Lebaran dan Toleransi Internal
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
...toleransi internal yang dipertunjukkan ormas-ormas Islam terhadap sikap Muhammadiyah yang berbeda dalam lebaran tahun ini bisa juga dikembangkan lebih luas lagi sehingga mencakup hal-hal yang lebih mendasar, seperti soal keyakinan. Dalam pandangan saya, toleransi dalam soal akidah bukanlah hal yang tercela, bahkan sangat baik. Toleransi bukanlah mengakui kebenaran pendapat atau keyakinan golongan yang lain; sekedar memberinya hak untuk “exist”.
Komentar
memang benar selama ini pemerintah boleh di bilang masih pincang dalam memandang persoalan Ahmadiyah…saya selalu salut dengan tulisan mas Ulil….
asslm.ww. mohon maaf lahir dan batin mas ulil. semoga taqwa kita benar2 meningkat. setelah sibuk berhari raya, baru buka lagi halaman islam lib.
mengomentari tulisan mas ulil ttg toleransi internal ala cak nur, sebenarnya sdh diuswahkan oleh kanjeng Nabi dan para Sahabat2nya. dalam hal ini, toleransi pada wilayah furu’. tapi utk masalah aqidah, org2 yg ngaku nabi setelah wafatnya kanjeng Nabi, langsung dibantai habis mas… ini masalah aqidah. ini pula wujud rahmatan lil ‘alamin dan ketegasan ala sahabat. pemerintah hrs mencegah ini(bunuh membunuh) spy tdk terjadi.
wasslm.ww
Misi dan tujuan beragama jauh lebih tinggi dan lebih mulia dari misi dan tujuan bernegara karena misi agama adalah untuk mencapai ketenangan dan kebahagiaan didunia maupun akhirat (setelah kematian) dan menyelamatkan penganutnya dari siksaan Pencipta alam semesta ini sebagai konsekwensi kewajiban pengabdian kepada Pemilik Alam semesta ini, sedangkan misi dan tujuan bernegara adalah berusaha untuk memberi ketenangan dan kebahagiaan hanya sebatas kehidupan ini saja bagi warga negaranya, setelah kematian mereka menyerahkan kepada Penciptanya sekaligus Pemiliknya serta melepaskan tanggungjawab karena urusan selanjutnya diluar kemampuan negara, padahal kematian itu sesungguhnya bukan akhir dari perjalanan kehidupan jiwa manusia tetapi adalah awal dari sebuah perjalanan yang panjang dan bertahap, maka alangkah bijaksananya negara² yang memberi kebebasan kepada setiap warganya untuk menjalankan aturan² yang diwajibkan dalam agamanya serta memberi kesempatan dan melindungi warganya agar dapat mengamalkan apa-apa yang mereka yakini dari ajaran² kitab suci mereka. dan perlu dipahami, bahwa agama juga memiliki konsekwensi hukuman didunia maupun diakhirat bagi penganutnya yang tidak menjalankan aturan didalam kitab² suci mereka, karena dianggap sebagai pembangkangan atau penghianatan atau ketidak percayaan ”ketidak beriman-an” terhadap kebenaran yang tertulis didalam kitab suci mereka sendiri, orang yang mengingkari atau mengabaikan aturan yang ada dikitab suci yang mereka yakini, sesungguhnya mereka tengah mengingkari dan menghianati agama yang mereka yakini sendiri dan tengah menganiaya diri mereka sendiri. jelas orang-orang yang demikian ini bukanlah cermin dari orang yang benar dan bisa dipercaya, padahal alangkah damainya jika negara² yang ada dimuka bumi ini dan agama jalan berdampingan dan tidak saling menekan satu sama lain. Karena tujuannya dalam kehidupan ini sama. ingin tenang, damai, adil, dan bahagia. Meskipun cara untuk mencapai cita² tersebut antara negara dan agama memiliki methoda yang berbeda, aturan² dalam agama lebih bersifat preventif (pencegahan dini ) walaupun aturan² dalam agama terlihat lebih extrim dan bersifat mempermalukan dan memang inilah tujuannya, agar dapat menimbukan efek jera serta pembinaan kekejiwaan, sedangkan negara lebih bersifat merehabilitasi dan pembinaan fisik. Namun perlu diperhatikan bahwa berjihad (berjuang ) dijalan Allah tanpa menimbulkan korban jiwa dipihak lawan justru itulah yang diharapkan karena jihad itu perintah dalam usaha untuk mempertahankan dan melindungi keberagamaan , bukan perintah menyerang , Cara menyikapi tentang penganiyaan dalam Islam ada beberapa pilihan diantaranya : hijrah atau berjihad (berjuang) dengan harta, jiwa dan bersabar . Jika menyikapi tentang pemberangusan atau fitnah terhadap ajaran agama Islam maka umat Islam itu harus bisa terlebih dahulu merefleksikan ajaran agama Islam secara akhlak atau prilaku sehari-hari serta memberi penjelasan secara benar, terbuka dan global, apa sebenarnya agama Islam itu , apa misinya dan tujuannya serta sasaran yang ingin dicapai dengan kehadiran agama Islam itu dimuka bumi ini. Sehingga tidak menimbulkan beragam penafsiran yang kalut dari dalam maupun dari luar Islam. Karena makna Diinul Islam itu sendiri adalah Diin = aturan, cara, jalan . ul = yang , Islam = damai, akur. Salam, suatu cara atau peraturan yang dapat menciptakan kedamaian, keakuran dan lain-lain.
Setuju Gus Ulil.
Soal keyakinan memanglah tdk bisa dipaksakan kpd orang lain, karena itu menyangkut dgn apa2 yg dikehendaki oleh hati nurani si yg meyakini tersebut.
Dan disinilah memang diperlukannya upaya toleransi untuk menghormati orang2 yg saling berbeda keyakinan.
Tapi saya juga agak kurang sreg juga dgn pernyataan kiyai2 perwakilan NU, yg seolah-olah dlm perkataan mereka tersebut “memojokkan” pendapat orang2 yg memakai hisab wujudil hilal. Dan ini berbahaya bagi orang2 awam yg tdk begitu mengerti dgn masalah2 seperti itu.
Sungguh Tuhan tidak berdimensi, ruang dan waktu, yang penting bagi Tuhan adalah niat dan keikhlasan hambanya, jadi apalah arti perbedaan hari puasa dan lebaran kita bagi Tuhan ?, dalam keadaan tertentu shalatpun kita bisa menghadap ke kiblat mana saja, bukankah kemanapun kita menghadap di situ ada wajah tuhan ?. Tapi tuhan menghendaki kebersamaan, jama’ah, persatuan. Masa kita tidak bisa bersepakat tentang suatu metode yang sudah sangat jelas sejarahnya dan bukti ilmiahnya, demi menjunjung persatuan sebagaimana yang dikehendaki nabi dan rasulnya ?. Sungguh saya seorang muslim, yang dalam urusan ubudiyah (shalat dll) lebih banyak ikut Muhammadiyah, tapi dalam hal mu’amalah (tahlil, ziarah dll) lebih banyak ikut NU. Tapi saya tinggal di lingkungan NU, yang shalat tarawihnya 23 rakaat, dan shubuhnya ber-qunut. Masa saya harus shalat tarawih dan syubuh sendiri di rumah, atau pergi ke masjid Muhammadiyah yang lintas Kecamatan ?. Bagi saya shalat berjamaah dengan tetangga jauh lebih penting, karena itulah salah satu esensi shalat berjamaah. Jadi masa dalam satu negara lebaran dan puasa harus beda hari ............? Ah sungguh tidak masuk di akal saya, kalau para ulama yang pandai-pandai tidak bisa merasakan apa yang saya alami ini ........................
sebagai warga negara sy bingung sekali, keyakinan manakah yang harus sy ikuti, bila keyakinan sy berlebaran hr rabu ternyata tidak bnr disisi allah.. bagaimanakah hukumnya ini,siapakah yang salah..? sebagian masyarakat yang berlebarn hr rabu merka tdk berpuasa d har selasa..
sungguh mencerahkan. menggunakan bahasa yang renyah untuk dibaca. tulisan-tulisan seperti ini yang semestinya dibaca, karena rasa damai yang terasa setelahnya.
membaca tulisannya saja, sudah membuat hati ini damai, apalagi mendapatkan kuliah secara langsung.
ditunggu di kampus uin bandung mas.
Hikmat , Taurat, Injil dan Al Qur’an
Allah Yang Suci dan Tinggi, Dialah Pencipta, Pemilik dan Penguasa Tunggal tanpa sekutu atas alam semesta dan segala isinya ini, Dia yang dibutuhkan oleh ciptaan-Nya dan hanya Allah saja yang mampu mendengar dan mengetahui setiap permintaan ” doa” dan kebutuhan seluruh mahkluk yang diciptakan-Nya, baik yang lalu, saat ini maupun yang akan datang.
Dan Allah berbuat sesuai apa yang dikehendaki-Nya tanpa intervensi dari siapapun juga dengan segala Kesempurnaan dan Kebijaksanaan-Nya. Dia Menciptakan, Mengampuni, Memberi petunjuk dan Membahagiakan dan lain-lain atas apa dan siapa yang dihendaki-Nya dan sebaliknya.
Bagi mereka yang tidak suka dan tidak senang dengan kebijakan2 dan ketetapan2-Nya maka carilah atau buatlah bumi dan dunia yang lain dan hiduplah disana dengan keputusan dan kebijakanmu sendiri. Jika kamu tidak mampu maka mintalah kepada-Nya agar kamu dibinasakan dan mencabut semua nikmat yang diberikan-Nya selama ini padamu, karena sebenarnya memang kamu manusia yang tidak tau berterima kasih / bersyukur dan tidak ada manfaatnya.
Jika kamu takut minta yang demikian, maka minta ampunlah !, Sembahlah Allah ! dan Turuti kehendak-Nya yaitu Jalani perintah-Nya serta Jauhi larangan-Nya dan berusahalah sesuai kemampuan yang diberikan-Nya kepadamu serta bersabarlah atas apa yang menimpamu karena itu hanyalah ujian yang tidak lebih dari batas kemampuanmu, pasti berakhir lalu akan berganti dengan kebahagiaan didunia juga kebahagiaan dan hidup yang kekal di akhirat dan bersyukurlah kepada Allah sebanyak-banyaknya dan kasihsayangilah pada sesama.
Jagalah Kemuliaan Allah ini dan Janganlah kamu mencemarkan dan mensekutukan-Nya dengan satu apapun , Al Qur’an Surah Al Ikhlas [ ” Katakanlah, Allah Dia Ahad ( Tunggal), Allah Dia Yang Dibutuhkan, Tidak mempunyai anak maupun diperanakkan dan Tidak ada satupun yang serupa atau setara dengan-Nya”.], Allah, Dia Besar, Agung , Tinggi dan Suci dari pada apa yang dipikirkan mahkluknya tentang-Nya.
Jika kamu masih enggan juga berbuat dan meyakini yang demikian itu maka bersiaplah ! dan hiduplah kamu seperti kayu bakar yang lagi dijemur untuk dibakar diperapian !, dengan mengumbar nafsu ”keinginan” dan menghilangkan akal sehatmu, dan tunggulah ajalmu dimana malaikat maut akan menyeretmu atau merenggut ubun-ubunmu untuk dibawa menghadap Allah Swt, Pencipta dan Pemelihara- mu yang kamu lupakan, dustakan atau cemarkan selama ini. mungkin inilah jalan yang terbaik bagimu!
INJIL : [ Roma 1:18 ] Sebab murka Allah nyata atas segala kefasikan dan kezaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kezaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. apa yang tidak nampak dari pada-Nya yaitu >>
kekuatan-Nya yang kekal dan ke-Ilahi-an (Kekuasaan)-Nya dapat nampak kepada pikiran, dari semua karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih !Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap,
Roma: 1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh, Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
Roma 1:24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
Roma: 1;25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
Roma 1:26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
Roma 1:28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas penuh dengan rupa-rupa kezaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
Roma 1:30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
Roma 1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan orang-orang yang melakukannya.
Roma 2:4 ”Maukah engakau menganggap sepi Kekayaan, Kemurahan-Nya, Kesabaran-Nya dan Pengampunan-Nya ? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahaan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan ? ” Tetapi oleh karena kekerasan hatimu yang tidak mau bertaubat engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan]]
” [Al Qur’an QS: Dan orang-orang yang ingkar berkata : ” kami sekali-kali tidak akan percaya kepada Al Qur’an dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya”, Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang zalim itu dihadapkan kepada Allah…., QS: Sungguh telah rugilah orang2 yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan >>
tiba-tiba, mereka berkata ” Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang ini”, sambil mereka memikul dosa2 diatas punggungnya. Ingatlah amat buruk apa yang mereka pikul itu, Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main2 dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang2 yang bertaqwa. Tidakkah kamu memahaminya?
QS : Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan keingkaran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka jahanam ; mereka masuk kedalamnya ; dan itulah seburuk-buruk tempat kembali dan orang ingkar itu telah menjadikan sekutu2 bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah ” Bersenang2lah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”, Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun terang2an sebelum datang hari ” ( kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan ]”
Dan Ingatlah! Setiap orang akan dibalas sesuai dengan perbuatannya masing- masing kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta mengadakan perbaikan dan kebaikan karena Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan setiap perbuatan kebajikan. Meski sekecil apapun tetap akan diperhitungkan-Nya.
Maka, Marilah !, kembali dan bertaubatlah ! Sesungguhnya Allah adalah Pengasih lagi Penyayang dan Penerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan Katakanlah ”Asyahaduan Laa Illaha Ilallah wa Asyahaduanna Muhammadurasullullah” ( aku bersaksi Tidak ada Yang Kuasa selain Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah Rasul/Utusan Allah). Lalu berbakti dan bersujudlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya saja, Ingatlah ”Allah” dalam hatimu dan Sebutlah ” Allah ” dengan mulutmu/lisanmu, dan Allah juga mengingat dan menyebut namamu , Ketahuilah, Allah hanya memberikan nama-Nya saja sejak dahulu kala tidak ada satupun yang pernah melihat-Nya atau menggambarkan-Nya, maka Nama itulah sebagai jalan dan tiket untuk kembali kepada-Nya ” karena kita berasal dari Allah dan dihadirkan kedunia ini untuk mengabdi kepada Allah lalu kita akan kembali kepada Allah ” dan kasihsayangilah pada sesama, inilah jalan yang benar dan lurus ! Amin.
Banda Aceh September 2011
Oleh: Muhammad Dharmawan
bahasan tentang lebaran sangat bagus
tapi tolong jangan disamakan tentang kasus ahmadyah
analogi anda SALAH
belajar lagi tentang AKIDAH yah Pak Ulil.. ![]()
gaya bahasanya renyah, mudah dimengerti, dan terkesan “tidak menggurui”. semoga tulisan-tulisan bung ulil bisa memicu munculnya Islam yang damai dan toleran. setubuh bung ulil..!
“selama nyawa masìh ada maka tak lepas dari sbuah perbdaan yg terjadi dan slalu ada,ea sikap kita adalah menghormati plus menghargai hal itu krna tak lepas dari hikmah pencipta jagad raya^_^”
Saya mrasa berutang budi dgn tulisan2 mas Ulil..sy tercerahkan ketika 7 tahun lalu mbaca buku MENJADI MUSLIM LIBERAL..sejak saat itu minat mbaca sy muncul kembali..sdh lebih 700 judul buku sy baca gara2 buku tersebt…DAN SMAKIN PRCAYA DIRI DGN ISLAM..& ORG YG BENCI/ALERGI DGN PERBEDAAN AGAMA-MAZHAB, SEKTE…SSUNGGUHNYA MRK ADALAH ORG2 YG TDK PERCAYA DIRI DGN AKIDAHX..MAJU TERUS ISLAM LIBERAL..ALFATIHAH & SALAWAT NABI U ANDA SEMUAX..
betul kang kita ajarkan pada dunia bahwa berbeda itu indah dan keyakinan adalah hak yang hakiki pada individu ataupun golongan yang berkeyakinan sesuai dengan hati nuraninya masing-masing….....jil yessssssss
Islam Rahmatan Lil A’lamin. Diturunkan untuk menciptakan kedamaian, keselamatan dunia dan akhirat. Hablumminalloh, hablumminannas, hablumminal a’lam. Jadi ketiganya tidak bisa dipisahkan tapi harus terintegrasi dalam pribadi islam. Toleransi antar umat beragama betul sangat dijunjung tinggi dalam islam, tapi jika ada yg menganut akidah islam yg bertentangan dg yg diajarkan Rasulullah Muhammad SAW, itu perlu diluruskan, diajak diskusi secara ilmiah. kalo bicara kemanusiaan ...terkadang syariat bisa fleksible jika ada kondisi darurat, jadi ok lah konteks di indonesia kita tdk boleh anarkis….(negara islam ...bisa jadi lebih keras hukumannya kalo melecehkan aqidah), tapi dengan cara2 persuasif, dialog ilmiah, dll. Kalo memang ahmadiyah tidak mau mengakui aqidah yg dibawa Nabi Muhammmad SAW sebagaimana yg dianut oleh seluruh umat islam, lebih baik tdk membawa nama Islam, bentuklah agama baru AHmadiyah. dengan begitu umat islam PASTI akan bertoleransi, sebagaimana dg non muslim lainnya.
Islam sudah sempurna (al maidah ayat 3), konsekuensi sempurna adalah tidak perlu adanya penambahan dan pengurangan dalam masalah agama.Semua tatacara ibadah dalam islam maupun hubungan dg sesama manusia, sudah dijelaskan semua oleh ALLAh SWT melalui Al QUr’an dan Lisan Rasul-Nya.
Apa apa yang diperintahlan kepadamu lakukanlah apa yang dilarang tinggalkanlah (QS. AL Hasyr : 7)
Generasi terbaik umat ini adalah jaman sahabat, tabi;in dan tabiit tabi’in (al hadits). Dalam menjalankan dan memahami islam kita hendaknya mengikuti pemahaman mereka, dan jangan mengikuti hawa nafsu sendiri, khususnya masalah Aqidah dan Ibadah supaya tidak keluar jalur (dlolal). Islam akan terbagi menjadi 73 golongan, hanya 1 yang selamat , yaitu : yang berpijak pada sunnah rasul dan sunnah para sahabatnya. Sunnah bukan berarti hukumnya sunnah (hukum setelah wajib), tapi maknanya adalah jalan /manhaj/pemahaman/metode yg ditempuh oleh Rasulullah dan para Sahabat-Nya . Karena memang mereka lah yg sudah dijamin oleh ALLAh dan Rasulnya, yg tidak akan sesat jika kita berpegang teguh kepada mereka.
Hebat gus Ulil !
tetapi tetap saja harus kritis dalam menelaah tulisan antum,
afwan sebelumx !
Your Fans
Assalamulaikum wrwb.
Saya sangat setuju sekali dgn pendapat Ulil tentang:
1 Pentingnya umat Islam mempunyai tolerensi yg tinggi atas perbedaan2 aqidah atau fikih dll
2 Pentingnya pemerintah tidak ikut campur masalah2 keyakinan agama masarakat.
Umat Islam sedang berada di tengah2 2 poros pemahaman agama Islam yaitu;
1.POROS PEMAHAMAN ISLAM ALAA ULAMA2 SAUDI.
Yang bersifat diktator,tidak ada toleransi perbedaan terutama masalah keyakinan agama atau aqidah. Yang benar adalah pemahaman islam pemerintah. Selain dari itu adalah ajaran Islam sesat,termasuk Syiah,ahmadiyah dan NU.
2 POROS PEMAHAMAN ISLAM ALAA BARAT.
Yang memberikan kebebasan berkeyakinan dan beraqidah.Dimana pemerintah melindungi semua keyakinan agama termasuk orang2 yg tdk beragama dan gay-lesbian
Justice for all,non discrimination based on; religion,race,original nation, age,gender etc.
Kalau kita amati negara2 yang menganut 2 poros ini sangat berbeda sekali dlm masarakat.
Masarakat pemahaman Islam alaa Barat,terdapat masarakat yang damai—sejahtera, dan tidak ada penindasan2 karena agama dan suku dll
Masarakat pemahaman Islam alaa Timur tengah atau Saudi,termasuk Iran, terdapat masarakat yang radikal,tdk ada kebebasan berpkir,beragama, dan berkeyakinan .Dan terdapat penindasan2 dan pembunuhan2 kpd kaum MINORITAS.
Sreungguhnya ajaran Islam yg MURNI itu adalah ajaran yang memberikan TOLERANSI,kebebasan berkeyakinan dan beragama. Tidak ada paksaan sama sekali.
Sebagaimana wahyu ALLAH ini;
Tidak ada paksaan untuk beragama ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut [5] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (256)
Tugas kamu ( Muhammad) hanya menyampaikan saja. kami lah yang menghisab / menghukumnya perbuatan2 mereka dan…QS.13:40.
DALAM INJIL JUGA TERDAPAT KEBEBASAN’
He who is unjust, let him unjust still.
He who is filthy, let him be filthy still
He who is righteous, let him be righteous still.
He who is holy,let him be holy still.(Rev;22:11)
HAM adalah bersumber dari 2 wahyu ALLAH diatas itu.
Yang dilarang oleh ALLAH adalah melakukan perbuatan2 kriminal dimana pemerintah lansung menghukumnya.
Sedangkan mengenai keyakinan ,pemerintah tidak berhak mencampurinya,
Semoga ulama2 Islam Indonesia dapat menerima HAM dengan seutuhnya dlm hidup bermasarakat globanisasi ini.
Wassalamu;alaikum wrwb.
https://docs.google.com/document/d/1n7j0t9QMgULs6zO937iq7ONaDHDrXySCzgQqHdTmers/edit?hl=en_US
menurut saya,apa yang anda paparkan di atas bertentangan dengan apa yang telah diajarkan Rasulullah SAW. dalam berbagai hadits beliau. Para ulama juga bersepakat bahwa perselisihan dalam hal furu’ masih bisa ditoleransi, tetapi apabila perselisihan itu sudah menyangkut dalam hal aqidah, tidak ada satu toleransi pun disana. aqidah semua umat Islam satu, yaitu “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya”. tetapi kalau anda mengatakan “toleransi dalam hal aqidah bukanlah hal yang tercela” ini jelas bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh para ulama’. Dan kesepakatan ulama atau yang biasa disebut dengan “ijma’” adalah salah satu dalil yang dijadikan pegangan atau “al-muttafaq alaihaa”.sehingga apabila anda menyelisihi ijma’ para ulama maka anda dapat tergolong dalam orang-orang yang menentang ajaran Rasul. Maka dari itu, apabila anda ingin memasang sesuatu di depan publik, mohon dipikir-pikir dahulu. lihat dalam pembahasan ushul fiqih dalam kitab manapun, yang penting bukan kitab karangan anda…...
Sederhana, lugas serta berisi ! salut buat Gus Ulil
tp tetap saja membaca tulisan beliau haruslah dg sikap kritis tp membangun
Wassalam
Komentar Masuk (44)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)