Klipping,
28/11/2011

Marhaban Pasca-Islamisme!

Oleh Novriantoni Kahar

Sebelumnya dimuat di Koran Tempo, 25 November 2011

Gejala pasca-islamisme bukanlah gejala anti-Islam, bukan pula sepenuhnya gerakan sekuler. Karena unsur internalnya dari kalangan konservatif—kalau bukan radikal—muslim, pasca-islamisme tetap menghendaki terjunjung tingginya nilai-nilai agama Islam sembari mengimpikan tegaknya hak-hak warga. Sebagian pengamat menyebut gejala ini sebagai civic Islamism, bukan pasca-islamisme. Karena itu, islamisme mungkin tak lagi akan menghadirkan revolusi sosial-politik-kebudayaan yang radikal. Revolusi Islam ala Khomaini yang telah menghasilkan negara nondemokratis, kata Asef Bayat, ada kemungkinan merupakan revolusi Islam pertama sekaligus terakhir yang mungkin ada di dunia Islam modern.

28/11/2011 11:14 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (1)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Assalamu’alaikum wrwb

Syariat Islam yang ditegakan oleh ulama2 Fundamentalis Arab, adalah syariat Islam dimana tidak ada kemerdekaan berkeyakinan, bersexpressi, dan berpakaian dll

Sesungguhnya Syariat Islam yang benar adalah kemerdekaan bagi setiap individu2 memilih jalan hidupnya atau agamanya,tidak ada paksaan dari pemerintah yg berkuasa.

Jadi kolompok2 Progresscive sesungguhnya ingin menegakan Syariat Islam yang murni dan benar.

Kalau ini tercapai,maka amanlah dunia ini,terutama negara2 Arab,Tidak ada lagi penindasan2 sesama saudara yg berbeda keyakinan agamanya seperti Sunni dan syiah dll

Inilah perbedaan2 mendasar antara Prgressive dan Fundamentalis.

Salam

#1. Dikirim oleh alatif  pada  29/11   07:17 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?