Editorial,
22/12/2008

Lia Aminuddin dan Problem Penghapusan Agama

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Dengan demikian, agama baru tak boleh bersikap angkuh dengan menganulir ajaran agama sebelumnya yang telah menjadi keyakinan para pengikutnya sejak lama. Seperti halnya Lia yang tak boleh sewenang-wenang menghapus agama Islam, maka begitu juga ulama Islam tak boleh memvonis secara sepihak terhadap agama yang tumbuh sebelumnya. Injil tak bisa diadili dengan menggunakan Alquran, misalnya, karena konteks yang melatari kehadiran dua kitab suci itu jelas berbeda.

22/12/2008 05:46 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (97)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 5 dari 5 halaman‹ First  < 3 4 5

Bung sadarlah,lemon
Saya tidak pernah sewot. Justru andalah yg menuduh tapi tidak bisa menujukkan buktinya.

Lebih sempurna Ajaran Kasih dan Sayang (Rahman dan Rahim)karena kasih(memberi) tanpa sayang(menyayangi) adalah tidak lengkap.

Saya tidak menghakimi, tapi menyajikan bukti kalau anda tidak setuju dengan ayat2 Alkitab tsb proteslah kepada penerbitnya.

Terima kasih kepada admin atas dimuatnya jawaban saya ini

#81. Dikirim oleh dietje  pada  23/02   03:09 AM

Dietje,
Apa yang saya sampaikan adalah apa yang pernah saya baca,lihat dan dengar yang menurut saya adalah ajaran konyol. Saya ambil contoh lain yaitu jihad, menurut anda pantaskah seorang yang membunuh orang lain yang tidak bersalah hanya gara2 alasan jihad lantas dijanjikan surga beserta dengan para bidadari,jujur menurut saya ini jelas ajaran SETAN. Dari tulisan anda,saya yakin agama anda tidak mengajarkan seperti itu.

#82. Dikirim oleh Sadarlah  pada  27/02   06:33 AM

sadarlah
Tolong tunjukan ayat yang pernah anda baca, dengar, lihat secara lengkap yang anda maksud sebagai ajaran konyol dan setan,sebagaimana saya menyajikan ayat2 alkitab. jadi kita tidak debat kusir, harus ada literaturnya.
Saya tidak pernah membaca bahwa ada ajaran yang memperbolehkan membela diri bahkan sampai berperang tanpa alasan.
Berperang diperbolehkan jika karena sudah membahayakan jiwa, bahkan sebaliknya dilarang berdiam diri jika dizalimi.

#83. Dikirim oleh dietje  pada  02/03   02:16 AM

Dietje,
Saya tidak akan tunjukkan ayat sebagaimana anda maksud karena akhirnya akan jadi perdebatan yang tidak ada ujungnya. Yang terpenting adalah apakah yang menurut saya konyol demikian juga anda memandangnya,seperti kasus jihad yang saya berikan,kalau menurut anda tidak konyol dan dibenarkan,itu terserah anda.

#84. Dikirim oleh sadarlah  pada  03/03   08:40 PM

Kebebasan beragama adalah solusinya

Kita harus saling menghormati agama dan kepercayaan orang lain. jangan memaksakan kehendak kepada orang lain

islamu islamku islam kita semua

#85. Dikirim oleh Anof Krisdianto  pada  04/03   12:18 PM

Setiap orang bebas memilih agama untuk dianut, namun bukan berarti “mengobrak abrik” ajaran agama yang sudah ada. Jika ingin membuat risalah baru dengan serta merta harus menamakan agama tersebut dengan nama baru.
“Mengobrak abrik” ajaran agama bukanlah kebebasan beragama.

Yang harus kita hormati atau bertoleransi adalah kepada umat beragamanya.

Terima kasih kepada admin atas dimuatnya komentar saya ini.

#86. Dikirim oleh dietje  pada  06/03   03:07 AM

To : sadarlah
Saya sudah menduga sebelumnya bahwa anda tidak akan menemukan ayat yang menurut anda dengan sangat yakin telah anda baca, dengar dan lihat yang katanya ajaran setan dan konyol, karena memang tidak ada. Dan sekarang kita semua bisa menyaksikan bahwa dia telah mempermalukan dirinya sendiri.

Inilah pelajaran berharga buat kita semua, jika dalam hati penuh kebencian pasti akan mengepresikan kecerobohan sehingga tampak seperti orang yang tidak berpendidikan.

Kepada admin mohon ditrace kembali komentar2 ybs semuanya karena lebih banyak menghujat dan omong kosong daripada memberikan masukan positif untuk kita semua, apakah masih berminat dan menganggap layak komentar seperti yang dikirim “sadarlah” diposting ??? Karena menurut saya ini adalah termasuk kategori provokasi.

Semoga admin obyektif. terima kasih atas dimuatnya komentar ini

#87. Dikirim oleh dietje  pada  06/03   09:13 AM

To Dietje,
Apakah saya pernah mengatakan bahwa yang saya baca,dengar,lihat adalah suatu ayat????
Saya hanya mengutarakan apa-apa yang menurut saya konyol. Sekarang saya bertanya pada anda atau pembaca forum ini atas tulisan saya mengenai ajaran-ajaran (bukan ayat-ayat) yang menurut saya konyol apakah memang ada di masyarakat atau tidak dan tolong jawab apakah anda setuju dengan:
- Menikahi anak kecil
- Hubungan suami-istri (ini suami istri benaran loh) pada hari tertentu,biasanya malam jumat,tujuannya agar orang atau bangsa yang dibencinya mati sesuai jumlah berapa kali berhubungan intim pada hari tertentu tersebut
- Ganjaran surga dan bidadari bagi yang berjihad menurut keyakinannya meskipun membunuh orang yang tidak bersalah.

#88. Dikirim oleh sadarlah  pada  14/03   01:54 PM

Buat Semua…
Janganlah suatu editorial menjadikan kita saling hujat, biarlah perbedaan menjadi suatu nuasa. Yakinah hanya pada apa yang kita yakin benar, dan biarkan orang lain melakukan hal yang sama selama mereka tidak memaksakan keyakinannya. Bila pemaksaan dilakukan, maka kita berhak untuk membentengi diri dengan iman. Setidaknya itu yang saya yakin utuk lakukan

#89. Dikirim oleh Emima  pada  17/03   11:25 AM

@ sadarlah

Karena tidak ada ajaran yg anda maksud tersebut, jadi tidak bisa dijawab.

Tks kepada admin apabila jawaban saya ini dimuat

#90. Dikirim oleh dietje  pada  18/03   10:18 AM

Pilihan hidup masss…tinggal pilih…mau sesat…mau selamat…tinggal pilih…Allah telah memberi petunjuk kitab suci Al Qur’an melalui rasulnya Muhammad SAW yang merupakan petunjuk selamat dunia dan akherat…selamat memilih..

#91. Dikirim oleh east  pada  19/03   05:50 AM

To Dietje,
Kalau tidak ada di ajaran anda berarti case closed. Mohon maaf kalau ada tulisan saya yang tidak berkenan

#92. Dikirim oleh sadarlah  pada  21/03   03:04 AM

sebelum tugas kenabian seorang nabi berakhir, beliau pasti akan menubuatkan kehadiran nabi penerusnya. sedangkan lia aminudin cs tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan tugas kenabian, dan tidak pernah disebutkan dalam kitab2 terdahulu jadi dia tidak berhak menghapus agama.

#93. Dikirim oleh Romadhani  pada  28/03   02:55 PM

As salamualaikum,

Lia Aminuddin (mudah-mudahan Allah memberi petunjuk), aliran yang jelas mengada-ada, ada yang namanya titisan Nabi Muhammad Saw, itu jelas tidak mungkin, mari bersama-sama kembali ke ajaran Islam yang benar

#94. Dikirim oleh arema singa islam  pada  13/04   04:04 PM

modus semua nabi sama:yang udah2 pd menyimpang jd dia perlu meluruskan/menyempurnakan.jadi ini cuma masalah menang/kalah aja,bukan benar/salah.pelajari lg perjuangan nabimu jd ente bs obyektif.

#95. Dikirim oleh banish  pada  08/06   12:17 PM

“Wahyu” didapatkan Lia saya kira setelah ia melakukan proses pencarian yang luar biasa sehingga akhirnya “tuhan” memberinya pemahaman seperti itu termasuk cara menyebarkan ismenya. Mungkin itu “lebih baik” bagi dia dari pada sekedar ikut-ikutan seperti mayoritas orang yang terkondisikan untuk malas atau bahkan tidak sempat berpikir.

Semua ajaran para utusan-Nya tampak pernah mengalami kegemilangan kesuksesan baik sebagai konsep intelektual menyejarah tak terbantahkan maupun sebagai bukti kasih-Nya yang teraplikasi dalam kehidupan manusia, suatu kehidupan yang damai sejahtera, kehidupan penuh berkah, pengkabulan dari doa semoga semuanya bahagia.

Hari ini semua ajaran agama, baik itu Islam, Kristen, maupun Yahudi, tampaknya tinggal deret-deret huruf di atas kertas dan jejalin pemahaman yang rumit di dalam masing-masing pikiran pemeluknya. Ummat Islam misalnya, sangat sibuk dengan wacana dan perdebatan tiada henti tentang ajaran-ajaran Muhammad Rasulullah dan para ulama pendahulunya. Mayoritas dari wacana itu, baik yang sudah dianggap final atau belum, khususnya dalam soal aplikasi petunjuk kehidupan praktis tidak pernah membumi. Dan apa pun alasannya, Islam hari ini tak ubahnya seperti macan ompong yang bahkan tidak punya cakar. tinggal auman garing tersisa.

Cita-cita rahmatan lil alamin hanya isapan jempol ketika mengurus diri sendiri saja sudah tidak mampu. Impian ya’lu wala yu’la ‘alaih hanya mimpi di siang bolong, ummat Islam sedang kalah dan terus kalah. Apalagi idealitas ummatan wasaton, menjadi ummat yang menjadi wasit dunia, penegak keadilan di bumi hanya menjadi bualan kosong, sebab untuk merukunkan diri sesama ummat Muhammad saja sudah keteteran dan diam-diam menikmati perang dingin di tubuh ummat Islam sendiri.

Islam, Kristen dan Yahudi yang diajarkan para Nabi-Nya hanya menjadi anjuran dan nasehat yang dikemas untuk memperkaya pemberi nasehat dan even organizernya. Tidak terbukti, ajaran-ajaran itu kini menuju ke idealitas kehidupan ilahiah. Kondisi ini membuat sebagian orang pesimis, dan bahkan mungkin muak.

Tampaknya sudah menjadi keniscaan sejarah bila para pencari muncul dengan “wahyu” barunya, menggagas perubahan ke arah yang lebih baik dan fundamental.

#96. Dikirim oleh mustofa  pada  11/10   09:15 AM

Semua perseteruan ini akan berakhir jika semua ummat memurnikan agama masing-masing atau waktu berakhir..

#97. Dikirim oleh Cahyo Gio  pada  25/02   05:06 AM
Halaman 5 dari 5 halaman‹ First  < 3 4 5

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?