Menahan Haus Rasa-Hormat
Oleh Rizal Panggabean
Jika demikian halnya, marilah mengingat kembali salah satu tujuan puasa, yaitu menahan rasa lapar dan dahaga, termasuk lapar dan dahaga akan rasa hormat. Marilah menahan diri dari dorongan dan emosi sosial yang negatif, tidak toleran, dan membatasi.
Komentar
Sdr Rijal Panggabean terkesan menggampangkan masalah, dimanapun sekelompok orang/masyarakat memang harus menghormati dengan kesucian yang sdh disepakati, apabila keberadaan panti pijat dlsb. dibiarkan berpoerasi dibumi pancasila ini terleboih di bulan puasa jelas akan mengusik ketentraman kelompok yang mensucikannya. Hal inip[un persis seperti yang bung rijal kemukakan di Bali sendiri apabila hari nyepi toh juga menuntut hal serupa sampai ada pecalang penjaga kesucian nyepi mereka. pun sama dengan tuntutan kaum kristen yang tdk mau diganggu di waktu natal dengan hal2 yang menurut mereka menodai makna hari raya mereka. Untuk mencegah adanya extra polisi…(FPI dlsb) Saya rasa ada pada keseriusan aparat menertibkan/menegakkan aturan itu sendiri maupuin menertibkan kelompok2 tsb. tapi nyatanya yang disebut kelompok extra polisi tersebut hanya ditujukan pada Kelompok FPI dlsb. tetapi bung rijal tdk pernah menyinggung adanya kelompok preman diskotek,mafia hiburan malam, mafia VCD porno, pemilik rumah judi/bordir yang sangat terasa sekali aksinya pada hari2 ramadan…bahkan disinyalir mereka bekerjasama dengan aparat itu sendiri dalam menciptakan ketidak tertiban seharusnya bung rijal coba menutup mata…dengan membuka wacana polisi yang jujur,adil,dan berani mengakkan keabenaran..karena kalau tidak berarti itu adalah menciptakan kondisi-kondisi yang dihawatirkan seperti saat ini wallahualam bissawab
——-
betul tu…jangan kemaruk hormat seperti di bali,saat nyepi orang lain yang tidak merayakan harus ikut nyepi….!!!!
Komentar Masuk (2)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)