Reportase,
16/08/2010

Tadarus Ramadan Jaringan Islam Liberal 1431 H “Mengaji Pada Para Sufi Liberal”

A. Mengaji Tasawuf Abu Yazid al-Busthami. Narasumber: Novriantoni Kahar & Media Zainul Bahri, Moderator: Saidiman. Kamis, 12 Agustus 2010. Jam 19.00.21.30.

B. Mengaji Tasawuf Suhrawardi al-Maqtul. Narasumber: Ulil Abshar-Abdalla & Mohammad al-Baqir. Moderator:  Taufik Damas. Kamis, 19 Agustus 2010. Jam 19.00-21.30 WIB.

C. Mengaji Tasawuf Abu Manshur al-Hallaj. Narasumber: Mohammad Guntur Romli & KH Husein Muhammad. Moderator: Malja Abrar. Selasa, 24 Agustus 2010. Jam 19.00-21.30 WIB.

Diskusi dimulai dengan acara buka puasa bersama di Teater Utan Kayu (TUK) Jl. Utan Kayu 68H Jakarta Timur

16/08/2010 10:15 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (16)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

KEREN KEREN….!!!!SAYA SANGAT SETUJU SEKALI DENGAN PENDAPAT BELIAU BELIAU INI,,,, YANG SUDAH SEDIKIT MEMBUKA PEMIKIARAN YANG LEBIH LENTUR LAGI TERHADAP KESAN ISLAM…..APALAGI BERKAITAN DENGAN TASAWUUF YANG SUDAH BANYAK TERBUKTI KECANGGIHAN DAKWAHYA YANG PELAN PELAN TAPI MENGENA DAN NGGAK BRUTAL PA LAGI ANARKIS…!!!! ALIAS”“TALK LESS DO MORE”“
KARENA ITU, BAGI PARA PARA PENCEMO’OH YANG MENGANGGAP TASAWUF BIANG KEMUNDURAN ISLAM…!!! NGACA DULU LACH,,,SEBELUM MENGACAI YANG LAIN,,,,,,,,,,,,,!!!!!!

#1. Dikirim oleh ALI MAKHRUS  pada  07/08   04:56 PM

Assalamu’alaikum wrwb. Dlm meningkatkan cita kpd ALLAH artinya cinta kepada semua manusia….juga cinta kpd musuh2 anti tuhan sekalipun..demikian lah ALLAH menjelaskan di Bible dan Al Quran. Bagi yang ingin memperbaiki jiwa atau akhlaq , belajarlah kpd ulama2 Sufi…bagus sekali. Yang sangat saya sayangi dari penganut2 sufi, pada umumnya meninggalkan kehidupan untuk mengusai ekonomi dan technology, untuk mensejahterakan masarakat…Sufi yang dianut oleh Rufaqah (arqam) adalah berbeda dgn sufi2 yang lain. Rufaqah selain mengutamakan kebersihan jiwa, juga tidak meninggalkan memperjuangkan ekonomi umat yang kuat… Jadi sufu yang di anut oleh Rufaqah lebih sempurna dari sufi2 yang lain.salam

#2. Dikirim oleh alatif  pada  10/08   02:32 AM

TOLONG DONG KIRIMI ORIENTASI SUFISTIK DARI MAWLANA JALALUDIN RUMI…....

#3. Dikirim oleh MUHAMMAD MAULANA RINAN RIDWAN ER RUMI  pada  10/08   09:45 AM

Ahli sufi tentunya bukan hanya memandang sifat Tuhan nya sebagai Maha Rahman dan Rahim saja, mereka tentunya faham betul bahwa disamping itu Allah juga Maha dasyat azabNya, hal2 paradoksal seperti ini seringkali terlewati oleh kita. Mereka tentulah orang-orang yg sangat takut akan Allah, sehingga amalan dan niat ibadahnya jauh lebih intens dan benar dan dibanding kita, tetapi juga faham betul akan Kasih sayang Tuhan nya yang tanpa batas sehingga tidak akan membuat mrk putus asa. Mereka mestinya juga orang2 yg ahli dan pasti tidak meninggalkan kewajiban syariah. Tassawuf seringkali hanya di jadikan bahan obrolan dan diskusi saja, tanpa mau mencoba meneladani amalan ibadah mereka sehingga diangkat derajat mereka oleh Allah Ta’ala.

#4. Dikirim oleh abu raihan  pada  10/08   11:30 AM

Diskusi tasawuf sebaiknya lebih kepada sharing pengalaman, pengalaman berTuhan dan kebesaran Tuhan.Namun banyak hal yang tak bisa dijelaskan . Sebagian besar orang yang mendapat petunjuk Tuhan justru bukan orang orang yang berpendidikan, pintar dan ahli kitab(pembaca kitab suci), tetapi orang orang sederhana, jujur dan selalu berbuat baik. Karena oarang orang inilah yang mampu melihat ayat ayat Tuhan secara “langsung” ,dan melihat tanda tandaNya. Jumlah orang orang ini sangat sedikit pada setiap jaman selalu dianggap nyleneh oleh umat Islam sendiri. Sebenarnya cirinya sederhana,yaitu selalu membicarakan Tauhid dan Kesesaan Allah.Sebelum menjalankan syariat, hakekat Ketuhanan harusnya dipegang dahulu, sehingga tidak menghamba pada syariat dan aturan. Pada gilirannya penghambaan pada syariat justru akan memudahkan individu tergiring pada tipu daya tampilan fisik,tipu daya politik. Umat lebih terpesona pada dai yang bersuara besar, mampu membuat menangis, berwajah cerah dan bersih dan lemat lembut. Atau berwatak keras suka memaki maki kelompok lain. Keduanya belum tentu mendekatkan kita pada kebesarannya, malahan seringkali malahan menjauhkan dari hakekat agama. Arti Bismillah sendiri adalah Atas nama Allah, tetapi mengapa setiap muslim “umum” selalu heran jika ada sesorang yang mengatakan"aku diperintah Allah”“aku mendapat bisikan AllaH”...trus untuk apa beragama jika tidak bertujuan untuk mendekat,mendengar bisikanNya,dan melihat kebesaranNya..demi mendapat ridhoNya?

#5. Dikirim oleh kamil  pada  12/08   03:49 PM

kitab apaan tuh. Mending ngaji kitab karya ulama bukan penyair seperti itu

#6. Dikirim oleh aris  pada  13/08   08:02 AM

Mau dong naskah pengajiannya di kirim ke emailku di: .(JavaScript must be enabled to view this email address).

#7. Dikirim oleh herwindo  pada  13/08   10:12 AM

setuju,,pemikiran pemikiran yang elastis dan penuh eksistensi,dengan dasar menhargai hak asasi antar sesama(indiuidual of thinking)salam sejahtera buat mas ulil..kapan ke kajen pati

#8. Dikirim oleh mazliqpati  pada  13/08   07:59 PM

Saya berharap dengan Diskusi ini pandangan Islam Isoterik bisa menjadi alternatif keberimanan di bulan Ramadhan, bagi yang merasa gagal menjadi muslim eksoterik di luar Ramadhan.

#9. Dikirim oleh ASRAR MABRUR FAZA  pada  15/08   11:33 AM

Tassawuf itu maqom kesadaran, jadi sama sekali tidak ada intimidasi didalamnya. Akan tetapi konsekuensi kehidupan sudah pasti diliputi oleh sunnatullah bagi siapa pun saja.

#10. Dikirim oleh iwan  pada  16/08   04:48 AM

di tengah hiruk pikuknya keraimaian dunia abad modern yang panas dan gersang(jasad dan ruhani),,sangat perlu sekali dihadirkan obat dahaga dari jiwa yang haus akan substansi keimanan,,,,

#11. Dikirim oleh taufiq  pada  18/08   06:27 AM

berdasarkan sejarah mitologi, secara garis besar tujuan awal orang beragama dan membuat agama adalah supaya mereka dapat bersyukur atas apa yang telah allah berikan kepada mereka. jika dilihat dari hal ini maka berarti bukan hanya kelompok tertentu saja yang berhak menentukan bagaimana cara seseorang untuk berterimakasih kepada tuhan karena tiap orang pasti mempunyai cara yg berbeda untuk mengungkapkan rasa syukurnya. jadi intinya, tiap orang memiliki cara2 sendiri untuk mendekatkan dirinya kepada allah dan tiap orang memiliki hak yang sama untuk menunjukkan rasa syukur dan cinta mereka kepada allah.

#12. Dikirim oleh ikhul  pada  24/08   06:37 AM

klau tasawuf itu ajaran yang lurus,knapa terlalu berlebihan dalam juhud?
Kalau orang-orang sufi mencintai Allah dan RasulNya knapa banyak para tokoh sufi yg memeakai sutera sdangkan Rasulullah mengharamkan sutera bgi laki2 ?! Bukankh ini nmanya penantangan atas hadis Rasul !! dan buat Ali Makhrus,tlong ya sbelum menyindir orang kamu koreksi diri-Afwan-, ingat ‘‘Tak kenal maka tak benci’‘.... !!
assalamualaikum.

#13. Dikirim oleh Al-Rahma  pada  27/08   08:17 AM

Agama adlh sarana manusia utk bertemu Tuhannya. Dalam tiap agama membawa syariat yg berbeda-beda, namun memiliki tujuan yg sama bukan? Utk mengenal & semakin mendekatkan diri pd Tuhan. Sy sependapat dgn pemikiran para sufi & kaum liberalis, tdk perlu mempermasalahkan syariatnya, toh nantinya di akhirat masing2 manusia mempertanggung jawabkan perbuatannya jg amal ibadahnya, kitapun baru akan tau mana yg benar & mana yg salah di akhirat nanti, krn semua umat suatu agama menganggap bahwa agama mereka adlh yg paling sempurna.

#14. Dikirim oleh Singa Padang Pasir  pada  05/09   07:09 PM

obat mujarab..
ikuti saja Qur’an dan Hadits. tidak usaha menjangkau Tuhan kalu kita sendiri banyak kekurangan

#15. Dikirim oleh kahar  pada  14/09   07:28 AM

makin mantaf aja JIL, salam ukhuwah buat teman teman JIL, sebuah proses mengaji pada sufi liberal berarti mempelajari makrifat secara liberal pula. boleh juga

http://imronpribadi.com

#16. Dikirim oleh M Imron Pribadi  pada  09/11   06:07 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?