Kolom,
27/04/2010

Masalah Kebebasan Beragama dan Sikap Anti-Amerika

Oleh Sumanto Al Qurtuby

Menurut Sachedina, karena dorongan kuat dan ambisi politik untuk menaklukkan suku dan negara lain, (sebagian) ulama waktu itu—terutama para “ulama negeri” yang menjadi “pelayan” khalifah atau pegawai kerajaan Islam—kemudian mulai menafsirkan teks-teks keislaman dan ayat-ayat Alqur’an yang disesuaikan dengan “kebutuhan politik” dan “nafsu kekuasaan” para penguasa dan rezim Muslim. Sejak saat itulah kata “kafir” mulai ditafsirkan secara serampangan sebagai “non-Muslim” (bisa Kristen, Yahudi, atau agama-agama lokal) sehingga “halal” untuk ditumpas.

27/04/2010 13:00 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (52)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, tidak akan pernah menjadi negara muslim. Kenapa sih orang Islam kalau ada masalah selalu nuding2 jari ke Kristen? ke Amerika? ke Yahudi? Apa karena di Al-Quran penuh cacian dan makian babi dan anjing kepada orang Kristen dan Yahudi makanya kalian selalu penuh kebencian terhadap kafir? Memangnya orang non-muslim nggak sakit hati dibilang kafir2 terus? Coba mengaca sedikit. Jangan perlakukan orang lain dengan tidak hormat kalau tidak mau diperlakukan dengan tidak hormat pula.

#41. Dikirim oleh Dewi  pada  08/07   06:41 AM

Memang di Indonesia ini aneh, Orang non muslim mau berbuat baik saja ditentang. contohnya seperti orang non muslim mau membangun tempat ibadah saja sulitnya minta ampun dan kadang kalau sudah jadi dibakar. Orang mau sembahyang dilarang. Kalau seperti ini sebetulnya setannya yang melarang itu.

#42. Dikirim oleh Boni  pada  10/07   02:17 PM

Yos wibisono, coba lihat kenyataan di Indonesia siapa yang menghujat agama lain. coba dengar ustad2 kalau kotbah yang di caci maki pasti non muslim. Lihat juga betapa sulitnya non muslim mau minta ijin membangun tempat ibadat bahkan kalau sudah dibangun malah dibakar. Buka matamu dan telingamu lebar2 kalau memang kamu mengaku sebagai manusia.

#43. Dikirim oleh ag riyanto  pada  10/07   02:28 PM

Buat Arokanda yang terhormat, komentar anda memang benar secara logika, tetapi kenyataan kalau memang non muslim itu tidak dapat berkah dari Allah kenapa kehidupan duniawinya bagus tenteram, damai dan jarang didera bencana serta kriminalitas rendah. Coba buka matamu negara atau tempat yang banyak warga muslimnya selalu didera bencana, peperangan, kriminal tinggi. contoh Aceh kalau negara Afganistan, Irak, somalia dll rata2 kehidupan rakyatnya sengsara. Jadi yang penting kenyataan kebenaran. Masalah masuk surga atau neraka kita semua tidak tahu jangan kamu memvonis orang masuk neraka.

#44. Dikirim oleh ag riyanto  pada  10/07   02:43 PM

.......orang2 kafir sangat takut kalau Islam bangkit dan bersatu. Hal ini adalah keniscayaan, Islam akan kembali tegak dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Ini janji Allah SWT. ALLAHU AKBAR!!!.........

#45. Dikirim oleh imam syafi'i  pada  13/07   07:38 AM

assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh, salam untuk semua rekan. sampai dengan saat ini dalam kehidupan beragama yang masih aku pegang adalah Lakum dinukum waliyaddin, untukku agamaku dan untukmu agamamu, maknanya kita harus saling menghormati kehidupan beragama orang lain.Walaupun sejarah turunnya ayat ini adanya upaya-upaya untuk mencegah Rosulullah menyebarkan agama islam lebih lanjut dengan berbagai tawaran kehidupan dunia yang menyenangkan, namun dapat diredam dengan hanya satu ayat, begitulah agungnya Allah lewat lisan Rosulnya.., dan sebagaimana mandat yang diterima oleh ALLAH Tuhan semesta alam, Rosulullah hanya menyampaikan dan menyebarkan tanpa adanya paksaan bagi orang untuk mengikuti terhadap kebenaran yang disampaikan tersebut. hanya orang yang terketuk hatinya dan dengan kasih sayang Allah SWT seseorang mampu menjadi pengikut beliau dan menerima kebenaran yang disampaikan oleh beliau, walaupun tidak semua perintah dapat dilaksanakan (termasuk saya sendiri) namun sudah terpatri niat untuk melaksanakan perintah dan kebenaran yang disampaikan Rosulullah Muhammad Saw. Hanya dengan satu ayat, menjadi jawaban bagi pihak pihak yang berupaya meredam penyampaian kebenaran tersebut agar menhormati gerak langkah beliau dalam menjalankan perintah dari ALLAH, Swt. jadi saling menghormati adalah pokok utama. Namun dalam perkembangan perintah yang beliau emban, dihalangi, dihina dan bahkan bagi pengikut beliau banyak mengalami siksaan yang teramat sangat. maka sudah sewajarnya bagi siapapun dan pihak manapun untuk mempertahankan diri, sebagaimana akhirnya banyak terjadi peperangan dalam mempertahankan keutuhan agama Islam yang masih muda ini. itupun dilaksanakan dengan berat hati dan dengan syarat-syarat yang sangat ketat. sekali lagi saling menghormati dalam beragama adalah unsur utama, dan jangan saling mencaci serta menghinakan yang pada akhirnya dapat menimbulkan hal yang tidak baik secara berkepanjangan. Islam adalah Rahmatan Lil Alamin, maka tunjukkanlah kelembutan dan kemanisan Islam itu sendiri kepada seluruh dunia, dan biarkanlah mereka menilai sendiri, halus dan lembutnya agama Islam ini. bagi saudaraku di Jaringan Islam Liberal, mudahan mudahan islam semakin kuat dengan adanya jaringan ini dan bukan sebaliknya, dalamilah Islam itu sendiri InsyaAllah akan terasa kelembutanlah yang paling dominan. Kekerasan adalah jaln terakhir sekedar untuk mempertahankan diri. Mhn maaf jika ada kata yang tidak berkenan. Wassalamualaikum Wr.Wb

#46. Dikirim oleh tawakkal  pada  16/07   07:11 AM

Buat Sdr. Cinta damai, mudahan jawaban saya ini bisa melegakan hati anda, tentang orang “Kafir”. Dalam bahasa Arab kafir “kafara” artinya menutupi, yang menutupi kebenaran, yg menolak kebenaran, dengan huruf kaf, fa’ dan ra’. dalam tafsir Qurais Sihab juga bisa diartikan “yang lain”, yang berlainan dengan kita.

#47. Dikirim oleh Akhadi Al-baqiri  pada  19/07   05:41 AM

Saya sgt setuju dgn pendapat ‘yos wibisono’...sesungguhnya orang muslim bersaudara..umat muslim tak akan diam bila ada saudaranya dizholimi…kalau soal kebebasan beragama kami gak ngurus..mo kristen,mo yahudi,mo atheis terserah yg penting jgn mengganggu umat muslim…kalau masalah istilah kafir menurut saya adalah orang2 yg memusuhi atau merusak ajaran islam,termasuk orang2 islam itu sendiri,jika paham atau ajarannya sudah melenceng dari al qur’an dan hadist…dan masalah anti amerika..itu adalah hukum sebab akibat…umat muslim tak akan pernah memusuhi amerika kalau amerika tidak memusuhi islam,contoh yg paling dekat adalah tetangga kita ‘‘papua nugini’‘..negara itu adalah mayoritas kristen,tapi knp umat muslim indonesia tidak membenci atau menyebut papua nugini sbgai negara kafir…karena papua nugini tidak memusuhi islam serta tidak mau campur tangan masalah indonesia yg mayoritas muslim…seandainya seluruh negara yg mayoritas kristen bersikap seperti papua nugini pasti kedamaian dunia akan terwujud…aamiin

#48. Dikirim oleh Ivan  pada  22/07   07:13 PM

@Rifnal:saya setuju, kecuali kalimat dalam kurung tsb>>(Islam Fundamental)...kalimat tsb berkonotasi negatif dan bukan produk Islam. Kalimat tsb mengkotak-kotakan Islam sesuai tujuan pihak anti islam yang pada akhirnya memecah belah.
Mhn lebih bijak dan mohon maaf sebelumnya. trims

#49. Dikirim oleh tio  pada  27/07   09:06 AM

assalammu’alaikum
saya muslim, ingin mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa alloh telah berfirman dalam alqur’an bahwa kaum yahudi dan nasrani tidak akan ridho terhadap kaum muslimin sampai kaum muslimin memeluk agama mereka. apakah firman alloh tersebut tidak jelas???anak SD pun akan mengerti kalimat tersebut. maka dari itu janganlah mengingkari firman alloh, karena mengingkari berarti murtad. JANGANLAH kalian MENGAGUNGKAN PEMIKIRAN/AKAL kalian tentang pentafsiran al qur’an dan hadits dengan SESUKA HAWA NAFSU, AKAL KALIAN itu tidak ada apa2nya dibanding KETETAPAN ALLOH yang mutlak dalam alqur’an.
dibulan ramadhan ini, kesempatan kita kaum muslimin untuk kembali ke alqur’an dan hadits.
wassalammu’alaikum

#50. Dikirim oleh hamba alloh  pada  10/08   01:55 PM

Untuk JIL,islam tidak pakai liberal,dan sah2 saja mengkaji atau berpendapat,tapi kenapa Ulil Cs,selalu berargumen dan menguatkan pendapatnya bukan bersandarkan Alquran,tapi pendapat tokoh2 non muslim.manusia bisa salah.tapi kebenaran hakiki milik Allah.dan saya percaya Alquran perkataan Allah.bagi yg non muslim,tidak ada hambatan bagi anda sahabat untuk beribadah asal jgn melanggar aturan.gereja dirusak karena melanggar aturan,wong ngga pake stnk aja ditilang motor,karena melanggar aturan.biarpun itu motor sendiri.kebebasan itu indah bila ada aturan dan kita taati.cukuplah kiranya ungkapan ‘mayoritas muslim menghargai saudaranya non muslim,sebab kalau tidak,mike indonesian idol tidak akan menang’.jangan tuduh orang islam suka kekerasan,karena kalau pakai kekerasan,sudah lama indonesia negara muslim.toh sampai sekarang kita negara pancasila kok!

#51. Dikirim oleh Www.azwarsuregar.blogspot.com  pada  12/11   04:43 AM

rosul berpesan : kalau hati itu sudah hitam, tertutup sudah segala kebenaran.. kalau bahasa kita sekarang adalah ngeyel. fakta, hadist shahih, firman2 Allah sudah di paparkan masih ngeyel ga mau membuka dengan akal sehat hati yang jernih ya sudah… kaum2 sebelum kita yang dilaknat Allah, bukankah mereka seperti itu?? silahkan pelajari sejarahnya..
orang ngeyel tuh tuhan aja pasti di debat juga.. percuma…
lebih baik mereka yang kekeh/ngeyel, sebaiknya mereka buktikan kalau mereka mati nanti, surga atau neraka itu omong kosong atau bukan, apa yang di katakan nabi muhammad omong kosong atau bukan?? silahkan anda mati untuk membuktikan kebenaran itu sendiri… wallahualam bishawab, terimakasih…

#52. Dikirim oleh abu ahmad  pada  18/09   11:21 AM
Halaman 3 dari 3 halaman < 1 2 3

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?