Membumikan Gagasan “Civil Islam”
Oleh Sumanto Al Qurtuby
Di tengah maraknya gerakan “uncivil Islam” yang anti-demokrasi, anti-minoritas, dan anti-pluralisme dewasa ini seperti dilakukan oleh kaum Salafi-Wahabi, dan di tengah berbagai aksi “kekerasan berbaju agama” yang dilakukan secara istiqamah oleh kelompok “Islam ekstrim”, maka umat Islam harus bersatu membangkitkan sekaligus membumikan gagasan “civil Islam” yang demokratis, toleran-pluralis, damai, inklusif, serta peka terhadap kemajemukan bangsa.
Komentar
Gagasan Islam menuju civil society hanya bisa terwujud jika umat Islam sendiri mau berpikir tentang tanda tanda kebesaran Allah, KeMahatahuan Dan Kasih Sayang (Bismillahirahmannirahim). Sikap beragama/ber Islam yang tertutup, tidak mau belajar dan berpikir akan menutup hati dan cenderung mengkafirkan kelompok lain akan dapat menjadikan Islam sebagai bencana bagi umat manusia termasuk Islam itu sendiri. Sikap ini muncul akibat orientasi kekuasaan, politik praktis demi mendapatkan “dukungan politik” dengan cara yang “efektif dan effisien”. Oknum ini biasanya cenderung mengedepankan simbol simbol formal , seperti jenggot, surban,lembaga, papan nama, yang berbau agama atau apapun namanya. Dan bukannya mengembangkan makna, nilai, substansi,sebagai inti ajaran Islam itu sendiri, karena pemahaman tentang subtansi memang memerlukan perenungan, pemikiran yang mendalam disertai penyerahan diri total (pasrah) kepada perintah Allah..Pengajaran agama yang “instan” akan mendorong tumbuhnya para oknum ini apalagi jika kepentingan politik menjadi bagian tujuan pengajaran ini. Oleh sebab itu pengajaran, pengajian atau dakwah Islam harus lebih mendorong umat untuk berpikir dan mencari solusi konkrit kehidupan disekitarnya sebagaimana jaman Rasullah yang berjuang menegakkan martabat manusia,mencari solusi yang berkeadilan dan melindungi kelompok kelompok yang lemah baik secara ekonomi maupun secara sosial.Islam bukanlah suatu destinasi tetapi jalan (dien)untuk menegakkan keadilan , kemakmuran, kesejahteraan di muka bumi.Barangkali itu yang disebut sebagai rahmat bagi alam.
Kesalahan kita ialah karena pada umumnya ustad/kyai dll hanya menganut/memaksakan satu tafsir saja. Bisa karena dia memang hanya tahunya tafsir itu atau mungkin ia khawatir jika mengajarkan beberapa tafsir yang berbeda satu dgn lainnya akan membuat muridnya bingung. Kalau tafsir itu cenderung “civil” gak masalah, tapi jika “uncivil” nah ini yg repot. Mestinya seperti yang sering diajarkan oleh Pak Quraish Shihab, semua tafsir baik yang berlawanan ataupun tidak, dikemukakan apa adanya, sementara pilihan diserahkan kepada masing2 individu, tetapi dgn tetap menghormati pilihan individu lainnya, tidak saling menghujat.
saya tidak mengerti mengapa anda bilang bahwa agama memiliki sisi negatif ?? lalu kekerasan yang dilakukan oleh islam wahabi..???. saya ingin tanya kepada anda, apakah salah kalo kami mempertahankan keyakinan kami, keyakinan bahwa tidak ada nabi setelah nabi Muhammad SAW, bahwa tidak ada kitab suci selain Al’quran ? seandainya aqidah kami tidak diganggu tentu kami tidak marah. kami marah karena harga diri sebagai seorang muslim diusik. mari kita analogikan, seandainya anda punya keluarga, trus kami “mengatur-atur” istri anda dan anak anda sesuai mau kami, kami yakin anda pasti akan marah karena sudah menyangkut harga diri anda. mengapa anda tidak menyarankan bagi warga ahmadiyah untuk bikin agama sendiri ? atau mungkin anda buat agama sendiri yang mengajarkan kebebasan, pluralisme, dan sekularisme lalu ajak mereka untuk bergabung dengan agama yang anda ciptakan. saya yakin tidak akan ada kekerasan lagi. buatlah suatu agama yang sesuai dengan penafsiran kalian semua. tapi kalo masih mau di dalam islam yah ikutinlah yang seharusnya, kalo tidak mau yah buatlah agama baru. oya saya heran kenapa anda tidak mengangkat masalah rencana pembakaran Al quran yang dilakukan di amerika pada tanggal 11 September 2010 ? masalah pelarangan pemakain jilbab di kanada ? anda semua kan pemuja kebebasan hak asasi, knp anda tidak angkat masalah tersebut ?
Kuncinya dalam berinteraksi di masyarakat : jangan lah berbuat kekerasan, membuat kacau ketertiban umum. Karena semua itu adalah perbuatan kriminal. Silahkan anda beragama dengan seteguh-teguhnya keyakinan anda, asal tidak berbuat kriminal.
Gagasan civil islam itu menurut saya mirip2 filem ‘universal soldier’ tpi karena ia civil maka tindakan dalam bermasyarakatnya menjadi ramah prosuduristik. Wallahu a’lam
jangan biarkan diri kita terjebak dalam truth claim yang berlebihan yang pada akhirnya akan menumbuhkan sikap fanatik yang ekstrim,membangun tembok baja antara ‘kami’ dan ‘mereka’.kamilah yang benar dan mereka lah yang salah. kalau sudah begitu mustahil persatuan akan terwujud ‘’‘’‘
repot atuh akang kalau sudah begitu !!!!
Alloh mencipatkan alam semesta ini tentu disertai petunjuk buat manusia untuk memakmurkan bumi sampai kiamat menghancurkan bumi ini. Petunjuk itulah yang dibawa Nabi Muhammad.Dus,Islam yang dibawa oleh Muhammad SAW adalah petunjuk manusia yang sudah final. Jadi tidak perlu “diotak-atik” oleh manusia. Kalau umat islam saat ini posisinya dibawah, kalah segalanya dengan umat non musilm, bukan berarti islam sebagai way of life itu salah sebagaimana interpretasi saudara kita JIL and its disciples. Kalau JIL melihat kondisi umat Islam saat ini tidaklah fair. Lihatlah sejarah kejayaan Islam sebelumnya. Dunia saat itu damai, tidak genocide, pemaksaan beragama dsb. Bangsa Eropapun berguru dari peradaban Islam sehingga mereka maju seperti saat ini.
Tapi lihatlah bagaimana peradaban Eropa yang tanpa mengikuti petunjuk Alloh setelah umat islam melemah? Apakah Peradaban disanjung-sanjung oleh teman-teman JIL and its followers mampu membuat dunia damai dan sejahtera?
Lihatlah mereka menjajah negeri-negeri lain demi kemajuan mereka. Lihatlah mereka menggobarkan perang dan genocide. Apakah mereka tidak melanggar HAM? Tapi mereka sekarang seolah-olah pembela HAM nomer satu.
Lalu Siapa yang menciptakan dam terlibat Perang dunia I dan II karena nafsu serakah mereka. Siapa yang pertama menggunakan bom pemusnah massal untuk menghancurkan Hirosima dan Nagasaki? Setelah itu, siapa yang suka menyerang negara lain, chili lybia, Afganistan dan Irak. Negara mana yang paling pendendam? WTC memang runtuh menewaskan 3000. Tapi mereka menyerang Afganistan dan IraK sehingga kedua negeri tersebut hancur lebur.
Dari segi ekonomi, mereka memaksakan negara-negara lain mengikuti paham liberal mereka sehingga hancurlah negeri Indonesia tercinta. Sumberdaya alam memang masih milik bangsa Indonesia tetapi mereka yang menguasainya. Mereka pun tidak fair. Lihatlah kesepakatan dalam pergagangan dunia WTO? Negara majulah yang diuntungkan.
So, itulah yang diinginkan teman-teman JIL?
Gagasan Islam menuju civil society hanya bisa terwujud jika umat Islam bisa menyadari bahwa tidak ada yang sempurna selain Allah.
Islam, agama Allah sebagaimana agama Allah lainnya seperti Yahudi, Kristen dan lain-2 tidaklah sempurna.
Qur’an mengajarkan bahwa agama samawi para nabi itu mengalami kedaluarsa sehingga harus digantikan oleh agama baru yang dibawa nabi baru.
Islam tidak berbeda dengan agama-2 samawi lainnya, akan tiba saatnya kedaluarsa, manakala teks-2 ajarannya sudah semakin jauh dari manfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan.
Keterikatan dengan teks lama hanya akan menegaskan kematian Islam. Islam hanya bisa eksis manakala Islam melahirkan ajaran baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan.
Di masa lalu peran itu dilakukan oleh nabi yang ditunjuk Allah, tetapi sekarang tidak ada lagi nabi baru yang akan turun. Allah telah menyapih kita, dengan menegaskan bahwa Muhammad adalah nabi terakhir dan Islam adalah agama terakhir. Tetapi bukan berarti kebutuhan akan agama baru akan berhenti.
Allah telah menjadikan kita sabagai khalifah diatas bumi, maka sekarang adalah tugas kita secara kolektif untuk melahirkan agama baru dengan bekal teks-2 Islam yang ada dan kepercayaan kita atas sebuah agama hanif yang berlanjut dari Yahudi, Kristen, Islam dan Agama baru yang harus kita bentuk bersama.
kenapa baru sekarang kita berbicara civil islam. padahal sejara sudah pernah ada ketika zaman rasulullah. lantas apa sekarang yang ingin kita lakukan. membuat baru….memperbaiki yang sudah ada,,,,, atau merubahnya… tapi kita harus ingat. kita belum pasti lebih baik dengan para masyarakat muslim sebelumnya..
Andaikan ingin persatuan, dibutuhkan keberanian, keikhlasan dan kesungguhan total umat beragama dan umat yang percaya Tuhan untuk mau dan ikhlas membaca kebenaran Tuhan yang ada dalam realitas kehidupan ini sebab logikanya kebenaran Tuhan tentunya hanya satu, universal dan abadi dan itu ada dalam realitas kehidupan ini, dalam realitas kesadaran.
Assalamu’alaikum wr.wb.
Menurut saya, kalau Ahmadiyah dianggap menyimpang, maka tindakan yang baik adalah mendakwahi mereka. Apa sih bedanya dengan mendakwahi saudara-saudara kita yang terlibat hal-hal takhayul, khurafat, bid’ah? Yang saya tidak setuju itu asal main serang. Kecuali kalau ada warga Ahmadiyah yang melakukan serangan, nah itu baru ada alasan untuk balas menyerang.
Saya melihat sebagian besar aktivis Islam, entah itu yang disebut Liberal, Fundamentalis dan sebagainya belum banyak berdiskusi mengenai bagaimana mewujudkan hal-hal seperti bagaimana mengembangkan ilmu pengetahuan, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan hidup, dan sebagainya yang sesuai dengan akhlak Islami. Rata-rata lebih berfokus pada hal-hal mengenai negara Islam, hukum Islam, dsb.
Saya juga punya pertanyaan tentang tatacara penerapan dan dakwah Islam di jaman Rasulullaw SAW:
1. Apakah ada muslim yang tidak sholat lalu ditangkap dan diadili?
2. Apakah ada muslimah yang tidak pakai jilbab ditangkap dan diadili?
3. Apakah ada muslim yang jualan di bulan puasa ditangkap dan diadili?
4. Apakah ada muslim yang minum khamar ditangkap dan diadili?
5. Apakah ada sahabat yang berpendapat lain lalu ditangkap dan diadili? Dituduh berkhianat terhadap Islam?
JIL itu sudah bagus memberi kontribusi terhadap masyaakat Islam untuk berubah maju, lebih kritis terhadap warisan khasanah intelektual masa lalu. Nasib kita ditentukan oleh kita sendiri. barat makmur karena mampu menangkap khasanah intelektual Islam masa lalu secara tepat. Ummat Islam sekarang juga harus mampu menangkap khasanah intelektual barat secara tepat sesuai kebutuhan zaman. Inilah pilihan satu-satunya. Jadi tidak perlu lagi belajar ketimteng, maka belajarlah ke barat kalau ingin mendapatkan ilmu yang lebih bermanfaat.
Komentar Masuk (12)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)