Melacak Jejak Gereja di Timur-Tengah
Oleh Faiz Manshur
Semenjak kelahirannya di bumi berabad-abad lalu, gereja telah memiliki pengalaman sejarah yang panjang dan berliku-liku. Kehadiran buku karangan Anton Wessels ini akan memberikan kesaksian berbagai kisah-kisah gereja yang sangat beragam. Lebih menarik kemudian, ketika isi buku ini ternyata berbicara secara runtut mengenai sejarah kemunculan geraja di jazirah Timur-Tengah.
Komentar
Sebetulnya semua ajaran agama adalah baik dan benar. Hanya ambisi pribadi yang kebanyakan untuk kepentingan duniawi sering menyalah-gunakan agama. Kaum oportunis jenis ini yang telah semau-maunya mengadu-domba antar umat beragama. Sayangnya kita sering terkecoh dengan orasi-orasi maupun penampilan mereka yang sok agamis.
Mau Islam kek,Nasrani kek,Kejawen kek,Hindu,Budha atau apalah…kalau ulah,tingkahlaku,ucapan dan semua perbuatan kita tidak mencerminkan ajaran yang kita yakini ya percuma saja…mending tidak usah membawa embel2 agama tapi perbuatan,pikiran,ucapan dan kelakuan kita baik.Yang BAIK-BAIK itulah sesungguhnya yang disebut AGAMA,Tuhan tdk bisa dibatasi oleh satu agama sj,karena sifat Tuhan sangat tidak terbatas.kalau ada anggapan bahwa tidak ada kebenaran selain keyakinan kita,itu sama saja kita meremehkan/mengecilkan Tuhan sendiri.Wong Agama itu sebenarnya hanya sarana untuk menuju Tuhan…...................................mending ga usah menganut agama & ga usah percaya Tuhan,tapi bisa membedakan perbuatan yang baik dan yang tidak baik,daripada menganut agama/percaya Tuhan tetapi segala perbuatan/kelakuannya busuk(fitnah,membenci,merusak,iri,.....dsb),kasihan Tuhan kan kalau begini?
Bagi saya..buku ini belum bisa dikategorikan bagus(meski tidak menyebutnya kurang bermutu). Akan tetapi ada sebuah pernyataan yang menggeletik ruang pikiran saya, yaitu pernyataan"Katedral Qolis hasil karya Abraha di Sana’a yang agaknya dianggap sebagai saingan Ka’bah. (hal xvi)” Itu bukanlan sekedar anggapan bung!! itu fakta yang telah teruji kebenarannya!!!
Pakar sejarah mengatakan demikian!! Lihat dulu aspek-apeknya!
Sebuah artikel yang bagus, saya setuju dengan pemikiran saudara. Apakah agama harus dijadikan sarana untuk berselisih paham. Saya yakin, orang yang mengatasnamakan agama untuk perang adalah orang yang tidak bisa memahami agamanya. Kita harus bisa menjadi tolak ukur dari sebuah toleransi beragama. Semoga Tuhan memberkati saudara.
toleransi antar umat beragama memang sangat dijunjung tinggi oleh ajaran islam, terlepas apakah pengikutnya mengikutu ajaran tersebut atau tidak. bukti yang paling nyata adanya pernyataan al-quran” lakum dinukum waliyadin”. sayangnya konsep ini hanya kita temukan dalam ajaran islam. kita mungkin mengangap semua orang sama dan satu frem pemikiran dengan kita. islam punya ajaran seperti itu, kita menganggap agama lain juga. bila kita buka injil yang kita temukan sebaliknya justru ayat yang berbunyi ” carilah domba yang tersesat”. artinya konsep dakwa mereka sangat berbeda dengan kita dan ini harus menjadi perhatian juga selain kita mengusung konsep toleransi yang ada. toleransi harus dan perlu, namun bila yang diajak toleransi tidak toleran kepada kita, islam punya konsep yang membela diri. contohnya banyaknya pemurtadan yang dilakukan oleh saudara kita yang nasrani apakah kita harus toleran atau kita punya sikap sendiri yang mungkin bisa mempersempit gerak dakwa mereka. penginjil memiliki kewajiban untuk mencari domba yang tersesat seperti halnya kewajiban shalat dan ibadah ritual lainnya dalam islam. ini juga menjadi tolak ukur kita di dalam mengusung toleransi seperti apa.
Waduh pusing banget ya ngebahas sejarah agama-agama.memang sedari awal agama Islam dan Nasrani memiliki banyak kemiripan terutama pada zaman sebelum Nabi Muhammad s.a.w. tapi haruskah kita memusingkan hal itu? Setiap agama menghendaki adanya toleransi. Bukankah telah dikatakan dalam Quran? Begitu juga dengan kaum Nasrani yang mengutamakan pengajaran kasih. Sejarah memang penting apalagi sebagai fakta kalau agama yang kita anut itu lebih benar secara tertulis yang akhirnya dapat meningkatkan iman kita. Tapi haruskan sejarah dipermasalahkan? Sejarah telah terjadi dan yang terpenting bukanlah sejarah versi mana yang benar karena yang tahu hanyalah Tuhan yang maha kuasa, yang terpenting adalah menjalankan agama kita dengan benar serta menciptakan hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama kita.
Janganlah kita merusah hubungan baik kita itu rusak hanya karena sejarah. Hanya orang yang imannya lemah yang mudah tergoyahkan oleh perkataan orang lain yang belum tentu benar. Jadi kuatkanlah iman kita agar tidak mudah diadu domba. Jaga hati agar tidak cepat emosi. Berpikirlah dengan tenang. Ingat Tuhan menginginkan terciptanya kedamaian!
Terima kasih,
P.S.
Laa ilaaha illallooh.. Muhammad rasulullah Laa ma’bud illlallooh Laa mahbub illalllooh www.salafy.co.nr Tampilkanlah pesan ini bila liberalisme ada. Beranikah anda?
——-
@ Wijiyudhi
Kalo yg dipikirkan terus adalah intern ke dalam (mawas diri,memperkuat diri, menunggu kaya), lalu kapankah anda merasa cukup untuk berbuat bagi orang lain?
Bila seorang kaya memberi 1 juta, sedangkan seorang janda tua renta miskin hanya sanggup memberi 500 perak, manakah upahnya yang lebih besar?
Sesungguhnya orang kaya itu sudah mendapat pahala dengan memberi. Tetapi orang kaya itu memberi dari kelebihannya.
Sesungguhnya janda tua miskin itu sudah mendapat pahala dengan memberi. Tetapi janda tua miskin itu memberi dari HIDUPnya.
Coa deh, paradigma beragama sebaiknya diubah dari MENERIMA menjadi MEMBERI, dari BERBICARA menjadi MENDENGAR, dari yang MENGHAKIMI menjadi MENGAMPUNI.
@ Dini
Coba pakai logikanya.
Agama mana yang mengutak-atik ajaran Islam?
Dalam Kitab Suci agama apapun (Yahudi, Kristen, Budha, Hindu, Shinto,dll) gak ada tuh nama Islam disebutkan. Jadi dari mana anda berpikir bahwa agama lain itu meng-utak-atik Islam? Bahwa ada orang (orangnya beragama Islam or Yahudi or kristen, or dll) meng-utak-atik/mengacak ajaran Islam mungkin saja terjadi.
Tetapi yang pasti, ujug-ujug Alloh dan Nabi Muhammad berkomentar tentang Yahudi dan Yesus. Alloh dan Nabi Muhammad (lihat di Alquran) protes bahwa Yesus bukan Tuhan. dan Yang pasti Alloh dan Nabi Muhammad adalah Islam, padahal Alloh dan Nabi Muhammad bukanlah tokoh sembarangan dalam Islam, melainkan puncak dari keyakinan dalam Islam.
Sedangkan kalaupun ada yang meng-utak-atik agama Islam, pelakunya hanyalah manusia biasa. Dan Yang pasti agama dari pelaku itu sendiri tidak pernah meng-utak-atik Islam (karena Islam gak ada dalam kamus agama-agama lain).
Jadi sebenarnya, yang meng-utak-atik agama lain itu yang mana? Jangan sembarang melempar tuduhan, coba deh berpikir dengan Benar dan pake logika yang sehat.
urusan agama adalah urusan yang MAHA KUASA ... pernahkah ada orang KRISTEN/ISLAM mati trus kasih tau gimana rasanya SURGA dan NERAKA ... !!!! kenapa selalu aja cuma cari bener dan menang sendiri .... kalau hidup kita di dunia baik kepada TUHAN dan sesama pasti ada perhitungan sendiri dari SANG MAHA TINGGI . AGAMA tuntunan dari SANG KUASA ... bukan untuk memvonis seseorang masuk surga ....... TPI BERHUBUNG kita hidup di Indonesia yang paling mudah dibakar emosinya bila sudah membawa agama ... jadinya kita semakin TOLOL SAJA dan MERASA PALING BENAR
assalamu ‘alaikum
kristen arab, why not? sebetulnya kristen ato yahudi udah ada sebelum islam, bahkan di madinah pada zaman nabi muhammad saw mereka ada bersama-sama umat islam dan menggunakan bahasa persatuan yaitu bhs arab. bahkan di indonesia ada komunitas kristen ortodoks syiria, yang liturginya hampir sama dg umat islam yaitu shalat, alkitabnya aja pake al-kitab al-muqaddas berbahasa arab, ya memang bahasa arab bukan hanya milik orang islam saja tp jg untuk penganut agama lain seperti yahudi ato kristen, umat islam jg ga usah heran klo melihat laki-laki berjenggot pake kippa kaya orang islam tp agamanya kristen ortodoks ato yudaisme ortodoks. bahkan di palestina kristen dan islam akur-akur aja. dalam al-kitab al-muqqadas aja ada nama Allah jg. nama Allah aja jadi masalah di agama kristen di indonesia, yang fanatik ke yudaisme ga mau di dlm alkitab pake nama Allah. katanya nama Allah adalah nama dewa arab ato berhala. di arab aja yang awal semua agama samawiyya ga pernah ribut soal nama Allah, sdgkan di indonesia yang baru kemarin aja udah sok ke yudaisme. indonesia o indonesia, tp yg penting saling menghormati aja dan ga usah mempermasalahkan nama Allah.
wassalam
ardian
Assalammualaikum,wr,wb
Semoga pda hri yg cerah ini kita diberikan kesehatan dan kemuliaan oleh ALLAH SWT.
Menurut saya, pada dasarnya Gereja,masjid, dan Sinagoge, merupakan Hal utama yang paling penting dalam peribadatan umat Nasrani,Islam, dan Yahudi.
Akan tetapi, sebagai umat dari tiga agama samawi tersebut, kita hauslah mnjadikan tmpat peribadatan itu, sbagai keunikan tersendiri dalam beribadah. Bukan untuk membedakan antara ketiga tempat beribadah tersebut, Justru, kita yang memiliki pesramaan yang kuat, haruslah bersatu agar tidak terpecah belah menjadi sesat.
Nah, maka dari itu, Allah meyuruh para nabi dan rasul-Nya untuk membuat banguna,. Bangunan tersebut akan dipakai sebagai tempat untuk menyembah sang ilahi. Pada dasarnya kita sama. Tapi, mengapa kita justru terpecah belah dalam kesesatan?
mengapa kita harus terpecah belah dalam suatu ketidaktahuan??
nah, maka dari itu tempat ibadah dijadikan suatu acuan sebagai tempat pemersatu kita antara hamba-hamba-Nya dengan sang ilahi.
Nah, maka dari itulah, seharusnya kita menyadari bahwa sebenarnya Allah menginginkan kita untuk mengabdi, dan menyembah hanya kepada-Nya melalui tempat ibadah seperti GEREJA,MASJID, dan Sinagoge.
Semoga apa yangs aya sampaikan ini, bermanfaat untuk kita semua agar kita tidak menjadi pecah belah di kemudian hari nya.
Terimakasih.
^_^
toleransi agama memang harus ada karna perdamaian akan membawa suatu bangsa menjadi aman makmur dan sejahtera, kekerasan pun tidak akan menyelesaikan masalah, kita lihat pada masa pemerintahan nabi muhammad SAW, yang datang membawa keadamaian, pertama beliau datang ke MADINAH mendamaikan dua suku yang sedang berseteru yaitu aus dan khazraj, kemudian beliau mengadakan perjanjian MADINAH di antara orang NASRANI, YAHUDI, DAN ISLAM yang ada di kota MADINAH dari sikap toleransi itulah tercipta suatu negara yang aman makmur dan sejahtera.
apapun didunia ini yang menyangkut dengan campur tangn manusia adalah tidk sempurna ada kelemahan. semua agama dalam eksistensinya ada mengalami cacat. kita tidak boleh mengatakan agama kit yang paling benar, pdahal dalam perilaku dan tingkh kita berbanding terbalik dengan ajaran-ajaran yang kita imani. bukankah kita semua percaya bahwa Allah itu mahakuasa, jika demikin baiklah bilah memang kita adalah umat pilihan-Nya, biarlah tentara sorga-Nya yang melindungi kita (berserah seutuhnya kepada ALLah). tidak perlu ada tentara yang mengtas namakan tentara atau pejuang Allah di muka bumi ini. bukankah kita telah sama-sama mengimani kedasyatan Allah dalam menuntun bani Israel dalam perjalanan ke tana perjanjian? biarlah agama dewasa ini menjadikan pelopor terwujudnya kerajaan sorga di dunia.
Menarik membaca catatan/komentar atas buku mengenai jejak-jejak gereja Kristen di Timur-Tengah. Semoga catatan ini memberikan pencerahan kepada semua anak bangsa tercinta ini untuk bisa menghayati hidup sebagai saudara, terlepas dari apapun latar belakang kita, terutama latar belakang agama.
saya sebagai pemeluk agama islam tidak percaya sama sekali dengan ajaran kaum nasrani yang mengatakan yesus sebagai tuhan. karena jelas itu pembodohan umat manusia karena sosok tuhan menurut ajaran nasrani sangat membingungkan dan tidak konsisten.dalam ajaran islam tuhan itu satu yaitu Allah swt yang abadi sepanjang masa dan tidak beranak dan diperanakan.tuhan dalam islam mepunyai makna yang sangat besar dialah penguasa seluruh makhluk hidup dan pencipta bumi ,matahari,bulan, dan planet yang di semua orbit. jadi dalam pemikrin sadar manusia tidak mungkin seorang yesus yang berasal dari manusia bisa menciptakan manusia dan seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini.apalagi menciptakan bumi , matahari bulan ,dan langit yang begitu luas apakah sanggup yesus melaksanakan itu,tidak.dan saya rasa untuk menciptakan makhluk hidup sekecil semut saja yesus tidak akan bisa melakukannya. itulah berarti agama islam lah yang paling benar mengajarkan konsep ketuhanan. dan paling konsisten
Berbeda dengan Kristen, menurut ajaran Islam, Yesus Kristus disebut Nabi Isa Al Masih. Orang-orang Islam mempercayai Nabi Isa Al Masih sebagai seorang nabi dan rasul (makna rasul di dalam Islam berbeda dengan maknanya di dalam Kristen, orang islam percaya bahwa dosa setiap manusia akan dipertanggungjawabkan oleh tiap manusia tersebut sehingga yesus bukanlah juru selamat, juru selamat dalam islam adalah amalan dan perbuatan masing-masing individu. Yesus atau nabi isa dalam islam hanyalah manusia biasa sebagai mana nabi lainya yang dibekali dengan mujizat, hal ini sesuai dengan kepercayaan islam bahwa Allah maha berdiri sendiri, tidak beranak maupun diperanakan dan memiliki sifat-sifat ketuhanan yang tidak dapat sama dengan manusia. lihat artikel tentang . Ia adalah antara nabi-nabi termasuk Rasul Ulul Azmi karena kesabaran dan ketabahannya dalam mendakwahkan tauhid (kemahaesaan Allah
gua yakin yesus ciptain semut yang kecil aja gak bakal bisa.apalagi mau ciptain bumi dan matahari sangat mustahil bagi manusia sepert yesus.hanya orang bodoh dan sesat yang mempercayai itu
bagi saya agama itu sama semua, baik itu Yahudi, Islam, Nasrani karena menyembah kepada ALLAH saja. cuma cara penyampaiannya berbeda-beda tetapi satu tujuan. makanya saya sangat menyayangkan, sedih ada agama tertentu yg menyatakan ‘KAFIR’ untuk agama orang lain, inilah yg membuat antar umat beragama jdi sling benci, menganggap agamanya yg paling benar, inilah yg sering terjdi di negeri kta tercinta ini, terimaksih.
Assalamualaikum/Syallom/God Bless You
Perlu diketahui bahwa KRISTEN adalah bukan agama, dan memang bukan lahir di PALESTINA atau KANAAN, melainkan di ANTIOKHIA.
KRISTEN adalah ejekan atau sebutan penghinaan penduduk ANTIOKHIA kepada orang-orang yang mengabarkan bahwa YESUS adalah manusia sejati atau teladan hidup, karena JESUS(English)/YESHUA(Yunani)/ISA (ARAB)dikabarkan sebagai penebus umat manusia dari dosa-dosanya, dan mengembalikan hubungan yang murni kepada TUHAN/GOD/YHWH/ALLAH
Dalam ajaran JESUS, dinyatakan bahwa pertobatan adalah hal yang mutlak, dan bukan kegiatan rutinitas dan dilakukan untuk berbuat dosa lagi.
Hal ini adalah sebuah perlawanan dalam adat YAHUDI, bahwa pertobatan dilakukan dengan persembahan berupa darah binatang kurban bakaran yang dicurahkan di atas mezbah pesembahan, dan dilakukan ketika ummat YAHUDI, berbuat dosa/kesalahan sesuai hukum TAURAT MUSA, yang diyakini oleh ummat YAHUDI.
Oleh dasar tersebut, maka ada kecenderungan ummat YAHUDI untuk hidup dalam dosa, karena dalam pikiran mereka, mereka akan berpikir “TIDAK APA-APA BERBUAT DOSA LAGI, LAGIPULA TINGGAL SEMBELIH HEWAN KURBAN, MAKA AKAN DIPERDAMAIKAN DENGAN YHWH”
Ajaran YESUS, menekankan hidup dalam KEBENARAN dan bukan dalam DOSA/KESALAHAN.
Dan tidak ada seorangpun yang mampu hidup dalam KEBENARAN, karena pada hakekatnya semua manusia adalah pembuat KESALAHAN.
Ajaran YESUS, menyatakan bahwa seseorang yang bertobat adalah karena kasih TUHAN kepada ummat manusia, sehingga ajaran YESUS menekankan untuk hidup dalam KASIH/KEBENARAN.
Pada hakekatnya tidak ada seoranpun yang benar, selain TUHAN saja yang benar.
Akan tetapi, YESUS adalah MANUSIA YANG 100% BENAR, tanpa KESALAHAN. Hal ini tebukti bahwa YESUS dimampukan oleh TUHAN melihat KEBENARAN, diantara KESALAHAN.
Dan bahwa sesuai JANJI TUHAN dalam TAURAT MUSA yang tidak bisa DIBATALKAN, maka dalam penebusan dosa, diperlukan KORBAN PENEBUS SALAH, berupa DARAH YANG DICURAHKAN.
Maka, YESUS mati disalib, dengan MENCURAHKAN DARAHNYA, sebagai KORBAN PENEBUS SALAH ummat manusia, sehingga manusia dapat hidup dalam KEBENARAN.
Dan pada akhirnya, YESUS adalah MANUSIA SEJATI dan PENEBUS DOSA MANUSIA, dengan kata lain,
SIAPA YANG DAPAT MELAKUKANNYA??
Tentu saja TUHAN/ALLAH/GOD/YEHOVA/YHWH/KURIOS itu sendiri.
Wassalamualaikum/Syallom/God Bless You
Menarik memang kajian tentang timur tengah ini, saya pernah membaca beberapa literatur tentang kedamaian kaum muslim permulaan ini dengan kaum nasrani dan yahudi, ketika tampuk kekuasaan dipegang oleh bangsa Arab seperti bani umayah dan bani abbas, kerukunan tersebut masihlah terjaga, nah keretakan ini bermula dari orang2 yg baru memeluk islam dan memiliki fanatisme yg berlebihan sehingga kurang toleran kepada agama lain, terlalu keras dan kaku,yaitu ketika tangkup kepemimpinan mulai dikuasai oleh orang2 turki yg fanatis terhadap islam, mulailah terjadi pergesekan yg mengalibatkan keretakan dalam hubungan masing agama. Perlu juga menjadi kajian kita tentang bekas wilayah kekhalifahan ottoman, kebanyakan sampai sekarang masih memeluk kristen yg taat, kecuali sebagian kecil saja yg mayoritas penduduknya muslim, bosnia misalnya, sementara yg lainnya seperti bukgaria hungaria, meskipun ada yg memeluk muslim jumlahnya sedikit saja. Padahal negera2 tersebut dikuasai turki puluhan tahun bahkan ada yang ratusan tahun. Mengapa demikian? Sementara yg bekas wilayah bani abbas dan bani umayyah kebanyakan menjadi muslim sampai sekarang, walaupun diandalusia terjadi inkuisisi besar2an, tp diandlusia islam eksis sampai 800 tahun, proses islamisasi di negeri jajahan bani abbas dan bani umayah sangat cepat, kenapa didaerah jajahan ottoman sangat lamban? Apakah orang2 arab masa itu lebih piawai mendakwahkan islam dibandingkan orang2 turki?
Pembicaraan tentang Kristen Islam memang selalu hangat, bahkan cenderung panas. Mungkin, kita memang memiliki latar belakang pengetahuan sejarah yang berbeda sehingga kita tidak memiliki kesatuan pemahaman juga tentang yang terjadi pada masa sekarang ini. Yang lalu jadi persoalan adalah bahwa latar belakang sejarah yang kita ketahui terjadi pada masa lalu itu menggerakkan kita untuk mengambil sikap tertentu pada masa sekarang, yang bisa jadi sudah tidak lagi relevan dan tidak sesuai dengan masa sekarang ini.
maka, saya usulkan kita semua bisa bicara tentang agama, tapi, akan sangat bijak bila kita melihat realitas agama sebagai sebuah hasil budaya, ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan pada pemahaman kita yang tidak terbuka pada yang lain.
Yang jelas, tentang sejarah, beberapa hal saya pahami demikian:
Yesus lahir sekitar tahun 1 Masehi (penghitungan batas masehi dan sebelum masehi sendiri baru ditentukan pada sekitar abad keenam)
Murid-murid Yesus membentuk ‘organisasi’ agama dan disebut Kristen. Mereka dianiaya oleh orang-orang Yahudi dan Romawi hingga tahun 313 (dekrit Milan). Setelah ini, agama Katolik menjadi agama besar karena dijadikan sebagai agama negara oleh seluruh kekaisaran Romawi (menguasai daratan Eropa dan sebagian Mesir) Doktrin Trinitas telah dibentuk sekitar tahun 325 dalam Konsili Nicea (dibacakan oleh umat Katolik tiap hari minggu di gereja)
sekitar 632, Muhammad dan Islam mulai berkembang. Mereka memulai perkembangan di daerah Arab.
Karena alasan politis dan ekonomi perdagangan, negara Arab yang kebetulan beragama Islam ini mulai menguasai daerah Turki, termasuk Yerusalem yang disucikan oleh yahudi dan Kristen. Mulailah perang Salib dari abad 9 sampai abad 15. Karena tempatnya yang dekat dan jumlahnya yang banyak, bangsa Arab lebih banyak memenangkan pertempuran.
Hingga kini, sebenarnya, daerah palestina Israel memang sarat dengan pertempuran. Dan, itu lebih karena kebencian dan berkaitan dengan ekonomi, politik dan konflik internal mereka, sama sekali bukan konflik agama.
Kalau Islam di Indonesia itu ingin solidaritas dengan yang di Palestina, sejauh saya dengar, aliran Islamnya juga berbeda. Kurang tahu, alirannya apa saja yang ada pada Islam itu, yang jelas, kayaknya ada banyak aliran yang berkembang dalam Islam, seperti banyaknya juga aliran Kristen yang berkembang seiring berjalannya waktu.
Komentar Masuk (49)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)