Kontra-terorisme Raja Abdullah
Oleh Saidiman
Jika semangat revolusioner dan terorisme itu semakin besar, maka yang akan dirugikan bukan hanya target-target teroris di luar Arab Saudi, melainkan juga adalah Arab Saudi sendiri. Saat ini, Arab Saudi, selain Israel, adalah sekutu utama negara-negara Barat di Timur Tengah. Amerika Serikat bahkan menempatkan pangkalan militernya di Arab Saudi, ini pulalah yang memicu gerakan protes masyarakat Islam Wahhabi Saudi sendiri.
Komentar
Jangan lupa bahwa Pemerintah Arab Saudi dibawah rejim Ibnu Saud didukung penuh oleh Ingris dan AS, tentu saja dengan konsesi ekonomi. Oleh sebab itu meski mereka tidak menerapkan demokrasi dan melanggar Ham, AS and Inggris justru melindungi. Misalnya , berapa banyak TKW Indonesia yang diperkosa dan dianiaya , adakah hukuman atau tuntutan internasional? enggak ada. itu salah satu contoh saja.
Bagaimana manapun dan dengan alasan apapun terorisme dan kekerasan bukan solusi terbaik. Oleh sebab itu segala bentuk penjajahan dan kekerasan dimuka bumi harus dihapuskan.
Pernah tidak terpikir kalau umat Islam Indonesia yang jumlahnya paling besar sedunia ini, yang ternyata banyak mencecar Arab Saudi karena kemaruk dengan “petrodollar”, justru ikut memperkaya Arab Saudi. Kita membuat perut-perut mereka dan “beberapa orang lainnya” (baca: orang Indonesia) semakin gendut dengan “iuran” wajib naik haji yang jumlahnya selangit itu. Berani tidak kita memboikot Arab Saudi dengan menolak naik haji???? Apalagi sekarang naik haji jadi ajang plesir dan gengsi bagi banyak orang, sarang korupsi, dan sekedar “romantisme spiritual” yang kadang kehilangan kaitannya dengan makna agama sebagai “jalan lurus” pembimbing manusia dalam bersikap terhadap “yang lain”. Berani memboikot ritual haji?
Dan untuk mas “adit”
Sudah baca bukunya Irshad Manji “beriman tanpa rasa takut”, mas? mudah-mudahan sudah. Buat yang lain, buku ini bisa kita pakai untuk introspeksi diri sebagai orang-orang yang mengaku muslim. mudah-mudahan setelah membca buku ini kita tidak lagi berusaha selalu melemparkan kesalahan kepada Barat atau zionisme atau sejenisnya atas segala pengkerdilan dan “penistaan” terhadap kaum muslim. karena ternyata kesalahan juga (bahkan mungkin yang paling besar) ada pada orang-orang muslim itu sendiri. selamat membaca dan berpikir!
Islam dan Sekulerisme
Kalau kita melihat perjalanan negara-negara maju (barat) jaman dulu saya melihat banyak persamaannya dengan negara kita (umat muslim) saat ini. Di abad pertengahan gereja demikian dominan menguasai kehidupan masyarakat dan negara secara keseluruhan. Seluruh produk hukum, ekonomi , sosial dll bersumber dari ketentuan-ketentuan gereja. Demikian kuatnya kekuasaan gereja saat itu sampai-sampai seorang Galileo Galilei, ilmuwan terkemuka di bumi ini harus kehilangan nyawanya karena mengemukakan dalil ilmiah yang menentang doktrin gereja yang dipercaya selama ratusan tahun bahwa bumi adalah pusat tata surya, Galileo yang membantah dengan dalil ilmiahnya dan walupun akhirnya terbukti benar akhirnya dihukum mati karena keberaniannya tsb.
Berangkat dari kejadian-kejadian berikutnya akhirnya masyarakat disana sadar dan akhirnya sepakat bahwa kehidupan negara dan agama harus dipisah. Terbukti mereka akhirnya tumbuh menjadi negara-negara maju saatini, dan kalau kita lihat semua negara-negara maju didunia saat ini baik di Asia, Eropa dan Amerika adalah negara-negara sekuler.
Pertanyaannya sekarang apakah konsep negara sekuler tsb yang membuat negara-negara tersebut tumbuh dan berkembang menjadi negara maju? Bagi penentang konsep sekulerisme, akan keluar jawaban basi bahwa saat ini Tuhan sedang memberi mereka kemenangan dan sebentar lagi di hari pembalasan mereka akan terima azabnya. Bagi negara-negara agama (islam) dengan mudah dikatakan bahwa kemunduran dan kesengsaraan saat ini adalah cobaan dari Tuhan, bla…..bla…..bla…..
Bagi pendukung sekulerisme seperti saya misalnya, jelas saya berpendapat bahwa sekulerisme adalah salah satu pendorong majunya suatu negara, karena kalau mau dijawab dengan jujur, sekulerisme akan memberi jaminan kebebasan berpikir dan berkreasi tanpa takut akan kena semprit oleh otoritas agama.
Baru-baru ini saya mengobrol dengan seorang rekan yang menjadi peneliti dari suatu perusahaan farmasi terkemuka di Eropa mengatakan, bahwa melalui rekayasa genetika, diperkirakan dalam 20 tahun kedepan organ binatang bisa dicangkokan ke tubuh manusia. Hanya sayangnya (menurut saya yang muslim) kenapa dari binatang yang ada, yang potensinya paling memungkinkan adalah Babi. Menurut teman saya tersebut ada bagian dari tubuh babi yang kalau dicangkokan kedalam tubuh manusia akan menggantikan fungsi pankreas dalam menghasilkan insulin. Tentu ini adalah berita yang sangat menarik bagi penderita diabetes di seluruh dunia yang jumlahnya ratisan juta orang.
Sekulerisme memungkinkan mereka melakukan penelitian-penelitian semacam itu. bandingkan dengan kita? Ini adalah salah satu contoh kecil.
Lalu bagaimana dengan umat muslim? Sudah menjadi rahasia umum bahwa kita sebagai umat muslim kelihatannya sangat SUSAH menerima konsep sekulerisme. Turki sebagai satu-satunya negara sekuler dengan mayoritas penduduknya muslim malah dibenci habis-habisan oleh kaum islamis.
Lalu apa hubungannya sekulerisme dengan topik ini? Selama konsep sekulerisme belum bisa diterima oleh umat islam, selama itu pula mencampurkan kehidupan politik dan agama akan terus terjadi. Selama itu pula jargon-jargon keagamaan akan senantiasa dibawa kedalam ranah politik, itu sudah pasti. Dan akibatnya selama jargon-jargon agama dibawa ke ranah politik, selama itu pula maka seluruh tindakan radikal dengan membawa ayat-ayat suci sebagai pembenar tindakannya tersebut akan terus terjadi. Terlebih lagi prinsip bahwa sesama muslim adalah saudara akan dipegang, maka selama ada konflik yang melibatkan negara islam dengan negara non islam atau sekuler, maka tanpa reserve dukungan dari umat muslim akan mengalir ke negara islam tersebut, bahkan maaf, kadang tanpa memahami substansi masalahnya sama sekali.
So What? Sampai kapan keributan-keributan politik dengan justifikasi ulama dan agama akan terjadi? Saya jawab, selamanya akan terjadi sepanjang pencampur adukan politik dan agama masih berlangsung. Semuanya berpulang kepada kita semua, sebagai umat muslim.
Islam dan Sekulerisme—sebuah renungan…
Awalnya sebagai insan yg dianugerahi kemampuan otak kiri lebih dominan, saya sepaham dengan ide ini, sekulerisme…
Namun akhir-akhir ini alam pikir saya mulai terusik ketika menyadari bahwa alam semesta ini adalah suatu organisme yg utuh, saling terkait, saling berinteraksi, serta saling mendukung.
Kita ambil contoh, ketika dunia kedokteran mulai berkembang di dunia barat, dengan teknik2 pengobatan kimiawi-sintetis, kita terbuai oleh kemajuan itu. Namun pada akhirnya, dunia pengobatan mulai sadar, bahwa kembali ke alam adalah keputusan yang lebih baik, dimana alam telah menyediakan semuanya, kita hanya perlu mengolahnya secara utuh dan benar.
Juga ketika dunia perdagangan mencoba membatasi peran negara terhadap sistem pasar (hal ini mirip dengan sekulerisme agama-politik) dengan neo-liberalisme/kapitalisme global-nya, sisi lain dunia menaruh harapan terhadap ide pemisahan ini. Namun sekali lagi tersadar akibat peristiwa meletusnya balon ekonomi akhir-akhir ini, secara “terpaksa” diterima ide bahwa peran negara tidak mungkin dipisahkan sama sekali mengingat aspek ekonomi adalah merupakan bagian integral dalam bernegara.
Dari sini saya pribadi mulai mencoba berpikir ulang, apakah ide pemisahan adalah satu-satunya jalan keluar, ataukah ada formula yang lebih baik diluar sana yang perlu kita gali bersama?
walau bagaimanapun agama takkan bisa terlepas dari kehidupan manusia, yang ada adalah manusia dan kehidupannya yang berpisah dari agama, agamamu, agamaku, pahammu, pahamku.
Tidak usah memperdebatkan permasalahan dan perbedaan agama, toh tak ada dalil atau ayat alquran yang tidak terbukti (alquran adalah rangkuman seluruh kehidupan sebelum penciptaan, penciptaan semesta, kehancuran semesta dan pergantian alam semesta /Akhirat).
Toh pada akhirnya alquran terbukti yahudi & nasrani akan abadi membenci islam dan umat islam sendiri akan terpecah belah/seperti buih dilautan.
Tak perlu memperdalam permasalahan agama, toh surga dan neraka telah tercipta, setiap otak mengajukan kebenarannya namun allahlah yang akan memutuskan kebenaran sejati.
Selama syahadat kita pegang sampai mati, selama itupulalah yang membedakan kita pada akhirnya dengan mereka di akhirat kelak.
Ya allah ampunilah segala dosa-dosa kami.
salam hangat,
Agama akan tetap menjadi perbincangan selama orang-orang beragama menganggap bahwa pemeluk agama lain layak dibenci. kalau kita membenci agama lain karena ada segelintir penganutnya yang kita percaya membenci kita (apalagi dengan menggunakan Alquran untuk menjustifikasi bahwa semua pemeluk agama itu membenci kita) maka yang akan muncul adalah lingkaran setan kebencian yang rapuh akan konflik. kalau kita mau berhenti mesubordinasi agama lain dan mulai memupus kebencian terhadap umat agama lain, saya yakin satu konflik besar akan berhasil kita redam. tapi nampaknya ini hanya akan menjadi mimpi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan selama hati kita masih dipenuhi oleh rasa benar sendiri.
Saudi Arabia adalah negara islam yang kehidupan sosial sehari-harinya jauh dari dari kepribadian islam itu sendiri. Dimana ritual agama hanya sebagai rutinitas yang dipaksakan dan terlebih lagi hanya dijadikan kain untuk menutupi borok-borok penyakit psikologi. ibarat debur ombak di air, sumber ombak itu sendiri sudah lama reda tapi riakan ombaknya masih terasa di tempat yang jauh. begitu pula islam di tempat kemunculannya sudah tidak ada apa-apanya lagi, justru ditempatnya muncul ia dijadikan alat untuk mempertahankan kekuasaan sebuah rezim keluarga. kita seringkali keliru dalam menilai mana budaya islam dan mana budaya arab. di negara tempat lahirnya islam ini tidak ada budaya islam yang ada hanyalah budaya arab bar-bar.
saya merasa heran jika umat islam diserang duluan kemudian umat islam “tidak boleh” membeladiri dengan berperang melawan mereka.
kemudian tentunya saya juga merasa heran jika umat islam nyerang duluan seperti-maaf-osama bin laden,lalu dibela-bela.
Pemimpin Arab sekarang sangat jauh dari pemimpin2 Arab sebelumnya seperti Saladin “Al-Ayubi”, Umar bin Abdul Aziz atau terlebih Pemimpin TERHEBAT sepanjang dunia ini ada : Rasulullah SAW. Kenapa?
Karena pemimpin Saudi sekarang berprinsip “SAFETY 1st” alias yg penting masih enak ditampuk kekuasaan. jadi wajar apabila penyataan2nya selalu menyenangkan hati “majikannya” yakni Barat.
Kasus terakhir FATWA Mufti Saudi [tentu atas restu dari Raja] yg jauh lebih heboh dari FATWA MUI tentang Golput dan Rokok yakni FATWA pelarangan berunjuk rasa atas serangan Israel ke GAZA. Padahal, siapapun sebagai Muslim [sejati] pasti akan tergerak melihat saudara2nya dibantai tapi pemimpin Saudi dan para mufti masih tidur nyenyak diatas dollar&emas;.
Kalau tdk setuju terorisme kenapa tdk minimal mengecam TERORISME yg dilakukan Israel atas Rakyat Gaza? Yg tewas ribuan!! dan itu manusia. Mana EKSPRESINYA??????
Ya ALLAH, Inikah diantara pemimpin Kaum Muslim? Dimana penerapan ajaran islam bahwa muslim itu saudara, jika ada yg disakiti maka yg lainya pun ikut disakiti. Atau secara universal dimana rasa kemanusiaan para pemimpin Saudi sampai2 untuk mengecam saja susah?
saran saya : ikuti hati nurani, kita yg muslim harus jeli mana pemimpin yg harus diikuti dan mana yg sesungguhnya “pengecut”?
@JAFAR UMAR TALIB
Jawaban
1. Karena dalam Islam ada keharusan untuk melawan ketidakadilan meskipun yg melakukan adalah orang islam itu sendiri. Maka islam juga dikenal sebagai “TEOLOGI PEMBEBASAN”.
2. Kalaupun ada yg “aneh” pasti bukan ajarannya, karena dalam Islam ada urutan jika akan bersikap dan kontekstual terhadap suatu kasus.
3. Jika ada orang islam yg menggunakan dalil/jargon/symbol keislaman untuk kepentingan pribadi/golongan maka ALLAH&Rasul;terlepas dari padanya [termasuk yg terjadi di zaman Khalifahur Rasyidin]. Karena di Islam juga ada dogma “segala sesuatu tergantung niatnya”. Biar kelak Allah lah yg mengadili. Jangankan di zaman sekarang, zaman Rasul aza ada diantara sahabat yg ikut berjihad namun tdk tergolong mujahid karena niatnya beda.
Saya ingin balik tanya :
1. Kenapa Islam dijadikan “NEXT TARGET” pasca perang dingin sampai2 Samuel P Huntington dalam karya terkenalnya CLASH of CIVILIZATION [Dibuat jauh sebelum pristiwa WTC] untuk mewaspadai Islam setelah komunis hancur?
2. Kenapa Nabi SAW paling sering dihujat oleh orang-orang Barat?
3. Apa kapasitas anda menilai ada yg “salah” dalam menginterpretasikan ajaran Islam? Atau anda pilihan-Nya yg di utus untuk memperbaharui interpretasi yg sdh ada?
4. Kenapa anda [kalau benar2] sebagai Muslim tdk bisa bedakan mana yg dogma dan mana yg cuma mencatut symbol2 agama?
catatan: Perang Irlandia dan Irlandia utara Atas nama apa? Pembantaian/Genosida Suku Maya, Aztech oleh Spanyol atas nama apa? Kolonialisme Eropa dengan Jargon 3G (Gold, Glory, Gospel) atas nama apa? Perang AS [G.W BUSH sempat keceplosan dengan menyebut Next Crusader/kelanjutan perang salib]atas Irak, Afghanistan&Sudan;atas nama apa? Jangan lupa, kasus ambon, poso bukan hanya orang islam yg menggunakan jargon agama! Kalo Mau disebutkan akan banyak lagi.
Mengutip ungkapan kang Jalal [jalaludin Rahmat] anda ini termasuk mengidap kekeliruan “logika berfikir”.
Lain kali kalau mau tanya [sekali lagi, jika benar2 anda seorang muslim] baiknya ke Ustad, Kiyai atau banyak baca buku supaya wawasan berfikirnya lebih luas. Oke bro?
hati-hati saudara ku!
jangan terpancing adu domba pihak2 yang tidak bertanggung jawab.
kita lihat masalah ini dengan kepala dingin dan kembalikan ke Al-Quran dan As-Sunnah.
apalagi bagi kita -kita yang tidak punya banyak ilmu yang mumpuni tentang agama.
jangan asal komentar gitu..
pertanggungjawabannya berat…
Wallahu’alam
trus jangan menghujat saudara kita sendiri dong!
kita ini muslim lho!!!
agama kita agama yang santun…
mungkinkah Allah memerlukan pasukan utk menegakan kebenaran d bumi ini ?, sehingga ada org2 yg beranggapan bhw mereka adlh pasukan penegak kebenaran n meyakini segala btk tndakan yg mereka lakukan akan mndpt t4 yg mulia d sisi Allah. andai ku tahu….
Pemimpin islam sekarang lembek -lembek ,ga seperti rasul sahabat dan terakhir sultan saladin
yang ketika berperang masih mengedepankan sikap KOmunikasi.sultan saladin tau jika pasukannya lebih besar dan pasti menang,dan tindakan salading adalh tawaran untuk berdamai.
bagaimana dengan kaum kafir sekarang,Langsung aja dilibas tanpa ampun.
Jihad Islam sekarang bukan hanya pada persoalan ajaran saja melainkan ditekankan pada ekonomi sebab kebutuhan real masyarakat bukan cerita tentang bagus buruk melainkan bagaimana dia mendapatkan makanan dengan mudah, artinya perlu untuk konsolidasi umat islam tanpa harus memandang paham-paham, dengan membentuk perusahaan multinasioanl maupun penguatan negara-negara Islam bahkan lebih radikal lagi dengan mencetak mata uang khusus untuk transaksi eksport import di negara muslim. jihad itulah sekarang yang dibutuhkan daripada menekankan ajaran tetapi berujung dengan penjualan ayat demi sesuap nasiii. bukan begithu kanggg
HAHAHAHAHAHA…..
bro..dulu pahlawan gw yang namanya Imam bonjol,Pattimura, i gusti ngurah rai, Diponegoro juga dianggap teroris..namun stelah orang awam sadar mereka memperjuangkan yang benar mereka dianggap PAHLAWAN. HAHAHAHAHHA..
Revisi Tulisan lo bro..juhaiman melakukan pemberontakan karena rezim Saud doyan melenceng dari Islam,bukan meleceng dari imam wahabbi.
Rezim Saud doyan zinah dan karupsi bro…
Hahahahaha…..
Bro…hidup demokrasi broo…hahahaha
Assalamualaikum.
Saudaraku semua…..
Hanya iman yang lemahlah yang hanya bisa berdoa, tanpa berbuat.
berbuatlan saudaraku, berbuatlah sesuai AlQuran dan hadist.
Damai, Perang, Jihad, berpolitik, beramal, dll semuanya ada tuntunannya.
Luruskan Niatmu, Ucapkan Bismillah, berbuatlah, dan akhiri dengan berdoa…
apapun bentuknya (membela diri,menghukum,dll),kekerasan tidak boleh dilakukan.Kasih itu sabar;kasih itu murah hati;ia tidak cemburu.Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan,tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu,percaya segala sesuatu,mengharapkan segala sesuatu,sabar menanggung segala sesuatu.(1 korintus 13:4-7).Kegiatan yang harus dilakukan semua manusia,bukan sekadar perasaan batin atau motivasi.lakukanlah maka tak akan ada perselisihan.ALLAH memberkati kita semua.
Perbedaan antara politik dan agama adalah bahwa politik menyangkut tata cara negara dan agama merupakan keyakinan pribadi. Agama yang diatur oleh negara bukan namanya keyakinan tetapi sandiwara. Di mata tetangga dan Polisi Syariah mungkin ada manfaat, di mata Allah tidak ada arti selama perbuatan kita tidak tulus atau kalau di balik rupa kita yang manis kita sembunyikan tindakan pelampiasan nafsu kekuasaan, kekayaan, balas dendam atau rasa benci.
Politik zaman sekarang mengutamakan popularitas dan mempermainkan sentimen masa. Sejarah sudah berkali-kali membuktikan betapa bahayanya jika politik dicampuri sentimen agama. Perang salip, pembantayan orang protestan oleh orang katolik di Eropa,pembantayan orang jehudi oleh orang kristen pada zaman Nazi, perang antara kaum hindu dan kaum islam di India pada zaman Mahatma Gandhi, perang antara Irak dan Iran, pembantayan yang terjadi pada jaman PKI etcetera. Kita membutuhkan berapa contoh lagi???
Kalau agama kita kuat, maka kita tidak perlu hukum negara yang memaksa. Kalau agama kita kuat, maka dengan sendiri kedamaian, keadilan dan kemakmuran akan lebih terjamin. Yang kita butuhkan adalah pemimpin agama yang memperingatkan kita tentang pokok pelajaran agama Islam, bukan pemimpin yang mencari muka atau kekuasaan atau pemimpin yang takut melawan sentimen-sentimen nasionalis, rasis atau agama. Mendingan kita sama-sama berusaha untuk menciptakan masa depan yang damai dan makmur untuk anak-cucu kita daripada kita habiskan tenaga kita untuk saling mengatur dan merusak.
Seperti Nabi Mohammed SAW mengatakan: “Agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu.”
Wassalam
Komentar Masuk (38)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)