Gagasan,
10/07/2011

Mengantar Moqsith ke Mimbar

Oleh Lies Marcoes-Natsir

Pidato pengantar untuk Pidato Pembaruan Islam, TIM, 8 Agustus 2011

Moqsith adalah pribadi yang lahir dari pesantren namun sangat kritis dengan dunia feodal pesantren. Jadi, jangan biarkan Moqsith berada dalam feodalisme pemikirian yang menindas. Sebab feodalisme pemikiran akan menghalangi dia dari kejujuran pemikiran. Mari kita cintai Moqsith dengan membiarkannya menjadi Moqsith dari pesantren yang menemukan dan menggali rumusan pembaharuan Islam Indonesia yang bertumpu pada modernitas, keislaman dan keindonesiaan dalam konteks kekinian dan masa depan.

10/07/2011 18:06 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (7)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Assalamu’alaikum wrwb.

Bersama ini saya postkan beberapa website dari
pembaharuan2 atau reformer2 yang ingin melihat Islam itu benar2 agama damai, toleransi,anti kekerasan dan anti diskrimnasi,

The Muslim Leader For Tomorrow.
http://www.muslimleadersoftomorrow.org/about/

Cordoba Initiative by Imam Faizal Rauf.

http://www.cordobainitiative.org/

America Society Muslim for advancement
http://www.youtube.com/watch?v=nGytJOkGGek

http://www.asmasociety.org/home/

American Islamic Forum Democracy“
http://www.aifdemocracy.org/

“Religious Pluralism in a Democracy”
http://www.youtube.com/watch?v=1yTKChkTnP4&NR=1

“Irshad Manji Blog”
http://www.irshadmanji.com/home

“Orang2 Muslim, Nasrani dan yahudi adalah bergama Islam.”
Harun Yahya.
http://www.unionoffaiths.com/

AMR KHALED.
FAITH WITHOUT MEMBANGUN BANGSA YANG SEJAHTERA ADALAH BOHONG.
http://english.aljazeera.net/programmes/oneonone/2011/04/2011419115959257764.html

ALLAH Berfirman;

Orang2 yang tahu agama, tapi tidak bekerja sesungguhnya dia adalah useless.

Wassalam

 

#1. Dikirim oleh alatif  pada  11/07   12:56 AM

Assalamu’alaikum wrwb.

Bersama ini saya postkan beberapa website dari
pembaharuan2 atau reformer2 yang ingin melihat Islam itu benar2 agama damai, toleransi,anti kekerasan dan anti diskrimnasi,

The Muslim Leader For Tomorrow.
http://www.muslimleadersoftomorrow.org/about/

http://www.youtube.com/watch?v=y7hqlboTBFM

Cordoba Initiative by Imam Faizal Rauf.

http://www.cordobainitiative.org/

America Society Muslim for advancement
http://www.youtube.com/watch?v=nGytJOkGGek

http://www.asmasociety.org/home/

American Islamic Forum Democracy“
http://www.aifdemocracy.org/

“Religious Pluralism in a Democracy”
http://www.youtube.com/watch?v=1yTKChkTnP4&NR=1

“Irshad Manji Blog”
http://www.irshadmanji.com/home

“Orang2 Muslim, Nasrani dan yahudi adalah bergama Islam.”
Harun Yahya.
http://www.unionoffaiths.com/

AMR KHALED.
FAITH WITHOUT MEMBANGUN BANGSA YANG SEJAHTERA ADALAH BOHONG.
http://english.aljazeera.net/programmes/oneonone/2011/04/2011419115959257764.html

ALLAH Berfirman;

Orang2 yang tahu agama, tapi tidak bekerja sesungguhnya dia adalah useless.

Wassalam

 

#2. Dikirim oleh alatif  pada  11/07   12:59 AM

Mungkin secara teori kita bisa mengatakan bahwa Islam adalah agama damai, anti kekerasan, anti diskriminasi. Saya setuju itu. Tapi kalau dalam prakteknya bertolak belakang, gimana?
Contohnya adalah yang terjadi di Bogor, kota yang sangat dekat dengan Jakarta. Lebih khusus lagi di Kompleks Perumahan Taman Yasmin, Kota Bogor. Di sana ada sebuah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin yang sudah berdiri dan mempunyai IMB tidak bisa digunakan karena walikota Bogor Diani Budiharto melarangnya. Larangan ini didukung penuh oleh Forum Umat Islam Bogor.
Mereka melarang Umat Kristen untuk menggunakan Gereja yang secara hukum sah adanya. Pertanyaannya adalah Apakah ini yang namanya Anti Diskriminasi. Apakah ini yang namanya Anti Toleransi? Apakah ini yang namanya cinta damai?

#3. Dikirim oleh Putra Pertiwi  pada  14/07   03:51 PM

Lies Marcoes-Natsir itu sebenarnya tahu apa yg dimaksud dg “pembarun Islam” ? Aku yakin sekali dia gak paham, deh..! Pembaruan itu bukan membuat yg gak ada lalu diada-adakan, tp mengembalikan sesuatu pada asal-mulanya, gitu..! Lagian pesantren2 di tanahair ini kebanyakan dikelola/milik warga NU, yg seperti sudah kita maklumi bersama adalah menganut “ahlul bid’ah”, kan..? Haha..!

#4. Dikirim oleh Ahmad Din  pada  18/07   08:19 PM

menjadi pribadi yg toleran,santun serta menghormati agama maupun kepercayaan lain adalh bentuk keimanan kita&pembaharruan; bagi kt srta org2 yg ada dskitar kita.smua dmulai dr diri kt sdr!

#5. Dikirim oleh deskam  pada  27/07   11:08 PM

sangat jauh sekali membandingkan gus dur, cak nur dg moqsid, krn penguasaan bahasa dan literaur yang dia punyai sangat terbatas, sehingga kalo kita liat statemen dan pemikirannya banyak memakai dari tokoh yg sdh ada, bukan dari literatur yang asli.

#6. Dikirim oleh arif batutah  pada  28/07   10:58 AM

sistem pendidikan yg amburadul, serta minat baca yg kurang karena daya beli yg rendah, adalah faktor pendorong kemunduran umat islam indonesia, sementara kurangnya tokoh yg mendekati masyarakat marjinal, maka bisa kita lihat dengan nyata ketika prajurit mantan veteran perang di wilayah konflik timur tengah muncul menjadi tokoh, bukan tidak boleh, sementara mereka justru menjadi gambaran buruk tentang islam.

#7. Dikirim oleh dizal  pada  02/08   03:44 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?