-main dengan agama ini!konsekwensinya tentu anda tahu sendiri.
Komentar Masuk (50)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)