Agenda,
24/01/2012

Diskusi Bulanan “Mendaras Syair-Syair Arab Pra-Islam”

Oleh Redaksi

Diskusi Bulanan
Jaringan Islam Liberal
“Mendaras Syair-Syair Arab Pra-Islam”
Narasumber: Ulil Abshar Abdalla (Freedom Institute) & Novriantoni Kahar (JIL)
Moderator: Malja Abrar
Selasa, 31 Januari 2012, Jam 19.00-21.30, di Teater Utan Kayu Jakarta

24/01/2012 18:39 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (6)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Assalamualaikum
Aku mengerti kemana tujuan tulisan ini, wkwkwkw
Luarbiasa, menangkap ikan tanpa menimbulkan gelombang.

Wassalam
H. Bebey

#1. Dikirim oleh H. Bebey  pada  26/01   05:12 AM

sekedar saran dan sebagai bentuk ketertarikan saya, maka perlu kiranya mengkaji soal postmodernisme bahasa Arab. Syekrimes!

#2. Dikirim oleh M. Nurwahid Abdulloh  pada  28/01   01:12 AM

bgus temanya,skalian sya blajar tntang syairnya Thaha Husain….

berkah selalu smile

#3. Dikirim oleh faiz  pada  28/01   05:37 AM

Apapun bangkakangan kaum kafirin JIL, namun kemukjizatan Al-Quran ialah tiadanya penanding walaupu 1500 tahun menantaang, “Jika kamu tak percaya bikinlah satu surah yang serupa dengannya”. Yakni keindahan bahasanya, kalimat2 yang digunakannya, penarik / grafiri bagi pembacanya baik yang beriman atau yang kafir. (JIL misalnya, walaupun dengan terang menolak Al-Quran, namun tetap berdalil dengan nya dalam banyaak hal). jika bukan karena kebenarannya (HAQ) al-quran itu telah lama lenyap, sebbnya, kaum JIL telah ada sepanjang zaman baik dizaman ISA Almasih (PAULUS) atau dizaman Nabi saw (KHawarij) dan era kini JIL Ulil. MUqsith dll.

#4. Dikirim oleh joko  pada  03/02   03:32 PM

bagi saya jika kaum jil ini terlebih akal, melebihi Allah, lebih baik mengakali bagaimana bangsa Indonesia yang didepan mata ini menjadi baik, terutama petinggi-petinggi tatanan jil yang banyak menyusahkan rakyat,....jelasnya jangan kuman disebrang saja yang di kritik, tetapi gajah depan baatang hidung itulah yang lebih penting.

#5. Dikirim oleh joko  pada  07/02   02:28 PM

seperti apa sikh kitab klasik itu?. Dan seklasik apakah sikh dianya?. umur lanjut saya belum pernah melihat kitab klasik seklasik Quran, sebabnya bahasanya kekal selama 1500.

walaupun kaum JIL berusaha merubahnya, Quran itu tetap utuh….berbeda dengan kitab Klasik As-Syathibi, ianya telah berubah 36o darjat oleh racikan bumbu ULIL Abshar Abdalla—petinggi JIL itu

#6. Dikirim oleh joko  pada  07/02   02:33 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?