Editorial,
12/12/2011

Menghalau Radikalisme Agama di Sekolah

Oleh Abdul Moqsith Ghazali

“Kelompok Islam Wahabi berideologi puritan sekaligus radikal terus mendirikan sejumlah pesantren. Tak kurang dari belasan pesantren yang telah dirintis kelompok Wahabi di Indonesia. Sebagaimana sekolah Wahabi di Arab Saudi, sejumlah pesantren Wahabi di Indonesia mengkampanyekan doktrin yang sama. Mereka suka memusyrikkan dan mengkafirkan orang yang berbeda dengan ajaran Wahabi. Tak cukup hanya mengkafirkan dan memusyrikkan, jika suasana sosial-politik sudah pendukung, kelompok Wahabi tak ragu untuk menggunakan cara kekerasan di dalam mengubah pendirian orang Islam lain. Jalan kekerasan itu pernah dilakukan kelompok Wahabi Arab Saudi terhadap umat Islam lain yang dianggap menyimpang. Kelompok Wahabi tak hanya bengis kepada non-muslim, tapi juga keras kepada umat Islam sendiri yang non-Wahabi.”

12/12/2011 19:20 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (17)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Assalamu’alaikum wrwb.

Banyak caranya utk menghambat kemajuan2 ajaran2 Islam Wahabi Ultra Fundamentalis dlm sistem Demokrasi ini.

Saya membuat perbedaan2 penafsiran Islam Funadmentalis dan Progressive atau Liberal.

Semoga perbedaan2 ini bisa di sebarluaskan di Indonesia sampai kekampung-kampung.

Masarakat kampung adalah yang ditju oleh ulama2 mereka karena masarakat kampung adalah awab dgn ilmu2 lain2nya.

Silakan sebarkan website saya ini,atau kopi isinya.

https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit

Memasng sangat berbahaya kalau dia sampai menjadi kekuatan besar dgn bantuan keuangan Minyak Saudi.

Wassalam

#1. Dikirim oleh alatif  pada  13/12   03:54 AM

Assalamualaikum.

Sejak awal ku putuskan berbakti di almamater setelah menerima kesarjanaan dengan harapan dapat ikut mendidik manusia Indonesia yang berguna untuk nusa dan bangsa yang tanpa harus memilahmilah agama, suku, dan budaya, pokoknya demi kemanusiaan laahhh, bukan menjadikan mereka sebagai teroris.
Lain halnya kelompok Islam Wahabi Arab Saudi, sejak awal sudah berniat buruk menurut kita/ atau berniat baik menurun mereka, yang berkompanye suatu doktrin memusyikkan dan mengkafirkan perbedaan pendapat dengan prinsip Wahabi saudi. Mengapa harus demikian, yahh mungkin mereka telah menyadari bahwa Islam yang berkembang sekarang adalah hasil dari jerih payah orang di luar arab saudi, dan mereka sangat menyadari dan ketakutan bahwa sejarah perkembangan Islamnya khususnya lagi mengenai hadist dan al-Quran sudah terkuak lebar, terlebih lagi telah tersebarnya pengetahuan dalam menggunakan internet di pedesaan, yang lambat laun akan membuka pikiran pengguna internet tersebut sadar bahwa apa yang mereka/wahabi gemborkan adalah suatu agama yang sudah terpapar oleh politik, politik kebohongan, yang merupakan kebalikan dari penjelmaan awal konsep islam yang menunjukan suatu budi luhur dalam pandangan orang arab primitif, berani menantang maut, kepahlawanan, dan siap mati dalam pertempuran.
Kita cukup heran, sebagai penyebar wahabi saudi, mereka itu sebenarnya telah mengetahui bahwa apa yang selama ini diyakini mulai tergerus oleh adanya gelombang informasi seperti riwayat perkembangan hadist itu (100 - 200 tahun pasca nabi meninggal) maupun gejolak saat mulainya dibukukan al Qur’an dimana terbukti saat mushaf versi lengkap Ali ditolak oleh khalifah Utsman bin Affan, dan banyak lagi laahh masalah yang timbul, bukannya itu yang terjaga oleh tuhan dan disimpan disorgaloka. hehehehe
Yang seharusnya mereka sadar, dan selalu berusaha agar Islam berkesan bijak, seperti contohnya perkembangan yang telah terjadi dibudaya Indonesia,  seperti keharmonisan antara budaya jawa dan Islam (idea dari Sunan Kalijaga), dengan inti nya tetap tauhid dan rukun islam, bukan bentuk dari imperialisme budaya di mana agama dan budaya arab abad ke-7 ditinggikan statusnya menjadi hukum tuhan. Setiap orang punya hak dan bebas memilih suatu agama, dan hak itu dijamin dan dilindungi konstitusi: UUD 1945.
Mudahmudahan….amien.

Wassalam

H. Bebey

#2. Dikirim oleh H. Bebey  pada  13/12   11:17 AM

Apakah Muhammadiyah dan Persis menganut ajaran Wahabi. Apakah kedua organisasi Islam tersebut menggambarkan apa yang disampaikan dalam tulisan ini. Muhamadiyah didirikan seratus tahun yang lalu. Persis juga hampir 90 tahun yang lalu. banyak tokoh2 kemerdekaan baik angaatan 28 atau angkatan 45 yang anggauta Muhamadiyah ada juga yang Persis. KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah adalah Pahlawan Nasional. Bung Karno Proklamator dan Penggali Pancasila adalah anggauta Muhamadiyah. A.Hasan Ketua Persis tahun 30an adalah menjadi guru Bung Karno dalam mendalami Islam. Mohammad Natsir Perdana Mentri tahun 50an adalah anggauta Persis, Demikian juga anggauta Konstituante Isa Anshari dan Rusyad Nurdin ( gurunya Hatta Rajasa) adalah tokoh Persis, dan seterusnya dan seteruanya. Jadi dalam membahas Wahabi jangan hanya mengulas Osama Bin Ladin, Hizbut Tahrir, Pesantren Ngruki. Ulas juga Persis dan Muhamadiyah. Jadi di Wahabi sendiri ada yang ekstrim dan ada ang moderat. NII Kartosuwiryo ( juga Kahar Muzakar dan Daud Beureuh)  bukan masalah agama, tetapi masalah politik.  Jadi jangan ajarkan Nasionalismen ke Bung Karno yang anggauta Muhamadiyah atau kepada M.Natsir, Isya Ansyari dan Rusyad Nurdin yang anggauta Persis yang Wahabi. Jadi biatlah tulisan yang lebih objektif dan seimbang.

#3. Dikirim oleh Holiluddin  pada  13/12   02:58 PM

50 m dr rmh sy ada pesntren wahabi.yang terasa dr adanya pesantren yg menurut penulis beraliran wahabi,adalah sy spt merasakan dunia ms kecil sy dulu berulang, tiap hbs magrib anak2 berangkat ngaji dibimbing kyai2 nahdiyin yg ikhlas mendidik. adab dan hormat dg guru sgt kelihatan.ada kedisiplinan, ada motivasi untuk bs baca tulisquran, sholat gak disuruh2. bukankah hal tersebut positif?sy kadang merana melihat mesjid megah dr iuran jamaah tapi kosong dari kajian,dan solat jamaah. cuma gedhe di suara syiiran sebelum sholat,

#4. Dikirim oleh wijo  pada  15/12   06:04 AM

Bismillah, membaca halaman awal situs ini sungguh sangat miris saye melihatnya. Alloh Azzawaljalla di katakan tuhan semua agama. Yaa bisa jadi benar,tapi jauh dari benar apabila nnti jika dikatakan Alloh Ta’ala tuhan yang membenarkan semua agama. Semoga Alloh Ta’ala mmberi hidayah unt semua. Terus mengenai sekolah/pesantren2 wahabi.. Saya heran,y nulis ini ngerti kah apa itu wahabi? Jelas syaikh muhammad bin abdulwahhab itu. Si-wahab itu bapak nya. Tak pernah si-wahab itu yg memiliki gagasan pembaharuan islam. Tapi yg menganggkat kemuliaan tauhid di negeri yg diberkahi Alloh Ta’ala itu adlah si-muhammad (anaknya). Masyaalloh semoga Alloh Ta’ala slalu tetap memberkahi dakwah syaikh muhammad ini. Dan tetap menebarkan dakwah tauhid ini sampai kepelosok2 negeri. (Aamin)

#5. Dikirim oleh Abu-mujahid  pada  15/12   09:43 AM

Kalian para pendukung dan aktifis JIL adalah kaum radikal yg hendak mengancurkan islam…
Kalian (JIL) tidak pantas menyematkan kata Islam pada gerakan kalian yg sesat dan menyesatkan…
Bertobatlah sebelum kalian sekarat…..
Kerja kalian hanyalah melayani orang-orang kafir dan munafiq untuk menghancurkan islam….
kerja kalioan hanya mengacak-ngacak pemahaman islam yg benar dan kalian ingin mengganti dengan pemahaman kalian yg kacau dan menyesatkan…..
bertobatlah dan pelajari islam dengan benar, bila perlu belajarlah dari kelompok yg kalain sebut wahabi….biar pinter…

#6. Dikirim oleh muslim kaffah  pada  15/12   09:43 AM

bung nt klo berpendapat harus,disertakan dg bukti2 yg ada.ini yg saya baca cuma menurut pendapat nt saja,nt klo belajar islam harusnya belajar ditempat dimana islam dilahirkan/muncul dan seperti mekkah dan madinah bukan di amerika negara yg jelas banyak melakukan kehancuran dinegara islam seperti irak dan afganistan.

#7. Dikirim oleh salafy  pada  15/12   10:56 AM

Assalamu’alaikum

Kelompok Islam Liberal bertujuan untuk mengubah pemikiran islam yg berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits menjadi paham liberalisme yg tidak merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits. Islam liberal inilah adalah misionaris kaum nasrani dan yahudi untuk memurtadkan umat islam. sedikit demi sedikit umat islam di giring untuk memahami liberalisme, sehingga syari’at islam tidak lagi menjadi pegangan. Kelompok Jaringan Islam Liberal ini sebagian besar adalah orang non muslim yang belajar islam. jadi tidak heran jika banyak santri yg ikut dalam jaringan ini bahkan ikut dalam partai sekuler karena mereka sudah terperangkap oleh pemikiran kaum liberalis yg sangat dangkal…

Wassalam

#8. Dikirim oleh Rudiyanto  pada  15/12   05:14 PM

Assalamu’alaikum wrwb

Mudah2an Buku ini akan terbit di Indonesia segera mungkin.
Kalau ada teman2 yang mempunyai teman penerbit,mohon di kirimkan
e-mailnya atau alamatnya.Terimakasih.

https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit

Semoga bermanfaat bagi aktivist2 Islam untuk mengkonter
pemahaman Islam Fundamentalis yang berbahaya di Indonesia.

“Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus);

“Islam yang dipahami kelompok-kelompok garis keras,(fundamentalis ) termasuk
kelompok teroris(Al qaida,taliban,JI ), merupakan Islam yang
kebablasan.(menyesatkan ) Perlu adanya pembenahan dalam dakwah Islam dan
pelurusan akidah-akidah Islam.

Menurut Gus Mus, pandangan masyarakat, terutama masyarakat Barat terhadap Islam
saat ini sudah semakin buruk. Islam sudah dianggap menjadi laknat bagi sesama.”

GLOBAL COUNTER EXTREMISM NETWORK.

http://libforall.com/

Wassalamu’alaikum wrwb

#9. Dikirim oleh alatif  pada  17/12   09:03 AM

Mendirikan negara Syariat Islam adalah haram hukumnya dan terkutuk.Tetapi setiap individu muslim wajib menegakan syariat Islam dengan ikhlas,tanpa ada paksaan.

Klopok Islam Thailand ingin mendirikan negara Islam,akan mendapat kutukan dari ALLAH.

http://us.foto.detik.com/readfoto/2011/12/08/170537/1786423/464/1/dialog-untuk-m\
uslim-pattani

Assalamu’alaikum wrwb,
Bismilahiramanirrahiim

Mendirikan negara Syariat Islam adalah haram hukumnya dan terkutuk.

Karena ALLAH tidak pernah menyuruh nabi2nya termasuk Nabi Muhammad saw untuk mendirikan negara agama atau negara Syariat Islam.

Negara2 yang mendirikan negara Agama Kristen di Eropah dulunya hancur lebur dan jutaan manusia yang terbunuh, dan begitupun negara2 Agama Islam seperti di Taliban,Saudi,sudan dan Iran adalah pemerintaan Penindas dan diskriminasi.Lambat laun akan hancur juga.

Sedangkan ajaran Islam adalah ajaran penuh keadilan untuk semua rakyatnya,tanpa melihat keyakinan agama,suku,gender dan warna kulit dll
Kecuali kepada orang2 yg memerangi negara.

Ada beberapa klompok Islam yang ingin mendirikan negara agama seperti;

Klompok Islam di Thailand, Chechnya, Kasmir, Philipina,Taliban dll

Mereka akan hancur dikutuk oleh ALLAH karena banyak orang2 awam yang terbunuh.

Pemerintahan Syariat Islam yang benar dan dijalankan oleh Nabi Muhammad saw adalah pemerintahan yang penuh keadilan,tanpa ada diskriminasi karena berbeda keyakinan agama atau berberbeda suku,bangsa dan gender.

Semua warga negara diperlakukan dengan penuh keadilan seperti ALLAH memerintahkan kepada Muhammad saw sebagai berikut ini;

“Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah( Taurat,Injil, Al quran ) dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu (yahudi,nasrani, mukmin ). QS 42:15.

Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu (kesemua golongan2 )karena agama dan tidak [pula] mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. QS.60:8.

TIDAK ADA PAKSAAN MENJALANKAN AGAMA.

1.Tugas kamu ( Muhammad) hanya menyampaikan saja. kami lah yang menghisab / menghukumnya perbuatan2 mereka dan…QS.13:40.

2. Tidak ada paksaan untuk beragama ; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut [5] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (256)

3.BEGITU JUGA FIRMAN ALLAH KEPADA NABI ISA AS.
as well as in Bible

Also as ALLAH said to the Messenger of Moses; Today I am giving you a choice between good and evil, or between a blessing and a curse, between live and death. (Deuteronomy 30; 1,15)


He who is unjust, let him unjust still.

He who is filthy, let him be filthy still

He who is righteous, let him be righteous still.

He who is holy,let him be holy stiil.(Rev;22:11)

KESIMPULAN;

1.Tidak ada paksaan menjalankan peraturan2 ALLAH oleh pemerintah,seperti dilakukan oleh
Saudi,Taliban dan Iran.

2.Pemerintahan wajib NETRAL dan berlaku adil kepada semua agama tanpa ada diskriminasi dan penindasan2.

3. Sistem Pemerintahan agama Islam yang benar itu adalah sistem Demokrasi,dimana semua warga negara mendapat keadilan yang sama.Equality.

Semoga ayat2 ALLAH diatas itu dapat memperbaiki aqidah kita selama ini yang diajarkan oleh ulama2 Islam Fundamentalis Saudi Arabia dan Taliban.

Wassalamu’alaikum wrwb

#10. Dikirim oleh alatif  pada  17/12   10:23 PM

cak, tolong antum periksa kurikulum aqidah akhlaq di Mts dan MA. antum akan mendapati bahwa wahabisme telah masuk kurikulum mata pelajaran tersebut. dan setahu saya itu sudah lama sekitar tahun 80-an, dan sekarang lebih banyak lagi adopsi wahabisme itu. jadi jangan kaget kalau suatu saat akan muncul kader-kader wahabi dari madrasah.

#11. Dikirim oleh muhammad nuh  pada  18/12   10:32 AM

selama menghalaunya ga lewat kekerasan juga ya gpp. itulah pertarungan ideologi

#12. Dikirim oleh zaindo  pada  19/12   06:24 PM

Dikatakan, Wahhabi sebagai kelompok radikal supaya ummat ini jauh dari kebenaran tapi ketahuilah saudarakoe…..Suara-suara sumbang itu bukanlah vonis yang adil terhadap Wahhabi. Komentar yang beredar itutidal lebih dari sekedar dusta supaya orang jauh dari kebenaran. semoga Allah memberi hidayah kepada , Anda akan tahu nanti…..........Siapa yang berada di Atas Kebenaran, Wahhabi ataukah musuh-musuhnya?!...

#13. Dikirim oleh Abdullah Damis  pada  19/12   08:08 PM

Allahu musta’an…
Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah kepada penulis

#14. Dikirim oleh abumusa  pada  21/12   12:11 AM

Untuk alatif / muqsith: Bagaimana jika ada orang di indonesia berkata; Tidak ada paksaan untuk taat kepada peraturan Konsitusi / UUD 45 bagi warga asing yang tinggal di Indonesia”?.

#15. Dikirim oleh joni jefri  pada  23/12   01:57 PM

harun nasution sj menghargai wahabi, kenapa anda yg belum sepintar harun nasution sinis thdp wahabi,....semoga Allah memberi hidayah kpd anda!

#16. Dikirim oleh yudi  pada  01/01   03:33 PM

yang paling subtansi jangan saling mengkafirkan sesama ummat muslim, mari kita berkeyakinan sesuai dengan keyakinan kita masing2. laa ikraha fiddin

yang terpenting adalah islam memiliki tanggun jawab untuk senantiasa menjaga perdamaian dunia bukan menciptakan konflik di dunia..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#17. Dikirim oleh muhiddin nur  pada  10/01   12:35 AM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?