Editorial,
31/08/2008

Kritik atas Argumen Aktivis Hizbut Tahrir

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Maslahat bersumber dari konteks sosial. Jika dalil agama bertentangan dengan konteks sosial, maka konteks harus didahulukan di atas teks agama. “Mendahulukan” di sini, dalam pandangan Thufi, bukan berarti membatalkan dan menganulir sama sekali dalil agama. Sebaliknya, konteks sosial dianggap sebagai “pentakhsis” atau spesifikasi dan “bayan” atau menerangkan teks atau dalil agama yang ada.

31/08/2008 11:25 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (207)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 11 dari 11 halaman‹ First  < 9 10 11

Allahu a’lam bi ash showwab. ihdina ash shirot al mustaqiim. ya…. itulah idalektika al akh, suatu petaka bagi yang gak mau mentela’ah dan belajar. ulil n HTI, lumayan seru ... terusin, yang penting tetap dlm koridor dialog ilmiah, statement di balas statement. opini dibalas opini, orasi di balas orasi

#201. Dikirim oleh abu dukhon as sijarii  pada  17/06   04:50 PM

Anda telah berbuat makar terhadap Allah dan agamanya,untuk menyesatkan umat ini,tapi ingatlah…sebaik-baiknya pembuat Makar adalah allah swt,seberapa pun hebatnya anda dan yang mendukung anda,seberapapun kuatnya fisik anda sekarang,suatu saat nanti ajal akan menjemput anda dan hanya kepada Allah lah anda akan kembali.dan sgala apa yang telah anda perbuat dan ucapkan kelak akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat,sungguh azab Allah itu sangat pedih.

#202. Dikirim oleh Ahmad Fatullahudin  pada  23/08   09:33 PM

jangan ngawur kl pake dalil….kaidah sampean salah and keliru besar! kaidah hukum yang benar “hukum TIDAK BERUBAH dengan berubahnya waktu dan tempat”. JANGAN MEMBODOHI UMAT dengan kaidah-kaidah syara’ yang diputarbalikan!!

#203. Dikirim oleh fitri  pada  23/11   05:26 PM

Seakan paradoks ketika ulil berkata khilafah merupakan “mimpi besar” HTI.
Klo mmg mimpi ya gak usah di halang-halangi toh. tp seakan-akan ulil cs sgat phobi penegakan khilafah.

#204. Dikirim oleh zule  pada  06/01   04:10 PM

pendapat sampeyan ini tidak syar’i yaitu menjustifikasi hukum Islam dengan memperturutkan hawa nafsu, yaitu amerika sbg sponsor JIL pnyandang dana, coba lihat para kroco-kroco AS spt saddam, husni mubarak,bin ali, soeharto bila sudah tidak dimanfaatkan dihabisi sendiri, saudaraku kembalilah kpd Islam yang benar maka janji Allah akan ditepati

#205. Dikirim oleh saladin al ayubi  pada  09/01   05:12 PM

hizbut tahrir terlalu estrem dalam menyikapi khilafah seaan-aan tidak ada kewajiban lain selain menegaan khilafah

#206. Dikirim oleh afifurrochman  pada  13/03   02:28 PM

kalau melihat tulisan tadi, secara jelas bahwa bang ulil mengakui bahwa konsep khilafah mempunyai dalil-dalil yang kuat bukan sekedar “mimpi besar”. Hanya saja tidak sesuai dengan “konteks sosial”. Maka dari itu, mari bang ulil kita bersama-sama menciptakan keadaan masyarakat agar mendukung konsep khilafah ini agar konsep khilafah ini sesuai dengan “konteks sosial” masyarakat. konteks sosial bisa diciptakan dengan pembentukan opini masyarakat dengan berbagai cara dengan berbagai media atau biasa kita sebut dengan dakwah. Oleh karena itu, bang ulil sebenarnya mengakui juga metode dakwah hizbut tahrir dalam hal pembentukan opini masyarakat.

#207. Dikirim oleh akhmad maududi  pada  15/04   01:50 PM
Halaman 11 dari 11 halaman‹ First  < 9 10 11

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?