Mendekatkan Jembatan Tiga Serumpun Laporan Konferensi Regional Multikulturalisme Asia Tenggara
Oleh Muhammad Subhi*
“...pada era kontemporer persoalan multikulturalisme yang paling menonjol adalah meningkatnya intoleransi di kalangan masyarakat dan negara. Tindakan-tindakan intoleransi muncul bahakn dalam wujudnya yang ekstrim seperti terorisme dan radikalisme. “Kelompok-kelompok keagamaan tertentu mensahkan penggunaan kekerasan terhadap kelompok-kelompok minoritas yang berbeda. Mereka menjadi korban kekerasan baik secara fisik maupun psykis. Mereka juga tidak bisa mengharapkan negara menjamin hak-hak mereka karena Negara adalah bagian dari actor intoleran dalam banyak kasus.”
Komentar Masuk (0)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)