Memahami Hadis Nabi Secara Rasional
Oleh Wail al-Sawwah
Akal yang sehat tentu tidak akan menerima sikap seperti itu terhadap perempuan. Seorang Nabi yang berwatak sebagai pendidik, arif, dan pemimpin umat, tidak mungkin memperlakukan perempuan seperti yang digambarkan di dalam hadis-hadis misoginis di atas. Hadis-hadis misoginis itu pun bertentangan dengan puluhan hadis lain yang menegaskan keharusan menghormati dan menghargai perempuan.
Komentar
kita tidak bisa percaya hadis begitu saja. Hadis yang bertentangan dengan Quran, walau katanya Shahih, sebaiknya dipertimbangkan kembali. Allah berulang kali menyuruh kita menggunakan akal. Maka kita harus berpikir. Kita diperintahkan mengikuti Rasul, karena Rasul mengikuti QUran. Jadi yang bertentangan dengan Quran, semestinya bukan dari Rasul. jika benar demikian saya mau tanya, apakah didalm quran ada penjelasn menengeani jumlah rakaat sholat, tata cara sholat, bacaan sholat, cara berhaji, zakat sedekah, pembagian waris.
Rasul sebagai contoh bagi umat manusia secara universal. segala ucapan, perbutan dan sebagainya adalah kebenaran. Apakah tdk rasio manusia terbatas? Apakah rasio manusia tidak dicemari oleh ideologi2, propaganda, doktrin2 yang mengandung kebencian? Maka tdk sepantasnya kita membedah Hadis Nabi secara masive, secara brutal hanya berdasarkan hawa nafsu akal kita sendiri belaka. Mari kita kembali kepada ajaran yang benar. Islam ajaran sempurna. Ayo kawan kita kebali kepada ajaran Rasululloh dan tuntunan para ulama2 salafus sholih. para kiai2 kita yg terdahulu tidak akan ridlo jika idelogi orientalis yg kita pakai.. Semoga anda semua mendapat hidayah dari Allah SWT
saya setuju dgn sdr sasmita.. mgkn penulis ga punya istri, jd merasa terzolimi dgn hadist tsb. mmg kaum lelaki dpt dgn mudah tergoda oleh penampilan perempuan, apalagi perempuan yg dgn sengaja mempertontonkan bentuk tubuhnya… Astaghfirullah… itulah kelemahan manusia… hanya Allah yg berhak mengadili manusianya…
Tulisan di Atas menunjukkan kwalitas penulis. bahwa penulis ilmunya sangat jauh ketinggalan dibanding dengan penghapal hadits dan perawi hadits pada masa lalu.
Amin..Ya ROB….. sangat bermanfaat ilmunya Insya 4JJI menjadi penerang iman untuk melangkah….
Sia-sia anda berkomentar disini. Penulis tidak ubahnya seorang penabrak kemudian lari…. Menyebar kedustaan kemudian lari dari tanggunng jawab.
Inikah cermin orang yang mendewakan akalnya?
Komentar Masuk (26)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)