Teras Terlarang, Fatima Mernissi Konsep Harem dalam Perspektif Fatima Mernissi
Oleh Burhanuddin
Sebagai seorang akademisi, Mernissi telah sekian lama merebut perhatian para aktivis perempuan dan peminat gender melalui buku-bukunya seperti Beyond the Veil: Male-Female Dynamic in Modern Moslem Society— yang aslinya adalah disertasi doktornya, The Veil and the Male Elite dan seabrek buku lainnya yang—alhamdulillah— sebagian besar telah diterjemahkan ke dalam edisi bahasa Indonesia.
Dari tulisan-tulisannya, sedikit atau banyak kita dapat menarik benang merah untaian pemikiran Mernisi sekitar feminisme: Yakni betapa gigihnya dia menelisik kekurangan-kekurangan yang ada pada pemerintahan Arab —yang menurutnya— bukanlah intrinsik karena doktrin agama. Namun, lebih karena agama itu telah dimanipulasi oleh orang yang berkuasa untuk kepentingan dirinya sendiri.
Komentar
Artikel itu bagus, tapi masih belum mengarah bagaimana sesungguhnya harem itu sendiri dalam perspektif Mernissi sebagai seorang sosiolog. Terima Kasih
Semoga terus berkarya bumikan wacana gender, ganyang dehumanisasi kaum perempuan
——-
membaca karya mernissi seperti melihat gambaran harem yang sesungguhnya. Salut karena dari lingkungan harem, muncul seorang yang berpikiran bebas. kapan ya perempuan Indonesia dipahami dengan begitu jujur dan tidak dicurigai sebagai “sumber dosa”?
Komentar Masuk (2)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)