Reportase,
06/12/2011

Memulai Pembaruan dari Ranah Minang

Oleh Evi Rahmawati*

“Ketika kata pembaruan dikaitkan dengan Islam, maka yang ingin diperbarui sejatinya bukan Islam sebagai agama, bukan pula al-Quran sebagai kitab suci, melainkan pembaruan terhadap penafsiran atas keduanya. Karena tafsir seseorang atas al-Quran bukanlah al-Quran itu sendiri. Ia sekadar tafsir atasnya. Maka, perubahan atas tafsir terhadap al-Quran dan agama masih mungkin. Jika al-Quran sudah pasti kebenarannya, absolut, maka penafsiran terhadapnya masih mengandung banyak kemungkinan, termasuk kemungkinan salah. Untuk itu, sebagai sebuah produk penafsiran atas al-Quran, maka kebenaran dalam sebuah penafsiran menjadi relatif.”

06/12/2011 14:05 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (12)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Kita dengar bahwa ulama2 Wahabi-Salafy Saudi Arabia mengklaim mereka sajalah yang berhak dan benar menfsirkan Al Quran,karena Al Quran dan Nabi Muhammad saw datang dari Saudi Arabia.

Islam yang benar itu katanya adalah Islam di Saudi Arabia dan Islam diluar Saudi Arabia adalah salah dan tidak benar atau ajaran Sesat;seperti Syiah,Sufi,Ahmadiyah, Muslim Brotherhood dll

Klami mereka itu adalah tidak benar.

http://www.sufilive.com/Sufilive_Animation_Wahhabi_vs_Salafi_The_Difference-3419.html

salam

#1. Dikirim oleh alatif  pada  06/12   06:15 PM

Assalamu’alaikum wrwb
Kalau kita masih mengikuti penafsiran2 dari ulama2 Fundamentalis Arab dan Salafy yang mengkalim merekalah yang benar karena agama Islam dan nabi berasal dari Saudi Arabia.Bangsa2 lain tidak berhak mengklaim.

Saya sependapat dgn DR Quraish Shihab;

Prof Dr HM Quraish Shihab,ahli tafsir terkenal di Indonesia berkata;

‘‘Alquran tidak kering. Betapa pun orang membahasnya, setiap saat dia memberikan hal yang baru,’‘

Begitu juga ketika ia mempelajari Alquran. Dia bisa menemukan makna baru, rahasia baru yang belum ditemukan oleh orang sebelumnya karena dia bersumber dari Tuhan.”

Oleh karena itu ALLAH menjelaskan dlm Al Quran,bahwa nasib satu bangsa atau tidak akan berobah kalau bangsa itu sendiri tidak merobahnya.

ALLAH akan merobah nasib suatu bangsa kalau mereka sendiri mau merobahnya.QS.13:11

Salah satu tafsiran tentang RUKUN ISLAM 5 butir.
yang diklaim oleh ulama2 Arab dahulunya,sesungguhnya adalah salah,dan berakibat umat Islam kurang bekerja keras untuk ALLAH menglah Buni atau membuka industri2 QS 57:25.

Rukun Islam yang lebih tepat adalah 6 BUTIR yaitu.

1. Bersaksi kepada ALLAH, tiada Tuhan kecuali ALLAH yang Maha Esa, dan

Muhammad saw adalah pesuruh atau Nabi ALLAH.

2. Menjalankan shalat 5 kali sehari .QS.22;77, (QS.29;45)

3. Menjalankan puasa selama 1 bulan dalam bulan Ramadhan. QS 2:183

4. Bekerja keras untuk ALLAH memakmurkan bumi ini.QS.11:61

5 . Kemudian membayar zakat.Membantu orang2 yang membutuhkan.QS.9:103

6. Kemudian pergi menunaikan hajji ke Meccah, kalau sanggup. (QS.3:97)

Dengan adanya perintah ALLAH untuk bekerja keras kepada umat Islam secara explicit atau jelas dalam rukun Islam, maka umat Islam akan termotivasi untuk bekerja keras memakmurkan bumi atau keluarga atau masarakat.Dengan demikian insya ALLAH akan tercapailah masarakat yang sejahtera

Perintah ALLAH utk mengolah bahan2 baku


Mendirikan industri2 di perintahkan oleh ALLAH dalam ayat 57:25. Faedah2 mendirikan Industri2 ini adalah sebagai berikut.

1. Untuk membuka lapangan kerja sekali gus untuk menjsejahterakan umat Islam.

2. Untuk mempertahankan agama dari serangan2 musuh( Anti tuhan ) yang akan menghancurkan Islam dari yaitu membuat alat2 persenjataan dari besi dll.

Untuk dapat mengolah bahan2 baku yang ada dalam perut bumi itu umat Islam diperintahkan untuk;

Untuk bekerja keras sampai ALLAH kembali mengambil.

Wassalam


https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit

 

#2. Dikirim oleh alatif  pada  06/12   06:31 PM

Penafsiran,pencerahan, atau apapun namanya jika berasaskan logika semata dengan menafikan wahyu maka besar kemungkinan peluang “terjebak” ke rasionalitas agama. sehingga kita semua tahu bahwa akar konflik antar dan atau intern umat beragama tidak terlepas dari penggunaan rasio yang berlebihan dan mengakibatkan pemahaman yang keliru.

#3. Dikirim oleh Mujahid Ahmad  pada  07/12   09:05 PM

kita tanyakan ke dalam hati kita kawan, akankah dengan pemikiran-pemikiran kalian ini akan menenangkan hati kalian selama di dunia ini? Apa hanya akan memuaskan nafsu berfikir kalian yang akan berkembang menjadi kanker pemikiran yang sesat?? kalian berdasar pada apa?? Logika?? apa kalian sanggup melogika pembuatan JIN?? Manusia?? siapa pencipta mereka?? akal dan logika kalian ada batasnya, sedangkan hanya hati kitalah yang sanggup mendekatkan kita pada Allah.

#4. Dikirim oleh Ahmad  pada  09/12   12:57 PM

Rukun Islam tetap 5. Mudah sekali alatif menambah2i rukun yg ada. Gejala kesesatan JIL adalah karena sering memperbaharui apa2 yg sifatnya wajib dlm agama. Berhati2lah!

#5. Dikirim oleh Dewi  pada  10/12   12:55 AM

Ya, memang harus terus ditafsir-ulang. Sebagai contoh sederhana, “iqra” jangan lagi diterjemahkan sebagai “bacalah,” yang ujung hanya sampai ke tilawatil dari tingkat desa sampai ke tingkat dunia, tetapi sudah harus diganti dengan “pikirkanlah” yang hasilnya sudah kita nikmati melalui otak-otak orang Barat.

#6. Dikirim oleh zulkifli h.  pada  10/12   11:26 PM

zulkiflii. “iqro’” itu brmakna “bacalah!” maksudny,brfikir, merenungkn ciptaan dll. Tuk lebih tau,mbok baca tafsir quran. Biar lebih cerdas!

#7. Dikirim oleh hendri  pada  12/12   11:36 PM

islam itu agama pertengahan, agama keseimbangan antara dunia dan akhirat. tidak terlalu kekanan pun tidak terlalu ke kiri. letakan akal secara proporsional. sebagian karena terlalu takut berbuat salah akhirnya akalpun dikebiri. sebagian yang lain karena terlalu berani terkesan mengobrak-abrik tatanan syariah yang ada. di antara duanya, manakah yang paling direstui Allah? jawabannya, tunggu sampai nyawa anda bersimpuh dihadapanNya.

#8. Dikirim oleh muhnan rais  pada  14/12   09:04 AM

luar biasa antum bisa menambah nambah rukun islam,gunakanlah rasio,logika antum sesuai porsinya,jngn smbarangan,klo gtu ane jg bs dong nambahin, setelah yg ke 6.pergi haji bagi yang mampu, rukun yang ke 7. Kembali lagi ke negara masing masing. Iya dong, masa udah pergi haji gak balik lagi ke indonesia,mau ngapain di saudi,kerja gk punya,apa gk punya,mau jd gembel disana. Yang mau nambahin lagi silahkan…hahah

#9. Dikirim oleh Alblues  pada  23/12   02:15 PM

SEBAGAI UNTUK MEMUJI ( MA AMBOK ) ” SUMATERA BARAT KOK H A SALIM SAJA DI TAMPILKAN . KENAPA RAGU MENCONTOHKAN = HAMKA AND NATSIR =  SAYA AGAK SALUT JUGA MEMBACA BUAH PENA SDRI EVI YG URANG AWAK INI ...  TAPI BELUM SECANGGIH PROF PADUSI JARINGAN LIBERAL ( JIL )....  SAYA YAKIN SDRI EVI TAK LAMA LAGI AKAN MENDAPAT PENGHARGAAN JUGA SEPERTI YG DITERIMA SITI MUSDAH MALIAH ....

#10. Dikirim oleh abdurrahman  pada  25/12   01:28 PM

Allah SWT telah menggambarkan bahwa suatu saat akan muncul faham-faham seperti JIL atau sejenis dan Allah SWT telah memberikan peringatan kepada kita semua serta memberikan solusinya jika pandangan/faham tersebut muncul.
Berikut firman Allah SWT dalam Al Qur’an, surah Ali Imran (3) ayat 84-91:

84 : Katakanlah (Muhammad), “kami beriman kepada Allah dan kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaqub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri”
(Allah mengatakan bahwa seluruh nabi dan rasul adalah menganut agama yang sama yakni agama Islam yang artinya “berserah diri” kepada Allah SWT, dan agama yang dianut para nabi/rasul tersebut adalah satu dan tidak berbeda-beda).

85:Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.
(Sudah sangat jelas bahwa Allah SWT tidak akan mengakui agama selain Islam, jika menurut JIL bahwa agama yang diakui oleh Tuhan adalah banyak, berarti Tuhan itu bukan Allah SWT. Jika kita mengakui islam sebagai agama yang haq maka ikutilah syariat islam dan berlaku secara menyeluruh).

86:Bagaimana Allah memberikan petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mengakui bahwa Rasul (Muhammad) itu benar-benar (rasul), dan bukti-bukti yang jelas telah sampai kepada mereka? Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada mereka.
(Bukti-bukti sudah jelas, tetapi mengapa kaum muslimin di JIL bisa tersesat ?)

(Apa balasan bagi mereka yang melakukan kesesatan ini ???)

87:Mereka itu, balasannya ialah ditimpa laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.
88:Mereka kekal di dalamnya , tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.

89:Kecuali orang-orang yang bertaubat setelah itu, dan melakukan perbaikan, maka sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

90:Sungguh orang-orang kafir setelah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, tidak akan diterima tobatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

91:Sungguh orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.

(Sudah siapkah kita dengan segala konsekuensinya ?)

Semoga peringatan dari Allah SWT ini sangat berguna terutama bagi kami agar masih terjaga iman dan tagwa kepada-Nya, dan bagi mereka yang telah “melampaui batas” (kami berdoa) agar segera diberikan hidayah dan inayah dari Allah SWT. Aamiin.

Sekali lagi kami mengajak untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul dengan pemahaman salafus salih..semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa kita dan menerima segala amalan kita. Aamiin.

#11. Dikirim oleh Muhammad ibn Zulfikar  pada  29/12   01:27 PM

wah, islam lib makin aneh aja, mba evi ini ikut2an kepengin terkenal yah? wah, ...

#12. Dikirim oleh yudi  pada  01/01   02:59 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?